Anda di halaman 1dari 24

Referat

Terapi Cairan

Oleh : Nurul Amini

Pembimbing : dr.Lasmaria Flora, Sp.An L/O/G/O


Komposisi Cairan Tubuh

- Cairan Intraseluler
- Cairan Ekstraseluler :
Cairan intravaskuler
Cairan interstitial

- Cairan transeluler
(mEq/L Plasm Intersti Interse
a tial lular
Kation Na 142 114 15

K 4 4 150

Ca 5 2,5 2

Mg 3 1,5 27

Total 154 152 194

Anion Cl 103 114 8

HCO3 27 30 10

HPO4 2 2 100

SO4 1 1 20

As.Org 5 5 0
anik
Protein 16 0 63

Total 154 152 194


Terapi Cairan
• Tindakan untuk memelihara ataupun
mengganti cairan tubuh dengan
pemberian cairan infus secara
intravena untuk mengatasi berbagai
masalah gangguan keseimbangan
cairan dan elektrolit.

Tarapi cairan parioperatif :


-masa pra-bedah
-selama pembedahan
-pasca bedah.

www.themegallery.com
Etiologi Kehilangan Cairan

Kehilangan air dari badan karena


kurang pemasukan air atau
kehilangan
air berlebihan melalui paru, kulit, ginjal
1 atau saluran cerna

Kehilangan cairan karena kelebihan elektrolit


2

Kehilangan air dari badan karena


hipoosmolaritas
3
Kebutuhan Cairan Kebutuhan Cairan
Meningkat Menurun
 Demam ( 12% tiap  Hipotermi ( 12% tiap
kenaikan suhu 1C ) penurunan suhu 1C )

 Hiperventilasi  Kelembaban sangat


tinggi
 Suhu lingkungan tinggi
 Oligouri atau anuria
 Aktivitas ekstrim
 Aktivitas menurun
 Setiap kehilangan
 Retensi cairan ( ex:
abnormal (ex: diare,
gagal jantung, gagal
poliuri, dll )
ginjal, dll )

www.themegallery.com
Dehidrasi
Klinis Dehidrasi Dehidrasi Dehidrasi

Ringan (5%) Sedang (5-10%) Berat (> 10%)


Keadaan Umum Baik, Compos Gelisah, rewel ,lesu Letargik, tak sadar
Mentis
Mata cekung, Normal Cekung Sangat cekung
kering
Air mata Ada Kering Kering sekali
Mulut atau lidah Lembab Kering Sangat kering,
kering pecah-pecah
Haus Minum normal Haus Tak bisa minum
Turgor Baik Jelek Sangat jelek
Nadi Normal Cepat Cepat sekali
Tekanan darah Normal Turun Turun sekali
Air kemih Kurang, oliguri Kurang sekali
Normal
Homeostasis
• Ginjal, dengan mekanisme renin-
angiotensin, mempengaruhi tekanan darah.
• Kelenjar adrenal, dengan mekanisme
aldosteronakan mempengaruhi retensi
natrium.
• Kelenjar hipofisis, dengan mekanisme ADH,
akan mempengaruhi reabsorbsi air.
• Paru-paru, dengan mekanisme asidosis-
alkalosis untuk menjaga asam basa.

www.themegallery.com
Tujuan Terapi Cairan

3
Jenis-jenis cairan yang digunakan

Berdasarkan sifat
osmolaritasnya : Berdasarkan
• Cairan Hipotonik kelompoknya :
- NaCl 45%
- Dektrose 2,5%
• Cairan Kristaloid
• Cairan Isotonik - RL
- RL
- Normal Saline/NaCl 0,9%
- NaCl 0,9%
• Cairan Hipertonik • Cairan Koloid
- Dextrose 5%
- NaCl 45% hipertonik Koloid Alami
- Dextrose 5% + Ringer-Lactate Koloid Sintetik
- Dextrose 5% + NaCl 0,9%,
- produk darah (darah)
- albumin. www.themegallery.com
Kristaloid Koloid

Keuntungan  Tidak mahal  Mempertahankan cairan intravaskular lebih

baik (1/3 cairan bertahan selama 24 jam)


 Aliran urin lancar (meningkatkan
 Meningkatkan tekanan onkotik plasma
volume intravaskular)
 Membutuhkan volume yang lebih sedikit
 Pilihan cairan pertama untuk  Mengurangi kejadian edema perifer
resusitasi perdarahan dan trauma  Dapat menurunkan tekanan intrakranial

Kerugian  Mengencerkan tekanan osmotik  Mahal

 Menginduksi koagulopati (dextran &


koloid
helastarch)
 Menginduksi edema perifer
 Jika terdapat kerusakan kapiler, dapat
 Insidensi terjadinya edema
berpotensi terjadi perpindahan cairan ke
pulmonal lebih tinggi interstitial
 Membutuhkan volume yg lebih  Mengencerkan faktor pembekuan dan

besar trombosit

 Berpotensi menghambat tubulus renalis


 Efeknya sementara
dan sel retikuloendotelial di hepar

 Kemungkinan adanya reaksi anafilaksis

(dextran)
www.themegallery.com
Tatalaksana Terapi Cairan
• Terapi cairan resusitasi
Ditujukan untuk menggantikan
kehilangan akut cairan tubuh atau
ekspansi cepat dari cairan intravaskuler
untuk memperbaiki perfusi jaringan.
• Sebanyak 20 ml/kg selama 30-60 menit.
• Pada syok hemoragik diberi 2-3L/10
menit.

www.themegallery.com
Tatalaksana Terapi Cairan
• Terapi rumatan
Digunakan rumus Holiday Segar 4:2:1,
yaitu:

www.themegallery.com
Tatalaksana Terapi Cairan
• Pada pembedahan akan menyebabkan
cairan pindah ke ruang ketiga, ke ruang
peritoneum, ke luar tubuh
• Untuk menggantinya tergantung besar
kecilnya pembedahan, yaitu :
 6-8 ml/kg untuk bedah besar
 4-6 ml/kg untuk bedah sedang
 2-4 ml/kg untuk bedah kecil

www.themegallery.com
Tatalaksana Terapi Cairan
• Terapi Cairan Preoperatif
akibat dipuasakannya penderita terutama pada kasus
bedah elektif (sekitar 6-12 jam), dikoreksi dengan
cairan rumatan.
• Terapi Cairan Intraoperatif
dihitung berdasarkan kebutuhan dasar ditambah
dengan kehilangan cairan akibat pembedahan
(perdarahan, translokasi cairan dan penguapan atau
evaporasi).
• Terapi Cairan Postoperatif
Pemenuhan kebutuhan dasar/harian air, elektrolit dan
kalori/nutrisi.

www.themegallery.com
Transfusi Darah
• Pemberian darah atau komponen darah
dari satu individu (donor) ke individu
lainnya (resipien), dimana dapat menjadi
penyelamat nyawa, tetapi dapat pula
berbahaya dengan berbagai komplikasi

www.themegallery.com
Indikasi
• kadar hemoglobin dibawah 7,0 atau 8,0
g/dl, kecuali untuk pasien dengan
penyakit kritis
• kehilangan darah sebanyak 10-15%
volume darah pada bayi dan anak
• kehilangan darah sebanyak 20% volume
darah pada orang dewasa

www.themegallery.com
Jenis transfusi darah
• Darah utuh (whole blood)
• Sel darah merah pekat (packed red blood cell)
• Trombosit konsentrat (concentrate platelets)
• Granulosit feresis (granulocytes pheresis)

www.themegallery.com
Darah lengkap (whole blood)
• Indikasi : Kehilangan darah lebih dari
25-30% volume darah total

www.themegallery.com
Sel darah merah pekat (packed red
blood cell)
• Indikasi : pasien dengan anemia, yang
hanya memerlukan massa sel darah
merah pembawa oksigen saja

www.themegallery.com
Trombosit pekat ( concentrate
platelets)
• Indikasi : Setiap perdarahan spontan
atau suatu operasi besar dengan jumlah
trombositnya kurang dari 50.000/mm3

www.themegallery.com
Komplikasi
• Reaksi Transfusi Hemolitik
• Reaksi Transfusi Non Hemilitik
• Reaksi Non Imunologi

www.themegallery.com
L/O/G/O