Anda di halaman 1dari 27

NEMATODA

USUS

Dr. Darmadi SpPD


PENDAHULUAN

Nematoda mempunyai bentuk tubuh yang


bulat panjang, silindris, filariform, tidak
bersegmen, dan bilateral simetris.
Memiliki rongga tubuh dan tertutup oleh
kutikulum.
Ukuran panjang tubuh bervariasi antara 2
mm 1 meter
Alat pencernaan telah lengkap, tetapi sistem
saraf dan sistem ekskresinya belum
sempurna
Klasifikasi
Nematoda usus
Nematoda usus halus : Ascaris
lumbricoides, Ancylostoma duodenale,
Necator americanus, Strongylus
stercoralis, Trichinella spiralis
Sekum dan apendiks : Enterobius
vermicularis, Trichuris trichiura
Nematoda somatik
Ascaris lumbricoides
Distribusi geografis: tersebar luas di
seluruh dunia terutama di daerah tropis
dan sub tropis
Habitat : usus halus, kadang dibagian
usus lain. Hospes defenitif adalah
manusia
Morfologi : berwarna putih kecoklatan
atau kuning pucat. Ukuran besar ;
jantan 10-31 cm, betina 22-35 cm
Telur : berbentuk lonjong (fertilized), ukuran
45-70 mikron, mengandung sel telur yang
tidak bersegmen, terdapat rongga udara
dikedua kutub.
Cara infeksi : fecal oral atau inhalan
Patogenesis
Larva : pneumonia (batuk,demam,sesak dan
dahak berdarah), urtikaria (eosinofilia).
Pneumonia disertai alergi disebut sebagai
Loeffler syndrome atau ascaris pneumonia
Cacing dewasa : gangguan usus, obstruksi,
intususepsi, perforasi dan ascariasis ektopik
(appendisitis, abses hati, pankreatitis akut,
dll)
Diagnosis : pasti makroskopis
ditemukan cacing dewasa, mikroskopis
ditemukan telur cacing
Pengobatan : mebendazol, pirantel
pamoat, albendazol dan levamisol.
Pencegahan : kesehatan lingkungan,
pendidikan dan pengobatan masal
Ancylostoma
Ankylostoma :
A. Duodenale
N. Amerikanus Manusia
(pembunuh org Amerika)
A. ceylanicum
A. Malayanum
A. Braziliensis Kucing,Anjing
A. Caninum
Pedesaan Indonesia :
30%

Distribusi Ankilostoma Duodenale


dewasa
esofagus
Telur (200 rb/hr/induk)
tertelan
Tinja
Tanah Naik ke trakea

Larva rabditiform Daur hidup Sal. Napas > besar

Menembus alveoli
Larva filariform

Menembus kulit Paru

Aliran darah Jantung kanan


3 hari

1-1,5
hari
2 pasang gigi
Betina 1 cm
Jantan 0.8 cm

AD

Jlh telur : NA. 9000/h


AD.10.000/h
Bertelur stl usia 5 bln.
Patofisiologi
Perdarahan usus ok :
Perlengketan cacing s/d l.propria
Cacing berpindah tiap 4 6 jam

Isapan cacing 120 200 x/m


Kehilangan darah 60-100 ml/h
Mukosa rusak, anoreksia Malnutrisi
Motilitas meningkat Absorbsi
Epidemiologi
Faktor yg baik untuk penyebaran
infeksi
Pengidap parasit defekasi sembarangan
Tanah pasir/campur dengan tanah liat
daun-daunan
Suhu : NA. 28-32 C AD. 23-25 C

Kelembaban

Tanpa sepatu
Gambaran klinis
- Gatal sela jari kaki (ground/dew itch)
Infeksi bakteri ok luka garukan

Pneumonitis Batuk kering /berdarah.

Bronkhitis Wheezing

Flatus, abdominal discomfort (2 mgg post


infeksi)
Anemia decompensasi jantung.

Defisiensi besi hipokrom


mikrositer
Def. asam folat / B12
Megaloblastik
Sesak nafas ok gagal jantung
Nyeri dada ok hipoksia jantung
TD Diastolik menurun
Bruit perifer
Desah jantung
Efusi pleura , edema ok
hipoproteinemia
Hubungan jumlah cacing dewasa & klinis

Jumlah cacing klinis

50 Subklinis
50-125 Manifes
500 Berat
Diagnosis
Gambaran klinis tidak khas
Telur dalam tinja 1200/gr tinja
Kalau < 400/gr tinja negatif
Bilatinja diperiksa stl defekasi lama
larva
Serologis : Anti-hookworm antibodies
Pengobatan
Tetraklor etylen : 0,12 cc/kg.BB
Befenium hidroksinaftoat (alkopar): 2 x
5 gr
Pirantel pamoat : 10 gr/Kg.BB
Heksil resorsinol : 1 gr
Mebendazole : 1 x 500 mg atau 2 x 200
mg
Albendazole : 1 x 2 tab (@400 mg)
Setelah 2 4 minggu pengobatan Ulang
pemeriksaan tinja
Bila masih padat ganti obat atau ulang

Preparat besi : 3 x 300 mg


Kenaikan Hb 1 gr% / minggu

Anemia berat + gangguan hemodinamik


Transfusi PRC
Pencegahan
Sanitasipembuangan tinja
Melindungi kaki
Pengobatan massal

Pupuk tinja diproses kimia dulu


Enterobius vermicularis

Oxyuris vermicularis (cacing keremi)


Tersebar luas di seluruh dunia, baik
tropis ataupun sub tropis
Morfologi : cacing dewasa warna putih,
berukuran kecil dengan leher yang
melebar seperti sayap. berukuran
sampai 13 mm, hanya sekitar 5 mm
Telur : asimetris, tidak berwarna,
dinding tembus sinar dan berisi larva
hidup
Penularan : oral, inhalan dan retrofeksi
Cacing dewasa jarang menimbulkan
kerusakan jaringan, pruritus ani.
Diagnosis : anal swab untuk mencari
cacing dewasa atau telur.
Pengobatan : mebendazole (100 mg,
diulang setelah 2-4 minggu),
albendazola (dosis tunggal 400 mg) dan
pyrantel pamoate (10 mg/kg BB, diulang
setelah 2-4 minggu)
Pencegahan : mengobati penderita dan
keluarganya, menjaga kebersihan
perorangan dan lingkungan
Trichuris trichiura
Cacing cambuk (whip worm)
Distribusi : di daerah tropis yang
berhawa panas dan lembab
Habitat : mukosa usus sekum dan kolon
Morfologi : anterior (3/5 panjang tubuh)
berbentuk langsing, posterior (2/5
panjang tubuh) lebih tebal mirip
pegangan cambuk. berukuran sekitar
4 cm dan berukuran sekitar 5 cm
Telur : warna coklat mirip biji melon,
ukuran sekitar 50x25 mikron,
mempunyai dua kutub jernih yang
menonjol (knob)
Gejala klinis : iritasi dan peradangan
usus. Bila infeksi berat dapat timbul :
anemia berat (Hb bisa < 3 gr% dan
eosinofilia > 3%), diare berdarah, nyeri
perut, mual dan muntah, BB menurun,
prolaps rektum
Pengobatan : bisa obat tunggal, tetapi
sebaiknya terapi kombinasi