Anda di halaman 1dari 27

PRA PROPOSAL DISERTASI

(HOW TO WRITE COMPARATIF ANALYSIS)

SYAMSUL BAHRI TANRERE


EKSPLORATIF
(merumuskan hipotesa)

DESKRIKTIF
TUJUAN (memaparkan krakteristik)

ANALITIK
JENIS (menganalisa hubungan)
PENELITIAN PROSES

PREDIKTIF
(meprediksi fenomena)
LOGIKA

HASIL
CAUSAL
(Pengaruh ……………)

ANALITIK ASSOSIATIF
(Hubungan ……………)

KOMPARATIF
(Studi komparatif ………..)
• Penelitian Komparatif adalah sejenis penelitian deskriptif yang ingin
mencari jawaban secara mendasar tentang sebab-akibat, dengan
menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya ataupun munculnya
suatu fenomena tertentu.

• Penelitian komparatif merupakan penelitian yang bersifat


membandingkan persamaan dan perbedaan dua atau lebih fakta-fakta
dan sifat-sifat objek yang di teliti berdasarkan kerangka pemikiran
tertentu.

• Variabel penelitian komparatif mandiri untuk sampel yang lebih dari


satu atau dalam waktu yang berbeda.

Penelitian komparatif adalah jenis penelitian yang


digunakan untuk membandingkan antara dua kelompok
atau lebih dari suatu variabel tertentu, membandingkan nilai satu
variable dengan variable lainnya dalam waktu yang berbeda.
• Analisis Komparatif merupakan bagian dari analisis horisontal, yaitu
suatu tehnik analisis dengan cara memperbandingkan fakta-fakta dan
sifat-sifat objek kasus yang di teliti dan/atau tendensi perubahan yang
terjadi dalam waktu yang berbeda.

• Apabila level analisis berfokus pada variabel-variabel non-sistemik


seperti individu, studi perbandingan berfokus pada variabel yang lebih
makro. Hal ini dikarenakan sistem yang bersifat lebih general dan
luas apabila dibandingkan dengan variabel lainnya.
• Metode penelitian komparatif adalah bersifat ex post facto.
Artinya, data dikumpulkan setelah semua kejadian / selesai
berlangsung, kemudian dianalisa akibat suatu fenomena
dan menguji hubungan sebab akibat dari data-data yang
tersedia.

• Hal yang dianalisa dan diuji:


1. Analisis isi (content analysis)
2. Analisis Wacana
3. Analisis Semiotik (Semiotic Analysis)
4. Analisis Framing
5. Analogi:
Analisis isi (content analysis)
• Penelitian yang bersifat pembahasan mendalam terhadap isi suatu informasi
tertulis atau tercetak.
• Analisis isi dapat digunakan untuk menganalisis semua disiplin ilmu sosial sebagai
teknik/metode penelitian.
• Analisis isi dapat dipergunakan jika memiliki syarat:
1. Data yang tersedia sebagian besar terdiri dari bahan-bahan yang terdokumentasi
(buku, surat kabar, pita rekaman, naskah/manuscript).
2. Ada keterangan pelengkap atau kerangka teori tertentu yang menerangkan
tentang dan sebagai metode pendekatan terhadap data tersebut.
3. Peneliti memiliki kemampuan teknis untuk mengolah bahan-bahan/data-data
yang dikumpulkannya karena sebagian dokumentasi tersebut bersifat sangat
khas/spesifik.
Analisis Wacana

• Analisis wacana adalah analisis isi yang lebih bersifat kualitatif dan dapat menjadi
salah satu alternatif untuk melengkapi dan menutupi kelemahan dari analisis isi
kuantitatif.

• Analisis kuantitatif, pertanyaan lebih ditekankan untuk menjawab “apa” (what) dari
pesan atau teks komunikasi, pada analisis wacana lebih difokuskan untuk melihat
pada “bagaimana” (how), yaitu bagaimana isi teks dan juga bagaimana pesan itu
disampaikan.

• Suatu wacana harus meliputi tiga dimensi : teks, kognisi sosial, dan konteks sosial.
Analisis Semiotik (Semiotic Analysis)
• Ilmu yang mempelajari deretan objek, peristiwa, dan kebudayaan sebagai tanda.

• Semiotik sebagai “ilmu tanda” (sign) dan segala yang berhubungan dengannya
cara berfungsinya, hubungannya dengan kata lain, pengirimannya, dan
penerimaannya oleh mereka yang mempergunakannya.

• Bidang yang bisa dipertimbangkan sebagai bahan kajian untuk semiotik


diantaranya:, komunikasi rabaan, bahasa yang diformalkan, bahasa tertulis,
komunikasi visual, sistem objek, dan sebagainya.

• Semiotika di bidang komunikasi: misalnya saja bisa mengambil objek penelitian,


seperti pemberitaan di media massa, film, dan sastra.
Analisis Framing

• Bagian dari analisis isi yang melakukan penilaian tentang wacana persaingan
antarkelompok yang muncul atau tampak . Dikenal konsep bingkai, yaitu
gagasan sentral yang terorganisasi, dan dapat dianalisis melalui dua turunannya,
yaitu simbol berupa framing device dan reasoning device.

• Framing device menunjuk pada penyebutan istilah tertentu yang menunjukkan


“julukan” pada satu wacana,
• Reasoning device menunjuk pada analisis sebab-akibat. Di dalamnya terdapat
beberapa ‘turunan’, yaitu metafora, perumpamaan atau pengandaian.
Analogi:
• Persamaan atau persesuaian antara dua benda atau dua hal yang berlainan.

• Simile : Majas pertautan yang membandingkan dua hal yang secara hakiki
berbeda, tetapi dianggap mengandung segi yang serupa, dinyatakan secara
eksplisit dengan kata seperti, bagai, laksana.

• Metafora : Pemakaian kata atau kelompok kata bukan dengan arti yang
sebenarnya, melainkan sebagai lukisan yang berdasarkan persamaan atau
perbandingan. Misal, tulang punggung. Di kalimat: Pemuda adalah tulang
punggung negara.
Tujuan Analisis Perbandingan
1. Untuk membandingkan persamaan dan perbedaan dua atau lebih fakta-
fakta dan sifat-sifat objek yang di teliti berdasarkan kerangka pemikiran
tertentu.

2. Untuk membuat generalisasi tingkat perbandingan berdasarkan cara


pandang atau kerangka berpikir tentu.

3. Untuk bisa menentukan mana yang lebih baik atau mana yang sebaiknya
dipilih.

4. Untuk menyelidiki kemungkinan hubungan sebab-akibat dengan cara


berdasar atas pengamatan terhadap akibat yang ada dan mencari kembali
faktor yang mungkin menjadi penyebab melalui data tertentu.
• Kegunaan Analisis ini dipergunakan untuk membandungkan rata-rata
antara dua atau lebih kelompok sample data.
• Asumsi dasar dalam analisis ini adalah bahwa var data yang
dibandingkan harus mengikuti distribusi normal. Contoh Hipotesis: -
Apakah terdapat perbedaan rata-rata hasil ujian mata kuliah Tafsir
antara kelas A dan kelas B

• Manfaat dari perbandingan :.


1. Membantu pembaca menangkap ide yang sulit dicerna.
2. Membuang deskripsi yang jumlahnya berlebihan. Hal ini dapat
membuat naskah pun menjadi lebih padat dan memberikan
kesempatan pada tiap kata untuk “berbicara”
3. Membuat karya lebih puitis dan berseni tinggi.
Fungsi Analisis Perbandingan

1. Untuk mengetahui perubahan masing-masing unsur laporan


dalam beberapa periode.

2. Sebagai dasar pembuatan perencanaan,kebijaksanaan,


keputusan, serta tindakan operasional yang akan datang.
Kelebihan penelitian kausal komparatif:

1. Suatu penelitian yang layak dalam banyak hal bila metode


eksperimental tidak memungkinkan untuk dilakukan.

2. Akan menghasilkan informasi yang bermanfaat mengenai hakikat


fenomena : apa sesuai dengan apa, dibawah kondisi apa, dalam
urutan dan pola apa, dan seterusnya.

3. Memperbaiki teknik, metode, dan desain dengan pengontrolan


fitur-fitur secara parsial.
Kelemahan sebagai berikut:
1. Tidak adanya kontrol terhadap variabel bebas.
2. Kesulitan dalam menentukan faktor penyebab yang relevan yang secara aktual
termasuk diantara banyak faktor dibawah penelitian.
3. Kesulitan bahwa tidak ada faktor tunggal yang menyebabkan suatu hasil, tapi
merupakan kombinasi dan interaksi dari berbagai faktor yang berkaitan dibawah
kondisi tertentu untuk menghasilkan hasil yang ditentukan.
4. Suatu fenomena tidak hanya dihasilkan dari berbagai penyebab, tetapi juga dari
satu penyebab dalam suatu kejadian dan dari penyebab lain dari kejadian yang
lain.
5. Apabila hubungan antara dua variabel telah terungkap, penentuan mana penyebab
dan mana akibat mungkin sulit.
6. Terdapat fakta bahwa dua atau lebih faktor yang berhubungan tidak harus
mempunyai implikasi hubungan sebab-akibat.
7. Pengklasifikasian subyek kedalam kelompok dikotomi (seperti kelompok
berprestasi dan kelompok tidak berprestasi) untuk tujuan perbandingan, penuh
dengan masalah karena kategori ini adalah samar, berubah-ubah, dan bersifat
sementara
8. Studi perbandingan dalam suatu situasi yang alamiah tidak memungkinkan
pemilihan subyek penelitian yang terkontrol.
Jenis Analisis perbandingan

1. Analisis Perubahan :
Untuk melihat perubahan posisi dalam dua atau tiga kasus dari hasil penelitian .

2. Analisis Kecenderungan :
Untuk melihat kecenderungan arah posisi dalam waktu lebih dari tiga kasus dari
hasil penelitian
Prosedur Analisis Perbandingan

1. Pelajari menyeluruh dan bila perlu menyusun kembali sesuai dengan


tujuan analisis.

2. Adakan perhitungan analisis perubahan (besar dan kecil ) terhadap


suatu kasus

3. Interpretasi & kesimpulan hasil analisis perbandingan.


Prosedur Penelitian Komparatif

1. Penelitian Komparatif,dilakukan dalam lima tahap:


• Penentuan masalah penelitian, dalam perumusan masalah penelitian atau pertanyaan
penelitian, kita berspekulasi dengan penyebab fenomena berdasarkan penelitian
sebelumnya, teori, atau pengamatan.
• Penentuan kelompok yang memiliki karakteristik yang ingin diteliti.
• Pemilihan kelompok pembanding, dengan mempertimbangkan karakteristik atau
pengalaman yang membedakan kelompok harus jelas dan didefinisikan secara
operasional . (Mengontrol variabel ekstra untuk membantu menjamin kesamaan kedua
kelompok).
• Pengumpulan data, dilakukan dengan menggunakan instrumen penelitian yang
memenuhi persyaratan validitas dan reliabilitas.
• Analisis data, dimulai dengan analisis statistik deskriptif menghitung rata-rata dan
simpangan baku. Selanjutnya dilakukan analisis yang mendalam dengan statistik
inferensial.
2. Penelitian mengenai penyebab pesan yang berupa
pengaruh dua pesan yang dihasilkan dua sumber (A
dan B) terhadap variabel perilaku sehingga
menimbulkan nilai, sikap, motif, dan masalah pada
sumber B.

3. Penelitian mengenai efek pesan A terhadap penerima B.


Pertanyaan yang diajukan adalah apakah efek atau
akibat dari proses komunikasi yang telah berlangsung
terhadap penerima.
Teknik Analisis Data
• Apabila datanya berbentuk nominal, maka digunakan
teknik statistic : binomial dan chi kuadrat satu sampel.

• Apabila datanya berbentuk ordinal, maka digunakan


teknik statistik run test.

• Apabila datanya berbentuk interval atau ratio maka


digunakan tes satu sampel.
• Dalam penelitian komparatif, sering digunakan teknik korelasi, yaitu meneliti derajat
ketergantungan dalam hubungan-hubungan antarvariabel dengan menggunakan
koefisien korelasi.
• Penggunaan koefisien korelasi hanya menyatakan tinggi rendahnya ketergantungan
antarvariabel yang diuji, tetapi tidak menyatakan ada tidaknya hubungan yang terjadi.
• Pada metode eksperimental, peneliti dapat menguji ada tidaknya efek tertentu.
• Penggunaan teknik korelasi dalam penelitian komparatif mengandung kelemahan-
kelemahan, antara lain :
1. Menjurus pada keterbiasaan menggunakan teknik korelasi dengan memasang
variable apa saja tanpa pilih yang menjurus pula kepada interpretasi yang salah.
2. Tidak adanya control terhadap variable bebas, dan tidak dapat melihat ada
tidaknya hubungan kausal antarvariabel.
3. Peneliti tidak dapat mengenal, yang mana variable bebas dan mana variable
dependen
Penelitian komparatif dapat digunakan jika :

1. Metode eksperimental yang dianggap lebih kuat tidak memungkinkan untuk dilakukan
2. Penelitian tidak mungkin memilih, mengontrol, dan memanipulasi faktor – faktor yang
penting untuk mempelajari hubungan sebab akibat secara langsung
3. Pengontrolan terhadap seluruh variabel ( kecuali variabel bebas ) sangat tidak realistis
dan terlalu dibuat – buat, serta mencegah interaksi secara normal dengan variabel –
variabel lain yang berpengaruh
4. Pengontrolan untuk beberapa tujuan penelitian dianggap tidak praktis, atau secara
etika dipertanyakan
Desain Analisis

• Bersifat deskriptif, Dalam praktik dilakukan dengan cara melakukan perbandingan:


- Pesan dokumen yang sama pada waktu yang berbeda. (Analisis dapat membuat
kesimpulan mengenai kecenderungan isi komunikasi).
- Perbandingan pesan dari sumber yang sama/tunggal dalam situasi-situasi yang
berbeda. (Studi tentang pengaruh situasi terhadap isi komunikasi.)
- Perbandingan pesan dari sumber yang sama terhadap penerima yang berbeda. (Studi
tentang pengaruh ciri-ciri audience terhadap isi dan gaya komunikasi).
- Analisis antar-pesan, yaitu perbandingan isi komunikasi pada waktu, situasi atau
audience yang berbeda. (Studi tentang hubungan dua variabel dalam satu atau
sekumpulan dokumen).
- Pengujian hipotesis mengenai perbandingan pesan dari dua sumber yang berbeda.
(Studi perbedaan antarkomunikator.)
Tahapan Proses Penelitian Analisis
1. Penetapan desain atau model penelitian. Di sini ditetapkan berapa media, analisis
perbandingan atau korelasi, objeknya banyak atau sedikit dan sebagainya.

2. Pencarian data pokok atau data primer, yaitu teks itu sendiri. Sebagai analisis maka
teks merupakan objek yang pokok . (Pencarian dapat dilakukan dengan menggunakan
lembar formulir pengamatan tertentu yang sengaja dibuat untuk keperluan pencarian
data tersebut).

3. Pencarian pengetahuan kontekstual agar penelitian yang dilakukan tidak berada di ruang
hampa, tetapi terlihat kait-mengait dengan faktor-faktor lain.
Langkah-langkah Penelitian Komparatif
1. Rumuskan dan definisikan masalah.
2. Jejaki dan teliti literature yang ada.
3. Rumuskan kerangka teoritis dan hipotesa-hipotesa serta asumsi-asumsi yang
dipakai.
4. Buatlah rancangan penelitian
5. Pilih subjek yang digunakan dengan teknik pengumpulan data yang diinginkan.
6. Kategorikan sifat-sifat atau atribut-atribut atau hal-hal lain yang sesuai dengan
masalah yang ingin dipecahkan, untuk memudahkan analisa sebab akibat.
7. Uji hipotesa, buat interpretasi terhadap hubugan dengan teknik statistic yang
tepat.
8. Buat generalisasi, kesimpulan seta implikasi kebijakan.
9. Susun laporan dengan cara penulisan ilmiah.
Laporan Hasil Penelitian yang tidak seragam disebabkan:

1. Adanya keinginan khusus dari peneliti mempengaruhi gambaran


pemilihan metode
2. Adanya perbedaan dalam penggunaan mentode yang diharapkan
dari hasil
3. Adanya perbedaan pendapat dalam menyusun, penilaian aktiva
tetap pada penggunakan