Anda di halaman 1dari 29

PERAN PERAWAT

DALAM MANAJEMEN
NYERI DI RUMAH SAKIT
Oleh : SUCIATI ERLITA
RS PURI CINERE
APAKAH PERLU MANAJEMEN
NYERI DI RS.
KOMISI AKREDITASI RS
(KARS)
STANDAR PELAYANAN PASIEN (PP.6)
Pasien dibantu dalam pengelolaan rasa nyeri
secara efektif.

Identifikasi pasien yang nyeri pada waktu


asesmen awal dan asesmen ulang
Menyediakan pengelolaan nyeri sesuai pedoman
dan protocol
Mendidik pasien dan keluarga tentang
pengelolaan nyeri dan keluhan dalam konteks
pribadi, budaya dan agama
Mendidik para praktisi pelayanan kesehatan
tentang asesmen nyeri dan pengelolaannya
ASESMEN PASIEN (AP 1.7)

Pada saat asesmen awal dan asesmen


ulang, prosedur skrining dilakukan untuk
mengidentifikasi pasien dengan rasa sakit,
pasien dapat diobati di RS atau dirujuk untuk
pengobatan.

HAK PASIEN DAN KELUARGA (HPK 2.4)

RS mendukung hak pasien terhadap


asesmen dan manajemen nyeri yang tepat .
PENGENALAN MANAJEMEN
NYERI

The International Association for The Study of Pain


(IASP) menjelaskan rasa nyeri sebagai : Suatu
pengalaman sensoris dan emosional yang tidak
menyenangkan yang berkaitan dengan kerusakan
jaringan yang nyata atau yang berpotensi untuk
menimbulkan kerusakan jaringan.
Nyeri itu adalah apapun yg dikatakan tentang
nyeri dan ada dimanapun ketika dia mengatakan
hal itu ada. (Mc Caffery & Beebe 1993,15)
Pada 1999,The Veterans Heath Administration
mengeluarkan kebijakan untuk memasukan NYERI
sebagai Tanda Vital ke lima
KLASIFIKASI NYERI

Nyeri akut : Mempunyai akhir


Berkurang bersamaan
dengan proses
penyembuhan
Mempunyai durasi atau
jangka waktu yg singkat
Membutuhkan perhatian
Sebagai tanda adanya
cedera atau proses
penyakit
NYERI KRONIK
Terus menerus

Bersifat kompleks

Tidak mempunyai jangka


waktu pasti nyeri bertahan
setelah 3-6 bulan pasca
intervensi medis atau
operasi
JENIS NYERI
NYERI NOSISETIF
Nyeri yang disebabkan oleh adanya
stimuli noksius (trauma,penyakit atau
radang )
Nyeri visceral pada organ visceral
Nyeri Somatik berasal dari
jaringan seperti: kulit,otot,tulang
atau sendi
NYERI NEUROPATIK
Nyeri akibat kerusakan jaringan saraf
PENGKAJIAN NYERI
Saat melakukan pengkajian nyeri,
fokus dalam investigasi adalah untuk
menentukan :
Apakah pasien sudah merasa puas
dengan tingkat kenyamanannya
Apakah pasien dapat tidur atau
berparisipasi dalam kegiatan
dengan mudah dan nyaman
Apakah pasien bebas dari efek
samping obat anti nyerinya
PENGKAJIAN TIPE RASA
NYERI YG BERBEDA
Nyeri akut tanyakan apakah
mereka cukup nyaman pada saat Nyeri Kronik
Bergerak Bagaimana tidurnya
Mampukah melakukan
Nafas dalam aktifitas dan aktifitas yg
lebih rumit
Batuk
Seberapa besar
Bila tidur apakah bisa kesembuhan dari rasa
nyeri yg mereka terima
nyenyak dari pengobatan yg
diberikan
Suasana hati
Adakah hal-hal yg
dicemaskan
METODA PENGKAJIAN NYERI
Skala Penilaian Nyeri

Penilaian satu dimensi ( VAS.NRS,FACE SCALE )


Skala nyeri multi dimensi ( CPOT,FLACC )

Data Objektif ( Fisiologis & Prilaku )


RESPON TERHADAP NYERI

Faktor-faktor yang mempengaruhi respon


terhadap nyeri :
Arti nyeri dari orang itu sendiri
Persepsi nyeri
Pengalaman nyeri masa lalu
Harapan masyarakat
Kesehatan fisik dan mental
Keadaan dimana nyeri itu terjadi
Diagnosa
Rasa takut dan cemas
Cara yg biasa pasien lakukan saat menghadapi stres
Umur
Respon dan sikap dari petugas kesehatan
Kurang tidur
DAMPAK NYERI

SISTIM PERNAFASAN SISTIM SAL KEMIH

SISTIM SISTIM
KARDIOVASKULER MUSCULOSKLETAL

SISTIM PENCERNAAN SISTIM PSIKOLOGIS


PENGARUH BURUK DARI NYERI

Alasan adalah bahwa tubuh


mempunyai ingatan rasa nyeri yang
berdampak pada rasa nyeri yang
dirasakan pada masa mendatang
(Health,&Reid-Finlay 1998)
INTERVENSI NON FARMAKOLOGIS
Pendekatan Kognitif

Informasi persiapan pada awalnya (tentang prosedur, terapi perawatan,


apa yg biasanya terjadi).
Relaksasi sederhana, distraksi, imajinasi.

Terapeutik fisik
Mobilisasi.
Menyediakan alat bantu.
Kompres hangat/dingin.
Memberikan support pada bagian tubuh yg cedera.
Perhatikan hal-hal ygmenyebabkan nyeri.
Latihan.
Masase/pijat.
FARMAKOLOGI
KLASIFIKASI OBAT ANALGETIK DAPAT DIBAGI
MENJADI 3 KATEGORI:

1. Non Opiate
2. Opiate:kuat dan lemah
3. Obat adjuvant
AKIBAT DOSIS PENGGUNAAN OPIATE
YG BERLEBIHAN
SISTEM EFEK SAMPING
Pernapasan Depresi pernnapasan

SSP Sedasi,euphoria,miosis,kaku
otot,mual &muntah

Kardiovaskuler Vasodilatasihipotetensi,
bradicardia.

Genitourinaria
Retensi urine
Pencernaan
Kulit Konstipasi
Gatal-gatal
4 HAL UTAMA MELINGKUPI
MANAJEMEN RESIKO

1. Resiko yang berkaitan dengan efek


samping farmakologis.
2. Resiko yang berkaitan dengan rasa nyeri
yang tidak tertangani.
3. Resiko yang berkaitan dengan
penggunaan yang tidak seharusnya.
4. Resiko yang berkaitan dengan alat-alat
yang digunakan.
MANFAAT
MANAJEMEN NYERI
YANG EFEKTIF
Mengurangi pengaruh buruk dari
nyeri
Membantu proses penyembuhan
Meningkatkan kualitas hidup
Meminimalkan penderitaan nyeri
TUJUAN MANAJEMEN NYERI

TUJUAN MANAJEMEN TUJUAN DARI ANALGETIK YG


NYERI SECARA UMUM EFEKTIF

Pemberian anti nyeri Pasien akan merasa nyaman


yang aman & efektif setelah mendapat obat anti
sesuai dengan setiap nyeri, baik saat tidak
individu beraktifitas ataupun saat
beraktifitas
HAMBATAN DALAM
MEMBERIKAN MANAJEMEN
NYERI YANG TEPAT
Menurut Blumenfield (2003)

Takut akan timbunya adiksi.


Pengetahuan yang tidak
adekuat dalam manajemen
nyeri
PERAN PERAWAT MANAJEMEN
NYERI
Mengkaji & memantau kondisi pasien
Tidak dapat meresepkan obat langsung dpt
merekomendasikan perubahan /dosis sesuai
kondisi pasien
Memastiskan pasien mendapat analgetik
untuk nyerinya dan pasien merasa cukup
nyaman
Nyeri kronis hrs menyadari komplikasi yang
mungkin timbul, Pemberian obat jangan
memperburuk kondisi pasien
Harus mendiskusikan bila terjadi
breakthrough pain pada dokter untuk
tindak lanjut
Monitoring & Audit
TANGGUNG JAWAB
KEPERAWATAN

Mengetahui tujuan dari manajemen


nyeri secara optimum.
Memahami Konsep dasar
manajemen nyeri.
Tujuan dari pemberian analgesik
yang efektif.
TANGGUNG JAWAB PERAWAT
Mempercayai /menghargai pernyataan nyeri
pasien
Mengkaji secara formal rasa nyeri yang dialami
pasien
Mengambil keputusan atas pilihan pengobatan
berdasarkan lingkup praktek (farmakologis / non
farmakologis)
Mengimplementasikan secara tepat waktu atas
intervensi yang sebaik-baiknya
Mengevaluasi efektifitas kerja obat
Mengawasi adanya efek samping
Mendokumentasikan secara akurat atas intervensi
yang dilakukan beserta hasilnya
KAPAN WAKTUNYA MENGKAJI RASA
NYERI

Pengkajian dilakukan :
Setiap kali pasien mengeluh tidak nyaman atau adanya nyeri, atau kalau
diindikasikan lewat penampilannya.
Pada saat pasien baru masuk.
Pada saat kegiatan observasi rutin
Setelah pemberian tindakan baik farmakologis maupun non farmakologis.
Pengkajian nyeri harus dicatat pada lembar yg mudah dibaca & mudah
ditemukan saat diperlukan, seperti :
Bedside chart
Catatan integrasi
Form observasi khusus
PENJELASAN & EDUKASI
PASIEN
Informasikan penggunaan score nyeri
Jelaskan tentang rasa nyeri yang mungkin timbul
setelah tindakan operasi,pemeriksaan diagnostik dan
dalam masa perawatan
Jelaskan pada pasien ,apa yg akan terjadi,berapa
lama,dan apa yg mungkin mereka akan rasakan.
Jelaskan tentang berapa lama sebelum obat analgetik
mulai bekerja & berapa lama efek anti nyerinya akan
bertahan
Jelaskan penggunaan PCA bila dibutuhkan
HASIL YG DIHARAPKAN DARI
PENGALAMAN NYERI PASIEN
Pasien mengatakan cukup puas dengan manajemen
nyeri
Kemampuan untuk bergerak & melakukan kegiatan
yang disarankan dengan nyeri minimal
Menunjukkan raut wajah yang tenang & rileks
Pasien melaporkan rasa nyeri yang diungkapkan
sebagai nyeri ringan atau nyeri sedang yang dapat
ditoleransi
Tidak ada efek samping atau bila ada efek samping
sudah ditangani
Pasien mampu mengkomunikasikan factor-factor
yang dapat mengubah rasa nyerinya
Mulai

Ruang Perawatan

Pasien Nyeri akut


dan pasca bedah

Alur Manajemen Nyeri

Perawat melakukan
penilaian kondisi &
skala nyeri

Skala nyeri 1-3 tidak Skala nyeri 4-6 Nyeri tidak


ada intervensi lapor dokter jaga berkurang skala
tambahan ruangan nyeri >7

Pemberian therapy Tim Nyeri dilaporka


tambahan dan pemberian
Lakukan pencatatan
therapy bila
diperlukan

Evaluasi ulang dan


dokumentasi

Berhasil skala nyeri Tidak


berkurang

Selesai