Anda di halaman 1dari 13

Konsep Dasar Medis STROKE

Oleh
Ruang Merak
RSAU. Dr. M. salamun
Definisi

Menurut WHO stroke adalah adanya tanda-tanda


klinik yang berkembang cepat akibat gangguan
fungsi otak fokal (atau global) dengan gejala-gejala
yang berlangsung selama 24 jam atau lebih yang
menyebabkan kematian tanpa adanya penyebab lain
yang jelas selain vaskuler.

Stroke adalah gangguan peredaran darah otang


yang menyebabkan deficit neurologis mendadak
sebagai akibat iskemia atau hemoragi sirkulasi saraf
otak (Sudoyo Aru,dkk, 2009).
ta n !!
u
Lanj

Dari pengertian diatas dapat


disimpulkan bahwa stroke adalah
keadaan dimana terjadi penurunan
suplai darah ke otak akibat
penyumbatan atau pecahnya
pembuluh darah, sehingga terjadi
kematian sel-sel pada sebagian area di
otak.
Klasifikasi Stroke

Perdarahan
intraserebral
HEMORAGI
Perdarahan
subaraknoid

trombolitik

NON HEMORAGI Embolik

Hipoperfusion sistemik
Etiologi

1. Usia
Faktor yang tidak
dapat dirubah 2. Jenis kelamin
3. keturunan

1. Hipertensi
2. Kelainan
jantung/penyakit
jantung
3. Kolesterol
Faktor yang dapat timnggi
dirubah 4. Diabetes
mellitus
5. polisitemia
ut ! !
Lanj

Merokok

Konsumsi alcohol

Kebiasaan hidup Obat-obatan terlarang

Aktivitas yang tidak sehat seperti


kurang olahraga, dan makanan
berkolesterol

PATHWAY
TERLAMPIR !!!!!

Manifestasi
Klinik

Deficit lapang pandang


Tidak menyadari orang atau objek ditempat
kehilanganpenglihatan
Kesulitan menilai jarak
Diplopia
Defisit motoric
Hemiparesis (kelemahan wajah, lengan dan kaki pada sisi yang
sama)
Hemiplegi (paralisis wajah, lengan, dan kaki pada sisi yang
sama)
Ataksia (berjalan tidak mantap dan tidak mampu menyatukan
kaki)
Disartria kesulitan berbicara) ditunjukkan dengan bicara yang
sulit dimengerti yang disebabkan paralisis otot yang
ut ! !
Lanj

Deficit sensorik
Kebas dan kesemutan pada bagian tubuh

Deficit verbal
Afasia ekspresif (tidak mampu membentuk kata
yang dapat dipahami)
Afasia reseptif (tidak mampu memahami kata
yang dibicarakan)
Afasia global (kombinasi baik afasia reseptif dan
ekspresif).
ut ! !
Lanj

Deficit kognitif
Kehilangan memori jangka pendek dan panjang
Penurunan lapang perhatian
Kerusakan kemampuan untuk berkonsentrasi
Perubahan penilaian

Deficit emosional
Kehilangan control diri
Labilitas emosional
Penurunan toleransi pada situasi yang menimbulkan stress.
Depresi
Rasa takut, bermusuhan dan marah
Menarik diri
Perasaan isolasi
Pemeriksaan Penunjang

1. Angiografi serebral
2. Single Photon Emission Computed Tomography (SPECT)
3. CT scan
4. MRI (Magnetic Imaging Resonance)
5. EEG
6. Pemeriksaan laboratorium
. Lumbang fungsi
. Pemeriksaan darah rutin (glukosa, elektrolit, ureum, kreatinin)
. Pemeriksaan kimia darah
. Gula darah dapat mencapai 250 mg di dalam serum dan
kemudian berangsur-rangsur turun kembali.
. Pemeriksaan darah lengkap
PENATALAKSANAAN

Secara umum, penatalaksanaan pada pasien


stroke antara lain :
Posisi kepala dan badan atas 20-30 derajat,
posisi miring jika muntah dan boleh dimulai
mobilisasi bertahap jika hemodinamika stabil
Bebaskan jalan nafas dan pertahankan ventilasi
yang adekuat, bila perlu diberikan oksigen
sesuai kebutuhan
Tanda-tanda vital diusahakan stabil
Bed rest
Koreksi adanya hiperglikemia atau hipoglikemia
j ut ! !
Lan

Pertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit


Kandung kemih yang penuh dikosongkan, bila perlu
lakukan kateterisasi
Pemberian cairan intravena berupa kristaloid atau
koloid dan hindari penggunaan glukosa murni atau
cairan hipotonik.
Hindari kenaikan suhu, batuk, konstipasi, atau suction
berlebih yang dapat meningkatkan TIK
Nutrisi per oral hanya diberikan jika fungsi menelan
baik. Jika kesadaran menurun atau ada gangguan
menelan sebaiknya dipasang NGT