Anda di halaman 1dari 20

Pasien Obesitas dengn 1

Perlemakan Hati

C6
Kressa Stiffensi Saparang 102010126
Hosea Supirman 102013178
Anggela Trivenna Yordani 102014002
Imelda 102014030
Marina Dewi Utami 102014038
Jason Christiadi 102014114
Herlina Juliani Buarlele 102012145
Cresentia Irene Iskandar - 102014161
2

Scenario
Pasien laki laki usia 35 tahun datang dengan keluhan perut
terasa begah, tidak nyaman pada perut kanan atas sejak 1 bulan
yang lalu
Catatan : pasien melakukan medical cek up dan di dapat
mengalami obesitas, gangguan fungsi hati dan hipertrigliserida
3

Indentifkasi istilah yang tidak di ketahui

( ---- )

Rumusan masalah
laki laki usia 35 tahun dating dengan keluhan perut terasa begah, tidak
nyaman pada perut kanan atas sejak 1 bulan yang lalu
Anamnesis
4
Keadaan Umum
Data pribadi Umum
Keluhan Keluhan utama Bukan keluhan
utama
RPS Apa, kapan, Faktor, upaya,
dimana, bagaimana riwayat perjalanan
RPD Penyakit serupa DM, alergi,
Hipertensi, dll
RPK Penyakit serupa DM, alergi,
Hipertensi, dll
Sosial Lingkungan Ekonomi
Kesadaran Compos mentis, Somnolen, sopor,
apatis, delirium semi koma, koma
Pemeriksaan Fisik 5

Keadaan umum
TTV
Inspeksi
Auskultasi
Palpasi
Palpasi Umum
Palpasi Organ: Hati, Limpa, Ginjal
Palpasi Khusus:
Appendisitis, kolesistitis,
Asites

Perkusi
6

Dari hasil anammesa di dapatkan


PF : TB 165cm, BB 95kg
Abdomen : hepar teraba 2 jari BAC, 3 jari BPX, tepi tumpul
permukaan rata, konsistensi kenyal, nyeri tekan (-), PF lain dalam
keadaan batas normal.

Hasil Laboratorium: SGOT 40 u/l, SGTP 50 u/l, HBsAg (-), anti HCV
(-),
Pemeriksaan Penunjang 7

Petanda Nilai Normal Interpretasi


Bilirubin 5-18 umol/l Tidak spesifik untuk penyakit hati, meningkat juga pada hemolisis dan
obstruksi bilier
SGOT/AST 5-40 IU/l Meningkat sesuai inflamasi atau nekrosis hepatosit. biasanya tidak
SGPT/ALT 5-35 IU/l diperlukan untuk mengukur keduanya, namun rasio AST:ALT >2
cenderung ke penyakit hepatosit alkoholik
Fosfatase Alkali 30-130 IU/I Biasanya meningkat bersamaan pada kolestasis, obstruksi bilier atau
-GT 5-10 IU/l infiltrasi hepatik. fosfatase alkali juga diproduksi oleh tulang, usus, dan
plasenta
Albumin 3,5-4,5 gr/L Menunjukkan fungsi sintesis hati. konsentrasi dapat menurun pada
malabsorpsi, protein losing enteropathy, penyakit kritis (kebalikan dari
fase akut protein), luka bakar, dan sindrom nefrotik

LDH 240-524 IU/l Sensitivitas dan spesifitasnya rendah pada penyakit. mungkin
meningkat pada hepatitis iskemik. Kadarnya juga meningkat setelah
kerusakan tulang atau hemolisis.
Diagnosa 8

Dari hasil Anamesa, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan


penunjang di dapatkan bapak tersebut mengalami perlemakan
hati.
Non Alcoholic fatty liver disease ( NAFLD).
9
Epidemiologi 10
11

Liver biopsy

biopsi hati dan pemeriksaan histopatologi yang diperlukan untuk


menegakkan diagnosis .

Diagnosis harus dipertimbangkan pada semua pasien dengan elevasi


dijelaskan di aminotransferases serum ( misalnya , dengan temuan
negatif untuk penanda virus atau autoantibodi atau tanpa riwayat
penggunaan alkohol ) .
Histology 12
13
14
Manifestasi klinik

Sebagian besar pasien dengan perlemakan hati nonalkoholik tidak menunjukkan gejala maupun
tanda-tanda adanya penyakit hati.

Beberapa pasien melaporkan adanya rasa lemah, malaise, keluhan tidak enak dan seperti
mengganjal di perut kanan atas. Pada kebanyakan pasien, hepatomegali merupakan satu-satunya
kelainan fisik yang didapatkan.
komplikasi 15

Cirrosis
Resiko- 8 to 15%

Hepatocellular carcinoma
Resiko: 1-5%
16

Stres oksidatif dianggap mekanisme kunci dari cedera hepatoseluler dan


perkembangan penyakit pada subyek dengan NASH .

Vitamin E merupakan anti - oksidan dan telah diteliti untuk mengobati NASH

penggunaan vitamin E dikaitkan dengan penurunan aminotransferase pada


subjek dengan NASH ,

menyebabkan peningkatan steatosis , peradangan , dan balon dan resolusi


steatohepatitis pada orang dewasa dengan NASH

vitamin E tidak berpengaruh pada fibrosis hat


17

Tiazolidinedion adalah inhibitor(Peroxisome Proliferators


Activated Receptors) PPAR gama, yang meningkatkan
sensitifitas insulin di adiposit dan otot rangka dengan
meningkatkan protein kinase spesifik yang berperan mengurangi
sintesis asam lemak
Pioglitazon dan rosiglitazon
Perubahan gaya hidup 18

penurunan berat badan umumnya mengurangi


steatosis hati , dicapai baik dengan diet kalori atau
bersama dengan peningkatan aktivitas fisik .

Kehilangan setidaknya 3-5 % dari berat badan


tampaknya diperlukan untuk meningkatkan
steatosis , tetapi penurunan berat badan yang lebih
besar (sampai 10 % ) mungkin diperlukan untuk
mengurangi resiko terjadinya perlemakan hati

Latihan sendiri pada orang dewasa dengan NAFLD


dapat mengurangi steatosis hati
kesimpulan 19

NAFLD adalah suatu penyakit hati yang ditimbulkan sendiri (self-


inflicted), sangat banyak menyerupai penyakit hati alkoholik
(alcoholic liver disease). Tetapi hanya sebagian kecil dari pasien
yang gemuk atau diabetes akan berkembang menjadi penyakit
hati berat dan hal ini kemungkin besar ditentukan secara
genetik.
20

Terima kasih