Anda di halaman 1dari 6

Prosedur, rujukan,

konsultasi, profesionalisme
dan interaksi interpersonal
dalam rujukan dan
konsultasi, termasuk
masalah konflik

dr. Indra Z, Sp.THT-KL


Rujukan/referal:
Pengiriman pasien dengan alasan
@ kompetensi
@ fasilitas
@ permintaan pasien

Rujukan:
# Horizontal
# Vertikal
Pada pasien rawat jalan:
Dokter yg menerima rujukan
setelah memberi advis,
tindakan/terapi, mengembalikan
kepada dokter yang merujuk atau
dapat melakukan
tindakan/perawatan lanjutan atas
persetujuan dokter yang merujuk.
Pada pasien rawat inap:
Advis
Rawat bersama
Alih rawat

Pasien berhak memilih dokter rujukan


Dalam rawat bersama harus
ditetapkan dokter penanggung jawab
utama.
Hubungan Interpersonal:
Dokter harus memperlakukan teman
sejawat tanpa membedakan jenis kelamin,
ras, kecacatan, agama/kepercayaan, usia,
status sosial atau perbedaan kompetensi
yang dapat merugikan hubungan
profesional antar sejawat.
Seorang dokter tidak dibenarkan
mengkritik teman sejawat melalui
pasien yang mengakibatkan turunnya
kredibilitas sejawat tersebut. Selain itu
tidak dibenarkan seorang dokter
memberi komentar tentang suatu kasus,
bila tidak pernah memeriksa atau
merawat secara langsung.
Masalah konflik kepentingan
Seorang dokter tidak boleh menerima
rujukan atau hadiah yang mungkin
berpengaruh atau mempengaruhi
penilaiannya. Seorang dokter tidak boleh
memberi bujukan dalam bentuk apapun
kepada rekan kerja. Seorang dokter harus
bertindak atas kepentingan pasien ketika
menulis resep dan mengatur/menetapkan
asuhan medis
Seorang dokter atau keluarganya yang
memiliki saham, investasi atau aspek-
aspek komersial lain pada rumah sakit,
sarana pelayanan kedokteran, kefarmasian
atau laboratorium klinik tidak boleh
mempengaruhi dokter dalam penulisan
resep dan penetuan pemeriksaan
penunjang.