Anda di halaman 1dari 24

Filsafat Ilmu

dan Logika

Oleh Rodiyah
2014
PENGENALAN FILSAFAT

Filsafat merupakan sebuah


disiplin ilmu yg berkaitan dengan
kebjaksanaan yg sifatnya ideal.

Kebijaksanaan dpt menjadikan


manusia untuk bersikap dan
bertindak atas dasar
pertimbangan kemanusiaan yg
tinggi (actus humanis), bukan
asal (actus homini).
Untuk dapat menuju kebijaksanaan ada
beberapa langkah yg diperlukan, yaitu :
o Bersikap Kritis terhadap norma adat, hukum, etika
atau kehidupan beragama.
o Memadukan Sains dan Pengalaman Kemanusiaan
mempelajari temuan-temuan ilmiah, kemudian
mengaplikasikannya dalam kehidupan kemanusiaan
o Mencermati Jalan Pemikiran Para Filsuf mempelajari
konsep atau kerangka berpikir para filsuf yg relevan
dengan situasi dan kondisi yg kita hadapi, akan
memudahkan kita dalam menganalisis dan memecahkan
persoalan dalam kehidupan nyata yg kita hadapi.
o Menelusuri Hikmah Agama sumber kebijaksanaan hidup
manusia dunia dan akhirat
PENGERTIAN FILSAFAT
Secara etimologis, filsafat merupakan padanan kata
falsafah (bhs Arab), philosophy (bhs Inggris)

Philoshopia (bhs Yunani), philos berarti kekasih atau


sahabat dan sophia berarti kebijaksanaan, kearifan
atau pengetahuan
Secara harfiah mencintai kebijaksanaan atau
sahabat pengetahuan
Philosophia dipakai pertama oleh Phytagoras (sekitar
abad ke-6 SM), yg berarti orang yg mencintai
pengetahuan.
Definisi filsafat menurut para filsuf
Pra Sokratik
filsafat mempertanyakan asal muasal alam,
yg berarti logos atau rasio bukan mitos

filsafat adalah ilmu yg berupaya memahami


hakikat alam dan realitas ada, dengan
mengandalkan akal budi.
Sokrates
Hidup yg tidak dikaji tidak
layak untuk dihidupi, artinya
menjalani kehidupan ini tanpa
mempersoalkannya sama
dengan hidup sebagai orang
buta.

Muncul sikap kritis :


mempertanyakan apa saja,
tidak puas dengan jawaban yg
ada, tidak percaya akan apa
saja, selalu ingin tahu lebih
dari yg sudah diketahui.
Plato
filsafat adalah :
Ilmu pengetahuan yg
berusaha meraih kebenaran
yg asli dan murni

Penyelidikan tentang sebab-


sebab dan asas-asas yg
paling akhir dari segala
sesuatu
Aristoteles
Filsafat adalah :
Ilmu pengetahuan yg senantiasa
berupaya mencari prinsip-prinsip
dan penyebab-penyebab dari
realitas ada.

Ilmu pengetahuan yg berupa


mempelajari peri ada selaku peri
ada (being is being) atau peri ada
sebagaimana adanya (being is such)
Rene Descartes
Argumennya :
Cogito ergo sum (Bhs
Latin) : aku berfikir maka
aku ada

Filsafat adalah :
Himpunan dari segala
pengetahuan yg pangkal
penyelidikannya adalah
Tuhan, alam dan manusia.
William James

Terkenal sebagai tokoh


pragmatisme dan
pluralisme

Filsafat adalah Suatu


upaya yg luar biasa hebat
untuk berfikir yg jelas dan
terang
R.F Berling
Filsafat adalah :
Mengajukan pertanyaan tentang
kenyataan seluruhnya atau
tentang hakikat, asas, prinsip
dari kenyataan.

Suatu usaha untuk mencapai


radix atau akar kenyataan dunia
wujud, juga akar pengetahuan
tentang diri sendiri.
ASAL MULA FILSAFAT

Ketakjuban (thaumasia)
Ketidakpuasan
Hasrat Bertanya
Keraguan (aporia)
Ketakjuban (thaumasia)

Ketakjuban hanya mungkin dipunyai oleh


makhluk hidup yg berperasaan dan berakal
budi (manusia).
Ketakjuban menunjuk dua hal penting yaitu
ada yg takjub dan ada yg menakjubkan.
Subjek ketakjuban adalah manusia dengan
akal budinya
Objek ketakjuban adalah segala sesuatu yg
ada yg dapat diamati.
Ketidakpuasan
Ketidakpuasan akan membuat
manusia melepaskan segala
sesuatu yg tak dapat
memuaskannya dan berupaya
menemukan apa yg dapat
memuaskannya.

Manusia yg tidak puas dan terus


menerus mencari penjelasan dan
keterangan yg lebih pasti, lambat
laun akan berpikir rasional shg
akal budi akan berperan
Hasrat Bertanya
Hasrat bertanya membuat manusia
mempertanyakan segala sesuatu.

Pertanyaan-pertanyaan itu tidak


hanya terarah pada wujud sesuatu,
tetapi terarah pada dasar dan
hakikatnya.

Filsafat selalu mempertanyakan


sesuatu dengan berfikir radikal,
sampai ke akar-akarnya dan juga
bersifat universal
Keraguan (aporia)
Keraguan muncul karena adanya
gambaran yg samar dari apa yg
diketahui manusia, maka ia
bertanya.

Ia bertanya krn masih


meragukan kejelasan dan
kebenaran dari apa yg telah ia
ketahui.

Keraguan merangsang manusia


untuk bertanya & terus bertanya
shg manusia berfilsafat.
CIRI-CIRI BERFIKIR KEFILSAFATAN

Radikal berfikir sampai ke akar-akarnya, hingga


sampai pada hakikat atau substansi yg
dipikirkannya
Universal pemikiran filsafat menygkut
pengalaman umum manusia
Konseptual merupakan hasil generalisasi dan
abstraksi pengalaman manusia. Misalnya : apakah
kebebasan itu ?
Koheren dan konsisten (runtut) Koheren
artinya sesuai dengan kaidah-kaidah berfikir logis
dan konsisten artinya tidak mengandung
kontradiksi
PRINSIP-PRINSIP DALAM FILSAFAT
Menurut Te Liang Gie
Meniadakan kecongkakan maha tahu sendiri
Kesetiaan pada kebenaran (a loyality to
truth) melahirkan kejujuran
Memahami sungguh-sungguh
Latihan Intelektual
Sikap terbuka
CIRI-CIRI BERFIKIR KEFILSAFATAN

SistematikTerstruktur, saling berhubungan


secara teratur dan ada maksud atau tujuan
tertentu.
Komprehensif merupakan usaha untuk
menjelaskan alam semesta secara menyeluruh
Bebas Pemikiran yg bebas dari prasangka-
prasangka historis, sosial, kultural, bahkan
religius.
Bertanggungjawab berpikir sekaligus
bertanggung jawab terhadap hasil pemikirannya,
paling tidak terhadap hati nuraninya.
SIFAT DASAR FILSAFAT
Radikal mencari kebenaran sampai ke akar
masalah
Mencari Asas sesuatu yg paling hakiki bagi
segala sesuatu yg ada.
Memburu Kebenaran kebenaran hakiki ttg
seluruh realitas dan setiap hal yg dipersoalkan
dan terbuka untuk dipersoalkan kembali serta
diuji demi meraih kebenaran yg lebih pasti.
Dengan demikian kebenaran filsafati tidak
pernah bersifat mutlak dan final tetapi
senantiasa bergerak ke arah kebenaran yg lebih
pasti.
SIFAT DASAR FILSAFAT

Mencari kejelasan
berjuang dengan gigih untuk
mengeliminasi segala sesuatu yg
tidak jelas, kabur gelap,serba
rahasia,dan berupa teka teki.

Tanpa kejelasan filsafat akan


menjadi sesuatu yg mistik, serba
rahasia, kabur, gelap, dan tak
mungkin menggapai kebenaran.
SIFAT DASAR FILSAFAT
Berpikir Rasional berpikir logis, sistematis, dan
kritis.
Berpikir logis artinya menarik kesimpulan atau
membuat keputusan dg tepat dan benar
bedasarkan premis-premis yg digunakan.
Berpikir sistimatis merupakan rangkaian
pemikiran yg berhubungan satu dengan yg lain
secara logis shg dapat menghasilkan kebenaran
yg dapat dipertanggungjawabkan.
Berpikir kritis berarti secara terus menerus
mengevaluasi argumen-argumen yg danggap
benar, tidak yakin terhadap sebuah kebenaran
sebelum diuji berulang-ulang.
PERANAN FILSAFAT
Pendobrak berabad-abad lamanya pemikiran
manusia diwarnai oleh mistik, dongeng tentang
dewa dewi, takhayul dan sebagainya. Kelahiran
filasafat telah menjadi pendobrak tembok-tembok
tradisi yg selama ini dianggap sakral dan tidak
dapat diganggu gugat.
Pembebas Filsafat membebaskan manusia dari
ketidaktahuan, kebodohan, belenggu cara berpikir
mistis, kekurangan dan kemiskinan pengetahuan
sehingga menjadi manusia yg picik.
Pembimbing filsafat membimbing manusia untuk
dapat berpikir luas dan mendalam sehingga sampai
pada akar permasalahan atau radix.