Anda di halaman 1dari 21

PENYIAPAN

LAHAN PERTANIAN

PEMBUKAAN LAHAN
(LAND CLEARING)
DEFINISI
• Pemubukaan lahan (Land Clearing) berarti
mengubah kondisi lingkungan dari lahan
bervegetasi menjadi lahan yang bebas dari
vegetasi.
Kondisi akhir akan mengubah sifat-sifat lahan,
misalnya : sebelumnya tahan terhadap erosi, maka
kondisi baru akan sebaliknya. Agar lahan dapat
berfungsi sebaik-baiknya sebagai lahan pertanian
perlu dilakukan tahap pekerjaan lebih lanjut, yaitu
Pembentukan Lahan (Land Forming)
• Pembentukan Lahan (Land Forming) adalah
membentuk/mencetak areal sedemikian rupa
sehingga dapat digunakan secara efektif dan
efisien untuk usaha pertanian baik ditinjau
dari segi konservasi tanah, pengairan maupun
teknik bercocok tanam, dll.

Kegiatan pembentukan lahan terutama mencakup :


• Pemetaan areal pencetakan lahan
Peta topografi yang lebih rinci sangat diperlukan untuk untuk
memudahkan perhitungan gusur-timbun (cut and fill)
• Pembuatan sistem Pengairan (saluran irigasi dan
drainase)
• Pembuatan teras (terrasering).
Kriteria Pembukaan Lahan yang
Harus Dipenuhi
1. Permukaan tanah harus cukup bersih dan cukup
rata, bebas dari akar-akar, batu-batu dan umbi-
umbi yang memungkinkan tumbuh kembali,
sehingga dapat sepenuhnya digunakan untuk
penanaman
2. Sistematis penumpukan dan pengeringan yang
teratur untuk memudahkan pembakaran,
pembongkaran, pengangkutan dan pekerjaan
lanjutan lainnya
3. Kehilangan lapisan tanah atas (top soil) sedikit
mungkin.
PEMILIHAN METODE dan ALSIN
Berberapa Faktor yang Harus Diketahui untuk Menentukan Kekuatan Alsin
1. Tipe dan Kerapatan Pohon
– Padang alang-alang
– Semak belukar atau perdu
– Hutan tropis
– Daerah rawa dan pasang surut
– Sistem perakaran pohon
2. Karakteristik Fisik Tanah
– Tebal lapisan atas tanah (top soil)
– Jenis tanah : berpasir, berliat, berlempung
– Kekuatan tanah : daya tahan/dukung tanah
– Persentase jumlah tunggul dan batu-batuan
– Jumlah parit dan bukit serta keadaan topografi
3. Curah Hujan dan Iklim
4. Tujuan penggunaan lahan
5. Faktor Ekonomi
– Luas areal
– Jumlah, ukuran dan jenis bahan yang harus disingkirkan
– Letak proyek
Metode Land Clearing dan Alsin
1. Menyingkirkan pohon serta akarnya
– Buldoser Blades
– Land Clearing Blades dan Rakes
– Tree Dozer (Penumbang Pohon)
– Anchor Chains (Penggunaan Rantai)
– Greifzug (Handy Andy)
2. Pemotongan pada Permukaan Tanah
– Alat-alat Tangan : Parang, Kapak, Chainsaw, dll
Pembukaan lahan dengan alat-alat tangan masih banyak digunakan,
khususnya pada areal yang kecil
– Alat Besar : Shearing Blades, tipe : Angel blade dan V blade
3. Pemotongan di Bawah Lapisan Tanah
– Root Plow
– Under Cutter dengan Mounted Disk
– Tree Stumper
Contoh Alat-alat Tangan
Contoh Alat-alat Besar
Pengerjaan Land Clearing vs Peralatan
Proses Pengerjaan Land Clearing
Metode Kerja Land Clearing

• Metode Penebasan dan Penumbangan


– Metode Perimeter
– Metode Out Crop
– Metode Contour
– Metode Zig-Zag
• Metode Penumpukan (Piling)
• Metode Pembakaran
• Metode Harrowing
Metode Penebasan dan Penumbangan
Metode Penumpukan (Piling)
Metode Pembakaran
Metode Harrowing
Metode Lompat Kijang