Anda di halaman 1dari 13

SINDROM KOMPARTMEN

DEFINISI

Kondisi klinis yang muncul akibat meningkatnya


tekanan jaringan pada rongga anatomis yang terbatas,
sehingga menyebabkan gangguan sirkulasi dan
berkurangnya fungsi jaringan yang berada pada
rongga tersebut.

Dalam konteks sistem muskuloskeletal, hal ini sering


terjadi pada kompartemen otot yang dikelilingi oleh
fasia otot, tulang atau membran interosea yang relatif
kaku.
ETIOLOGI

Penutupan fascia yang ketat


berkurangnya Traksi/reduksi fraktur yang terlampau ketat
batas
kompartemen

Pendarahan atau hematoma didalam kompartemen tertutup


Meningkatnya permeabilitas kapiler
Trauma
Penggunaan otot secara intensif pada otot yang telah hipertrofi
meningkatnya
volume Luka intraarteri atau ekstravasasi
kompartemen Luka gigitan ular
Paparan terlalu lama pada suhu dingin
Penggunaan otot berlebihan
meningkatnya Obstruksi vena
tekanan
kapiler

Gips terlalu ketat


tekanan Tirah baring terlalu lama
eksternal

Infiltrasi jalur intravena


Transfusi tekanan tinggi, seperti pada resusitasi trauma
Metastase tumor ke otot pada kompartemen yang sama
Infeksi
penyebab lain Avulsi tendon
Injeksi tekanan tinggi
ANATOMI

Komparte 4 otot
interoseu
men s dorsalis
anterior

Komparte 3 otot
men otot interoseus

Lengan
hipothenar palmaris
Tangan
bawah
Budelan Komparte
men
ekstensor posterior Abduktor
Komparte
men otot
pollicis
thenar
PATOFISIOLOGI
Meningkatnya tekanan jaringan yang mengurangi gradien
tekanan arteriovena lokal dan aliran darah lokal
menyebabkan iskemia jaringan pada semua jaringan didalam
kompartemen yang sama.

dijelaskan dengan persamaan


( )
=

LBF = aliran darah lokal


Pa = tekanan arteri
Pv = tekanan vena
R = resistensi vaskuler
TANDA DAN GEJALA SINDROM
KOMPARTMEN
Tanda dan gejala sindrom kompartmen
A. rasa sakit yang meningkat seiring waktu:
tidak hilang dengan imobilisasi
rasa sakit yang meningkat jika otot diregangkan pasif (contoh: ekstensi pasif pada
jari akan meningkatkan rasa sakit pada pasien dengan simdrom kompartemen
lengan bawah)
B. berkurangnya sensasi distal karena iskemia saraf
C. kelemahan dan menurunnya fungsi otot
D. saat palpasi terasa kaku dan keras pada kompartemen yang
terkena
E. berkurangnya perfusi jaringan dan hilangnya denyut nadi (hanya
pada kasus parah dimana sudah terlalu lama)
DIAGNOSIS

A. Nilai tanda dan gejala seperti yang dijelaskan


dibawah:
Rasa sakit adalah hal paling menonjol. Rasa sakit meningkat jika peregangan
otot secara pasif adalah penemuan yang dapat diandalkan pada pemeriksaan
fisik
Penilaian neurosensori
Penilaian motoris dengan menilai kekuatan otot
Palpasi akan ditemukan kaku dan keras
Perfusi perifer tidak dapat diandalkan untuk menilai sindrom kompartemen.
Warna jaringan, CRT, dan suhu bisa saja normal pada sindrom kompartemen.
Denyut nadi perifer jarang hilang pada sindrom kompartemen. Pulsasi normal
tidak menyingkirkan kemungkinan sindrom kompartemen
B. Penilaian obyektif sindrom kompartemen:
Digunakan untuk mengkonfirmasi diagnosis ketika riwayat atau
temuan klinis sesuai (perubahan status mental, cidera kepala/spinal,
iskemia tungkai dari penyebab lain, trauma saraf perifer).
Teknik yang digukanan termasuk teknik infusi (whitesides), kateter
sayat (mubarak), teknik monitor berkelanjutan, dan sistem
pengawasan tekanan intrakompartemen.
Batasan untuk teknik medis penurunan tekanan kompartemen telah
dijelaskan. Tetapi, jika pasien dicurigai mengalami sindrom
kompartemen berdasarkan evaluasi klinis, penurunan tekanan
kompartemen diindikasikan terlepas dari seberapa besar tekanan yang
ada. Pedoman yang biasa digunakan adalah:
Tekanan kompartemen >30mmHg pada pasien dengan
normotensif dicurigai sindrom kompartemen pada pemeriksaan
fisik >8 jam durasi atau pada pasien yang tidak kooperatif atau
tidak sadar tanpa melihat besar tekanan kompartemen.
Tekanan kompartemen <20 mmHg dibawah tekanan diastolik
Tekanan kompartemen <20 mmHg pada pasien hipotensi
Stimulasi saraf langsung untuk meliaht iskemia sarah dari lesi sentral.
TATALAKSANA: FASIOTOMI PADA
KOMPARTEMEN
Tips teknis
Untuk menurunkan tekanan pada anterior lengan bawah,
dilakukan juga pelepasan etkanan pada terowongan karpal secara
rutin. Insisi yang telah dilakukan ditutup renggang pada tingga
kulit untuk menutup nervus median.
Bentuk insisi dilakukan dengan menghindari saraf kulit dan
untuk membentuk tutup kulit utnuk menutup saraf yang terbuka
karena fasiotomi.
Hindari insisi haris lurus melewati sendi.
Bebaskan epimisium setiap otot yang berada pada kompartemen
yang sama. Fasiotomi tunggal mungkin tidak adekuat untuk
membebaskan tekanan pada otot yang lebih dalam, yang mana
otot-otot yang ada juga perlu dibebaskan. Epimisum juga harus
dibebaskan jika otot terlihat pucat, kaku, atau avaskular.
Panjang insisi harus sepanjang kompartemen.
Kompartemen intraoseus bagian dorsal dan palmar tangan mungkin
harus dibebaskan melalui 2 insisi dorsal,
pada metakarpal kedua dan yang lain pada metakarpal 4.
Kompartemen adduktor mungkin harus dibebaskan melalui insisi
metakarpal
Fasciotomi Kompartemen thenar dilakukan melalui insisi pada
aspek radial dari metakarpal 1, yang mana fasiotomi hipothenar
dilakukan pada bagian ulnar dari metakarpal 5.
Karet gelang dapat digunakan untuk memberikan tekanan yang
lembut pada pinggiran kulit untuk mencegah retraksi dan
melebarnya luka. Hal ini juga dapat menolong untuk menarik luka
agar mendekat dan membantuk untuk menutup bersamaan dengan
menghilangnya bengkak.
MANAJEMEN PASCAOPERASI

Lakukan bidai pada ekstremitasnya (ekstensikan tangan pada


pergelangan 30 derajat, sendi MP fleksi pad 70 derajat, dan
sendi IP ekstensi sepenuhnya).
Lakukan elevasi.
Tutup luka dengan cangkok kulit 3-5 hari setelah pembebasan
kompartemen jika penutupan jika delayed primary closure
tidak memungkinkan.