Anda di halaman 1dari 43

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Perserikatan Bangsa-bangsa atau PBB adalah suatu organisasi antar Negara
yang didirikan untuk mempersatukan negara-negara demi tercapainya
kedamaian,keamanan, dan masyarakat yang sehat. PBB memiliki deklarasi bernama
Millenium Development Goals yang adalah hasil kesepakatan kepala negara dan
perwakilan dari 189 negara PBB yang mulai dijalankan pada September 2000, berupa
delapan butir tujuan untuk dicapai pada tahun 2015. Targetnya adalah tercapai
kesejahteraan rakyat dan pembangunan masyarakat pada 2015. Indonesia adalah salah
satu Negara yang termasuk anggota PBB dan mempunyai komitmen untuk melakukan
upaya dalam memenuhi hak dasar kebutuhan manusia yang tertuang dalam Millenium
Development Goals (MDGs)atau tujuan pembangunan milenium. Tujuan
pembangunan milenium digagas pada Konferensi Tingkat Tinggi Milenium pada
bulan September 2000. Hal ini ditujukan untuk menghimpun komitmen pemimpin
dunia untuk mengatasi isu perdamaian, keamanan, pembangunan, hak asasi, dan
kebebasan. Tujuan pembangunan milenium menempatkan pembangunan manusia
sebagai fokus utama pembangunan serta memiliki tenggat waktu dan kemajuan waktu
yang terukur. Tujuan pembangunan milenium ini menekankan tanggung jawab negara
berkembang seperti Indonesia untuk melaksanakan pekerjaan rumah mereka.1-4
Tujuan pembangunan milenium berisikan 8 poin yaitu; Memberantas
Kemiskinan dan Kelaparan, Mencapai Pendidikan Dasar untuk semua, Mendorong
Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan, Menurunkan Kematian Anak,
Meningkatkan Kesehatan Ibu, Mengendalikan HIV dan AIDS, Malaria dan TB,
Menjamin Kelestarian Lingkungan Hidup , Mengembangkan Kemitraan
Pembangunan Di Tingkat Global

1
Gambar 1. Delapan poin tujuan pembangunan millennium

WHO sebagai organisasi kesehatan dunia mencanangkan MDGs sebagai langkah


nyata pembangunan kesehatan terutama tertuang pada poin 4, 5, dan 6 yaitu
menurunkan kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu, dan mengendalikan HIV
dan AIDS, Malaria dan TB. WHO menerangkan pentingnya kesehatan pada
pembangunan sumber daya manusia.
Pembangunan nasional di Indonesia pada bidang kesehatan memiliki tujuan
yaitu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui peningkatan pelayanan
kesehatan yang bermutu,merata dan terjangkau bagi seluruh masyarakat
yangtercermin sebagai berikut; Terwujudnya pembangunan berwawasankesehatan,
kualitas lingkungan, perilaku hidup sehat serta kemandirian individu, keluarga, dan
masyarakat dibidang kesehatan, Terwujudnya kesehatan individu, keluarga, dan
masyarakat melalui peningkatan pemerataan, pemanfaatan serta peningkatan
kualitas pelayanan kesehatan masyarakatdan perorangan yang berkesinambungan,
Terwujudnya upaya pencegahandan pemberantasan penyakit melalui surveilans,
pengendalian faktor risiko, dan penanganan serta penanggulangan KLB dan bencana.,
Terwujudnya kebijakan dan manajemen pembangunankesehatan yang terpadu,
efisien, rasional, dan akuntabel, Tersedianya sumber daya manusia kesehatan yang
berkualitas, merata, dan dapat didayagunakan secara optimal, Tersedianya sediaan
farmasi dan perbekalan kesehatan yang bermutu, merata, terjangkau, dan
dimanfaatkan secara rasional.5

2
Pada tahun 1999, pemerintah Indonesia menetapkan sebuah paradigma dalam
kesehatan yang disebut Paradigma Sehat. Paradigma sehat merupakan perbaikan dari
paradigma sehat yang sebelumnya yang lebih bersifat mengobati tanpa melakukan
upaya pecegahan. Paradigma sehat secara makro berarti bahwa semua sektor harus
memberikan kontribusi positif terhadap kesehatan dan secara mikro yaitu menekankan
upaya promotif dan preventif dengan tidak mengesampingkan upaya kuratif dan
rehabilitatif.
Upaya kesehatan yang semula lebih terfokus pada kuratif dan rehabilitatif,
secara berangsur berkembang ke arah promotif dan preventif. Upaya mencapai
kesehatan masyarakat memerlukan pendekatan yang bersifat pembinaan yang dalam
jangka panjang akan mampu mendorong masyarakat untuk bersikap mandiri dalam
pemeliharaan kesehatan melalui peningkatan kesadaran mengenai pentingnya
menjaga kesehatan sehingga puskesmas merupakan ujung tombak untuk mencapai
MDGs.
Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Indonesia mulai dikembangkan
sejak dicanangkannya pembangunan jangka panjang yang pertama tahun 1971.
Didahului dengan beberapa proyek rintisan Puskesmas dibeberapa provinsi. Tujuan
dasar pemerintah mendirikan puskesmas adalah untuk mendekatkan pelayanan
kesehatan kepada masyarakat yang sebagian besar masih tinggal di pedesaan.6
Pelayanan upaya kesehatan di Puskesmas dilaksanakan melalui 6 kegiatan
pokok secara terpadu dan menyeluruh, meliputi: KIA/KB, usaha peningkatan gizi,
kesehatan lingkungan, Pemberantasan Penyakit Menular (P2M), Pengobatan, dan
Penyuluhan Kesehatan Masyarakat (PKM) serta ditambah lagi dengan program
kesehatan pengembangan yaitu: Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan Perkesmas,
sehingga dapat mewujudkan misi puskesmas. Secara operasional, Puskesmas berarti
harus ada upaya yang berkelanjutan, menyeluruh, terpadu, sistematis dan objektif
yang bertujuan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.6
Ketiga pendekatan itu sebaiknya dilaksanakan bertahap dan berkelanjutan
karena saling terkait satu sama lain. Dengan melakukan reformasi Puskesmas,
diharapkan dapat mengatasi berbagai masalah kesehatan terutama yang potensial
berkembang di wilayah kerja Puskesmas.6

3
Standar Pelayanan Minimal (SPM) adalah suatu standar dengan batas-batas
tertentu untuk mengukur kinerja penyelenggaraan kewenangan wajib daerah
Kab/Kota yang berkaitan dengan pelayanan dasar kepada masyarakat yang mencakup
jenis pelayanan, indicator, dan nilai.
Prinsip-prinsip SPM yaitu; Diterapkan pada kewenangan wajib, Diberlakukan
untuk seluruh Daerah Kabupaten dan Daerah Kota, Menjamin akses masyarakat
mendapat pelayanan kesehatan dasar tanpa mengorbankan mutu, mempunyai dampak
luas pd masyarakat, Merupakan indikator kinerja, bukan standar teknis, Dinamis,
Dalam kerangka penyelenggaraan yang dasar.
Untuk dapat mewujudkan suatu Paradigma Sehat, diperlukan intervensi
kesehatan yang tidak hanya terbatas pada manusia saja. Sesuai dengan konsep sehat
menurut Gordon & Le Richt (1950), timbul atau tidaknya penyakit pada manusia
dipengaruhi oleh 3 faktor utama, yaitu;Host (Pejamu), Agent (Bibit penyakit),
Environment (Lingkungan)
Pemanfaatan konsep tersebut adalah untuk dapat melakukan pencegahan
penyakit, penularan penyakit, pemberantasan penyakit, pengobatan penyakit yaitu
dengan cara mengintervensi ketiga faktor tersebut. Sedangkan menurut H.L. Bloem,
status kesehatan dari seseorang dipengaruhi oleh 4 faktor, yaitu ; Lingkungan,
Perilaku, Pelayanan kesehatan, Biologik / keturunan

4
Perumusan Masalah
Mengetahui hasil kegiatan pelayanan di Puskesmas Kelurahan Cilandak
Timurdibandingkan dengan SPM yang berlaku periode JanuariMaret 2015.

B. Tujuan Penulisan
1. Tujuan umum
Mengetahui, menganalisa, dan mendeskripisikan pelaksanaan manajemen
program dan dibandingkan dengan SPM di Puskesmas Kelurahan Cilandak
Timur pada bulan JanuariMaret 2015 dalam upaya perbaikan kinerja
Puskesmas.
2. Tujuan khusus
a. Mengetahui proses P1, P2, dan P3 pada Puskesmas Kelurahan Cilandak
Timur.
b. Mengetahui hasil pencapaian upaya kesehatan dasar dan pengembangan
pada Puskesmas Salaman Puskesmas Kelurahan Cilandak Timur pada bulan
Januari s/d Maret 2015.
c. Mengidentifikasi masalah manajemen pelayanan yang terjadi di Puskesmas
Kelurahan Cilandak Timurpada periode JanuariMaret 2015
d. Menentukan prioritas masalah yang ada pada Puskesmas Kelurahan
Cilandak Timur.
e. Menentukan alternatif pemecahan masalah dari prioritas masalah yang
terpilih Puskesmas Kelurahan Cilandak Timur.
f. Menganalisa berbagai faktor yang menyebabkan masalah pencapaian upaya
kesehatan Puskesmas Kelurahan Cilandak Timur.
g. Menbuat rencana kegiatan dari pemecahan masalah terpilih diPuskesmas
Kelurahan Cilandak Timur.

C. Manfaat Kegiatan
1. Bagi Mahasiswa :
a. Sebagai syarat untuk mengikuti ujian kepaniteraan klinik Ilmu kesehatan
Masyarakat.
b. Mengetahui sistem manajemen puskesmas secara keseluruhan.

5
c. Mengetahui upaya-upaya pokok maupun tambahan yang di puskesmas.
d. Melatih kemampuan analisis dan pemecahan terhadap masalah yang
ditemukan didalam program puskesmas.

2. Bagi Puskesmas :
a. Mengetahui upaya puskesmas yang belum memenuhi target SPM.
b. Membantu Puskesmas dalam mengidentifikasi penyebab dari upaya
puskesmas yang belum memenuhi target SPM.
c. Membantu Puskesmas dalam memberikan alternatif penyelesaian terhadap
masalah tersebut.

D. Metodologi Penulisan
Data diambil dari data primer dan data sekunder yang didapatkandi Puskesmas
Kelurahan Cilandak Timur. Data primer diperoleh dari wawancara dengan kepala
puskesmas, staf, dan para pemegang program serta pengamatan langsung tentang
pelaksanaan manajemen, yang berupa pelaksanaan proses manajemen
(P1/Perencanaan, P2/Penggerakkan, dan Pelaksanaan, P3/Pengawasan, Pengendalian,
dan Penilaian). Data sekunder diperoleh dari SIMPUS (Sistem Informasi Puskesmas)
dan laporan hasil kegiatan puskesmas.
Data hasil kegiatan yangdiperoleh kemudian dianalisa dengan membandingkan
dengan SPM.Hasil kegiatan yang pencapaian yang kurang dari 100% berdasarkan
SPM merupakan masalah.Dari berbagai masalah tersebut dilakukan upaya pemecahan
dengan menerapkan problem solving cycle,yaitu setelah dilakukan identifikasi
masalah maka selanjutnya melakukan penentuan prioritas masalah dengan
menggunakan metode Hanlon Kuantitatif.
Kemudian diambil salah satu program bermasalah yang akan dipecahkan.
Langkah selanjutnya dilakukan analisa penyebab dengan mempergunakan diagram
fishbone berdasarkan pendekatan sistem untuk mencari kemungkinan penyebab. Dari
berbagai kemungkinan penyebab kemudian dilakukan konfirmasi untuk mencari
penyebabyang paling mungkin.Kemudian ditentukan alternatif pemecahan masalah
berdasarkan masalah yang ditentukan.Berdasar penyebab masalah yang paling

6
mungkin tersebut, ditentukan prioritas pemecahan masalah dengan menggunkan
metode kriteria matriks. Setelah didapatkan pemecahan masalah terpilih lalu dibuat
rencana kegiatan dalam bentuk POA (Plan Of Action).

7
BAB II
DATA UMUM PUSKESMAS KELURAHAN CILANDAK TIMUR

A. KEADAAN GEOGRAFI DAN LINGKUNGAN


1. Lokasi
Puskesmas Kelurahan Cilandak Timur terletak di Jalan Madrasah No.11 Rt.010 /
Rw.04 Kelurahan Cilandak Timur Kecamatan Pasar Minggu Kota Administrasi
Jakarta Selatan.

2. Wilayah Kerja
Meliputi seluruh wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Cilandak Timur, yang terdiri
dari 7 RW dan 72 RT

3. Batas wilayah :
- Sebelah utara : Kelurahan Bangka
- Sebelah selatan : Kelurahan Jagakarsa
- Sebelah Timur : Kelurahan Ragunan
- Sebelah barat : Cipete Selatan

4. Keadaan Tanah
- Luas wilayah Kelurahan Cilandak Timur : 352.06 Ha
- Terlampir seluruhnya untuk pemukiman
- Terdapat daerah rawan banjir
Daerah rawan banjir di wilayah Kelurahan Cilandak Timur terdapat di
sekitar aliran Sungai Kerukut (Kali Kerukut

B. DATA DEMOGRAFI
Jumlah Penduduk sampai dengan akhir Maret 2015 = 30.503 jiwa

8
C. SUMBER DAYA PUSKESMAS
1. Sarana Fisik

Gedung Puskesmas Kelurahan Cilandak Timur pertama kali didirikan pada


tahun 1976 di atas tanah seluas 300 m2 dengan luas bangunan 160 m2.
Bangunan puskesmas telah di rehab sebanyak 4 kali yaitu : tahun 1986, tahun
1989, tahun 1995 dan tahun 2009 direhab total. Kemudian pada tahun 1995
didirikan Gedung Rumah Bersalin (RB) Kelurahan Cilandak Timur di atas tanah
seluas 510 m2 dengan luas bangunan 180 m2. Gedung Puskesmas Kelurahan
Cilandak Timur terdiri dari dua Gedung yaitu Gedung Puskesmas dan Gedung
Rumah Bersalin RB.
Kemudian pada akhir Tahun 2009 direhab total, dibangun menjadi satu
Gedung diatas tanah seluas 810 m2 dengan luas bangunan 230 m2 yang terdiri
dari dua Lantai. Fasilitas listrik 22.000 watt dan Air Jet Pump.

2. Data Fasilitas Kesehatan


Tabel 1. Data Fasilitas Kesehatan
No Fasiltas Rw. Rw. Rw. Rw Rw. Rw. Rw. Jumlah
Kesehatan 01 02 03 04 05 06 07
1. Puskesmas 1 1
2. Rumah sakit 1 1
3. Rumah Bersalin
4. Dokter 24 jam 1 1
5. Dokter Gigi 1 1 2
6. Balkesmas 1 1
7. Bidan Swasta 2 1 3
8. Loboratrium
9. Apotik 1 1 2
10. Klinik 1 1 1 3
11. Posyandu 5 3 5 4 4 0 2 23
12. Kader 30 16 41 20 15 5 13 160

9
3. Data Fasilitas Pendidikan
Tabel 2. Data Fasilitas Pendidikan
No Fasiltas Pendidikan Rw. Rw. Rw. Rw. Rw. Rw. Rw. Jumlah
01 02 03 04 05 06 07
1. Paud 1 1 1 3
2. TK 3 1 1 2 2 1 0 10
3. SD/MI 1 4 1 8 14
4. SLTP 1 2 2 5
5. SLTA 1 1 3 1 6
6. Akademi 1 1 2
7. Universitas 1 1 2

No Fasiltas Pendidikan Rw. Rw. Rw. Rw. Rw. Rw. Rw. Jumlah
Kesehatan 01 02 03 04 05 06 07
1. SPK
2. Akper 1 1 2
3. Akzi
4. Akbid 1 1

4. Ketenagaan
Tenaga di Puskesmas Kel.Cilandak Timur berjumah 12 orang dengan rincian
yang terdiri dari 6 orang PNS dan 3 orang Honorer. 3 orang Outshorsing, Adapun
nama-nama pegawai Puskesmas sebagai berikut :
Tabel 3. Ketenagaan Puskesmas Kelurahan Cilandak Timur
No. Nama Petugas Pendidikan Umur Status Masa Gol PKM
Terakhir (Thn) PNS/Hon Kerja / RB
or
1 Dr.Wida Wildani Dokter 34 PNS IV PKM
2 Drg.Nerlaela FKG 50 PNS III PKM
3 Azizah Bidan 46 PNS III PKM

10
4 Fenny Susanti Bidan 41 PNS III PKM
5 Kelina Simarmata Perawat 56 PNS III PKM
6 Mince Karlini Perawat 40 PNS II PKM
7 Nurani Sudi Rahayu Prwt Gigi 30 Honor 1 II PKM
8 Retno Asri Fitriyani Perawat 23 Honor 2 II PKM
9 Abdurahman S1 42 Honor 20 - PKM
11 Masuhud SLTA 43 PT 7 - PKM
12 Tukirah SD 54 PT 7 - PKM
13 Heru Setawan SLTA 30 PT 2 PKM

5. Peran Serta Masyarakat


1. Posyandu
Posyandu Kelurahan Cilandak Timur terdiri dari : 23 Posyandu yang tersebar di 6
RW (kecuali Rw.06), dan keseluruhannya berjalan aktif.
Keadaan derajat posyandu yang dimiliki saat ini adalah :
- Posyandu Pratama : 0 buah
- Posyandu Madya : 3 buah
- Posyandu Purnama : 6 buah
- Posyandu Mandiri : 14 buah
2. Lansia
Saat ini telah terbentuk 2 Kelompok Lansia Kelurahan Cilandak Timur adalah :
- Kelompok Nyiur Melambai : Rw.07 (Kantor Lurah Cilandak Timur)
Jumlah Lansia : 30 orang
- Kelompok Nyiur Hijau : Rw.04 (Puskesmas Kel.Cilandak Timur)
Jumlah Lansia : 25 orang
Usia 45-59 Tahun
Laki-Laki = 1381 Orang
Perempuan = 1254 Orang
Usia 60-69 Tahun
Laki-laki = 347 Orang
Perempuan = 309 Orang

11
Usia> 70 Tahun
Laki-laki = 90 Orang
Perempuan = 95 Orang
Jumlah Keseluruhan Lansia : 3476 orang
Senam Lansia dilakukan 1x/minggu dan diadakan di dua tempat terpisah yaitu :
Kelompok Nyiur Melambai di Kantor Lurah Cilandak Timur (setiap Jumat pagi
jam.07.00), dan Kelompok Nyiur Hijau : Puskesmas Kel.Cilandak Timur (setiap
kamis pagi jam.07.00)

6. Sarana dan Prasarana


Tabel 4. Sarana dan Prasarana
No Jenis Sarana Uraian Kondisi
1 Lantai I
- Ruang Bersalin Tempat Tidur
- Ruang Loket Komputer
- Ruang Jaga Lemari, Tempat tidur
- Ruang Bayi Meja
- Ruang Perawatan 1 Tempat Tidur
- Ruang Perawatan 2 Tempat Tidur
- Ruang Dokter Jaga Tempat Tidur
- Ruang Dapur Rak Piring
- Ruang Cuci Meja
- Ruang Tunggu Bangku Tunggu
- Ruang Panel
- Ruang Pompa Jet Pump
- Toilet
- Loby

12
2. Lantai II
- Ruang 1 : KIA / KB Tempat Tidur Periksa (2), Maja (2), Baik
Kursi (4), Kulkas (1), Lemari Alkes (2),
Lemari Buku (1), AC (2) Tensi meter
(2) Stetoscope, Timbangan bayi (1),
Timbangan dws (1)
- Ruang 2 : Ka.Puskesmas Tempat Tidur Periksa (1), Kursi Tamu Baik
(1 set), Lemari Perpustakaan (1), Filing
Kabinet (1)
- Ruang 3 : Poli Gigi Dental Unit (2), Meja (2), Kursi (4), Baik
Lemari Alkes (2), Kompresor (2),
Sterilisator (1), Alat-alat Kesehatan lain
- Ruang 4 : Poli Umum Tempat tidur periksa (1), Meja periksa Baik
(2), kursi (5), Lemari alkes (2), Filing
kabinet (1), Toa (1 set), Sterilisator (1)
dan alat- alat kesehatan lainya
- Ruang 5 : Apotik/Gudang Lemari obat (3 ), Meja (1), meja obat Baik
(1), Rak Obat (2), Filing kabinet (1), dll
- Ruang 6 : Laboratrium Lemari Alkes (1), Lemari obat (1), Baik
Meja (1), Kursi (2), tempat tidur (1),
Sterilisator (1), dan alat kesehatan
lainnya
- Ruang Loket Rak Status (2), Meja (1), Komputer (1 Rusak /
set), Filing kabinet (1), buku status dll baik
- Ruang Tunggu Bangku Tunggu (10), Televisi (1), Toa Baik
(1) dan poster
- Musholah Karpet, sajadah, kipas angin Baik
- Ruang Panel Alat-alat listrik dan alat kebersihan Baik
- Toilet Sabun dan lap

3. Halaman
- Halaman Parkir
- Taman
- Tempat Sampah
- Pengolahan Limbah
-

13
D. FUNGSI PUSKESMAS
Puskesmas Kelurahan merupakan unit pelaksanan teknis Dinas Kesehatan
yang mempunyai tugas melaksanakan pelayanan, pembinaan, pengendalian,
pengembangan upaya kesehatan, pendidikan, dan pelatihan diwilayah
kerjanya
Melakukan pembinaan, pengawasan, pengendalian terhadap pengelolaan dan
pelayanan kesehatan
Memberikan pelayanan kesehatan sesuai standar ISO 9001-2008 yang
meliputi, Loket, Poli Umum, Poli Gigi, rekam medis, KIA, KB, Gizi, jiwa,
Askes, Gakin, Laboratrium sederhana, apotik dan penyuluhan kesehatan
serta klinik lain sesuai kebutuhan.
Mengkoordinasikan pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan yang
meliputi keder kesehatan, posyandu, RS, BPS, PKK, RT/RW, karang taruna
dll.
Mengkoordinasi program, temu litas sektoral dalam penanggulangan
masalah kesehatan masyarakat
Menilai dan melaporkan kinerja, terjangkau, berksinambungan, mandiri dan
mengutamakan kepuasan pelanggan

E. TUGAS POKOK
Puskesmas Kelurahan Cilandak Timur merupakan unit Pelaksana Teknis
Dinas Kesehatan yang bertanggung jawab menyelenggarakan tercapainya tujuan
pembangunan kesehatan Nasional yaitu meningkatkan kesadaran, kemauan,
pendidikan, dan pelatihan kesehatan serta kemampuan hidup sehat bagi setiap
orang yang bertempat tinggal di wilayah sekitarnya terutama di wilayah Kelurahan
Cilandak Timur.
Pembangunan Kesehatan di arahkan untuk meningkatkan mutu sumber
daya manusia dan lingkungan yang saling mendukung dengan pendekatan
paradigma sehat, yang memberikan perioritas pada upaya peningkatan kesehatan,
pencegahan, penyembuhan, pemulihan dan rehabilitasi mulai dari dalam
kandungan sampai dengan usia lanjut.

14
Puskesmas memiliki tugas pokok adalah sebagai berikut :
Pelayanan kesehatan masyarakat
Pelayanan kesehatan ibu dan anak
Pelayanan Keluarga berencana
Upaya Pelayanan kesehatan gigi dan mulut
Upaya Pelayanan gizi
Upaya pelayanan kesehatan keluarga miskin (Gakin)
Pencegahan dan pemberantasan penyakit
Penyuluhan kesehatan masyarakat
Kesehatan Sekolah
Pelayanan kesehatan jiwa dan Napza
Pelayanan Laboratrium Sederhana
Pelayanan kesehatan mata
Peningkatan kesehatan remaja
Peningkatan kesehatan lingkungan
Pengobatan dan Penanggulangan bencana
Peningkatan kesehatan kerja
Peningkatan kesehatan olah raga
Upaya pengobatan tradisional
Pencatatan dan pelaporan

F. TUJUAN
Mengembangkan profesionallisme SDM medis dan non medis
Terwujudnya penempatan karyawan sesuai dengan ahlinya
Meningkatkan prestasi kerja dan kinerja karyawan
Terwujudnya mutu pelayanan kesehatan yang paripurna untuk kepuasan
pelanggan sesuai standar ISO 9001-2008
Terwujudnya sistem manajemen puskesmas
Terwujudnya kerjasama dengan mitra kerja, lintas sektoral dan institusi baik
pemerintah maupun swasta

15
Terwujudnya pengetahuan masyarakat tentang betapa pentingnya masalah
kesehatan

G. VISI dan MISI


VISI :
Puskesmas adalah sebagai Unit Pelayanan Prima yang profesional, terjangkau,
berkesinambungan, mandiri dan mengutamakan pelanggan.( sesuai standar ISO
9001-2008)

MISI :
Memberdayakan SDM yang professional dalam menghadapi era globalisasi
Mengembangkan mutu pelayanan secara optimal baik promotif, preventif,
kuantatif dan rehabilitatif
Menggalang kerja sama dengan mitra kerja

H. SASARAN
Seluruh lapisan masyarakat terutama diwilayah kerja puskesmas baik
masyarakat luar gedung puskesmas maupun petugas puskesmas itu sendiri.

I.MANAJEMEN PUSKESMAS
Manajemen puskesmas adalah rangkaian kegiatan yang berkerja secara
sistematik untuk menghasilkan luaran puskesmas yang efektif dan efisien
(KepMenkes RI No.128/MENKES/SK/2004).
Rangkaian kegiatan sistematis yang dilaksanakan oleh puskesmas membentuk
fungsi-fungsi manajemen. Ada tiga fungsi manajemen puskesmas yang dikenal
yakni P1, P2, dan P3.
Berdasarkan wawancara dan pengamatan mengenai proses manajemen di
Puskesmas Salaman I, diperoleh data sebagai berikut :

16
1. Perencanaan (P1)
a. Tahap Persiapan
Kepala puskesmas membentuk tim yang terdiri dari ketua, sekretaris dan
penanggungg jawab masing-masing unit. Bahan perencanaan mengacu pada buku
Pedoman Perencanaan tingkat Puskesmas.
Kepala Puskesmas memberikan bahan perencanaan kepada masing-masing
penanggungjawab dan menjelaskan mengenai Perencanaan Tingkat Puskesmas
(PTP), kemudian mengadakan pengkajian bahan perencanaan tersebut untuk
menentukan tujuan dan sasaran kegiatan.
b. Tahap Analisis Situasi
Tim Perencanaan Tingkat Puskesmas (PTP) mengumpulkan data umum dan
data pencapaian target. Data umum diantaranya adalah data kependudukan dan
data wilayah yang diperoleh dari kantor kelurahan dan kecamatan. Data
sekolahdiperoleh dari kantor pendidikan nasional kecamatan. Sedangkan data
pencapaian target diperoleh dari data Standar Pelayanan Minimal (SPM)
Puskesmas.
Tiap unit mengumpulkan data hasil pencapaian kegiatan selama satu tahun
kemudian diolah dan ditampilkan dalam bentuk grafik, tabel dan peta. Data
tersebut dianalisa dan dengan membandingkan dengan target yang mengacu pada
SPM sebelumnya. Hasil analisa digunakan untuk laporan kegiatan tahunan dan
acuan langkah berikutnya.
c. Tahap Penyusunan Rencana Usulan Kegiatan
Masing-masing tim mengajukan rencana usulan kegiatan (RUK) dengan
mempertimbangkan faktor-faktor pendukung dan penghambat untuk
menghasilkan hasil yang seoptimal mungkin. Prioritas masalah ditentukan oleh
kepala Puskesmas beserta tim. Setelah prioritas ditentukan maka dipikirkan
pemecahan masalah yang paling realistis dan logis. Alternatif pemecahan masalah
harus memperhatikan biaya, sarana, tenaga, waktu serta teknologi yang ada.

17
d. Tahap Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan
Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK) disusun untuk setahun yang
akan datang oleh pemimpin Puskesmas beserta tim dilaksanakan setelah dilakukan
stratifikasi.
RPK disusun berdasarkan priotitas masalah dan dirangkum dalam
dokumen perencanaan. RPK disusun dengan memperhitungkan dana yang dimiliki
dan dana yang didapatkan.
Berdasarkan hasil kunjungan kami ke Puskesmas Salaman I, kami
belum melakukan pengamatan pada dokumen perencanaan Puskesmas yang
seharusnya berisi : Persiapan, Analisis Situasi, Rencana Usulan Kegiatan (RUK),
Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK).

2. Penggerakan, Pelaksanaan dan Pengendalian (P2)


a. Pengorganisasian
Puskesmas sebagai organisasi fungsional dalam menjalankan fungsinya
telah mempunyai struktur organisasi yang sesuai dengan fungsi Puskesmas dan
uraian yang jelas mengenai target, wewenang dan tanggungjawab masing-masing
staf, yang ditentukan pada lokakarya mini tahunan.
Masing-masing staf mempunyai uraian yang jelas mengenai target,
wewenang dan tanggung jawab yang ditentukan pada Lokakarya Mini Tahunan.
Karena Puskesmas Salaman I merupakan Puskesmas rawat inap maka
pembagian tugas agak berbeda dengan Puskesmas yang lain. Tenaga Puskesmas
dibagi menjadi 3 kelompok tugas yaitu:
Murni bertugas di lapangan
Murni bertugas di rawat inap
Campuran (bertugas di lapangan dan rawat inap)
Untuk petugas rawat inap, jadwal kerja dibagi dalam 4 shift yaitu pagi, sore,
malam dan libur.

18
b. Kepemipinan dan Pengisian Staf
Pemimpin Puskesmas Salaman I berfungsi sebagai manajer, konsultan
medis, dan penggerak masyarakat. Sebagai manajer pimpinan mendelegasikan
tugas-tugas kepada staf sesuai kemampuannya. Pengisian staf dilakukan
berdasarkan kebutuhan tenaga tiap unit, kemudian diinventarisasikan sesuai
dengan jenis tenaga yang dibutuhkan. Setiap staf yang mengalami kesulitan dapat
berhubungan langsung dengan kepala Puskesmas.

c. Kerjasama Lintas Program


Penggalangan kerja sama lintas program dilaksanakan dalam bentuk
Lokakarya Mini Tahunan. Pada lokakarya ini dibahas pembagian tugas masing-
masing staf berupa:
1. Tugas Pokok merupakan tugas pelayanan dan pembinaan kesehatan
masyarakat, yaitu tugas yang berhubungan dengan fungsi Puskesmas dan
berhubungan dengan pelayanan dan pembinaan kesehatan masyarakat di
Puskesmas yang dilaksanakan dalam bentuk kegiatan pokok.
2. Tugas integrasi merupakan tugas pengembangan peran serta masyarakat, yaitu
tugas yang dibebankan kepada seseorang yang berkaitan dengan
pengembangan dan pembinaan peran serta masyarakat.
3. Tugas tambahan merupakan tugas yang dibebankan kepada setiap petugas
berdasarkan kesepakatan bersama serta atas perintah pimpinan.
Masing-masing petugas sesuai tugas pokok, integrasi dan tambahan
dibuatkan uraian tugas dan uraian kegiatan. Untuk memudahkan pelaksanaan
tugas dibuatkan prosedur kerja yang merupakan rangkaian kerja yang berkaitan
satu sama lain. Selain itu juga dibuatkan protap-protap baik medis teknis maupun
teknis administratif.
Lokakarya Mini Tahunan kemudian dilanjutkan dengan rapat kerja
bulanan, yang membahas pencapaian kegiatan tiap bulan, masalah-masalah yang
dihadapi serta rencana kegiatan pada bulan berikutnya. Pada rapat ini juga dibahas
mengenai masalah individu berkaitan dengan motivasi kerja. Yang paling penting

19
dari Lokakarya Mini tahunan ini adalah keluarannya, yaitu mengenai pembagian
tugas dan masukan program.
Berdasarkan hasil kunjungan kami ke Puskesmas Salaman I, kami belum
melakukan pengamatan pada dokumen Lokakarya Mini Puskesmas yang
seharusnya berisi : Daftar hadir peserta, Materi / Agenda, dan Tindak lanjut.

d. Kerjasama Lintas Sektoral


Puskesmas menjalin kerjasama lintas sektoral yang terkait dengan
kesehatan dan mempunyai persamaan sasaran untuk merumuskan dan menetapkan
tujuan-tujuan kegiatan kerjasama. Kerjasama ini dilakukan dalam bentuk rapat
koordinasi kecamatan (konferensi desa) yang dilakukan setiap tiga bulan sekali.
Dalam pertemuan tersebut dibahas program-program sektoral yang mempunyai
kesamaan sasaran dengan program kesehatan, contoh kesehatan ibu dan anak.
Bentuk hasil pertemuan tersebut dapat berupa informasi yang akan ditindaklanjuti
oleh Puskesmas sendiri ataupun dalam bentuk kesepakatan dan pembentukan tim.
Puskesmas yang menjalin kerjasama dengan Puskesmas Salaman I yakni
Puskesmas disekitar Kawedanan Salaman yakni : Puskesmas Salaman II,
Puskesmas Kajoran I, Puskesmas Kajoran II, Puskesmas Borobudur, Puskesmas
Tempuran.

e. Kerjasama Lintas Wilayah


Puskesmas menjalin kerjasama lintas wilayah dengan Puskesmas lain
terkait dengan masalah kesehatan yang menuntut adanya kerja sama dan kesamaan
dalam tujuan yang ingin dicapai.

20
f. Pembimbingan
Pembimbingan oleh kepala puskesmas dilakukan dalam bentuk
penyampaian informasi kebijakan terbaru kepada para staf dan konsultasi jika staf
menemui masalah dalam pelaksanaannya. Kepala puskesmas berusaha mencarikan
jalan keluar, selain itu juga memberikan pembinaan dalam segi administrasi dan
teknis serta peran serta masyarakat. Para staf dapat memperoleh peningkatan
pengetahuan atau wacana dari kepustakaan yang dimiliki puskesmas.

3. Pengawasan, Penilaian dan Pertanggungjawaban (P3)


Adalah proses memperoleh kepastian, kesesuaian penyelenggaraan, dan
pencapaian tujuan Puskesmas terhadap rencana dan Undang- undang yang berlaku.
Pengawasan terdiri atas pengawasan internal dari atasan langsung (Kepala
Puskesmas) terhadap seluruh staf dan pengawasan eksternal yang dilakukan
sebagian masyarakat dan dinas kesehatan terhadap kegiatan yang dilaksanakan
Puskesmas, dengan ruang lingkup administratif, keuangan, teknis pelayanan yang
dilakukan di Puskesmas Salaman I.
Penilaian dilakukan pada akhir tahun meliputi penilaian terhadap
penyelenggaraan kegiatan dan hasil yang dicapai, dibandingkan dengan rencana
tahunan dan standar pelayanan. Untuk program KIA dan imunisasi, penilaian hasil
kegiatan adalah dengan sistem Kewaspadaan Dini (SKD) yaitu pemantauan adanya
kenaikan kasus.
Pertanggungjawaban dilakukan melalui laporan pertanggung-jawaban
tahunan yang berisi tentang pelaksanaan kegiatan, perolehan sumber dana
(keuangan), dan penggunaan sumber daya. Laporan per-tanggungjawaban dibuat
oleh Kepala Puskesmas pada setiap akhir tahun anggaran yang mencakup
didalamnya pelaksanaan kegiatan serta perolehan dan penggunaan berbagai
sumber daya termasuk keuangan, disampaikan kepada dinas kesehatan
kabupaten/kota serta pihak- pihak terkait lainnya, termasuk masyarakat.

21
J. STRUKTUR ORGANISASI
Kepala Pusksmas
Dr.Wida Wildani

Waka Puskesmas
Drg.Nurlaela

Tata Usaha

Loket BPU BPG KIA-KB Obat Lab Tindakan


Abdurahman Dr.Wida Drg.Lela-Nur Azizah-Feny Retno Mince Kelina

Kegiatan Dalam Gedung


- Keuangan : Drg.Nurlela -Kegiata Luar
Posyandu Gedung
: Azizah
- Tata Usaha : Abdurahman - Imunisasi : Feny Susanti
- Bp Umum : Dr.Wida - GSI : Azizah
Bp Gigi : Drg.Nurlela - CHN : Mince Karlini
- KIA : Feny Susanti
- Lansia : Retno Asri F
- KB : Azizah
- Imunisasi : Feny Susanti - PSN/DBD : Kelina
- TBC : Mince Karlini - Diare : Retno Asri F
- ISPA : Retno Asri F - KB : Azizah & PLKB
- Diare : Retno Asri F - TTU : Kelina
- DBD : Kelina - Toga : Kelina
- MTBS : Retno Asri F - Promkes : Kelina
- Tindakan : Retno Asri F - Jiwa : Retno Asri F
- Obat : Retno Asri F - Napza : Mince Karlini
- Lab Sederhana : Mince Karlini - TBC : Mince Karlini
- Kematian : Kelina
- PE : Kelina
- Loket : Rahman
- Kasir : Rahman - UKS : Kelina
- BPJS : Rahman - KRR : Dr.Wida Wildani
- Inventaris : Rahman - UKGS : Drg.Nurlela-Nur
- SP2TP : Rahman - UKGMD : Drg.Nurlela-Nur
- SIK : Rahman - Kusta : Mince Karlini
- Kebersihan : Heru/Tukirah -
- Keamanan : Suhud
- Dapur : Tukirah

Daerah Binaan

Rw.01 Rw.02 Rw.03 Rw.04 Rw.05 Rw.06 Rw.07

22
BAB III
DATA KHUSUS PUSKESMAS CILANDAK TIMUR

A. PROGRAM POKOK PUSKESMAS

1. Upaya Kesehatan Wajib Puskesmas


Upaya kesehatan wajib puskesmas adalah upaya yang ditetapkan
berdasarkan komitmen nasional, regional, dan global, serta yang
mempunyai daya tingkat tinggi untuk peningkatan derajat kesehatan
masyarakat. Upaya kesehatan wajib ini harus diselenggarakan oleh setiap
puskesmas yang ada di wilayah Indonesia. Upaya kesehatan wajib tersebut
adalah :
a. Upaya Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta Keluarga Berencana (KB)
b. Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat
c. Upaya Kesehatan Lingkungan
d. Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P)
e. Promosi Kesehatan
f. Upaya Pengobatan

2. Upaya Kesehatan Pengembangan


Upaya kesehatan pengembangan puskesmas adalah upaya yang
ditetapkan berdasarkan permasalahan kesehatan yang ditemukan di
masyarakat serta yang disesuaikan dengan kemmapuan puskesmas. Upaya
kesehatan pengembangan dipilih dari daftar upaya kesehatan pokok
puskesmas yang telah ada yakni:
a. Upaya Kesehatan Sekolah
b. Upaya Kesehatan Jiwa
c. Upaya Perawatan Kesehatan masyarakat
d. Upaya Kesehatan Usia Lanjut

23
e. Upaya Pembinaan Pengobatan tradisional
f. Upaya Kesehatan Olah Raga
g. Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut

3. Upaya Kesehatan Inovasi


a. Rawat Inap
b. Laboratorium
c. EKG
d. Apotek
e. Radiologi
f. Klinik Gizi
g. Klinik sanitasi
h. Pelayanan Kebersihan Gedung dan Lingkungan

B. UPAYA KESEHATAN WAJIB PUSKESMAS

1. Kesehatan Ibu dan Anak


Pelayanan kesehatan Ibu dan Anak merupakan upaya di bidang
kesehatan yang menyangkut pelayanan dan pemeliharaan ibu hamil, ibu
bersalin, ibu menyusui, bayi dan anak balita serta anak pra sekolah.
Tujuan dari program kesehatan ibu dan anak adalah tercapainya
kemampuan hidup sehat melalui peningkatan derajat kesehatan yang
optimal bagi ibu menuju NKKBS (Norma Keluarga Kecil Bahagia dan
Sejahtera) serta meningkatkan derajat kesehatan anak untuk menjamin
proses tumbuh kembang optimal yang merupakan landasan bagi
peningkatan kualitas manusia seutuhnya.

24
Tabel5. Hasil Kegiatan Pelayanan KIA Puskesmas Kelurahan Cilandak Timur JanuariMaret
2015
Cakupan
Sasaran
Target Sasaran Pencapaian
Indikator Bulan
(%) 1 Tahun Persen (%)
Berjalan Kegiatan
(%)

Cakupan kunjungan bumil K1 100 591 147 123 83,6 83,6

Cakupan kunjungan bumil K4 96 591 147 112 76,1 79,2


Ibu hamil dengan komplikasi yang
88 709 177 21 11,8 13,4
ditangani
Cakupan pertolongan persalinan oleh
98 557 139 112 80,5 82,1
tenaga kesehatan
CPR (KB Aktif) 76,92 5167 1291 445 34,4 51,2

Kunjungan Nifas 98 139 112 80,5 82,1


557
Cakupan Kn1 (lahir - 48 jam) 100 537 134 90 67,16 67,16

Cakupan KN 97 537 134 118 88,05 90,78

Cakupan PKN 100 81 20 12 60 60

Cakupan kunjungan bayi 97 537 134 134 100 103,09

Cakupan kunjungan balita 92 1301 325 375 115,38 125,41

Cakupan kunjungan balita sakit 92 1463 366 233 63,66 69,19

2. Gizi
Tujuan dari program perbaikan gizi adalah untuk menurunkan angka penyakit
akibat kurang gizi yang umumnya diderita oleh masyarakat berpenghasilan
rendah, terutama balita dan wanita. Kegiatan gizi terdiri dari konseling gizi,
monitoring garam di pasar atau masyarakat, pemberian vitamin A dosis tinggi
pada balita dan ibu hamil, pemberian kapsul yodium pada ibu nifas dan anak,
kunjungan rumah BGM dan gizi buruk.7
Jenis kegiatan:
a. Pemantauan dan Pertumbuhan Balita
Indikator:
Balita yang datang dan ditimbang
Balita yang gizi buruk mendapat perawatan
Balita usia 6 59 bulan medapat kapsul vitamin A
Balita usia 0 6 bulan mendapat air susu ibu (ASI) eksklusif

25
Cakupan ibu hamil diberi 90 tablet Fe
Rumah tangga yang mengonsumsi garam beryodium
Presentase

Tabel 6. Hasil Kegiatan Pemantauan dan Pertumbuhan BalitaPuskesmas Kelurahan Cilandak Timur Januari Maret
2015

Cakupan
Sasaran
Target Sasaran Pencapaian
Indikator Bulan
(%) 1 Tahun Persen (%)
Berjalan Kegiatan
(%)
Balita yang datang dan ditimbang 85 1301 1301 2697 205% 243%
Balita yang gizi buruk mendapat
100 1301 1301 0 0 0%
perawatan
Balita usia 6 59 bulan medapat Tidak
85
kapsul vitamin A ada
Balita usia 0 6 bulan mendapat air
susu ibu (ASI) eksklusif 80 1301 1301 110 8,45 9,95%

Cakupan ibu hamil diberi 90 tablet Fe 95 591 147 142 96,6 102%
Rumah tangga yang mengonsumsi Tidak
garam beryodium ada
Presentase kabupaten/kota Tidak
melaksanakan surveulensi gizi ada
Presentase penyediaan buffer stock
Tidak
Makanan Pendamping ASI (MP-ASI)
ada
untuk daerah bencana

3. Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P)


Tujuan program ini adalah menurunkan angka kesakitan dan kematian serta
mencegah akibat buruk lebih lanjut dari penyakit.
Jenis Kegiatan:
a. P2 ISPA
Indikator :
1) Cakupan balita dengan pneumoni yang ditemukan/ditangani (sesuai
standar) (100%)

26
Tabel 7. Hasil Kegiatan P2 ISPA Puskesmas Kelurahan Cilandak Timur Januari Maret 2015
Cakupan
Sasaran
Target Sasaran Pencapaian
Indikator Bulan
(%) 1 Tahun Persen (%)
Berjalan Kegiatan
(%)
Cakupan balita dengan pneumoni
yang ditemukan/ditangani (sesuai 100 158 39 0 0 0
standar)

b. P2 Diare
Indikator :
1) Balita dengan diare yang ditangani sesuai standar

Tabel8. Hasil Kegiatan P2 Diare Puskesmas Kelurahan Cilandak TimurBulanJanuariMaret


2015
Sasaran Cakupan
Target Sasaran Pencapaian
Indikator Bulan
(%) 1 Tahun Persen (%)
Berjalan Kegiatan
(%)
Balita dengan diare yang ditangani 100 1290 323 171 53% 53%

c. Imunisasi
Indikator :
1) HB0
2) BCG
3) DPT HB Total (1)
4) DPT HB Total (2)
5) DPT HB Total (3)
6) Polio 1
7) Polio 2
8) Polio 3
9) Polio 4
10) Campak

27
Tabel 9. Hasil kegiatan P2P Imunisasi Puskesmas Kelurahan Cilandak Timur Januari-Maret
2015
Sasaran Cakupan
Target Sasaran Pencapaian
Indikator Bulan
(%) 1 Tahun Persen (%)
Berjalan Kegiatan
(%)
HBO* 80 536 134 99 73% 92%

BCG* 95 536 134 113 84,3% 88,7%

DPT HB Total (1)* 95 536 134 114 63,4 66,7%

DPT HB Total (2)* 95 536 134 118 80% 84,8%

DPT HB Total (3)* 95 536 134 99 73,8% 77,7%

Polio 1* 95 536 134 116 86,5% 91,1%

Polio 2* 90 536 134 103 76,5% 85,4%

Polio 3* 90 536 134 100 74,6% 82,9%

Polio 4* 90 536 134 100 74,6% 82,9%

Campak* 95 536 134 85 63,4% 66,7%

4. Kesehatan Lingkungan
Upaya kesehatan lingkungan ini bertujuan agar berubahnya, terkendalinya
atau hilangnya semua unsur fisik dan lingkungan yang terdapat di masyarakat
dimana dapat memberikan pengaruh jelek terhadap kesehatan.
Jenis kegiatan :
a. Pelayanan Kesehatan Lingkungan
Indikatornya :
Institusi yang dibina
Rumah sehat
Penduduk yang memanfaatkan jamban
Rumah yang mempunyai SPAL

28
Tabel10. Hasil Kegiatan Pelayanan Kesehatan Lingkungan Puskesmas Kelurahan Cilandak
Timur tahun 2014

Cakupan
Sasaran
Target Sasaran Pencapaian
Indikator Bulan
(%) 1 Tahun Persen (%)
Berjalan Kegiatan
(%)

Institusi yang dibina 70 53 - 4 7,5 10,7

Rumah sehat 70 4896 - 255 5,2 7,4


Penduduk yang memanfaatkan
75 5235 - 4116 78,6 104
jamban sehat
Rumah yang mempunyai SPAL 65 5235 - 4120 78,7 121

b. Pelayanan higienis dan sanitasi di tempat umum


Indikatornya :
TTU yang diperiksa
TTU yang memenuhi syarat sanitasi
TP2M yang diperiksa
TP2M yang memenuhi syarat sanitasi
Rumah/bangunan bebas jentik Aedes

Tabel 11. Hasil kegiatan Pelayanan Higienis dan Sanitasi Puskesmas Kelurahan Cilandak Timur
Tahun 2014
Cakupan
Sasaran
Target Sasaran Pencapaian
Indikator Bulan
(%) 1 Tahun (%)
Berjalan Persen
Kegiatan
(%)
Jumlah Tempat Tempat Umum (TTU)
100 12 - 8 66,6 66,6
yang diperiksa
Tempat-tempat umum(TTU) yang
80 10 - 10 100 125
memenuhi syarat sanitasi
Tempat Pengolahan Makanan &
90 6 - 4 66,6 74
Penjualan(TP2M) diperiksa
TP2M yang memenuhi syarat sanitasi 75 124 -s 89 71,8 95,7

Rumah/bangunan bebas jentik Aedes 100 4896 - 4218 86 86

29
5. Promosi Kesehatan
Pelayanan promosi kesehatan merupakan upaya di bidang kesehatan yang
menitikberatkan pada peningkatan kesehatan taraf hidup masyarakat melalui
upayaupaya pembinaan dan pengembangan peran aktif masyarakat melalui
media penyuluhan. Tujuan dari program promosi kesehatan adalah untuk
meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan.
Jenis kegiatan:
a. Penyuluhan, pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan NAPZA
1) Penyuluhan P3NAPZA di sekolah
2) Penyuluhan HIV/AIDS di sekolah
3) Penyuluhan NAPZA dan HIV/AIDS oleh petugas kesehatan
4) Kasus infeksi menular seksual yang diobati

Tabel 12. Hasil kegiatan Promosi Kesehatan Puskesmas Kelurahan Cilandak Timur Tahun 2014
Cakupan
Sasaran
Target Sasaran Pencapaian
Indikator Bulan
(%) 1 Tahun Persen (%)
Berjalan Kegiatan
(%)
Penyuluhan P3 NAPZA* di
100 - 121 -
Sekolah
Penyuluhan HIV/AIDS* di Sekolah 100 - 108 -
Penyuluhan NAPZA dan
24 96 88 83 94,31 392,95
HIV/AIDS oleh petugas kesehatan
Klien yang mendapatkan
- - - - - -
penanganan HIV/AIDS
Kasus infeksi menular seksual yang
- - - - - -
diobati

30
BAB IV
ANALISIS MASALAH

Dari hasil cakupan Standar Pelayanan Minimal (SPM) kegiatan Puskesmas


Kelurahan Cilanda Timur pada bulan Januari sampai dengan Maret 2015, yang masih
menjadi masalah dan perlu diupayakan pemecahannya dengan menggunakan
kerangka pemikiran pendekatan sistem adalah sebagai berikut :

INPUT PROSES OUTPUT OUTCOME


Man P1
Money P2
Method P3
Material
Machine

LINGKUNGAN
Fisik, Kependudukan, Sosial Budaya, Sosial
Ekonomi, Kebijakan

Gambar 3. Kerangka Pemikiran Pendekatan Sistem

Cakupan masalah terdapat pada output dimana hasil kegiatan atau cakupan
kegiatan tidak sesuai dengan pelayanan standar minimal yang telah ditetapkan
targetnya. Hal penting pada upaya pemecahan masalah adalah bahwa kegiatan dalam
rangka pemecahan masalah harus sesuaidengan penyebab masalah tersebut dimana
berdasarkan pendekatan sistem penyebab masalah dapat terjadi pada input maupun
proses.

31
Adapun kerangka pemikiran pendekatan sistem dapat diselesaikan dengan
menggunakan algoritma problem solving cycle di bawah ini:

1. Identifikasi Masalah

8.Monitoring dan evaluasi 2. Penentuan proritas masalah

7. Penentuan rencana penerapan 3. Penentuan penyebab


masalah

6. Penetapan pemecahan 4. Memilih penyebab yang


masalah terpilih paling mungkin

5. Menentukan alternatif
pemecahan masalah

Gambar 4. Siklus Pemecahan Masalah

Siklus pemecahan masalah adalah seperti berikut :


1. Identifikasi/ Inventarisasi masalah
Menetapkan keadaan spesifik yang diharapkan dan yang ingin dicapai,
kemudian menetapkan indikator tertentu sebagai dasar pengukuran kinerja.
Untuk hal ini digunakan format atau blanko SPM. Setelah itu adalah
membandingkan antara hasil kegiatan pelaksanaan pelayanan kesehatan
dengan sasaran dan target yang sudah ditentukan.
2. Penentuan prioritas masalah

32
Untuk mengetahui permasalahan, dapat dilakukan berbagai cara.
Diantaranya melakukan penelitian, mempelajari laporan, dan berdiskusi
dengan para ahli. Namun dalam penentuan masalah ini, metode yang kami
gunakan adalah metode Hanlon.
3. Penentuan penyebab masalah
Analisis penyebab masalah merupakan kegiatan untuk mengaitkan
masalah dengan faktor-faktor penyebabnya. Beberapa metode untuk
menganalisis penyebab masalah antara lain fish bone analysis system
(diagram tulang ikan), analisis sistem, pendekatan H.L.Bloem, analisis
epidemiologi, dan pohon masalah. Dalam hal ini, kami menggunakan metode
fish bone analysis untuk menentukan penyebab masalahnya.
4. Memilih penyebab yang paling mungkin
Bertujuan untuk mengurangi faktor-faktor penyebab yang ada, antara
lain dengan cara:
a. menetapkan tujuan dan sasaran
b. mencari alternatif pemecahan masalah
Penyebab masalah yang paling mungkin harus dipilih dari sebab-sebab yang
didukung oleh data atau konfirmasi.
5. Menentukan alternatif pemecahan masalah
Seringkali pemecahan masalah dapat dilakukan dengan mudah dari
penyebab yang sudah diidentifikasi. Jika penyebab sudah jelas maka dapat
langsung pada alternatif pemecahan.
6. Penetapan pemecahan masalah terpilih
Setelah alternatif pemecahan masalah ditentukan, maka dilakukan
pemilihan pemecahan terpilih. Apabila diketemukan beberapa alternatif maka
digunakan Hanlon kualitatif untuk menentukan atau memilih pemecahan
terbaik.
7. Penyusunan rencana penerapan

33
Rencana penerapan pemecahan masalah dibuat dalam bentuk POA
(Plan of Action atau Rencana Kegiatan).
8. Monitoring dan evaluasi
Ada dua segi pemantauan yaitu apakah kegiatan penerapan pemecahan
masalah yang sedang dilaksanakan sudah diterapkan dengan baik dan
menyangkut masalah itu sendiri, apakah permasalahan sudah dapat
dipecahkan.

A. KERANGKA PIKIR MASALAH


Masalah adalah suatu kesenjangan antara keadaan yang diharapkan
dengan keadaan yang dihasilkan atau didapatkan, sehingga menimbulkan rasa
tidak puas dan keinginan untuk memecahkannya.
Suatu masalah mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1. Menyatakan hubungan dua atau lebih variabel
2. Dapat diukur
3. Dapat diatasi
Dengan demikian untuk memutuskan adanya masalah diperlukan tiga
syarat yang harus terpenuhi, yaitu:
1. Adanya kesenjangan
2. Adanya rasa tidak puas
3. Adanya rasa tanggung jawab untuk menanggulangi masalah tersebut

B. CAKUPAN PROGRAM PUSKESMAS YANG BERMASALAH


Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil analisis data Standar
Pelayanan Minimal Puskesmas Keluarahan Cilandak Timur mulai bulan Januari
sampai denganMaret 2015, data dari program KIA merupakan data yang paling
lengkap dan sebagian komponen program KIA belum mencapai hasil yang
ditargetkan.Komponen - komponen program tersebut yaitu:

34
Tabel 13. Hasil Kegiatan Puskesmas yang Bermasalah
Pencapaian
No Program
(< 100%)
1. Cakupan kunjungan bumil k1 83,6%
2. Cakupan kunjungan bumil k4 79,2%
3. Ibu hamil dengan komplikasi yang ditangani 13,4%
4 Pertolongan persalinan yang dibantu oleh tenaga kesehatan 82,1%
5. CPR (KB Aktif) 51,2%
6. Kunjungan nifas 82,1%
7. Cakupan Kn1 (lahir - 48 jam) 67,16
8. Cakupan KN 90,78
9. Cakupan PKN 60
10. Cakupan kunjungan balita sakit 69,19

C. TEKNIK PRIORITAS MASALAH


Dari tabel diatas didapatkan 10 masalah pada Standar Pelayanan
Minimal Puskesmas Kelurahan Cilandak Timur bulan Januari Maret 2015.
Dengan banyaknya masalah yang ditemukan, maka perlu dilakukan pemilihan
prioritas masalah dengan menggunakan metode Hanlon Kuantitatif.

1. Metode Hanlon Kuantitatif


Merupakan metode yang mudah dipakai untuk menentukan prioritas
masalah, dengan rumus :
(A + B) x C x D
Keterangan :
Kriteria A : Besar Masalah (nilai 1-6)
Kriteria B : Kegawatan Masalah (nilai 1-5)
Kriteria C : Kemudahan Penanggulangan(nilai 1-5)
Kriteria D : PEARL Factor(nilai 0 atau 1)
Adapun tujuan menggunakan metode Hanlon Kuantitatif dalam
menentukan prioritas masalah :

35
a. Identifikasi faktor-faktor luar yang dapat diikutsertakan dalam proses
penentuan masalah.
b. Mengelompokkan faktor-faktor yang ada dan memberikan skor terhadap
kelompok faktor tersebut.
c. Memungkinkan anggota untuk mengubah faktor dan nilai sesuai
kebutuhannya.

2. Kriteria A : Besar Masalah


Menetapkan faktor yang digunakan untuk menentukan besarnya
masalah. Data yang digunakan bersifat kuantitatif.
Untuk menetapkan besar masalah dapat dilihat dari populasi dan
sasaran Standar Pelayanan Minimal (SPM). Dalam menilai besar masalah
maka hal yang perlu diperhatikan adalah penetapan range untuk menentukan
nilai besarnya masalah.
Langkah 1: Menentukan besar masalah dengan cara menghitung selisih
presentasi pencapaian dengan target 100%.

Tabel14. Program-Program yang Belum Mencapai Target


Pencapaian Besarnya masalah
No Program
(< 100%) (100% - % pencapaian)
1. Cakupan kunjungan bumil k1 83,6% 16,4%
2. Cakupan kunjungan bumil k4 79,2% 20,8 %
3. Ibu hamil dengan komplikasi yang ditangani 13,4% 86,6 %
Pertolongan persalinan yang dibantu oleh
4. 82,1% 17,9 %
tenaga kesehatan
5. CPR (KB Aktif) 51,2% 48,8 %
6. Kunjungan nifas 82,1% 17,9 %

7. Cakupan Kn1 (lahir - 48 jam) 67,16 32,84 %


8. Cakupan KN 90,78 9,22 %

9. Cakupan PKN 60 40 %
10. Cakupan kunjungan balita sakit 69,19 30,81 %

36
Langkah 2 : Menentukan kelas dengan menggunakan rumus Sturgess
k = 1 + 3,3 Log n
Keterangan:
n = jumlah masalah
k = jumlah kelas

dalam contoh masukkan ke rumus : k = 1 + 3.3 log n


= 1 + 3.3 log 10
= 1 + 3,3 x = 1 + 3,3 = 4,3 4

Langkah 3 : Menentukan interval dengan menghitung selisih persentase besar


masalah terbesar dengan besar masalah terkecil kemudian dibagi dengan nilai kelas.
kelas
Nilai besar masalah : terbesar = 86,6
terkecil = 9,22

Interval : nilai terbesar nilai terkecil


k
: 86,6 9,2219,35
4

Tabel 15. Pembagian Interval Kelas

Kolom/Kelas Skala interval Nilai


Skala 1 9,22 - 28,57 1
Skala 2 28,58 47,93 2
Skala 3 47,94 67,29 3
Skala 4 67,3 86,66 4

37
Langkah 4 : Menentukan nilai tiap masalah sesuai dengan kelasnya

Tabel 16. Nilai Masalah Sesuai Kelas

Besarnya masalah terhadap presentase pencapaian Nilai


Masalah 9,22 - 28,58 67,3
47,94 67,29
28,57 47,93 86,66
(3)
(1) (2) (4)
Cakupan kunjungan bumil k1 X 1
Cakupan kunjungan bumil k4 X 1
Ibu hamil dengan komplikasi
X 4
yang ditangani
Pertolongan persalinan yang
X 1
dibantu oleh tenaga kesehatan
CPR (KB Aktif) X 3
Kunjungan nifas X 1
Cakupan Kn1 (lahir - 48 jam) X 2
Cakupan KN X 1
Cakupan PKN X 2
Cakupan kunjungan balita sakit X 2

3. Kriteria B : Kegawatan Masalah


Kriteria ini dilakukan dengan cara menentukan kegawatan, tingkat
urgensi, dan kecenderungan penyebaran dengan sistem skoring dengan skor
1- 5.
Tingkat urgensi dengan skor :
a. Sangat mendesak =5
b. Mendesak =4
c. Cukup mendesak =3
d. Kurang mendesak =2
e. Tidak mendesak =1
Kegawatan dengan skor :
a. Sangat gawat =5
b. Gawat =4
c. Cukup gawat =3
d. Kurang gawat =2
e. Tidak gawat =1

38
Kecenderungan penyebaran dengan skor :
a. Sangat mudah menyebar =5
b. Mudah menyebar =4
c. Cukup mudah menyebar =3
d. Kurang menyebar =2
e. Tidak menyebar =1

Tabel 17. Daftar Masalah Puskesmas Kelurahan Cilandak Timur Berdasarkan Kriteria B

Masalah Kegawatan Tingkat urgensi Tingkat Penyebaran Nilai


Cakupan kunjungan bumil
2,8 5,8 2,2 10,8
k1
Cakupan kunjungan bumil
2,65 5,6 2,75 11
k4
Ibu hamil dengan
2,5 4,0 2,33 8,83
komplikasi yang ditangani
Pertolongan persalinan
yang dibantu oleh tenaga 1,6 5,55 2,4 9,55
kesehatan
CPR (KB Aktif) 1,9 5,35 3,25 10,5
Kunjungan nifas 2,45 5,6 2,2 10,25
Cakupan Kn1 (lahir - 48
1,3 3,5 3,55 8,35
jam)
Cakupan KN 2,3 2,0 3,6 7,9
Cakupan PKN 3,0 5,85 2,9 11,75
Cakupan kunjungan balita
2,25 3,3 3,5 9,05
sakit

4. Kriteria C : Kemudahan dalam penanggulangan


Kemudahan dalam penanggulangan masalah diukur dengan sistem
skoring dengan nilai 15 dimana :
a. Sangat sulit :1
b. Sulit :2
c. Cukup mudah : 3
d. Mudah :4
e. Sangat mudah : 5

39
Tabel18. Daftar Masalah Puskesmas Kelurahan Cilandak Timur Berdasarkan Kriteria C

No Program Penanggulangan

1. Cakupan kunjungan bumil k1 4

2. Cakupan kunjungan bumil k4 4

3. Ibu hamil dengan komplikasi yang ditangani 2


Pertolongan persalinan yang dibantu oleh tenaga
4. 3
kesehatan
5. CPR (KB Aktif) 2

6. Kunjungan nifas 3

7. Cakupan Kn1 (lahir - 48 jam) 3

8. Cakupan KN 3

9. Cakupan PKN 3

10. Cakupan kunjungan balita sakit 3

5. Kriteria D: PEARL
Kelompok kriteria D terdiri dari beberapa faktor yang saling
menentukan dapat atau tidaknya suatu program dilaksanakan dengan skor
nilai 1 bila jawaban ya dan 0 jika tidak. Faktor penentu tersebut adalah:
a. Propriate (kesesuaian dengan program nasional/kesepakatan
dunia/program daerah)
b. Economic (secara ekonomi murah, kegiatan tersebut untuk\
dilaksanakan)
c. Acceptability (dapat diterima oleh masyarakat,pemda)
d. Resources Availability (tersedianya sumber daya alam dalam
mendukung kegiatan)
e. Legality (dasar/landasan secara hukum/etika kedokteran/
kesehatan/ada/ benar)

40
Tabel 19. Daftar Masalah Puskesmas Kelurahan Cilandak Timur Berdasarkan Kriteria D
Hasil
Masalah Propriate Economic Acceptability Resources Legality
kali
Cakupan kunjungan bumil
1 1 1 1 1 1
k1
Cakupan kunjungan bumil
1 1 1 1 1 1
k4
Ibu hamil dengan
1 1 1 1 1 1
komplikasi yang ditangani
Pertolongan persalinan
yang dibantu oleh tenaga 1 1 1 1 1 1
kesehatan
CPR (KB Aktif) 1 1 1 1 1 1
Kunjungan nifas 1 1 1 1 1 1
Cakupan Kn1 (lahir - 48
1 1 1 1 1 1
jam)
Cakupan KN 1 1 1 1 1 1
Cakupan PKN 1 1 1 1 1 1
Cakupan kunjungan balita
1 1 1 1 1 1
sakit

6. Penilaian Prioritas Masalah


Setelah nilai dari kriteria A, B, C, dan D didapat, hasil tersebut
dimasukkan dalam formula Nilai Prioritas Dasar (NPD) serta Nilai Prioritas
Total (NPT) untuk menentukan prioritas masalah yang dihadapi:
NPD = (A + B) x C
NPT = (A + B) x C x D

Tabel20. Urutan Prioritas Berdasarkan Perhitungan Hanlon Kuantitatif

Peringkat
No Program A B C D NPD NPT
Masalah

1. Cakupan kunjungan bumil k1 1 10,8 4 1 47,2 47,2 II

2. Cakupan kunjungan bumil k4 1 11 4 1 48 48 I


Ibu hamil dengan komplikasi
3. 4 8,83 2 1 25,66 25,66 X
yang ditangani
Pertolongan persalinan yang
4 1 9,55 3 1 31,65 31,65 VI
dibantu oleh tenaga kesehatan
5. CPR (KB Aktif) 3 10,5 2 1 27 27 VIII

6. Kunjungan nifas 1 10,25 3 1 33,75 33,75 IV

7. Cakupan Kn1 (lahir - 48 jam) 2 8,35 3 1 31,05 31,05 VII

41
8. Cakupan KN 1 7,9 3 1 26,7 26,7 IX

9. Cakupan PKN 2 11,75 3 1 41,25 41,25 III

10. Cakupan kunjungan balita sakit 2 9,05 3 1 33,15 33,15 V

D. Urutan Prioritas Masalah


1. Cakupan Kunjungan Bumil K4
2. Cakupan Kunjungan Bumil K1
3. Cakupan PKN
4. Kunjungan nifas
5. Cakupan Kunjungan Balita Sakit
6. Pertolongan Persalinan Yang Dibantu oleh Tenaga Kerja
7. Cakupan KN1
8. CPR (KB Aktif)
9. Cakupan KN
10. Ibu Hamil dengan Komplikasi yang Ditangani

42
DAFTAR PUSTAKA

1. About United Nation. United Nation, 2014. Available at


http://www.un.org/en/aboutun/languages.shtml. Accessed on 17th December,
2014.
2. Stalker P. Millenium Development Goals. Syebubakar A, Hadar I, Ega L,
Parray O, Hutayan R, Kuncoro A, Editors. 2nd edition. [serial online]
Available at :
http://www.undp.or.id/pubs/docs/let%20speak%20out%20for%20mdgs%20-
%20id.pdf. Accessed on 17th December, 2014.
3. World Health Organization. The Millennium Development Goals for Health:
A review of the indicators. Jakarta: World Health Organization; 2004.
4. Pembangunan Kesehatan Nasional. Universitas Sumatera Utara. Available at :
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/21014/5/Chapter%20I.pdf.
Accesed on 15th December, 2014.
5. RISKESDAS 2013. Available at
http://www.kesehatanibu.depkes.go.id/archives/678. Accessed on
15thDecember, 2014.
6. Puskesmas. Universitas Sumatera Utara. Available at:
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/31773/4/Chapter%20II.pdf.A
ccesed on 15thDecember, 2014.
7. Kementerian Kesehatan RI. Petunjuk Pelaksanaan Surveilans Gizi. Jakarta:
Direktorat Jendral Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak, 2012.

43