Anda di halaman 1dari 25

GEMELI

Definisi Kehamilan kembar atau kehamilan


multipel ialah suatu kehamilan dengan dua janin
atau lebih
Hukum Hellin:
Perbedaan Monozigote
Klasifikasi Dizigote

Plasenta 1 (70 %) 2 (100 %)


2 (30 %)
Khorion 1 (70 %) 2 (100 %)
2 (30 %)
Amnion 1 (70 %) 2 (100 %)
2 (30 %)
Tali pusat 2 bersekutu 2 terpisah
Sekat kedua kantong 2 lapis 4 lapis
Jenis kelamin Sama Sama / tidak
Rupa dan sifat Sama Agak berlainan
Mata, kuping, gigi, kulit Sama Berbeda
Ukuran antropologik Sama Berbeda
Sidik jari Sama Berbeda
Cara pegangan Bisa sama, bisa satu kidal, yang lain Bisa sama, bisa duanya kanan
kanan
Golongan darah Sama Sama / tidak
Letak lintang dan Letak lintang dan
Dua-duanya letak
presentasi kepala ; presentasi bokong ;
lintang ; 0.02
0.5 0.15
Keduanya presentasi
bokong ; 0.8 Kedua janin dalam
letak membujur,
presentasi kepala;
4.4
Letak membujur,
presentasi kepala
bokong ; 3.7
Etiologi dan Faktor Risiko
Faktor Ras
Epidemiologi
Frekuensi kembar monozigotik relative konstan di seluruh dunia,
yaitu sekitar 4 per 1000 kelahiran. Sebaliknya, frekuensi kembar
dizigot bervariasi dalam setiap ras di suatu negera dan
dipengaruhi oleh usia ibu (meningkat dari 3 per 1000 kelahiran
pada ibu berusia di atas 20 tahun hingga 14 per 1000 kelahiran
pada ibu berusia 35-40 tahun) serta paritas. Di Indonesia
terdapat satu kasus kembar siam untuk setiap 200.000 kelahiran.

Kejadian kehamilan kembar dipengaruhi oleh beberapa faktor


diantaranya adalah faktor genetik atau keturunan, umur dan
paritas, ras/ suku bangsa dan obat pemicu ovulasi.
Patofisiologi
1 sel sperma Factor ras, usia, 2 sel sperma
membuahi 1 sel telur keturunan, paritas, membuahi 2 sel telur
stimulasi fertilisasi

1 zigot 2 zigot

Hambatan pd tingkat
Kehamilan ganda
blastula (zigot mengalami
pembelahan)

Malpresentasi Bayi prematur ANSIETAS Presentasi


janin normal

Pembedahan (SC) Kurang informasi


Persalinan
pervaginam
RESIKO INFEKSI KURANG PENGETAHUAN
POST OPERASI
Ancaman kematian
ibu & janin
Patofisiologi
Perubahan DJJ , stroke Kepekaan
hormon volum uterus

Mual, muntah, Cardiac Uterus INTOLERANSI


anoreksia output membesar AKTIVITAS
sesuai UK

KETIDAK SEIMBANGAN Hidramnion


NUTRISI KURANG DARI akut Tekanan
KEBUTUHAN abdomen

PERUBAHAN
ELIMINASI URIN
Manifestasi Klinis
Perut lebih buncit dari semestinya sesuai dengan umur tuanya kehamilan
Gerakan janin dirasakan lebih banyak
Pada palpasi bagian kecil teraba lebih banyak
Teraba ada 3 bagian besar janin
Teraba ada 2 bollatmen
Terdengar 2 denyut jantung janin.
Manifestasi Klinis
Pada kehamilan kembar distensi uterus berlebihan, sehingga melewati
batas toleransinya dan seringkali terjadi partus prematurus. Usia
kehamilan makin pendek dan makin banyaknya janin pada kehamilan
kembar.
Kebutuhan ibu akan zat-zat makanan pada kehamilan kembar bertambah
sehingga dapat menyebabkan anemia dan penyakit defisiensi lain.
Frekuensi hidramnion kira-kira sepuluh kali lebih besar pada kehamilan
kembar daripada kehamilan tunggal.
Frekuensi pre-eklamsia dan eklamsia juga dilaporkan lebih sering pada
kehamilan kembar.
Solusio plasenta dapat terjadi, seperti sesak nafas, sering kencing, edema
dan varises pada tungkai bawah dan vulva..
Pemeriksaan Diagnostik
USG Pada Bayi Kembar Siam

Diagnosis kembar siam sudah harus dicurigai, bila pada kehamilan kembar
hanya terlihat satu plasenta dan satu amnion. Apabila tanda penyatuan dari
bayi kembar siam tidak jelas terlihat pada USG, maka diagnosis kembar siam
dapat ditunjang oleh adanya hal-hal sebagai berikut :
Tidak adanya membran korion atau amnion yang memisahkan kedua janin
Tubuh janin ada bagian yang tidak terpisahkan
Terdapat kelainan bawaan pada salah satu janin
Terdapat lebih dari tiga pembuluh darah didalam talipusat
Kedua kepala selalu dalam posisi level yang sama
Ekstensi pada servikal dan vertebra torakal bagian atas
Posisi kedua janin selalu sama (tidak dapat berubah), walaupun sudah
dicoba dimanipulasi secara manual.
USG Pada Bayi Kembar Siam

Diagnosis kembar siam sudah harus dicurigai, bila pada kehamilan kembar
hanya terlihat satu plasenta dan satu amnion. Apabila tanda penyatuan dari
bayi kembar siam tidak jelas terlihat pada USG, maka diagnosis kembar siam
dapat ditunjang oleh adanya hal-hal sebagai berikut :
Tidak adanya membran korion atau amnion yang memisahkan kedua janin
Tubuh janin ada bagian yang tidak terpisahkan
Terdapat kelainan bawaan pada salah satu janin
Terdapat lebih dari tiga pembuluh darah didalam talipusat
Kedua kepala selalu dalam posisi level yang sama
Ekstensi pada servikal dan vertebra torakal bagian atas
Posisi kedua janin selalu sama (tidak dapat berubah), walaupun sudah
dicoba dimanipulasi secara manual.
Penatalaksanaan Medis
Nutrisi
Kebutuhan kalori, protein, mineral, vitamin dan asam lemak esential harus
cukup
Kebutuhan kalori harus ditingkatkan sebesar 300 kalori perhari
Pemberian 60 sampai 100 mg zat besi perhari, dan 1 mg asam folat
diberikan untuk menambah zat gizi lain yang telah diberikan

Kortikosteroid
Pada kehamilan kembar terjadi peningkatan risiko persalinan preterm,
sehingga dilakukan pemberian kortikosteroid diperlukan untuk pematangan
paru berupa betamethsone 12 mg/hari , untuk 2 hari saja. Bila tak ada
betamethasone dapat diberikan dexamethasone serta pemberian tokolitik.
Tokolitik
Tokolitik berguna untuk mengurangi kontraksi uterus dan menahan
pembukaan serviks. Pada pemberian tokolitik, pasien harus dirawat di rumah
sakit untuk observasi dan tirah baring. Pemberian tokolitik yang dianjurkan
meliputi:
Nifedipine 10 mg, diulang tiap 30 menit, maksimum 40 mg/6 jam.
Umumnya hanya diperlukan 20 mg,dan dosis perawatan 3 x 10 mg.
B-mimetik : terbutalin atau salbutamol.
Prinsip penanganan kehamilan ganda

Bayi I
Cek persentasi
Bila verteks lakukan pertolongan sama dengan presentasi normal
dan lakukan monitoring dengan partograf
Bila persentasi bokong, lakukan pertolongan sama dengan bayi
tunggal presentasi bokong
Bila letak lintang lakukan seksio sesaria.
Monitoring janin dengan auskurtasi berkala DJJ
Pada kala II beri oksitosis 2,5 IU dalam 500 ml dekstrose 5% atau
ringer laktat/ 10 tts / mt.
Prinsip penanganan kehamilan ganda

Bayi II
Segera setelah kelahiran bayi I
- Lakukan palpasi abdomen untuk menentukan adanya bayi selanjutnya
- Bila letak lintang lakukan versi luar
- Periksa DJJ
- Lakukan pemeriksaan vaginal untuk : adanya prolaps funikuli, ketuban pecah atau
intak, presentasi bayi.
Bila presentasi verteks
- Bila kepala belum masuk, masukan pada PAP secara manual
- Ketuban dipecah
- Periksa DJJ
- Bila tak timbul konteraksi dalam 10 menit, tetesan oksitosin dipercepat sampai his
adekuat
- Bila 30 menit bayi belum lahir lakukan tindakan menurut persyaratan yang ada
(vakum, forceps, seksio)
Prinsip penanganan kehamilan ganda

Bila presentasi bokong


- Lakukan persalinan pervaginan bila pembukaan lengkap dan bayi tersebut
tidak lebih besar dari bayi I
- Bila tak ada konteraksi sampai 10 menit, tetesan oksidosin dipercepat sampai
his adekuat
- Pecahkan ketuban
- Periksa DJJ
- Bila gawat, janin lakukan ekstraksi
- Bila tidak mungkin melakukan persalinan pervaginam lakukan seksio secarea.
Bila letak lintang
- Bila ketuban intak, lakukan versi luar
- Bila gagal lakukan seksio secarea
Prinsip penanganan kehamilan ganda

Pasca persalinan berikan oksitosin drip 20 IU dalam 1 liter cairan


60 tetes/menit atau berikan ergometrin 0,2 mg IM 1 menit
sesudah kelahiran anak yang terakhir dan lakukan manajemen
aktif kala II. Untuk mengurangi perdarahan pasca persalinan.
KOMPLIKASI
Pencegahan Komplikasi

Sering memeriksakan kehamilan sedini mungkin dan teratur,


minimal 4x kunjungan selama masa kehamilan
Makan makanan yang bergizi
Menghindari hal-hal yang dapat menimbulkan komplikasi
pada ibu hamil
Mengenal tanda-tanda kehamilan dengan risiko tinggi dan
mewaspadai penyakit apa saja pada ibu hamil.
Segera periksa bila ditemukan tanda-tanda kehamilan dengan
risiko tinggi.
THANK YOU