Anda di halaman 1dari 20

Asuhan Keperawatan

Osteoporosis
Mayusef Sukmana, S.Kep., Ns., M.Kep., CWCS
Pengertian
• Osteoposis adalah kelainan di mana terjadi
penurunan massa tulang total. Terdapat
perubahan pergantian tulang homeostasis
normal, kecepatan resorpsi tulang lebih besar
dari kecepatan pembentukan tulang
mengakibatka penurunan masa total tulang
(Smeltzer, 2001)
Etiologi-Patogenesis
• Meningkatnya usia
• Kalsitonin yang menghambat resorpsi tulang
dan merangsang pembentukan tulang
mengalami penurunan.
• Berkurangnya estrogen yang menghambat
pemecahan tulang; wanita
• Kostikosteroid berlebihan, sindrom chusing,
hipertiroidisme hiperparatiroidisme
Cont…Etiologi-Patogenesis
• Kehilangan massa tulang karena faktor usia
terjadi ketika tercapainya puncak massa tulang,
pada wanita lebih cepat mengalami puncak
massa tulang. Pria masa puncak tulang lebih
besar dan tidak mengalami perubahan hormonal
mendadak
• Estrogen yang menghilang saat menopause
mengakibatkan percepatan resorpsi tulang dan
berlangsung terus selama bertahun-tahun pasca
menoupause.
Cont.. Etiologi-Patogenesis
• Faktor nutrisi; vitamin D penting untuk
absorpsi kalsium dan untuk mineralisasi tulang
normal untuk mempertahankan remodelling
tulang dan fungsi tubuh. Jika kurang terjadi
pengurangan massa tulang(11-24 tahun 1200
mg, dewasa 800 mg, wanita menopause 1-1,5
gr perhari, lansia sebanyak mungkin)
Cont… Etiologi-Patogenesis
• Keadaan medis penyerta (Malabsorbsi,
intoleransi laktosa, penyalahgunaan alkohol,
gagal ginjal, gagal hepar)
• Obat-obatan seperti: INH, heparin, tetrasiklin,
antasida, furosemid,, antikonvulsan,
kostikosteroid, suplemen tiroid)
• IMMOBILITAS tulang akan diresorpsi lebih
cepat dari pembentukannya, peningkatan
pengambilan kalsium
Tanda dan gejala
• Kifosis progresif, terjadi pengurangan tinggi
badan. Wanita menopause kehilangan bisa
mencapai 2,5 sampai 15 cm
• Relaksasi abdominal dan akibatnya perut
menonjol
• Deformitas dapat menyebabkan insufisiensi
paru
• kelelahan
Fisik diagnostik
• Terjadi demineralisasi 25 % sampai 40 %
• Tampak vertebra torakalis menjadi berbentuk
baji dan vertebra lumbalis bikonkaf
• Kalsium serum, fosfat serum, ekskresi kalsium
urine)
• CT scan untuk mengetahui massa tulang
Penatalaksanaan
• Diet kaya kalsium dan vitamin D(susu, keju,
brokoli kukus, salmon kaleng dengan
tulangnya) setiap hari
• Calsium cabonat
• Wanita menopause diberikan estrogen dan
progesteron
• Kalsitonin
Proses keperawatan pasien fraktur
patologis osteoporosis
• Identifikasi resiko osteoporosis
• Riwayat osteoporosis dalam keluarga
• Riwayat fraktur sebelumnya
• Konsumsi kalsium
• Mulai menopause
• Penggunaan obat-obatan yang mempengaruhi
osteoporosis
• Pemeriksaan fisik adanya fraktur, kifosis,
pemendekan badan, masalah mobilitas, dan
pernafasan akibat perubahan postur dan
kelemahan otot
• Konstipasi akibat immobilitas
Diagnosa keperawatan
• Kurang pengetahuan tentang penyakit dan
program terapi
• Nyeri berhubungan fraktur dan spasme otot
• Konstipasi berhubungan immobilisasi
• Resiko cedera berhubungan dengan tulang
osteoporosis
Intervensi keperawatan
• Memahami osteoporosis dan program
tindakan
1. Ajarkan hal yang mempengaruhi
osteoporosis
2. Jelaskan diet dan suplemen
3. Modifikasi gaya hidup
4. Latihan fisik dibawah sinar matahari pagi
Cont…intervensi keperawatan
• Meredakan nyeri
1. Anjurkan istirahat di tempat tidur
2. Kasur harus padat dan tidak lentur
3. Fleksi kan lutut untuk merelaksasi abdomen
4. Kompres hangat dan pijatan punggung
5. Hindari gerakan memuntir
6. Pasang korset lumbosakral
7. Berikan opoid oral diawal setelah itu analgetik
non-opoid
Cont…intervensi keperawatan
• Memperbaikan konstipasi
1. Kaji bising usus; kemungkinan ileus(kolaps
T10-L2)
2. Diet tinggi serat
3. Minum yang cukup
4. Laksatif
Cont…intervensi keperawatan
• Mencegah cedera
Lakukan aktivitas fisik berjalan di bawah sinar
matahari pagi.
Menjaga biomekanika yang baik, menghindari
gerakan yang tiba-tiba
Evaluasi
1. Mendapatkan pengetahuan mengenai
osteoporosis dan program penangannnya
a. Mampu menyebutkan hubungan asupan kalsium
dengan massa tulang
b. Mampu menyebutkan konsumsi kalsium diet
dengan jumlah yang cukup
c. Meningkatkan latihan fisik
d. Menggunakan terapi hormon
e. Menjalankan prosedur skrining yang dianjurkan
2. Nyeri berkurang
a. Nyeri berkurang saat istirahat
b. Nyeri berkurang selama latihan fisik
c. Nyeri berkurang pada tempat fraktur

3. Menunjukan pengosongan usus normal


a. Bising usus aktif
b. Gerakan usus teratur
• Tidak mengalami cedera/fraktur berulang
a. Mempertahankan postur yang bagus
b. Mempergunakan mekanika tubuh yang baik
c. Mengkonsumsi diet seimbang tinggi kalsium
dan vitamin D
d. Rajin menjalankan latihan berjalan
e. Menciptakan lingkungan rumah yang aman
TERIMA KASIH