Anda di halaman 1dari 9

PENGARUH PUPUK KOMPOS DENGAN

CAMPURAN KOTORAN SAPI, BAKTERI EM 4


DAN PELEPAH PISANG TERHADAP KESUBURAN
TANAMAN KARET
Dibuat untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Metode Penulisan Ilmiah.

POLITEKNIK AKAMIGAS PALEMBANG


PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN BATUBARA

Dibuat oleh Kelompok 4


Judul

PENGARUH PUPUK
KOMPOS DENGAN
CAMPURAN KOTORAN
SAPI, BAKTERI EM 4
DAN PELEPAH PISANG
TERHADAP
KESUBURAN
TANAMAN KARET
Latar Belakang

Perkebunan karet di Kabupaten Banyuasin memiliki tingkat keluasan


yang tinggi dan perkebunan karet yang luas akan menghasilkan
sampah organik (dedaunan) yang tak terpakai dengan kuantitas yang
sangat banyak/melimpah.

Kotoran sapi pada peternakan sangat jarang untuk dimanfaatkan


sebagai objek yang lebih bermanfaat, kebanyakan kotoran sapi
dibuang dan akan menghasilkan pencemaran lingkungan baik air
serta menimbulkan bau yang tidak sedap.

Perkembangan bibit karet mesti dikembangkan untuk medapatkan


bibit-bibit karet yang unggul dan baik agar dapat menghasilkan
produksi karet yang bagus dan banyak.
Rumusan Masalah

Apakah tingkat
Apa pengaruh yang
pertumbuhan bibit
didapatkan bibit keret
karet lebih cepat bila
ketika diberikan pupuk
diberikan pupuk
kompos dengan
kompos dengan
campuran bakteri EM 4,
campuran pelepah
pelepah pisang dan
pisang, kotoran sapi
kotoran sapiterhadap
dan bakteri EM 4
pertumbuhan bibit
dibandingkan pupuk
karet ?
kimia ?
Tujuan

Mampu mengetahui pengaruh yang didapatkan oleh bibit karet ketika


diberikan pupuk kompos dengan campuran pelepah pisang, kotoran sapi
dan bakteri EM 4.

Mampu membandingkan tingkat kesuburan bibit karet ketika menggunakan


pupuk kompos dengan campuran pelepah pisang, kotoran sapi dan bakteri
EM 4 dibandingkan pupuk kimia.
Luas Perkebunan Karet di Kabupaten Banyuasin Tahun 2014
Sumber : Teknik Peternakan Institut Pertanian Bogor (IPB), 2014.
Manfaat EM 4 untuk
Kesuburan Tanah dan
Tanaman

1. Dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan kesuburan tanah


2. Dapat meningkatkan jumlah produksi tanaman dan juga bisa menjaga
kestabilan produksi hasil pertanian maupun perkebunan.
3. Dapat memfermentasi bahan organik tanah dan mempercepat dekomposisi.
4. Dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas dari hasil pertanian yang
berwawasan dan ramah terhadap lingkungan.
5. Dapat meningkatkan keragaman mikroba yang sangat menguntungkan didalam
tanah.
6. Dapat meningkatkan nutrisi dan juga senyawa organik yang ada didalam tanah.
7. Dapat meningkatkan bintil akar.
8. Dapat meminimalisir atau mengurangi penggunaan pupuk kimia maupun
pestisida.
9. Dapat dipergunakan untuk semua jenis tanaman dan tanah.