Anda di halaman 1dari 22

TERAPI INSULIN

Virginia Cyntiara Maharani (09-039)


Kadek widhiana utami (10-026)
INSULIN
O Insulin dihasilkan oleh kalenjar pankreas pada tubuh kita, hormon
insulin yang diproduksi oleh tubuh kita dikenal juga sebagai
sebutan insulin endogen.
O Namun, ketika kalenjar pankreas mengalami gangguan sekresi
guna memproduksi hormon insulin, disaat inilah tubuh
membutuhkan hormon insulin dari luar tubuh, dapat berupa obat
buatan manusia atau dikenal juga sebagai sebutan insulin
eksogen.
INSULIN
Bagaimana insulin berfungsi
O Pemberian insulin kepada penderita diabetes hanya bisa dilakukan
dengan cara suntikan, jika diberikan melalui oral insulin akan
rusak didalam lambung. Setelah disuntikan, insulin akan diserap
kedalam aliran darah dan dibawa ke seluruh tubuh. Disini insulin
akan bekerja menormalkan kadar gula darah (blood glucose) dan
merubah glucose menjadi energi.
INSULIN
Indikasi dan tujuan terapi pemberian insulin

O Semua diabetes tipe 1 memerlukan insulin eksogen karena produksi


insulin oleh sel beta pada kalenjar pankreas tidak ada ataupun hampir
tidak ada.
O Diabetes tipe 2 mungkin membutuhkan insulin eksogen apabila terapi
jenis lain ( antidiabetik oral dan diet) tidak dapat mengendalikan
kadar glukosa darah
O Pasien DM pasca pankreatektomi
O DM gestasional dan penyandang DM yang hamil membutuhkan
insulin bila diet saja tidak dapat mengendalikan kadar glukosa
darah.
O Ketoasidosis diabetik.
O Tujuan pemberian insulin pada semua keadaan tersebut bukan saja
untuk menormalkan tekanan darah tetapi juga memperbaiki semua
aspek metabolisme
INSULIN
O Keadaa mendekati normoglisemia dicapai pada DM dengan multiple
dosis harian insulin atau dengan infusion pump therapy yang
tujuannya mencapai glukosa darah puasa antara 90-120 mg/dl,
glukosa 2 jam postprandial kurang dari 150 mg/dl, HbA1c kurang dari
7%.
O Suntikan insulin dapat dilakukan dengan berbagai cara : intravena;
intramuskular; dan umumnya penggunaan jangka panjang lebih
disukai pemberian subkutan
INSULIN
O Kebutuhan insulin pd penderita diabetes pd umumnya
berkisar antara 5-150 unit sehari tergantung dari
keadaan penderita.
O Selain faktor-faktor tsb diatas, utk penetapan dosis
perlu diketahui kadar glukosa darah pd waktu puasa
dan dua jam sesudah makan serta kadar glukosa dlm
urin empat porsi, yaitu antara jam 7-11, jam 11 -16,
jam 16-21 dan jam 21 -7.
O Dosis terbagi insulin digunakan :
O pd diabetes yg tdk stabil dan sukar dikontrol;
O bila hiperglikemia berat sebelum makan pagi tdk dpt dikoreksi dg
insulin dosis tunggal per hari; dan
O pd penderita yg membutuhkan insulin lebih dari 100 unit per hari.
INSULIN
Penatalaksanaan penderita DM.
O Dosis inisial utk penderita DM muda 0.7-1.5 unit/kg bb
O Pasien IDDM (Insulin Dependent Diabetes Mellitus) yg baru
belum perlu diberi insulin karena kadang-kadang terjadi
remisi dan pd periode ini insulin tak dibutuhkan (honeymoon
phase).
O Utk pengobatan inisial regular insulin dan insulin kerja sedang
(intermediate acting) merpkan pilihan dan diberikan 2 x
sehari.
O Utk orang dewasa yg kurus: 8-10 unit insulin kerja sedang
diberikan 20-30 menit sebelum makan pagi dan 4-5 unit
sebelum makan malam
O Utk dewasa gemuk 20 unit pagi hari dan 10 unit sebelum
makan malam.
O Dosis ditingkatkan secara bertahap sesuai hasil pemeriksaan
glukosa darah dan urin.
TIPE-TIPE JENIS INSULIN
Insulin dapat dibedakan atas dasar:
1. Waktu kerja insulin (onset), yaitu waktu mulai timbulnya
efek insulin sejak disuntikan.
2. Puncak kerja insulin, yaitu waktu tercapainya puncak
kerja insulin.
3. Lama kerja insulin (durasi), yaitu waktu dari timbulnya
efek insulin sampai hilangnya efek insulin.
TIPE-TIPE JENIS INSULIN
1. Insulin eksogen kerja cepat
O Bentuknya berupa larutan jernih, mempunyai onset cepat
dan durasi pendek.
O Yang termasuk di sini adalah insulin regular (Crystal Zinc
Insulin / CZI ). Saat ini dikenal 2 macam insulin CZI, yaitu
dalam bentuk asam dan netral. Preparat yang ada antara
lain : Actrapid, Velosulin, Semilente. Insulin jenis ini
diberikan 30 menit sebelum makan, mencapai puncak
setelah 1 3 macam dan efeknya dapat bertahan
samapai 8 jam.
TIPE-TIPE JENIS INSULIN
2. Insulin eksogen kerja sedang
O Bentuknya terlihat keruh karena berbentuk hablur-hablur
kecil, dibuat dengan menambahkan bahan yang dapat
memperlama kerja obat dengan cara memperlambat
penyerapan insulin kedalam darah.
O Yang dipakai saat ini adalah Netral Protamine Hegedorn (
NPH ),Monotard, Insulatard. Jenis ini awal kerjanya
adalah 1.5 2.5 jam. Puncaknya tercapai dalam 4 15
jam dan efeknya dapat bertahan sampai dengan 24 jam.
TIPE-TIPE JENIS INSULIN
3. Insulin Eksogen campur antara kerja cepat & kerja
sedang (Insulin premix)
Yaitu insulin yang mengandung insulin kerja cepat dan
insulin kerja sedang. Insulin ini mempunyai onset cepat
dan durasi sedang (24 jam). Preparatnya: Mixtard 30 / 40

4. Insulin Eksogen kerja panjang (lebih dari 24 jam).


Merupakan campuran dari insulin dan protamine,
diabsorsi dengan lambat dari tempat penyuntikan
sehingga efek yang dirasakan cukup lam, yaitu sekitar 24
36 jam. Preparat: Protamine Zinc Insulin ( PZI ),
Ultratard
TIPE-TIPE JENIS INSULIN
Cara pemberian insulin
O Insulin kerja singkat :
O IV, IM, SC
O Jangan bersama darah ( mengandung enzim merusak insulin )

O Insulin kerja menengah / panjang :


O Jangan IV karena bahaya emboli.

O Pemberian insulin secara sliding scale dimaksudkan agar


pemberiannya lebih efisien dan tepat karena didasarkan pada
kadar gula darah pasien pada waktu itu. Gula darah diperiksa
setiap 6 jam sekali.
Dosis pemberian insulin tergantung pada kadar gula
darah, yaitu :
Gula darah
< 60 mg % = 0 unit
< 200 mg % = 5 8 unit
200 250 mg% = 10 12 unit
250 - 300 mg% = 15 16 unit
300 350 mg% = 20 unit
> 350 mg% = 20 24 unit
Perlu diperhatikan daerah mana saja yang dapat
dijadikan tempat menyuntikkan insulin.

O Bila kadar glukosa darah tinggi, sebaiknya disuntikkan di


daerah perut dimana penyerapan akan lebih cepat.
O Namun bila kondisi kadar glukosa pada darah rendah,
hindarilah penyuntikkan pada daerah perut.
O Secara urutan, area proses penyerapan paling cepat
adalah dari perut, lengan atas dan paha. Insulin akan
lebih cepat diserap apabila daerah suntikkan digerak-
gerakkan. Penyuntikkan insulin pada satu daerah yang
sama dapat mengurangi variasi penyerapan
Perlu diperhatikan daerah mana saja yang dapat
dijadikan tempat menyuntikkan insulin.

O Penyuntikkan insulin selalu di daerah yang sama dapat


merangsang terjadinya perlemakan dan menyebabkan
gangguan penyerapan insulin. Daerah suntikkan
sebaiknya berjarak 1inchi (+ 2,5cm) dari daerah
sebelumnya.
O Lakukanlah rotasi di dalam satu daerah selama satu
minggu, lalu baru pindah ke daerah yang lain.
INSULIN
EFEKSAMPING

HIPOGLIKEMIA
O Merupakan efek samping yang paling sering terjadi dan
terjadi karena dosis insulin yang terlalu besar.
REAKSI ALERGI.
O Reaksi ini dpt terjadi secara sistemik atau lokal. Reaksi
lokal terjadi 10 x lebih sering daripd reaksi sistemik
terutama pd penggunaan sediaan yg kurang murni.
LIPODISTROFI.
O Beberapa penderita mengalami lipodistrofi (atrofi atau
hipertropi). pd lipoatropi terjadi lekukan di bawah kulit
tempat suntikan akibat atrofi jaringan lemak. Hal ini
diduga disebabkan oleh reaksi imun dan lebih sering
terjadi pd wanita muda dg sediaan insulin yg kurang
murni.
INSULIN
LIPOHIPERTROFI
O Dimana terjadi penumpukan lemak subkutan akibat efek
lipogenik insulin yang kadarnya tinggi didaerah tempat
suntikan
EFEK SAMPING LAIN
O Edema, rasa kembung di abdomen dan gangguan visus,
timbul pada banyak pasien DM dengan hiperglikemia
hebat atau ketoasidosis yang sedang diterapi dengan
insulin.
INTERAKSI
O Beberapa hormon bersifat antagonis terhadap efek
hipoglikemik insulin, seperti hormon pertumbuhan,
kortikotropin, glukokortikoid, tiroid, ekstrogen, progestin
dan glukagon.
O Adrenalin menghambat sekrei insulin dan merangsang
glikogenolisis.
O Peningkatan kadar hormon ini perlu diperhitungkan
dalam tapi insulin
O Salisilat meningkatkan sekresi insulin mungkin
menyebabkan hipoglikemia
O Hipoglikemia cenderung terjadi pada pasien dengan
penghambat adrenoreseptor beta (anti hipertensi )