Anda di halaman 1dari 16

kekayaan lembaga/institusi yang menjadi faktor

penentu keberhasilan aktivitas lembaga.

Program/Sarana yg Canggih

Pembinaan/
Pengembangan
yang SDM Berkualitas
berkesinambungan

Lembaga/Institusi
Tidak ada manusia yang sempurna
Pembinaan tidak dibatasi oleh waktu/tempat
Dilakukan secara bertahap
Tidak ada kata terlambat dalam kebaikan,
segera memulai adalah lebih baik dari pada
menunda dalam melaksanakan kebaikan,
hari ini lebih baik dari hari kemarin,
bekerja adalah ibadah, dan
jabatan adalah amanah - bukan
penghormatan dan bukan pula kemuliaan
1. Tawazun (keseimbangan)
Untuk membentuk individu yang berkualitas,
perlu dijaga tawazun dalam memenuhi
kebutuhan tiga komponen penyusun
manusia, yaitu jasad, akal, dan hati.

Jasad dipenuhi kebutuhannya:


makanan dan minuman yang halal
dan berguna bagi tubuh atau thoyyib,

Sebagaimana firman Allah SWT.


Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi
baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah
kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena
sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata
bagimu.
(Al-Baqarah/2:168).
Lanjutan Tawazun Pembinaan SDM Deptan

Akal dipenuhi kebutuhannya melalui:


asupan ilmu-pengetahuan, antara lain dengan
membaca-menulis.

sebagaimana firman Allah SWT.


Bacalah (dengan menyebut) nama Tuhanmu Yang
menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari
segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmulah Yang Maha
Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan
perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia
apa yang tidak diketahuinya. (Al-Alaq/96:1-5).

Hal lainnya untuk memenuhi kebutuhan akal :


mempelajari hal-hal yang baru,
menganalisis situasi yang dihadapi, dan
mengungkapkan fenomena alam.
Lanjutan Tawazun Pembinaan SDM Deptan

Hati dipenuhi kebutuhannya dengan dzikir


dalam arti luas (dzikir melalui hati, lisan, dan
amal perbuatan),

sebagaimana firman Allah SWT.


(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati
mereka menjadi tenteram dengan mengingat
Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati
Allahlah hati menjadi tenteram. Orang-orang
yang beriman dan beramal shalih, bagi mereka
kebahagiaan dan tempat kembali yang baik.
(Ar-Raad/-13:28-29).
Lanjutan Pembinaan SDM Deptan

2. Tidak sekuler
Tidak memisahkan antara aspek dunia dan akhirat
dalam menjalani seluruh aktivitas dalam kehidupan.

Sebagai teladan, bagi seorang muslim,


sholatnya hendaknya diimplementasikan dalam
kehidupan secara benar, sehingga ia tidak akan
terjerumus melakukan perbuatan yang keji dan munkar
yang biasanya merugikan fihak lain, baik perorangan,
lembaga, maupun negara.

Allah SWT telah berfirman:


...Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan-
perbuatan) keji dan munkar... (Al-Ankabut/29:45);

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang


beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu dalam
sholatnya dan orang-orang yang menjauhkan diri dari
(perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna
(Al-Amukminun/- 23:1-3).
Lanjutan Pembinaan SDM Deptan

3. Pembelajaran sepanjang hayat


Pembelajaran untuk meningkatkan kualitas SDM
tidak hanya terbatas di dalam pendidikan di bangku
sekolah-kuliah ataupun pelatihan-kursus. Pada
hakekatnya sepanjang kehidupan kita merupakan
pembelajaran yang sangat penting.
Allah SWT telah berfirman:
Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buatkan
untuk manusia, dan tiada yang memahaminya kecuali
orang-orang yang berilmu. Allah menciptakan langit
dan bumi dengan haq. Sesungguhnya pada yang
demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah
bagi orang-orang mukmin. (Al-Ankabut/29:43-44);

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada


Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa
yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)
dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah
Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
(Al-Hasyr/59:18).
Tawazun
Tidak sekuler
Pembelajaran sepanjang Hayat

SDM yang Amanah


dgn Karakteristik Positif
Karakter Guru yang Baik
Berkepribadian baik
Adil
Mengetahui dan memahami bidang ilmunya
Mempunyai pengalaman dan minat yang luas
Bergairah dan bersemangat terhadap
bidangnya
Melakukan persiapan mengajar dengan baik
Berminat kepada mahasiswa
Pernyataannya jelas
Memberi dorongan dan rangsangan
Tajam perhatian dan menanggapi
Beberapa Saran agar
Mengajar Lebih Efektif
Memperkenalkan diri kepada mahasiswa
Menjelaskan pentingnya mata kuliah dan
tujuannya
Menjelaskan bab-bab yang dibahas dan
keterkaitan antar bab
Menjelaskan tugas-tugas, ujian, dan penilainnya
Menggunakan alat bantu atau alat peraga, tidak
hanya mendiktekan catatan kuliah kepada
mahasiswa
Menggunakan analogi dan problema
Menumbuhkan peran aktif mahasiswa dalam
kuliah, misalnya dengan diskusi
Melakukan kunjungan langsung ke lapangan
Karakter Siswa yang Baik
Memiliki nilai-nilai moral yang tinggi
Memahami pentingnya bidang ilmu yang
ditekuninya
Menggunakan waktunya dengan baik
Tekun dalam mempersiapkan diri
Hadir tepat waktu pada tiap proses pembelajaran
Mengerjakan tugas-tugas dengan kesungguhan,

tidak menunda-nunda dan tidak menyontek


Memahami cara belajar yang efektif baginya
Mengembangkan cara berfikir yang kritis dan
analisis
ikhlas,
memiliki iman dan ketakwaan yang dalam/kokoh,
benar dan kuat dalam beribadah,
memiliki akhlak yang mulia,
memiliki ilmu dan wawasan yang luas,
tawadhu/tidak takabbur dan rela
dikritik/dinasehati, senantiasa optimal dalam
memanfaatkan waktu, bersemangat tinggi dan
profesional dalam bekerja, memiliki jasad yang
sehat dan kuat,
bersikap tawazun/seimbang/tidak berlebihan
dalam beraktifitas,
berbuat adil walaupun terhadap diri dan
keluarganya, jujur/sidq baik dalam niat, lisan,
maupun amal, bersabar dalam menghadapi
berbagai musibah, bersyukur atas semua karunia
yang diterima
Lanjutan Karakteristik SDM yang amanah

bersegera dan berlomba dalam setiap kebaikan,


senantiasa bertaubat walaupun tidak menyengaja
berbuat maksiat,
berperan optimal untuk kemaslahatan ummat dan
kelestarian alam,
senantiasa berdzikir dan berdoa kepada Allah SWT
dalam setiap kesempatan,
menyambung silaturrahim dan memaafkan walaupun
terhadap orang yang memusuhinya,
mau memberi walaupun terhadap orang bakhil/kikir,
rela berkorban dalam kebaikan,
suka memaafkan dan meminta maaf,
senantiasa istiqamah/konsisten dalam kebaikan,
serta dapat berinteraksi dan bekerjasama dalam
kebaikan dengan semua fihak.
sombong/takabbur,
sombong/takabbur, kebal kritik,
riya/ingin
riya/ingin dipuji
dipuji sesama,
sesama, adu domba,
dusta,
dusta, membangkang,
suka
suka ke
ke mencari muka,
paranormal/dukun,
paranormal/dukun, omong besar,
menggunjing,
menggunjing, berbelit-belit,
mengumpat,
mengumpat, lemah semangat,
mencela,
mencela, menyia-nyiakan waktu,
hasut/iri/dengki,
hasut/iri/dengki, sok jadi pahlawan,
mengejek,
mengejek, ceroboh,
prasangka
prasangka buruk,
buruk, tidak tekun,
rendah
rendah diri,
diri, kurang inisiatif,
mengeluh,
mengeluh, orientasi materi,
mencari
mencari kambing
kambing hitam,
hitam, mudah putus asa,
malas,
malas, dzalim/aniaya, serta
menjilat,
menjilat, menghalalkan segala cara.