Anda di halaman 1dari 28

KEDOKTERAN

KOMUNITAS
DR, SULTAN BPSPURAENA, MS, SPOK
Beberapa pengertian
Kedokteran Komunitas menurut
para ahli :
 adalah suatu pengetahuan dan
penerapannya yang memperhatikan antara
individu dan dunia ( lingkungannya )
berkaitan dengan sehat dan sakit.
Aktivitasnya meliputi pendidikan, riset dan
pelayanan dengan perhatian khusus pada
kesehatan penduduk manusia dalam
lingkungan komunitasnya dimana mereka
tinggal. ( Rodney M. Coe & Max Pepper,
1978 ).
 adalah cabang dari ilmu kedokteran yang
memperhatikan kebutuhan dan kondisi kesehatan
dan menghadapi hal ini dengan metoda dan
intervensi yang tepat guna bagi kelompok
penduduk yang jelas jumlah dan susunannya.
Kedokteran komunitas peduli atas kesehatan dari
apa yang dikenal dengan kelompok penduduk
tertentu. Istilah kedokteran sosial dan kedokteran
pencegahan tidak dapat dipertukarkan dengan
kedokteran komunitas, karena kedokteran
komunitas mencakup kedokteran sosial, kedokteran
pencegahan dan juga kedokteran kuratif (
kedokteran klinik ). ( Willoughby Lathem, 1979 ).
 adalah cabang ilmu kedokteran yang
memusatkan perhatiannya pada
pemenuhan kebutuhan dan penyelesaian
masalah kesehatan individu karena interaksi
dengan lingkungannya, serta pemenuhan
dan penyelesaian masalah kelompok –
kelompok dalam masyarakat.
DISIPLIN SAINS KEDOKTERAN :

1. Ilmu ilmu biomedis : anatomi, fisiologi, genetika,


patologi, kimia, biokimia, biologi, mikrobiologi,
fisika medis.
2. Kedokteran Klinis: melakukan penilaian pasien
dalam rangka mendiagnosis, mengobati, dan
mencegah penyakit, dan melaukan
pertimbangan dan keputusan klinis.
3. Kedokteran Komunitas : mencegah penyakit dan
meningkatkan derajat kesehatan anggota
anggota komunitas
1. ILMU BIOMEDIS

Riset biomedis merupakan riset dasar yang bertujuan


untuk menemukan kandidat yang bisa
dikembangkan untuk menemukan teknologi
kedokteran (misalnya, tes diagnostik) dan
pengobatan baru (misalnya, antibiotika baru).
Melalui riset dasar biomedis dapat ditemukan
terobosan baru yang dapat memberikaan kontribusi
signifikan untuk memecahkan masalah kesehatan
pasien, keluarga, dan komunitas.
2. KEDOKTERAN KLINIS

• Dalam praktik klinis, dokter melakukan penilaian


pasien dalam rangka untuk mendiagnosis,
mengobati, dan mencegah penyakit, dengan
melakukan pertimbangan dan keputusan klinis
(clinical judgment). Hubungan dokter-pasien
dimulai dengan interaksi dokter-pasien, melalukan
wawancara (anamnesis) untuk menemukan
riwayat keluhan (symptoms) pasien, melakukan
pemeriksaan riwayat medis dalam rekam medis,
dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik klasik
kedokteran, meliputi inspeksi, palpasi, auskultasi,
perkusi.
KEDOKTERAN KOMUNITAS

• Kedokteran komunitas (community medicine)


adalah cabang kedokteran yang memusatkan
perhatian kepada kesehatan anggota-anggota
komunitas, dengan menekankan diagnosis dini
penyakit, memperhatikan faktor-faktor yang
membahayakan (hazard) kesehatan yang berasal
dari lingkungan dan pekerjaan, serta pencegahan
penyakit pada komunitas (The Free Dictionary,
2010).
No Variabel Kedokteran Klinis Kedokteran Komunitas
Individu sakit dan sehat, dan
1 Klien Individu sakit (pasien) anggota
komunitas
Teori kuman (“Germ Kausasi majemuk (multikausal);
2 Konsep kausasi theory”) – prioritas
kepada faktor risiko perilaku, sosial,
(peneybab) masalah kausa tunggal dan
kesehatan dan
penyakit lingkungan
3 Level kausa masalah Individu Individu, keluarga, komunitas, dan
kesehatan dan
penyakit lingkungannya
Jenis pelayanan
4 kesehatan Kuratif Komprehensif (preventif, promotif,
kuratif, rehabilitatif); penekanan
pada
pelayanan kesehatan preventif dan
promotif
5 Tingkat kecanggihan Pelayanan medis spesialistik Pelayanan kesehatan esensial (=dasar,

pelayanan kesehatan primer)

6 Level intervensi Individu (upaya kesehatan Individu (UKP) dan komunitas (upaya

(pelayanan kesehatan) perorangan, UKP) kesehatan masyarakat, UKM)

7 Tujuan pelayanan Ketiadaan penyakit (“absence Ketiadaan penyakit dan perbaikan

kesehatan of disease”) kualitas hidup

8 Dampak kesehatan yang Kesehatan individu (pasien) Kesehatan semua anggota komunitas

ingin dicapai (“Health for All”), produktivitas dan

pembangunan sosial-ekonomi

9 Tanggungjawab kesehatan Dokter dan tenaga kesehatan Dokter, tenaga kesehatan profesional,

profesional dan komunitas


KEDOKTERAN KELUARGA

• Kedokteran keluarga (family medicine) adalah


disiplin ilmu yang menekankan pentingnya
pemberian pelayanan kesehatan yang personal,
primer, komprehensif, dan berkelanjutan
(continuing) kepada individu dalam
hubungannnya dengan keluarga, komunitas, dan
lingkungannya
TERDAPAT BEBERAPA NILAI-NILAI UTAMA YANG DIANUT DALAM
KEDOKTERAN KELUARGA (NATIONAL UNIVERSITY OF SINGAPORE,
2004, WIKIPEDIA, 2010E):

• Pelayanan berpusat pada pasien (patient-centered care) dan perhatian


khsus kepada hubungan dokter-asien
• Pendekatan holistik kepada pasien dan masalahnya – masalah penyakit
pasien tidak hanya disebabkan oleh dimensi fisik tetapi juga sosial dan
psikologi (model bio-pskio-sosial penyakit)
.
• Kedokteran pencegahan – memberikan dampak kepada status
kesehatan yang lebih panjang daripada kedokteran kuratif

• Semua usia – dokter keluarga melayani orang dari segala usia, sehingga
dokter keluarga disebut sebagai “specialist in breadth”, berbeda
dengan spesialis di rumah sakit yang “specialist in depth”.

• Dokter keluarga bersedia memberikan pelayanan tidak hanya di ruang


konsultasi klinik tetapi juga di rumah dan setting pelayanan lainnya.
KEDOKTERAN OKUPASI

• Kedokteran okupasi (occupational medicine)


merupakan sebuah disiplin ilmu yang mempelajari
pengaruh pekerjaan terhadap kesehatan pekerja
dan pengaruh kesehatan pekerja terhadap
pekerjaan. Kedokteran okupasi melakukan
intervensi kesehatan yang ditujukan kepada para
pekerja dan lingkungan kerjanya, yang bersifat
pencegahan primer (health promotion, specific
protection), sekunder (early detection and prompt
treatment), dan tersier (disability limitation,
rehabilitation, prevention of premature death).
Individu
dalam
ekosistem

Ilmu Host -Agent-


pendukung Environment

Komponen Tingkat
Administrasi / Upaya
Manajemen Kesehatan
1. INDIVIDU DAN EKOSISTEM

Individu merupakan bagian yang tak terpisahkan


dari lingkungan dan komunitasnya, dalam
hubungan interaksi yang berkesinambungan dalam
suatu ekosistem

Diperlukan pemahaman manusia seutuhnya


sebagai makhluk Bio-Psiko-Sosial dan Spiritual
2. HOST-AGENT-ENVIRONMENT

HOST

AGENT ENVIRONMENT

Masalah kesehatan dipengaruhi oleh ketiga faktor tersebut maka ruang lingkup kajian
kedokteran komunitas harus mencakup ketiga sasaran tersebut.
3. TINGKAT UPAYA
KESEHATAN
Mencakup semua tingkat upaya kesehatan :
4. KOMPONEN ADMINISTRASI /
MANAJEMEN
Mencakup semua komponen administrasi /
manajemen:

Semua komponen tersebut diperlukan pada semua tahap upaya


kesehatan terhadap individu, keluarga, dan komunitas baik di
institusi maupun dimasyarakat.
5. ILMU PENDUKUNG

Ruang lingkup kedokteran komunitas dapat pula dilihat


dari ilmu yang mendukung.

Ilmu pendukung tersebut adalah :


 Statistik
 Epidemiologi
 Ilmu perilaku ( behaviour sciences )
5 Konsep Dasar Ilmu Kedokteran Komunitas :

1. Penyakit sebagai proses dengan penyebab ganda

2. Keanekaragaman biologik

4. Peran serta masyarakat

3. Lima tingkat pencegahan

5. Prioritas
1. PENYAKIT SEBAGAI PROSES DENGAN
PENYEBAB GANDA

Kedokteran komunitas berbeda dengan


kedokteran klinik dalam hal menetapkan diagnosis :

 Kedokteran klinik menggunakan konsep satu penyakit


dengan penyebab tunggal

 Kedokteran komunitas menanamkan konsep bahwa


penyakit atau masalah kesehatan merupakan proses yang
dimulai dari lingkungan sehingga penyebabnya ganda (
lebih dari satu )
... LANJUTAN
1. PENYAKIT SEBAGAI PROSES DENGAN
PENYEBAB GANDA
Kesehatan seseorang dipengaruhi oleh :

•Sifat dasar agent


Penyebab Spesifik •Resistensi
•Labilitas
( Eksternal ) •Reservoir
•Penyebaran agent penyakit

Sifat – sifat dalam •Umur


•Jenis kelamin
Diri Seseorang •Kebiasan / gaya hidup
•Meknisme pertahanan tubuh
( Internal ) •Genetik

Lingkungan •Fisik
•Biologik
Tempat Hidup •Sosekbud
2. KEANEKARAGAMAN BIOLOGIK

Kedokteran komunitas memandang sehat dan sakit


dalam konteks komunitas atau populasi dengan
memperhatikan keanekaragaman biologik atau
pendekatan epidemiologi.
3. LIMA TINGKAT PENCEGAHAN

TINGKAT TINGKAT
PROSES PENCEGAHA
PENYAKIT N

1. Pra-pathogenesis (kondisi 1. Upaya kesehatan promotif


sehat) 2. Upaya kesehatan proteksi khusus
2. Masa tunas (inkubasi)
BATAS ANTARA KEDUANYA SULIT DIKENALI PENCEGAHAN PRIMER
3. Masa penyakit dini 3. Diagnosis dini dan tindakan segera
4. Masa penyakit lanjut 4. Pengobatan adekuat membatasi cacat

PENYAKIT FASE KLINIK PENCEGAHAN SEKUNDER

5. Masa penyakit akhir 5. Rehabilitasi fisik, mental dan sosial


PENCEGAHAN TERSIER
4. PERAN SERTA MASYARAKAT

Upaya kesehatan melandaskan kegiatannya pada


masyarakat, baik sebagai pelaku , maupun sebagai
sasaran
Upaya kesehatan adalah upaya dari, oleh dan untuk
masyarakat secara terorganisir
Masyarakat berperan serta dalam perencaan, pelaksanaan
maupun evaluasi upaya kesehtan dalam komunitasnya
Masyarakat yang dimaksud tidak hanya masyarakat awam
melainkan juga masyarakat profesional bidang kesehatan,
lembaga swadaya & organisasi masyarakat ( LSOM ) dan
pihak swasta bidang kesehatan
Upaya kesehatan merupakan tenaga ahli
kesehatan, masyarakat dan sektor terkait
Kedokteran komunitas bertindak sebagai pembela
pemeliharaan kesehatan masyarakat dalam artian selalu
berorientasi kepada kebutuhan dan manfaat komunitas.
5. PRIORITAS

 Upaya kesehatan senantiasa berpegang pada


prinsip prioritas, efisiensi dan efektifitas sehingga
tercapai keseimbangan antara pemerataan dan
peningkatan mutu, antara kuantitas dan kualitas
pelayanan kesehatan.
 Upaya kesehatan yang kini populer sebagai
pelayanan menyeluruh terpadu seperti usaha
kesehatan pokok ( basic health services ) dan
upaya kesehatan dasar ( primary health care
) pada dasarnya merupakan penerapan prinsip
prioritas, efisiensi dan efektifitas.
Terima Kasih