Anda di halaman 1dari 17

HERNIA FEMORALIS

Desyta Peronica
IDENTITAS PASIEN
 Nama : Ny. S
 Usia : 58 tahun
 Alamat : Pabelan

 ANAMNESIS :Pasien datang dengan keluhan benjolan di pangkal paha kiri. Masa tonjolan mobile dan terkadang hilang.
Nyeri perut pada kuadran kiri bawah.

 PEMERIKSAAN FISIK
 Vital Sign :
 Keadaan Umum : Compos Mentis
 Tekanan darah : 120/80 mmHg
 Nadi : 80x/menit
 Respiratory Rate : 20x/menit
 Suhu : 36,8o C

 Kepala dan Leher : Tidak ditemukan conjunctiva anemis.


 Thorax dan Cor : Suara dasar vesikuler di kedua lapang paru, tidak ditemukan suara tambahan Suara S1-S2 reguler tanpa
bising.
 Abdomen : Dalam batas normal. Benjolan di kuadran kiri bawah mengarah ke medial kearah femur, kontensitas mobile
dan dapat dikembalikan .
 Ekstremitas : Hangat seluruh akral.
 PEMERIKSAAN PENUNJANG :Darah Hematologi, kimia dan serologi menunjukan batas normal.

DIAGNOSIS : Hernia Femoralis


TATALAKSANA : Hernioraphy
MASALAH YANG DIKAJI
Bagaimana Klasifikasi Hernia?
Bagaimana penegakan diagnosis Hernia Femoralis ?
Bagaimana penatalaksanaan Hernia?
HERNIA
Hernia merupakan protrusi atau penonjolan isi
suatu rongga melalui defek atau bagian lemah
dari dinding rongga yang bersangkutan.
HERNIA

Berdasarkan terjadinya:

 1) Hernia bawaan atau kongenital


 2) Hernia didapat atau akuisita
BERDASARKAN TEMPATNYA:

 - Hernia Inguinalis : adalah hernia isi perut yang


tampak di daerah sela paha (regioinguinalis).
 - Hernia femoralis : adalah hernia isi perut yang
tampak di daerah fosa femoralis.
 - Hernia umbilikalis : adalah hernia isi perut yang
tampak di daerah isi perut.
 - Hernia diafragmatik : adalah hernia yang masuk
melalui lubang diafragma ke dalam rongga dada.
 - Hernia nucleus pulposus (HNP).
BERDASARKAN SIFATNYA

Reponibel

Ireponibel

Akreta

Inkarserata
HERNIA FEMORALIS
 Hernia femoralis umumnya dijumpai pada
perempuan tua, kejadian pada permepuan kira-
kira 4 kali laki-laki. Keluhan biasanya berupa
benjolan di lipat paha yang muncul terutama
pada waktu melakukan kegiatan yang menaikan
tekana intraabdomen seperti saat mengangkat
barang atau batuk. Benjolan ini hilang pada
waktu berbaring.
PATOFISIOLOGI
Secara patofisiologi peninggian tekanan intrabdomen
akan mendorong lemak preperitoneal ke dalam
kalalis femoralis yang akan menjadi pembuka jalan
terjadinya hernia. Faktor penyebab lainnya dalah
kehamilan multipara, obesitas, dan generasi jaringan
ikat karena usia lanjut. Hernia femoralis sekunder
dapat terjadi sebagai komplikasi herniorafi pada
herna inguinalis, terutama yang memakaiteknik
Bassini dan Shouldice yang menyebabkan fasia
tranversa dan ligamnetum ingunale lebih tergeser ke
ventrokranialb sehingga kanalis femoralis lebih luas.
PENEGAKAN DIAGNOSIS

Anamnesis

Pemeriksaan
Fisik

Pemeriksaan
Penunjang
PENATALAKSANAAN
Konservatif
 Reposisi
 Suntikan
 Sabuk hernia
OPERATIF
Tujuan operasi hernia:
 - Reposisi isi hernia

 - Menutup pintu hernia

 - Mencegah residif dengan memperkuat dinding perut


Operasi hernia dilakukan dalam 3 tahap:
 Herniotomy :Membuka dan memotong kantong hernia
serta mengembalikan isi hernia ke cavum abdominalis.
 Hernioraphy :Mulai dari mengikat leher hernia dan
menggantungkannya pada conjoint tendon (penebalan
antara tepi bebas m.obliquus intraabdominalis dan
m.transversus abdominis yang berinsersio di tuberculum
pubicum).
 Hernioplasty:Menjahitkan conjoint tendon pada
ligamentum inguinale agar LMR hilang/tertutup dan
dinding perut jadi lebih kuat karena tertutup otot.
TERIMAKASIH