Anda di halaman 1dari 15

ANASTESI UMUM

Anastesi berasal dari bahas yunani, an (tidak,


tanpa) dan aesthetes (persepsi, kemampuan
untuk merasa)

anastesi pertama kali dikenalkan oleh Oliver


Wendell Holmes yang menggambarkan keadaan
tidak sadar bersifat sementara untuk
menghilangkan rasa nyeri selama pembedahan
Anastesi umum adalah tindakan meniadakan
nyeri sentral disertai hilangnya kesadaran yang
bersifat reversible.
Dengan anastesi umum dapat diperoleh trias
anestesia:
Hipnotik (tidur)
Analgesia (bebas dari nyeri)
Relaksasi otot (mengurangi ketegangan tonus
otot)
PENILAIAN DAN PERSIAPAN PRA
ANESTESIA
Anamnesis : apakah pasien pernah mendapat anestesi
sebelumnya
Pemeriksaan fisik : menilai keadaan gigi geligi, menilai
apakah pasien dapat membuka mulut lebar, apakah
lidah pasien relatif besar, leher pendek dan kaku.
Pemeriksaan laboraturium : indikasi yang tepat sesuai dengan
penyakit yang dicurigai,pemeriksaan darah kecil,
pemeriksaan EKG dan foto thorak (dilakukan untuk
pasien usia >40 th)
KLASIFIKASI STATUS FISIK

The american society of anesthesiologists (ASA)


ASA I : pasien sehat organik, fisiologik, psikiatrik, biokimia
ASA II : pasien dengan penyakit sistemik ringan atau sedang
ASA III : pasien dengan penyakit sistemik berat, sehingga aktivitas rutin
terbatas
ASA IV : pasien dengan penyakit sistemik berat tidak dapat melakukan
aktivitas rutin dan penyakitnya merupakan ancaman hidupnya
setiap saat
ASA V : pasien sekarat yang diperkirakan dengan atau tanpa
pembedahan hidupnya tidak akan lebih dari 24 jam
ASA VI : pasien dengan kematian batang otak
Pada bedah cyto atau emergency biasanya dicantumkan E
PERSIAPAN PASIEN

Masukan oral ( puasa )


Selama anestesi berlangsung reflek laring mengalami penurunan
Regurgitasi isi lambung dan kotoran yang terdapat dalam lambung
merupakan risiko utama
Dewasa : 6 8 jam
Anak : 4 6 jam
Bayi : 3 4 jam
PREMEDIKASI

Pemberian obat 1 2 jam sebelum induksi anestesi


untuk melancarkan induksi, rumatan, dan bangun dari
anestesi:

Meredakan kecemasan
Mengurangi sekresi kelenjar ludah dan bronkus
Meminimalkan jumlah obat anestetik
Menciptakan amnesia
Mengurangi isi cairan lambung
INDUKSI ANESTESI

Tindakan untuk membuat pasien tidak sadar, sehingga


memungkinkan dimulainya anestesi dan pembedahan
STATICS :
S (SCOPE): Stetoskop dan laringoscope
T (TUBES): pipa trakea, pilih sesuai usia pasien
A (AIRWAY): guedel atau naso-tracheal airway
T (TAPE) : Plaster untuk fiksasi
I (INTRODUCIR): stilet atau mandrin
C (CONNECTOR): penyambung pipa dengan peralatan anestesi
S (SUCTION): Penyedot lendir
TEKHNIK ANESTESI

Induksi intravena
Induksi intravena dimasukan dengan hati-hati dan terkendali,
dengan keceparan 30 60 x/menit
Pernapasan, nadi dan tekanan darah pasien harus diawasi.
Induksi cara ini dilakukan untuk pasien yang kooperatif
Obat yang biasa dipakai propofol dengan efek mual muntah
yang rendah dan pemulihan yang terjadi lebih cepat.
Induksi intramuskular
Ketamin yang dapat diberikan secara I.M dengan dosis 5 7
mg/kgbb dan setelah 3 5 menit pasien tidur
Induksi inhalasi
Hanya dikerjakan dengan halotan (fluotan) atau sevoflutan
Induksi halotan membutuhkan gas pendorong seperti O2 atau N2O
Induksi dengan sevofluran lebih disenangi karena pasien jarang
batuk
Induksi perektal
Cara ini hanya untuk bayi, menggunakan tiopental atau
midazolam
Induksi mencuri
Menaruh sungkup muka diatas pasien (tidak menempel) dengan
jarak bebeapa sentimeter, sampai pasien tertidur
TATALAKSANA JALAN NAPAS

Manuver triple jalan napas


Jalan napas faring
Sungkup muka
Sungkup laring pipa trakea
Laringoskopi dan intubasi
MESIN DAN PERALATAN ANESTESI

Komponen dasar mesin anestetik:


Sumber O2, N2O, dan udara tekan
Alat pantau tekanan gas
Katup penurunan tekanan gas
Meter aliran gas
Satu atau lebih penguap cairan anestetik
Lubang keluar campuran gas
Kenadil O2 darurat
SIRKUIT ANESTESI

Sistem tetes terbuka


Sistem insuflasi
Sistem mapleson
Sistem lingkar
OBAT ANESTESI

Pelumpuh otot:
Non depolarisasi : atracurium
Depolarisasi: suksinil kolin
Analgetik narkotik: fentanyl
Obat penenang : midazolam
Obat anestesi inhalasi:sevofluran
MONITORING PERIANASTESI

Monitoring kardiovaskular:
Nadi
Tekanan darah
Banyaknya perdarahan
Monitoring respirasi
Monitoring suhu badan
Monitoring ginjal
Monitoring blokade neuromuskular
Monitoring sistem saraf