Anda di halaman 1dari 15

DISTRIBUSI PROBABILITAS

VARIABEL DISKRIT DAN VARIABEL KONTINYU

 VARIABEL  karakteristik yang bisa


memberikan sekurang-kurangnya dua klasifikasi
yang berbeda atau hasil perhitungan atau
pengukuran yang berbeda
 Contoh Variabel Jenis Kelamin:
• Laki-laki
• Perempuan
 Variabel dibedakan menjadi:
 VARIABEL KUALITATIF
 VARIABEL KUANTITATIF
VARIABEL KUALITATIF
 Variabel Dikotomus  Variabel yang hanya dapat
diklasifikasi (dikelompokkan) menjadi dua nilai
saja,
 Misalnya: Jenis Kelamin (laki-laki dan perempuan)
 Variabel Polikotomus  Variabel yang dapat
dikelompokkan ke dalam beberapa nilai,
 Misalnya: Agama, Jenis Pekerjaan, dll
 Variabel Ordinal  Variabel yang dikelompokkan
berdasarkan urutan,
 Misalnya: tingkat pendidikan (dasar, menengah,
tinggi)
Variabel kuantitatif
 V. Kuantitatif  variabel yang hasil pengukuran/
perhitungannya berupa bilangan angka.
 Variabel Kuantitatif dibedakan menjadi:
 Variabel Diskrit  Variabel yang hasil
perhitungannya dinyatakan dalam bilangan angka
bulat (asli)
• Misalnya: jumlah mobil, jumlah mahasiswa, dll
 Variabel Kontinyu  Variabel yang hasil
perhitungannya dapat dinyatakan juga dalam
bilangan angka pecahan
• Misalnya: tinggi badan, luas ruangan, berat beban, dll
Distribusi probabilitas
 Adalah susunan frekuensi probabilitas dari
variabel dikrit atau peristiwa-peristiwa yang
bersifat Diskrit.
 Contoh (1):
 Dua buah mata uang (koin) dengan masing-masing
dua permukaan dilemparkan ke atas satu kali.
Permukaan yang bisa kita peroleh dari pelemparan
itu adalah salah satu dari kemungkinan berikut:
• Permukaan A (Angka) untuk koin 1 dan koin 2
• Permukaan A untuk Koin 1 dan B (Gambar) untuk Koin 2
• Permukaan B untuk Koin 1 dan A untuk Koin 2
• Permukaan B untuk koin 1 dan koin 2
 P (A) = 0,50 Permukaan
Banyaknya
Probabilitas
Permuk B
 P(B) = 0,50
AA 0 0,50 x 0,50 = 0,25
(Catatan: 0,50 didapat
karena koin permukaannya AB 1 0,50 x 0,50 = 0,25
simetris/ sama persis
BA 1 0,50 x 0,50 = 0,25
ukurannya)
BB 2 0,50 x 0,50 = 0,25
 Karena Permukaan 2 dan Permukaan B Probabilitas

3 nilainya sama, maka


dapat disusun distribusi
0 0,25
probabilitasnya sebagai
berikut: 1 0,50

 Permukaan B muncul 1 2 0,25

kali pada masing-masing Jumlah 1,00


alternatif (2 dan 3)
sehingga didapat
 0,25+0,25 = 0,50
Histogram distribusi probabilitas
Probabilitas

0,50

0,25

Permukaan B
1 2 3
 Contoh (2):
 Tiga koin dilempat 1 kali. Maka akan diperoleh
kemungkinan kejadian sebagai berikut:
Permukaan Banyaknya Permukaan B Probabilitas
yang diperoleh
AAA 0 0,125
AAB
ABA 1 0,375
BAA
ABB
BAB 2 0,375
BBA
BBB 3 0,125
Jumlah 1,000 =1
Histogram

0,375

0,125

0 1 2 3 Permukaan B
Distribusi binomial
 Adalah distibusi suatu probabilitas teoritis dengan variabel
random diskrit (discrete random variable)
 Jika:
 Probabilitas “Sukses” = p
 Probabilitas “Tidak Sukses” = Q (1-P)
 Maka:
 Probabilitas terjadinya peristiwa yang diharapkan sebanyak X
kali dari n kejadian dinyatakan dalam rumus:
n n
P (X;n) = ( ) px (1-p)n-x, ( ) Binomial Koefisien
X X
 Artinya:
 X kali akan sukses, dan
 n – X kali akan gagal
n
 ( X)
diperoleh dengan rumus:
n!
X! (n-X)!
 0! Nilainya 1 (menurut definisi)
 Jadi:
 P(X;n) = n! px.qn-x
x!(n-x)!
 Contoh:
 Koefisien Binomial untuk 2 kali sukses dari 5
kejadian adalah?
 n!
x!(n-x)!
 5!
2!(5-2)!
 5x4x3x2x1
2x1(3x2x1)
 20/2 =10
 Contoh Binomial Koefisien pada hal. 61, 62, 63
 10 coin
 4 dadu