Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH HORMON PERTUMBUHAN

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Setiap makhluk hidup tiap waktu terus bertambah tinggi dan besar. Tak terkecuali manusia,
hal ini dapat kita lihat saat manusia masih bayi mereka terus tumbuh hingga dewasa.
Manusia tidak hanya juga terus bertumbuh, manusia juga terus mengembangkan
kemampuannya, baik itu kemampuan motorik, sensorik maupun sosialnya.
HGH (HumanGrowth Hormon) adalah suatu hormon anabolik yang berperan sangat besar
dalam pertumbuhan dan pembentukan tubuh, terutama pada masa anak-anak dan
puberitas. Growth Hormon berperan meningkatkan ukuran dan volume dari otak, rambut,
otot danorgan-organ di dalam tubuh.HG bertanggung jawab atas pertumbuhan manusia
sejak dari kecil sampai dia tumbuh besar.

1.2 RUMUSAN MASALAH


1. Apa itu hormon pertumbuhan?
2. Apa saja macam-macam hormon pertumbuhan buatan?
3. Apakah manfaat hormon pertumbuhan?
4. Bagaimana mekanisme kerja hormon pertumbuhan pada orang dewasa?
5. Bagaimana indikasi hormon pertumbuhan?
6. Bagaimana akibat dari kelebihan maupun kekurangan hormon pertumbuhan?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui apa itu hormon pertumbuhan
2. Untuk mengetahui macam-macam hormon pertumbuhan buatan
3. Untuk mengetahui manfaat hormon pertumbuhan pada orang dewasa
4. Untuk mengetahui mekanisme kerja hormon pertumbuhan
5. Untuk mengetahui indikasi hormon pertumbuhan
6. Untuk mengetahui akibat dari kelebihan maupun kekurangan hormon pertumbuhan

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Hormon Pertumbuhan


Human Growth Hormon (HGH) atau Hormon Pertumbuhan Manusia adalah hormon
yang bertanggung jawab atas pertumbuhan manusia sejak dari kecil sampai dia tumbuh
besar. Setelah manusia sudah bertumbuh besar, bukan berarti hormon ini tidak berguna,
akan tetapi hormon ini bertugas untuk menjaga agar organ tubuh tetap pada kondisi yang
prima. HGH mempengaruhi hampir semua sel dalam tubuh kita, meremajakan kulit dan
tulang, regenerasi jantung, hati, paru-paru dan ginjal serta membawa fungsi organ dan
jaringan tubuh kembali ke tingkat muda. Kelenjar yang bertanggung jawab untuk
memproduksi HGH adalah kelenjar Pituitary.
Hormon pertumbuhan (GH) adalah berbasis poli-protein- hormon peptida . Ini
merangsang pertumbuhan, sel reproduksi dan regenerasi pada manusia dan hewan lainnya.
Ini adalah asam amino-191, satu rantai polipeptida hormon yang disintesis, disimpan, dan
dikeluarkan oleh somatotroph sel dalam sayap lateral hipofisis anterior kelenjar.
Somatotropin mengacu pada hormon pertumbuhan diproduksi native dan alami pada
hewan, sedangkan somatropin merujuk pada hormon pertumbuhan yang diproduksi oleh
teknologi DNA rekombinan , dan disingkat rhGH pada manusia.
2.2 Macam-macam Hormon Pertumbuhan Buatan
1. SOMATREM
Hormon pertumbuhan yang dihasilkan dengan cara rekayasa genetik ini memiliki satu
gugus metionin tambahan pada terminal-N. Hal ini mungkin menjadi penyebab timbulnya
antibodi dalam kadar rendah terhadap sediaan ini pada 30% pasien, adanya antibodi ini
tedak mempengaruhi perangsangan pertumbuhan oleh hormon. Efek biologisnya sama
dengan somatropin. 1 mg somatrem setara dengan 2.6 IU hormon pertumbuhan.
Kegunaan klinik: Diindikasikan untuk difesiensi hormon pertumbuhan pada anak.
Penggunaann pada difisiensi parsial dan anak pendek normal masih harus diteliti. Suntikan
lepas lambat yang melepas obat perlahan-lahan dapat diberikan subcutan sebulan sekali.
Ada pula preparat yang diberikan 3-6 kali perminggu. Kadar puncak dicapai dalam 2-4 jam
dan kadar terapi bertahan 36 jam.Bila terapi tidak berhasil, setelah 6 bulan obat harus
dihentikan
2. SOMATROPIN
Secara kimia identik dengan hormon pertumbuhan manusia tetapi dibuat dengan
rekayasa ginetik, efek geologik sama tetapi tidak ada resiko kontaminasi virus penyebab
penyakit Creutzfeldt-Zacob 1 ml gram obat ini setara 2,6 IU hormon pertumbuhan.
Kegunaan klinik. Sama dengan somatrem.

2.3 Manfaat Hormon Pertumbuhan Pada Orang Dewasa


Pada orang dewasa GH berperan terutama untuk menjaga volume dan kekuatanyang
cukup dari kulit, otot-otot, dan tulang. Selain itu GH juga berperan meningkatkan fungsi,
perbaikan dan memelihara kesehatan dari otot, jantung, paru-paru, hati, ginjal, persendian,
persarafan tubuh, dan otak. Kelenjar yang bertanggung jawab untuk memproduksi HGH
(Human GrowthHormon) adalah kelenjar pituitary. Kelenjar pituitary terletak di bawah otak
manusia. Ukuran dari kelenjar ini adalah sebesar kacang kedelai. Walaupun kecil, kelenjar
ini merupakan kontroler bagi seluruh kelenjar yang memproduksi hormon di tubuh manusia.
Produksi dari HGH(Human Growth Hormon) sangat mempengaruhi produksi hormon-
hormon lain di dalam tubuh.HGH diproduksi pada tiga sampai empat jam pertama dari
waktu tidur, dan produksinya mencapai puncak pada masa remaja, hingga mencapai kadar
1500 g perhari.
Pada pria dan wanita muda dengan usia 25 tahun dan bertumbuh dengan baik, produksi
HGH mencapai 350 g perhari. Secara normal, seseorang akan mengalami penurunan
kadar dari HGH sejak usia memasuki 20 tahun yaitu menurun sebesar 14 % setiap
pertumbuhan 10 tahun, dan akan memiliki HGH dalam jumlah yang sedikit ataupun tidak
sama sekali pada usia 65 tahun. Penurunan kadar HGH di dalam tubuh akan menyebabkan
berbagai kemunduran, baik kemunduran fisik maupun mental. Tanda dan gejala tanda-
tanda adanya penurunan GH pada orang dewasa diantaranya adalah rambut yang menipis,
kulit menjadi tipis, kering dan mengendur, kedua belah pipi yangmengendur, gusi yang
menyusut, perut yang membesar dan kenyal seperti karet ban, otot-otot tubuh yang
mengendur, mudah atau senantiasa merasa leleh dan sulit kembali menjadi bugar walupun
telah beristirahat, perasaan tidak menyukai dan pandangan yang buruk tentang lingkungan
sekitar sehingga cenderung lebih suka menyendiri dan disertai perasaan cemas serta
khawatir yang dialami terus menerus. Kemunduran fisik maupun mental akibat penurunan
kadar GH didalam tubuh dapat diketahui melalui pemeriksaan Insulin-like Growth Factor 1
(IGF-I) atau yang juga dikenal dengan Somatomedin C, dan seseorang dianggap
mengalami kekurangan GH apabila didapatkan kadar IGF-1 kurang dari 350 ng/ml.
Kekurangan HGH dapat diatasi dengan terapi pemberian hormon atau sulih hormon dengan
menggunakan sediaanH GH yang diberikan memalui suntikan dan sediaan tersebut telah
banyak tersedia di pasaran.
2.4 Mekanisme Kerja Hormon Pertumbuhan
HGH yang dihasilkan oleh kelenjar pituitary pertama-tama mengalir melalui pembuluh
darah menuju ke organ hati. Di dalam hati, HGH dirubah menjadi IGF 1 (insulinlike Growth
Factor 1). Lalu melalui peredaran darah pula, IGF 1 dialirkan keseluruh organ-organ yang
ada di tubuh manusia. IGF 1 inilah yang bertanggung jawab untuk memelihara seluruh
organ-organ di dalam tubuh manusia. Oleh karena terpeliharanya organ-organ di dalam
tubuh manusia, maka system imunisasi di dalam tubuh manusia juga ikut terpelihara. Tidak
heran mengapa seseorang pada usia muda yang dimana produksi HGH-nya masih banyak,
mereka lebih tahan terhadap serangan penyakit dan hampir tidak dijumpai adanya penyakit-
penyakit yang biasa ditemukan pada orang yang sudah berumur cukup tua.

2.5 Indikasi Hormon Pertumbuhan


HGH yang dihasilkan oleh kelenjar pituitary pertama-tama mengalir melalui pembuluh
darah menuju ke organ hati. Di dalam hati, HGH dirubah menjadi IGF 1 (insulinlike Growth
Factor 1). Lalu melalui peredaran darah pula, IGF 1 dialirkan keseluruh organ-organ yang
ada di tubuh manusia. IGF 1 inilah yang bertanggung jawab untuk memelihara seluruh
organ-organ di dalam tubuh manusia. Oleh karena terpeliharanya organ-organ di dalam
tubuh manusia, maka system imunisasi di dalam tubuh manusia juga ikut terpelihara. Tidak
heran mengapa seseorang pada usia muda yang dimana produksi HGH-nya masih banyak,
mereka lebih tahan terhadap serangan penyakit dan hampir tidak dijumpai adanya penyakit-
penyakit yang biasa ditemukan pada orang yang sudah berumur cukup tua.

2.6 Akibat Dari kelebihan dan kekurangan Hormon Pertumbuhan


1. Kekurangan Hormon Pertumbuhan
Dwarfism (cebol)
yaitu gangguan pertumbuhan akibat gangguan pada fungsi hormon pertumbuhan / growth
hormone. Gejalanya berupa badan pendek, gemuk, muka dan suara imatur (tampak seperti
anak kecil), pematangan tulang yang terlambat, lipolisis (proses pemecahan lemak tubuh)
yang berkurang, peningkatan kolesterol total / LDL, dan hipoglikemia. Biasanya
intelengensia / IQ tetap normal kecuali sering terkena serangan hipoglikemia berat yang
berulang.Hormon pertumbuhan ini diproduksi oleh somatrotop (bagian dari sel asidofilik)
yang ada di kelenjar hipofisis. Hormon ini merupakan hormon yang penting untuk
pertumbuhan setelah kelahiran dan metabolisme normal karbohidrat, lemak, nitrogen serta
mineral. Hormon ini tidak bekerja secara langsung dalam mempengaruhi pertumbuhan,
tetapi melalui perantaraan suatu peptida yang disebut somatomedin (IGF I dan IGF II) yang
produksinya diinduksi oleh hormonpertumbuhan. Somatomedin yang produksi utamanya di
hati ini dipengaruhi juga oleh usia dan status gizi seseorang. Somatomedin inilah yang akan
berikatan dengan reseptor-reseptor dalam sel tubuh guna merangsang pertumbuhan
melalui:
1. Sistesis protein. Hormon pertumbuhan akan meningkatkan produksi protein dan
transportasinya ke sel-sel otot sehingga merangsang pertumbuhan otot dan jaringan pada
umumnya.
2. Metabolisme karbohidrat. Hormon pertumbuhan memiliki efek antagonis terhadap insulin
sehingga meningkatkan kadar gula dalam darah, yang nantinya akan meningkatkan proses
konversi karbohidrat menjadi protein.
3. Metabolisme lemak. Hormon pertumbuhan akan meningkatkan penguraian lemak tubuh
menjadi asam lemak bebas dan gliserol sehingga kadar lemak dalam darah meningkat.
4. Metabolisme mineral. Hormon pertumbuhan meningkatkan kadar kalsium, magnesium
serta fosfat sehingga merangsang pertumbuhan panjang dari tulang keras dan pertumbuhan
tulang rawan terutama pada anak-anak.
5. Efek mirip prolaktin sehingga merangsang kelenjar payudara dan produksi susu saat
kehamilan.
Kekurangan hormon pertumbuhan ini akan mempengaruhi pertumbuhan tulang dan otot
serta mengganggu metabolisme karbohidrat, lemak dan mineral yang bermanifestasi
menjadi cebol.

Ada dua sebab kekurangan hormon pertumbuhan yaitu:


a. Kekurangan hormon pertumbuhan yang congenital (bawaan) yaitu karena produksinya
memang kurang atau karena reseptor dalam sel yang kurang atau tidak sensitive terhadap
ragsangan hormon. Biasanya gejala mulai tampak sejak bayi hingga puncaknya pada
dewasa, jadi dari kecil postur tubuhnya selalu lebih kecil dari anak yang lain. Misalnya
karena agenesis hipofisis atau defek /mutasi dari gen tertentu yang menyebabkan
kurangnya kadar hormon seperti sindroma laron dan fenomena pada suku pygmi di Afrika.
b. Kekurangan hormon pertumbuhan yang didapat. Biasanya gejala baru muncul pada
penghujung masa kanak-kanak atau pada masa pubertas, jadi saat kecil sama dengan yang
lain, namun kemudian tampak terhentinya pertumbuhan sehingga menjadi lebih pendek dari
yang lain. Kadang juga disertai gejala-gejala lain akibat kurangnya hormon-hormon lain
yang juga diproduksi hipofisis. Penyebab paling sering adalah tumor pada hipothalamus
kelenjar hipofisis seperti kraniofaringioma, glioma, histioma atau germinoma. Iradiasi kronis
juga dapat mengurangi produksi hormon.
Terapi untuk Dwarfism (cebol) akibat kekurangan hormon pertumbuhan dapat berupa
pemberian hormon pertumbuhan dari luar terutama pada produksi yang berkurang atau
tumor pada hipofisis setelah tumor diatasi terlebih dahulu. Sedangkan pada reseptor yang
kurang atau resisten terhadap hormon belum ada terapi yang dapat dilakukan.
2. Akibat Kelebihan Hormon Pertumbuhan
a. Gigantisme
Kelebihan hormon pertumbuhan/growth hormone disebut dengan gigantisme (berperawakan
raksasa). Gigantisme dapat terjadi bila keadaan kelebihan hormon pertumbuhan terjadi
sebelum lempeng epifisis tulang menutup atau masih dalam masa pertumbuhan. Penyebab
kelebihan produksi hormon pertumbuhan terutama adalah tumor pada sel-sel somatrotop
yang menghasilkan hormon pertumbuhan.
Ciri utama gigantisme:adalah perawakan yang tinggi hingga mencapai 2 meter atau lebih
dengan proporsi tubuh yang normal. Hal ini terjadi karena jaringan lunak seperti otot dan
lainnya tetap tumbuh. gigantisme dapat disertai gangguan penglihatan bila tumor membesar
hingga menekan khiasma optikum yang merupakan jalur saraf mata.
Yang lebih bahaya adalah bila kelebihan hormon pertumbuhan terjadi setelah masa
pertumbuhan lewat atau lempeng epifisis menutup karena akan menimbulkan penebalan
tulang terutama pada tulang akral tanpa diikuti pertumbuhan jaringan lunak di sekitarnya
yang disebut akromegali. Penebalan tulang terutama pada wajah dan anggota gerak. Akibat
penonjolan tulang rahang dan pipi, bentuk wajah menjadi kasar secara perlahan dan tampak
seperti monyet.Tangan dan kaki membesar dan jari-jari tangan kaki dan tangan sangat
menebal. Sering terjadi gangguan saraf perifer akibat penekanan saraf oleh jaringan yang
menebal. Dan karena hormon pertumbuhan mempengaruhi metabolisme beberapa zat
penting tubuh, penderita sering mengalami problem metabolisme termasuk diabetes
mellitus.
Terapi yang paling tepat untuk kelebihan hormon pertumbuhan tak lain adalah
pengangkatan tumor pada hipofisis sedini mungkin untuk mencegah efek negatif darinya.
Terapi reseksi operasi pada adenoma yang memproduksi GH merupakan terapi pilihan
pertama pada akromegali. Angka kesembuhan dengan reseksi ini sekitar 80-90% pada
mikroadenoma dan 50% pada makroadenoma
Terapi gigentisme lain yang juga efektif adalah dengan analog somatostatin seperti
octreotide. Dosis 50-500ug sc tiap 8 jam dikatakan efektif menurunkan kadar GH selama
terapi jangka panjang, namun sekitar 35% pasien tidak berespon terhadap terapi ini.
Pengecilan massa tumor dibuktikan secara radiografik pada 40% pasien yang diterapi
dengan 300-750ug octreotide /hari. Kriteria kesembuhan bila kadar GH kurang dari 2 ng/ml
setelah 70-100gr pemberian glukosa oral dan penurunan kadar IGF-1 hingga kadar normal.
Efek samping yang biasanya timbul yaitu gangguan saluran cerna seperti diare, nyeri perut,
dan mual. Efek samping serius berupa timbulnya batu empedu ditemukan pada sekitar
23.5% pasien. Agonis dopamin, seperti bromokriptin dapat digunakan untuk tatalaksana
akromegali dengan dosis yang lebih tinggi sekitar 20-30mg/hari. Beberapa laporan
menyarankan terapi kombinasi octreotide dan bromokriptin agar lebih efektif. Namun terapi
dengan octreotide saja masih menjadi terapi utama untuk akromegali.

Kasus gigantisme
Seorang remaja perempuan usia 17 tahun berobat ke dokter Puskesmas dengan keluhan
sejak 1 tahun yang lalu tinggi badan semakin bertambah dengan cepat dibanding teman-
teman sebayanya, dan saat ini tinggi badannya adalah 193 cm. Dokter menganjurkan ia
berobat ke RS untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Analisis Masalah
Berdasarkan kasus, pasien ialah seorang remaja perempuan berusia 17 tahun. Pasien
berobat ke dokter Puskesmas dengan keluhan sejak 1 tahun yang lalu tinggi badannya
semakin bertambah dengan cepat dibanding teman-teman sebayanya, dan saat ini tinggi
badannya adalah 193 cm. Hal ini menandakan terrdapat gangguan pada metabolisme
badan pasien yang mungkin dikarenakan oleh hormon pertumbuhan yang berfungsi untuk
meningkatkan pertumbuhan seluruh tubuh dengan cara mempengaruhi pembentukan
protein, pembelahan sel, dan diferensiasi sel. Hormon pertumbuhan disekresikan oleh
kelenjar hipofisis yang letaknya di sela tursika dan dihubungkan dengan hipotalamus oleh
tangkai hipofisis. Hipotalamus berfungsi sebagai pengatur sekresi kelenjar hipofisis.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Hormon pertumbuhan manusia atau yang biasa disebut dengan HGH (HumanGrowth
Hormon) adalah suatu hormon anabolik yang berperan sangat besar dalam pertumbuhan
dan pembentukan tubuh, terutama pada masa anak-anak dan puberitas. Growth Hormon
berperan meningkatkan ukuran dan volume dari otak, rambut, otot danorgan-organ di dalam
tubuh. HG bertanggung jawab atas pertumbuhan manusia sejak dari kecil sampai dia
tumbuh besar. Setelah manusia sudah bertumbuh besar, bukan berarti hormon ini tidak
berguna, akan tetapi hormon ini bertugas untuk menjaga agar organ tubuh tetap pada
kondisi yang prima.
HGH yang dihasilkan oleh kelenjar pituitary pertama-tama mengalir melalui pembuluh darah
menuju ke organ hati. Di dalam hati, HGH dirubah menjadi IGF 1 (insulinlike Growth Factor
1). Lalu melalui peredaran darah pula, IGF 1 dialirkan keseluruh organ-organ yang ada di
tubuh manusia. Sekresi hormon pertumbuhan secara fisiologis diatur oleh hipotalamus.
Hipotalamus menghasilkan factor pengelepas hormon pertumbuhan (GHRF = growth
hormon releasing factor) yang merangsang sekresi hormon pertumbuhan. Selain itu dalam
hipotalamus juga dijumpai somatostatin (GH-RIH =growth hormon releasing inhibitory
hormon) yang menghambat sekresi.demikian hipotalamus memegang peran dwifungsi
dalam pengaturan hormon ini.
Kelebihan dan kekurangan hormon pertumbuhan dapat menyebabkan ketidaknormalan
pertumbuhan, yaitu cebol (dwarfism) atau malah raksasa (gigantise), selain itu juga
pertambahan umur dapat menurunkan metabolisme pembentukan hormon. Untuk itu
sebaiknya kita menjaga dengan baik agar tumbuh menjadi sehat.

DAFTAR PUSTAKA

http://psychologynews.info/artikel/growth-hormon/ diakses tanggal 7 september 2014 pukul


00. 05 WIB
http://fj-myblogb.blogspot.com/2012/01/kuliah-2-farmakologi-hormon.htmldiakses tanggal 7
september 2014 pukul 00.30
http://devegafanni.blogspot.com/2012/11/hormon-yang-terkait-dalam-
kebutuhan.html diakses tanggal 7 september 2014 pukul 00.30
http://ocdsukses.blogspot.com/p/manfaat-hgh.html diakses tanggal 7 september 2014 pukul
00.45
http://catatankuliahmi.blogspot.com/2013/04/makalah-hormon.html diakses tanggal 7
september pukul 00.58
MAKALAH TENTANG HORMON
PERTUMBUHAN

Materi Makalah Sistem Hormon Manusia - Hormon berasal dari kata


Hormaein yang artinya memacu atau menggiatkan atau merangsang.
Dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang tidak terlalu banyak (sedikit),
tetapi jika kekurangan atau berlebihan akan mengakibatkan hal yang tidak
baik (kelainan seperti penyakit) sehingga dapat mengganggu pertumbuhan
dan perkembangan serta proses metabolisme tubuh.

Hormon merupakan senyawa kimia, berupa protein yang mempunyai fungsi


untuk memacu atau menggiatkan proses metabolisme tubuh. Dengan
adanya hormon dalam tubuh maka organ akan berfungsi menjadi lebih baik.

Hormonologi :
yaitu ilmu yang mempelajari mengenai seluk beluk hormon.
Pada makhluk hidup, khususnya manusia hormon dihasilkan oleh kelenjar
yang tersebar dalam tubuh. Cara kerja hormon di dalam tubuh tidak dapat
diketahui secara cepat perubahannya, akan tetapi memerlukan waktu yang
lama. Tidak seperti sistem saraf yang cara kerjanya dengan cepat dapat
dilihat perubahannya. Hal ini karena hormon yang dihasilkan akan langsung
diedarkan oleh darah melalui pembuluh darah, sehingga memerlukan waktu
yang panjang.

Kelenjar dalam tubuh manusia dibedakan menjadi 2 bagian yaitu :

Kelenjar eksoktrin
Kelenjar eksokrin yaitu kelenjar yang mempunyai saluran khusus dalam
penyaluran hasil sekretnya/getahnya.
Example : kelenjar-kelenjar pencernaan.

Kelenjar endokrin
Kelenjar endokrin yaitu kelenjar yang tidak mempunyai saluran khusus
dalam penyaluran hasil sekretnya/getahnya.
Example : kelenjar hipofisis, thyroid, thymus dll.

Fungsi Hormon adalah:


Memacu pertumbuhan dan metabolisme tubuh.
Memacu reproduksi.
Mengatur keseimbangan cairan tubuh/homeostasis.
Mengatur tingkah laku.

Macam-macam kelenjar :
A. Berdasarkan aktivitasnya :
1. Kelenjar yang bekerja sepanjang masa.
Kelenjar golongan ini akan bekerja terus menerus sepanjang kehidupan
manusia dan akan terhenti jika sudah tidak ada kehidupan pada manusia
tersebut. Sehingga tidak terbatas pada usia.
Ex : Hormon metabolisme.

2. Kelenjar yang bekerjanya mulai masa tertentu.


Hormon golongan ini tidak akan dapat berfungsi jika belum mencapai proses
perkembangan dalam diri manusia atau proses pendewasaan sel yang
terjadi dalam tubuh manusia. Kedewasaan sel akan terjadi pada saat usia
tertentu seperti pada saat usia pubertas.
Ex : Hormon kelamin.

3. Kelenjar yang bekerja sampai pada masa tertentu.


Hormon golongan ini bekerja pada saatn manusia itu dilahirkan sampai pada
usia tertentu. Pada usia tersebut terjadi proses pertumbuhan dari seluruh
oragn-organ tubuh manusia sampai dengan penyempurnaan organ.
Sehingga masing-masing organ tersebut dapat berfungsi sebagaimana
mestinya. Kecuali organ yang membutuhkan persyaratan kedewasaan sel.
Hormon ini akan berhenti dihasilkan pada saat tubuh mulai memperlambat
atau menghentikan proses pertumbuhan. Biasanya hormon ini bekerja pada
kisaran usia 0 hari sampai 17 tahun (masa pertumbuhan).
Ex : Hormon pertumbuhan, kelenjar tymus.

B. Berdasarkan letaknya :
1. Kelenjar hipophysis/pituitary di dasar cerebrum, dibawah hypothalamus.
2. Kelenjar pineal/epiphysis di cerebrum.
3. Kelenjar thyroid di daerah leher.
4. Kelenjar parathyroid di dekat kelenjar thyroid.
5. Kelenjar thymus di rongga dada.
6. Kelenjar adrenal/suprarenalis di atas ren.
7. Kelenjar pulau langerhans/pankreas di rongga perut.
8. Kelenjar Usus dan lambung di rongga perut.
9. Kelenjar kelamin :
a. Ovarium di rongga perut.
b. Testis di rongga perut bawah.

Macam kelenjar endokrin :


1. Kelenjar PINEAL
Hormon melatonin : warna/pigmen kulit melanin. Hormon ini dapat juga
mengatur rasa kantuk pada diri seseorang. Pada remaja hormon ini
dihasilkan lebih banyak bila dibandingkan dengan orang dewasa.
Hormon vasotocin (Mammalia) : mirip fungsinya dengan vasopresin dan
oksitosin.

2. Kelenjar HIPOFISIS/PITUITARY/MASTER OF
GLANDS
LOBUS ANTERIOR/ADENOHYPOPHYSIS :
Hormon yang dihasilkan oleh lobus anterior lebih di dominasi oleh hormon
yang mengatur mengenai pertumbuhan, reproduksi dan masalah stress.

Macam-macam hormon yang dihasilkan :


1. STH (Somatotrof Hormone)/GH (Growth Hormon)/Somatotropin :

Fungsi Hormon STH (Somatotrof Hormone)/GH (Growth


Hormon)/Somatotropin
a. Memacu pertumbuhan terutama pada peristiwa osifikasi, pada
cakraepifise.
b. Mengatur metabolisme lipid dan karbohidrat.

Hipersekresi :
Bila kelebihan hormon ini terjadi pada masa pertumbuhan akan
mengakibatkan pertumbuhan yang tidak terkendali/menjadi lebih cepat.
Pertumbuhan yang seperti ini dikenal dengan gigantisme.
Sedangkan bila kelebihan hormon ini terjadi pada masa dewasa akan
mengakibatkan pertumbuhan yang tidak normal pada beberapa bagian
organ tubuh. Hal yang paling terlihat adalah pertumbuhan jari tangan yang
tidak normal, seperti membesar seperti bengkak serta raut wajah yang
kelihatan lebih tebal kulitnya, dagu memanjang. Pertumbuhan yang seperti
ini dikenal dengan akromegali. Pertumbuhan akromegali biasaya terjadi
diatas usia 25 tahun.

Hiposekresi :
Bila penghasilan hormon ini kurang akan menyebabkan pertumbuhan
kretinisme/dwarfisme, yaitu pertumbuhan yang terhambat. Pada
pertumbuhan ini pertumbuhan berjalan normal, hanya saja pertumbuhan
tulang sangat terhambat.

2. LTH (Luteotropic Hormone)/PROLACTIN/Lactogenic Hormone,


Fungsi Hormon LTH (Luteotropic Hormone)/PROLACTIN/Lactogenic
Hormone:
a. Merangsang Kelenjar mammae/kelenjar susu untuk menghasilkan air
susu.
b. Memacu ovarium untuk menghasilan hormon estrogen dan progesterone.
Mempunyai symbol PRL

3. TSH (Thyroid Stimulating Hormone)/TREOTROP/Thyrotropin :


Hormon ini berfungsi :
Merangsang sekresi kelenjar thyroid.

4. ACTH (Adrenocorticotropic Hormone)/ADRENOTROPIN/Corticotropin :


Hormon ini berfungsi :
a. Merangsang kerja kelenjar adrenal.

5. GONADOTROPIC/HORMON KELAMIN :
- FSH/Folicle Stimulating Hormone : memengaruhi pembentukan folikel sel
ovum dan proses spermatogenesis.
- LH (Luteinizing Hormone) atau ICSH (Interstitial Cell Stimulating Hormone)
: Berfungsi untuk memacu sekresi hormon testosteron pada sel Leydig dan
proses ovulasi sel ovum.

LOBUS INTERMEDIA
1. MSH (Melanotropin Stimulating Hormone) atau INTERMEDIN:
Hormon ini berfungsi :
- Memacu pembentukan pigmen melanin kulit.
- Mengatur penyebaran pigmen melanin

LOBUS POSTERIOR/NEUROHIPOPHYISIS
1. OKSITOSIN/OXYTOCIN :
Hormon ini berfungsi :
- Merangsang kontraksi otot polos dinding uterus saat persalinan.
- Merangsang kontraksi sel-sel kontraktil kelenjar susu.

2. VASOPRESIN :
Hormon ini berfungsi :
- Mengatur tekanan darah dengan cara menyempitkan/pembesaran
pembuluh darah (Vasodilatasi).

3. ADH :
Hormon ini berfungsi :
- Mengatur pengeluaran urine.
- Mengatur reabsorpsi air dari tubulus ren.

3. kelenjar THYROID
Kelenjar ini merupakan kelenjar yang kaya akan pembuluh darah dan
merupakan sepasang kelenjar yang terletak berdampingan di sekitar leher.

Macam hormon yang dihasilkan :


1. Hormon Tiroksin (T4) dan Triiodotironin (T3)
- Hormon ini berfungsi :
1. Mengatur metabolisme karbohidrat.
2. Memengaruhi perkembangan mental.
3. Memengaruhi pertumbuhan, perkembangan dan diferensiasi sel.
4. Memengaruhi kegiatan sistem saraf.

2. Hormon Calsitonin.
- Hormon ini berfungsi :
1. Menurunkan kadar Ca (Calsium) darah.
2. Mengatur absorpsi Calcium oleh tulang.

Pembengkakan kelenjar Thyroid dikenal dengan istilah GOITER. Hal ini dapat
disebabkan karena menurunya hormon yang dihasilkan sehingga
menyebabkan stimulasi produksi TSH berlebihan. Resiko terkena penyakit ini
lebih banyak dialami oleh wanita dengan perbandingan wanita : pria adalah
5 : 1. Kisaran wanita yang terkena penyakit ini adalah anatar 40 60 tahun.
Biasanya banyak dialami oleh penduduk daerah marjinal yang sulit
mendapatkan garam beryodium. Dengan mineral Yodium/Iodium dapat
mengatur pengeluaran hormon yang dihasilkan oleh kelenjar ini sehingga
tubuh tidak akan kekurangan hormon dari kelenjar Thyroid.

Hiperthyroidisme :
a. Jika terjadi pada usia pertumbuhan, maka akan menyebabkan penyakit
morbus basedowi dengan cirri-ciri : meningkatnya metabolisme tubuh,
meningkatnya denyut jantung, gugup, mudah berkeringat, sulit
meningkatkan berat badan, emosional, mata melebar, lidah terjulur keluar,
frekuensi BAB cenderung meningkat.
b. Jika terjadi pada usia dewasa, akan menyebabkan pertumbuhan
gigantisme.
c. Hal ini dapat diatasi dengan terapi iodium radioaktif.

Hipothyroidisme :
a. Jika terjadi pada usia pertumbuhan, akan menyebabkan pertumbuhan
yang lambat atau kerdil dan dikenal dengan istilah kretinisme.
b. Jika terjadi pada usia dewasa, akan menyebabkan penyakit miksodema
dengan ciri-ciri : aktivitas peredaran darah menurun/laju metabolisme
rendah, obesitas, konstipasi, mudah lelah, depresi, gelisah, menstruasi tidak
teratur, nyeri sendi pada tangan dan kaki, bentuk badan menjadi kasar,
bengkak pada mata dan wajah, rambut rontok.
c. Hal ini dapat diatasi dengan terapi menggunakan suplemen thyroid.

4. kelenjar PARATHYROID
Kelenjar ini merupakan kelenjar yang menempel pada kelenjar Thyroid.
Setiap kelenjar Thyroid mempunyai sepasang kelenjar Parathyroid, sehingga
semuanya berjumlah 4 buah kelenjar parathyroid.

Hormon yang dihasilkan Hormon PTH (Parathormon).


- Fungsi hormon Parathormon:
a. Mengatur metabolisme Ca 2+ (Calcium) dan PO4 3+ (phosphat).
b. Mengendalikan pembentukan tulang.

- Hipersekresi :
Bila terjadi kelebihan dalam penghasilan hormon ini akan menyebakan
pertumbuhan :
- Kretinisme bila terjadi pada masa pertumbuhan.
- Miksodema bila terjadi pada masa dewasa.
- Batu ginjal dalam pelvis renalis/rongga ginjal.
- Hiposekresi :
Bila terjadi kelebihan dalam penghasilan hormon ini akan menyebabkan :
- Pertumbuhan Morbus basedowi.
- Kejang otot/tetani.

5. Kelenjar THYMUS
- Merupakan penimbunan dari hormon somatotrof dalam tubuh.
- Hormon ini dihasilkan selama masa pertumbuhan sampai dengan masa
pubertas, setelah melewati mas pubertas, secara perlahan hormon ini akan
berkurang sedikit demi sedikit.
- Hormon ini berfungsi :
1. Mengatur proses pertumbuhan.
2. Kekebalan tubuh/imunitas setelah kelahiran.
3. Memacu pertumbuhan dan pematangan sel Limfosit yang menghasilkan
Lymphocyte cell/T Cell.

- Bila kekurangan atau kelebihan, gejalanya hampir mirip dengan hormon


tiroksin.

6. Kelenjar ADRENAL/SUPRARENALIS
- BAGIAN KORTEX
1. Hormon Cortison atau antiadison
- Berfungsi sebagai anti peradangan dan membantu pembentukan formasi
karbohidrat.

- Hiposekresi :
Bila kekurangan hormon ini akan menyebabkan penyakit Adison.
Gejalanya :
a) Kulit memerah/timbulnya ruam pada kulit.
b) Dapat menimbulkan kematian.
c) Tekanan darah rendah.
d) Nafsu makan hilang.
e) Pengendapan pigmen melanin yang banyak.

2. Hormon Glukokortikoid
- Berfungsi : merangsang kenaikan jumlah kadar gula darah.
- Hipersekresi :
Bila penghasilan hormon ini berlebihan akan dapat menyebabkan Cushing
syndrome

3. Hormon Cortisol
- Berfungsi :
a. Memacu metabolisme karbohidrat.
b. Meningkatkan respon imunitas tubuh.

- Hipersekresi :
Bila terjadi kenaikan dalam penghasilan hormon ini akan dapat
menyebabkan cushing syndrome.

4. Hormon Aldosterone
- Berfungsi :
a. Mengatur keseimbangan mineral dan air dalam ren.
b. Membuang kelebihan Kalium.

5. Hormon Corticosterone
- Berfungsi :
a. Mempengaruhi metabolisme karbohidrat, protein dan lipid.
b. Meningkatkan respon imunitas tubuh.

6. Hormon Mineralokortikoid
- Berfungsi :
a. Mengatur keseimbangan air dan elektrolit dalam tubuh.
b. Merangsang reabsorbsi Na+ dan Cl- dalam tubulus ginjal.

- Hiposekresi :
Bila kekurangan hormon ini akan menyebabkan penyakit Adison.

letak kelenjar adrenal


- BAGIAN MEDULLA
1. Hormon Adrenalin/Epinefrin
- Hormon ini secara umum berfungsi :
a. Memicu reaksi terhadap tekanan dan kecepatan gerak tubuh.
b. memicu reaksi terhadap efek lingkungan, seperti suara yang tinggi,
intensitas cahaya dll.

- Secara khusus hormon ini berfungsi :


a. Memacu aktivitas cor/jantung.
b. Menaikkan tekanan darah.
c. Mengerutkan otot polos pada arteri.
d. Mengendurkan otot polos bronchiolus
e. Mempercepat glikolisis.
f. Pengeluaran keringat dingin.
g. Rasa keterkejutan/shock.
h. Mengatur metabolisme glukosa saat stress.
i. Memengaruhi otak yang akan mengakibatkan :
- Indera perasa menjadi kebal terhadap rasa sakit.
- Kemampuan berfikir dan ingatan meningkat.
- Pulmo akan menyerap oksigen lebih banyak.
- Banyak menghasilkan sumber energy dari proses glikolisis.
j. Mencegah efek penuaan dini.
k. Melindungi dari penyakit Alzheimer, penyakit jantung, kanker payudara,
kanker ovarium dan osteoporosis.

- Hiposekresi :
Bila terjadi kekurangan penghassilan hormon adrenalin/epinefrin akan
menyebabkan penyakit Adison. Gejalanya dapat dilihat pada hiposekresi
Hormon Mineralokortikoid dan Hormon Cortison.

2. Hormon Androgen
- Berfungsi :
a. Menentukan sifat kelamin sekunder pada pria dan wanita.

- Hipersekresi :
Bila terjadi kelebihan hormon ini akan menyebabkan penyakit Cushing
Syndrome/sindrom Cushing serta penyakit kelainan ciri kelamin sekunder
pada laki-laki dan perempuan

Gejala Cushing syndrome :


a) Membulatnya wajah/muka.
b) Obesitas.
c) Penimbunan lemak di daerah leher.
d) Pengecilan pada daerah lengan dan kaki.
e) Terhentinya atau terganggunya periode menstruasi.
f) Penurunan daya sexualitas.
g) Kenaikan tekanan darah dan kadar gula darah.
h) Melemahnya atau rapuhnya tulang.
i) Masalah rambut pada wanita.

7. Kelenjar VENTRICULUS
- Dihasilkan Hormon Gastrin

- Hormon ini berfungsi :


a. Memacu pengeluaran sekret/getah lambung.
b. Membantu dalam proses pencernaan.

8. Kelenjar USUS
1. Hormon Sekretin
- Berfungsi memacu sekresi getah usus dan pankreas.

2. Hormon Kolesistokinin
- Berfungsi memacu sekresi getah empedu dan pankreas.

9. Kelenjar LANGERHANS/PANKREAS
1. Hormon Insulin
- Bersifat antagonis dengan hormon adrenalin.
- Hormon ini berfungsi :
a. Mengatur kadar glukosa dalam darah.
b. Membantu pengubahan glukosa menjadi glikogen dalam hepar dan otot.

- Hiposekresi :
Bila kekurangan dalam penghasilan hormon ini akan menyebabkan penyakit
diabetes mellitus/penyakit kencing manis.

Gejala penyakit diabetes mellitus :


- Kenaikan jumlah gula dalam darah.
- Badan menjadi lems.
- Sering merasa haus/banyak minum.
- Banyak melakukan urinasi (pembuangan urine).
- Energy berkurang.
- Merasa selalu lapar.

2. Hormon Glukagon
- Hormon ini mempunyai sifat kerja yang sinergis dengan hormon adrenalin.
- Hormon ini berfungsi :
a. Meningkatkan kadar gula dalam darah.
b. Mengubah glikogen menjadi glukosa dalam peristiwa glikolisis.

10. Kelenjar KELAMIN/GONAD


- Menghasilkan hormon dan sel kelamin
- Macamnya ada 2 sel kelamin :
1. Sel Testis
- Menghasilkan Hormon Androgen, Ex : Hormon Testosteron, merupakan
satu hormon yang terpenting dalam pembentukan sel spermatozoa.

- Fungsi Hormon Testosteron :


a. Mengatur ciri kelamin sekunder.
b. Mempertahankan proses spermatogenesis.

2. Sel Ovarium
- Menghasilkan 3 hormon penting dalam seorang wanita :
a. Hormon Estrogen
Hormon ini berfungsi untuk : memperlihatkan ciri-ciri kelamin sekunder
wanita.

b. Hormon Progesteron
Hormon ini berfungsi :
- Mempersiapkan masa kehamilan dengan menebalkan dinding uterus.
- Menjaga kelenjar susu dalam menghasilkan air susu.

c. Hormon Relaksin
Hormon ini berfungsi untuk membantu proses persalinan dalam kontraksi
otot.

Hubungan Sistem Hormon dengan Sistem Saraf


Kedua sistem ini mempunyai hubungan yang sangat erat. Walaupun sistem
endokrin/sistem hormon diatur oleh master of glands/kelenjar hipofisis
tetapi hal tersebut tidaklah mutlak atau bersifat otonom. Hal ini karena kerja
dari kelenjar hipofisis tersebut dipengaruhi oleh hypothalamus.
Berikut ini adalah hubungan sistem hormon dengan sistem saraf yang
digambarkan dalam bentuk skema atau bagan :

Releasing Factor/Faktor pembebas


Adalah faktor yang memperbaiki situasi atau kondisi tubuh, sehingga kondisi
tubuh menjadi lebih baik. Faktor tersebut adalah hormon-hormon yang
mencegah terjadinya kondisi tubuh tersebut.

Inhibitor Factor/Faktor penghambat


Adalah faktor yang terus mendukung situasi atau kondisi tubuh, sehingga
kondisi tubuh menjadi tidak baik/memperburuk kondisi tubuh. Faktor
tersebut adalah hormon-hormon yang mendukung terjadinya kondisi tubuh
tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad. 2003. Kamus Lengkap Kedokteran Edisi Revisi. Gita Media Press,
Surabaya. h. 14, 80.
Amien, M. Et al. 1995. Biologi 2 untuk Sekolah Menengah Umum Kelas 2.
Penerbit Balai Pustaka, Jakarta. h. 230 232.
Encyclopaedia Britannica 2008 Ultimate Reference Suite, Chicago.
Furqonita, D. 2007. Seri IPA BIOLOGI SMP Kelas IX. Quadra-Penerbit
Yudhistira, Jakarta.h. 65-66, 68.
Kadaryanto et al. 2006. Biologi 2. Penerbit Yudhistira, Jakarta. h. 56 58,
60 - 61.
Karmana, O. dan Anwar, A. 1987. Penuntun Pelajaran BIOLOGI Untuk SMA
Kelas IIA2 Semester 3 dan 4. Penerbit Ganeca Exact, Bandung. h. 305
308.
Lawrence, E. 1991. Hendersdons Dictionary of Biological Terms Tenth
Edition. Longman Scientific & Technical. Longman Group (FE) Ltd. England.
h. 16, 114, 158, 175, 246, 306, 320, 406 408.
Microsoft Encarta Reference Library 2009.
Pratiwi, D.A. et al. 2000. Buku Penuntun Biologi untuk SMU kelas 2. Penerbit
Erlangga, Jakarta Indonesia. h. 212 215.
Prawirohartono,S. dan Hadisumarto, S. 1999. Sains Biologi-2b,Untuk SMU
Kelas 2 Tengah Tahun Kedua Sesuai Kurikulum 1994. Penerbit Bumi Aksara,
Jakarta. h. 115 116, 120.
Prawirohartono, S. dan Kuncorowati. 2003. Biologi Untuk Kelas 2 SLTP
Kurikulum 1994 Semester 1 dan Semester 2. Penerbit Bumi Aksara. Jakarta.
156, 158.
Tim IPA SMP/MTs. 2007. Ilmu Pengetahuan Alam 3. 15-18. Galaxy Puspa
Mega, Jakarta. 14.
WEBSITE :
http://en.wikipedia.org/wiki/Pituitary_gland
http://en.wikipedia.org/wiki/Anterior_pituitary
http://en.wikipedia.org/wiki/Posterior_pituitary
http://en.wikipedia.org/wiki/Thyroid
http://httpyasirblogspotcom.blogspot.com/2009_01_24_archive.html
http://kolaminspirasi.wordpress.com/2009/04/05/hormon-
epinefrinadrenalin/
http://www.authorstream.com/Presentation/dekasama-203762-goiter-
education-ppt-powerpoint/
http://www.google.co.id/search?hl=id&lr=lang_en&client=firefox-
a&channel=s&rls=org.mozilla:en-
US:official&hs=3fu&q=kelenjar+thymus&start=20&sa=N
http://www.mediamedika.net/modules.php?name=Jurnal&name2=Jurnal%2
0Kedokteran&file=index&file2=Jurnal%20Kedokteran&a1=jurnal&a2=277
http://www.mediamedika.net/modules.php?name=Jurnal&name2=Jurnal%2
0Kedokteran&file=index&file2=Jurnal%20Kedokteran&a1=jurnal&a2=284
http://www.pscyh.mgill.ca/courses/342/h&b.htm.
http://www.wellsphere.com/digestive-health-article/cushing-s-
syndrome/696550