Anda di halaman 1dari 22

Artikel Review

Psoriasis
oman Berbasis-Bukti
untuk
Vulgaris
: Pelayanan Pri
Erine A. Kupetsky, DO, MSc, and Matthew Keller, MD
J Am Board Fam Med
2013;26:787 801.

Dipresentasikan Oleh:
Theodorus U. R. Dapamede
Yuriska Mayda Sumantri
Pembimbing:
Dr. L. Kusbandono Sp.KK
LABORATORIUM ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA
RSUD Dr. ISKAK TULUNGAGUNG
2013

Pendahuluan
Psoriasis merupakan penyakit inflamatorik

kronis yang menyerang hingga 5% populasi


dunia.
Estimasi terkini memperkirakan prevalensi

psoriasis mencapai 7,5 juta kasus di Amerika


Serikat.
Lebih sering terjadi pada kulit putih dibanding

mereka yang tinggal jauh dari ekuator, dan


sering pada laki-laki maupun perempuan.
2

Pendahuluan
Psoriasis lebih sering terjadi akibat subtipe

human leukocyte antigen (HLA) tertentu.


Psoriasis secara umum dibagi menjadi 2 tipe
Psoriasis Tipe 1
Menunjukkan riwayat keluarga
akan penyakit tersebut yang
kuat.
Terdapat asosiasi dengan HLACW6.
Biasanya muncul sebelum
usia 40 tahun
3

Psoriasis Tipe 2
Tidak memiliki hubungan
riwayat keluarga.
Tidak terdapat asosiasi
dengan HLA-CW6.
Biasanya muncul setelah
usia 40 tahun.

Patogenesis

Metode
Artikel ini bertujuan menjadi review

berbasis literatur yang komprehensif


terhadap epidemiologi, faktor genetika,
diagnosis klinis, penatalaksanaan, dan
farmakologi dari psoriasis berdasarkan
artikel-artikel yang telah dipublikasikan
dalam PubMed.
Review ini berfungsi sebagai pedoman
yang praktis, berbasis-bukti, dan tidak bias
bagi praktisi pelayanan primer.
Penulis yang melakukan pencarian literatur,
mengunduh serta memproses, dan
menentukan kriteria strength of

Terapi Topikal
Pengobatan Psoriasis Vulgaris

1. Kortikosteroid Topikal
(SORT Criteria Recommendation A, LOE
1)
Dosis umum untuk steroid topikal ialah

dua kali per hari selama 2 minggu.


Penggunaan di wajah, alat kelamin,
axilla, dan payudara harus lebih hatihati karena merupakan daerah lebih
sensitif terhadap penetrasi steroid
topikal dan dapat terbentuk striae.
Salep berbasis petrolatum, umumnya
paling poten, dan tidak menyebabkan
iritasi menjadikan pilihan terbaik untuk
kulit sensitif.
9

2. Senyawa Analog Vitamin D


(SORT Criteria Recommendation A, LOE
1)
Mampu menginhibisi proliferasi keratosin

melalui peningkatan diferensiasi sel-sel dan


inhibisi akumulasi sel-sel inflamatorik.
Dapat digunakan secara kombinasi dengan
steroid topikal dan dapat diaplikasikan 2
jam setelah terapi sinar ultra violet (UV).

10

3. Inhibitor Calcineurin Topikal


(SORT Criteria Recommendation A, LOE
2)
Obat-obat tersebut diaplikasikan dua kali

sehari terutama digunakan untuk


pengobatan penyakit pada wajah dan
daerah intertriginosa, untuk psoriasis
inversa, atau digunakan pada bagian tubuh
manapun sebagai steroid-sparing atau
terapi maintenance.

11

4. Sinar UV
(SORT Criteria Recommendation B, LOE
2)
Sinar UV bekerja dengan menurunkan

proliferasi keratosit dan memiliki sifat-sifat


anti-inflamatorik.
Sinar UVB gelombang pendek lebih baik
dibandingkan UVB gelombang panjang.
Merupakan terapi lini pertama untuk
psoriasis plak ekstensif, terutama jika
plaknya tipis dan pada pasien muda.
Terapi UV jua efektif untuk psoriasis pada
palmar dan telapak kaki atau psoriasis
guttata.
12

5. Kortikosteroid Triamcinolone Acetonide


2,5 10 mg/mL Intralesi (SORT Criteria
Recommendation C, LOE 3)
Injeksi intralesi merupakan metode yang

efektif untuk mentrasportasi sejumlah kecil


kortikosteroid pada daerah psoriasis.
Pada penyakit psoriasis ringan, dimana 1
hingga 2 plak resisten terhadap
pengobatan topikal, sebagai contohnya,
dapat digunakan steroid intralesi.

13

6. Anthralin (SORT Criteria


Recommendation C, LOE 3)
Anthralin merupakan versi sintetik dari

bahan alami yang ditemukan dalam bubuk


goa, dari pohon araroba dan berfungsi
mengurangi pertumbuhan keratosit.
Dapat digunakan dengan hati-hati pada
anak-anak dan dewasa karena dapat
menyebabkan dermatitis kontak jika
dibiarkan terlalu lama atau digosokkan
pada mata atau daerah genitalia

14

Terapi Sistemik
Pengobatan Psoriasis
Vulgaris

15

1. Obat-obat Biologis (SORT Criteria


Recommendation A, LOE 1)
Sebelum memulai terapi pasien dengan obat

biologis apapun, banyak yang harus dinilai dari


anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan
penunjang serta follow up yang ketat perlu
dipertimbangkan.
Oleh karena pasien-pasien yang menggunakan
obat ini tidak mungkin mendapatkan vaksin
hidup maka sangat penting untuk memastikan
bahwa pasien-pasien ini sudah mendapatkan
vaksin terkini sesuai dengan usianya.

16

2. Acitretin (SORT Criteria


Recommendation A, LOE 1)
Direkomendasikan untuk wanita agar tidak

mengkonsumsi alkohol dalam bentuk


apapun saat menggunakan obat ini dan
minimal 2 bulan setelah obat ini dihentikan
karena jumlah metabolitnya berbanding
lurus dengan jumlah alkohol yang
dikonsumsi.
efek teratogeniknya dapat terjadi hingga 2
sampai 3 tahun setelah acitretin dihentikan
pada pasien yang pernah mengonsumsi
alkohol.
17

18

Disarankan jika meresepkan untuk wanita di


usia yang kemungkinannya bisa hamil,
maka harus:
1. Memiliki 2 hasil negatif pada tes urin atau
serum tes kehamilan sebelum
mendapatkan dosis pertama acitretin
2. Melakukan tes kehamilan rutin per bulan
sebelum memulai pengobatan dengan
acitretin
3. Menggunakan 2 bentuk efektif kontrasepsi
secara bersamaan minimal 1 bulan
sebelum memulai terapi, saat terapi, dan
minimal 3 tahun setelah penghentian
terapi
4. Mendapatkan konseling terkait risiko dari

3. Methotrexate (SORT Criteria


Recommendation A, LOE 1)
Methotrexate (MTX) tidak boleh diberikan

pada siapapun yang berencana


mengonsumsi alkohol atau wanita hamil
atau menyusui.
Sekitar 80% pasien dengan psoriasis yang
diterapi dengan MTX berespon dalam 4
minggu pertama

19

4. Cyclosporine (SORT Criteria


Recommendation A, LOE 2)
obat ini kontraindikasi pada pasien dengan

kerusakan ginjal berat, hipertensi tidak


terkontrol, dan malignancy yang persisten
CsA meningkatkan risiko untuk terjadinya
squamous dan basal cell carcinoma.
Vaksinasi dapat membantu karena sifat CsA
yang imunosupresan, serta booster vaksin
juga dibutuhkan.
Namun, vaksin hidup merupakan
kontraindikasi pada penggunaan CsA.
20

KESIMPULAN
Psoriasis vulgaris penyakit yang kronis,

terkadang merusak penampilan serta dapat


memberikan disabilitas.
Secara umum, terapi topikal dapat
digunakan untuk psoriasis ringan.
Psoriasis sedang hingga berat, kombinasi
terapi topikal dan sinar atau topikal dan
sistemik (oral ataupun biologis) dapat
digunakan.

21

TERIMA KASIH

22