Anda di halaman 1dari 30

Diskusi Jumat

CARE OF ELDERLY PATIENT

OLEH:
CHRISTOPER PPP
GALIH PRASETIO
IMELDA HERMAN
SILVIA MARISCHA

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMPUNG
2017
BAB I. PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG

Lansia adalah tahap akhir siklus hidup manusia, merupakan bagian


dari proses kehidupan yang tak dapat dihindarkan dan akan
dialami oleh setiap individu

Populasi penuaan di Indonesia mulai muncul sebagai gambaran demografi


pergeseran penduduk usia lanjut dari sekitar 6% selama periode 1950-1990,
kini populasi lansia rata-rata 7,5% dari jumlah total penduduk dan bisa
diprediksi meningkat tajam pada tahun 2025.
Fenomena terjadinya peningkatan jumlah penduduk lansia
disebabkan oleh penurunan angka fertilitas penduduk, kenaikan
status kesehatan akibat kemajuan teknologi dan penelitian-penelitian
kedokteran, transisi epidemiologi dari penyakit infeksi menuju penyakit
degeneratif, perbaikan status gizi yang ditandai oleh peningkatan
kasus obesitas lansia (Fatmah,2010).
TUJUAN PENULISAN

1. Memenuhi tugas kepaniteraan klinik Ilmu Kedokteran


Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Lampung.
2. Menjelaskan tentang definisi dan permasalahan yang ada
pada lansia
3. Menjelaskan tentang perawatan pada lansia di puskesmas
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
DEFINISI LANSIA

seseorang yang karena usianya


mengalami perubahan biologis,
fisis, kejiwaan dan sosial (UU No.36
Lansia tahun 2009 tentang kesehatan).
(lanjut usia)
HAL-HAL TERKAIT USIA LANJUT

Lansia usia potensial


adalah lansia yang masih
Lansia adalah seseorang
mampu melakukan
yang telah mencapai usia
pekerjaan dan kegiatan
60 tahun keatas
yang dapat menghasilkan
barang atau jasa

Lansia yang tak potensial


adalah lansia yang tidak
berdaya mencari mafkah
sehingga hdupnya
bergantung pada
bantuan orang lain.
4 KELOMPOK LANSIA

1. Usia pertengahan 3. Lansia tua (Old)


(Middle Age)
: 75-90 tahun
: usia 45-59 tahun
4. Usia sangat tua (Very
2. Lansia (Elderly) Old) : usia di atas 90
: 60-74 tahun tahun
Usia kronologis
(kalender)

Usia biologis
menunjuk kepada jangka waktu seseorang sejak lahirnya berada dalam keadaan hidup tidak
mati

Usia psikologis
menunjuk kepada kemampuan seseorang untuk melakukan penyes uaian kepada situasi yang
dihadapinya
Permasalahan pada lanjut usia

1. Masalah 3. Masalah
kesehatan lansia psikologis lansia
2. Masalah 4. Masalah sosial
ekonomi lansia budaya lansia
Tujuan Puskesmas Santun Lanjut Usia

1. Melakukanperencanaan lebih 3. Memberikan kemudahan pelayanan


terarah dalam pelaksanaan sebagai bentuk penghargaan kepada
pelayanan kepada lanjut usia sesuai lanjut usia
dengan kebutuhan setempat.
4. Menurunkan angka kesakitan pada
lanjut usia di wilayah kerja puskemas
2. Melakukan pelayanan proaktif
serta pemberian pelayanan yang
komprehensif dan lebih berkualitas 5. Mewujudkan lanjut usia yang
bagi penduduk lanjut usia produktif dan bahagia
Puskesmas santun lanjut usia adalah: puskesmas yang
melakukan pelayanan kepada lanjut usia yang
mengutamakan aspek promotif dan pereventif
disamping aspek kuratif dan rehabilitatif, secara pro
aktif baik dan sopan serta memberikan kemudahan
dan dukungan bagi lanjut usia.
Kegiatan Poslansia (di dalam gedung)

1. Perencanaan: 2. Pelaksanaan :
a. Promotif 3. Monitoring dan evaluasi
a. Pengumpulan data dasar
melalui pencatatan dan
b. Pendekatan dan b. Preventif
pelaporan atau
kerjasama dengan lintas c. Kuratif pengamatan langsung
sektor dan masyarkat. d. Rehabilitatif
Kegiatan diluar gedung (posyandu lansia)

7. Pemeriksaan adanya zat putih


telur (protein)
1. Pemeriksaan aktifitas kegiatan 8. Pelaksanaan rujukan ke Rumah
sehari-hari sakit
2. Pemeriksaan status mental 9. Penyuluhan dan konseling
3. Pemeriksaan status gizi kesehatan
4. Pengukuran tekanan darah 10. Kunjugan rumah oleh kader
disertai petugas
5. Pemeriksaan hemoglobin
11. Pemberian makanan tambahan
6. Pemeriksaan penyakit gula
(PMT)
12. Kegiatan olahrga
Aspek pembinaan dan pelayanan

Promotif Aspek managerial :


Pengelolaan program
Preventif kesehatan lanjut usia
di Puskesmas
Kuratif dilaksanakan melalui
perencanaan,
rehabilitatif penggerakan sasaran
dan pemantauan
evaluasi
Populasi Lansia di Puskesmas Natar

No Nama Desa Pria Wanita Jumlah


1. Natar 549 570 1119

2. Merak Batin 646 672 1318

3. Negara Ratu 356 370 726

4. Rejosari 188 145 383

5. Kalisari 176 183 359

Jumlah 1990 1915 3905


Program Lansia di Puskesmas Natar

Posyandu Lansia

Akupesure

Taman Refleksi

Senam Lansia
Posyandu Lansia

Posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas Natar pada tahun 2014 masih ada 5
posyandu, kemudian pada tahun 2015 terdapat 6 posyandu, dan pada tahun 2016
sampai sekarang terdapat 7 posyandu. Posyandu lansia aktif dilakukan setiap bulan
sekali.
1. Pemeriksaan status gizi dengan penimbangan BB dan TB
2. Pengukuran tekanan darah
3. Pemeriksaan kesehatan fisik dan tatalaksana
4. Penyuluhan kesehatan
5. Akupresure
6. Senam Lansia
Taman Refleksi
TELAAH KRITIS JURNAL
Judul
Lebih dari 14 kata dalam bahasa Indonesia.
Nama penulis sudah sesuai dengan kaidah penulisan jurnal yang baik

Abstraksi (Abstract)
Abstrak yang baik adalah abstrak yang mengandum komponen IMRAD (Introductions,
Methods, Resume, and Discusion). (Mencakup)
Abstrak yang baik memiliki 200-250 kata (183 kata)
Pendahuluan (Introduction)

Bagian pertama mengemukakan alasan dilakukannya sebuah penulisan.


Bagian kedua menyatakan tujuan penulisan, dan desain yang digunakan.
Pada jurnal ini, sistematika isi pendahuluan sudah baik sesuai dengan komponen
penulisan yang baik. Pada pendahuluan, dijelaskan mengenai insidensi hipertensi
pada lansia dan faktor yang dapat mencegah terjadinya hipertensi
Methods
Bagian ini berisi metode penelitian yang digunakan, lokasi dan
waktu penelitian, populasi, sampel dan besar sampel, variabel
yang diteliti, tehnik pengelolaan data, rencana pengolahan dan
analisis data.
Pada jurnal ini, metode penelitian dijelaskan secara jelas.
Hasil dan Pembahasan

Semua hal yang relevan dibahas pada pembahasan. Hal yang


dikemukan pada hasil tidak sering diulang
Pembahasan dilakukan dengan menjabarkan upaya pemecahan
masalah yang menjadi topik utama jurnal. Pembasahan sudah cukup
baik, jelas, terstruktur, dan penjabaran dilakukan dengan lengkap dan
aplikatif.
Kesimpulan
Kesimpulan merangkum data pada pendahuluan dan
pembahasan.

Daftar Pustaka
Daftar pustaka disusun sesuai dengan aturan jurnal
yang baku.
Jurnal ini bersifat analitik dengan pendekatan kuantitatif.
Validity Menggunakan data primer dan data sekunder
Sumber kepustakaan berjumlah 11 kepustakaan

Dibahas mengenai ada hubungan antara perilaku olahraga, stress dan


pola makan dengan tingkat hipertensi lansia.
Importance Menunjukkan Pola makan lansia yang sering dikonsumsi harian
Diketahuinya faktor yang berperan dapat menanggulangi kejadian
hipertensi pada lansia.

Dapat diaplikasikan untuk menjadi dasar pengedalian hipertensi pada lansia.


Memiliki sampel yang cukup mewakili yaitu sebanyak 107 lansia dan di tambah dengan

Applicability
data buku KMS lansia di posyandu lansia kelurahan Gebang Putih kecamatan Sukolilo kota
Surabaya
Dapat menjadi acuan dasar untuk dilakukan penelitian lain mengenai hubungan fakto
faktor lainnya terhadap tingkat hipertensi pada lansia
TERIMA KASIH