Anda di halaman 1dari 40

KELOMPOK 3

ANGGOTA :
APRIANA HIJRIATUN HASANAH
HENDRI PRATAMA YUDHY
JUHAENI GLFEBRI AULIA
NI KADEK DIAH PUSPITA DEWI
REKA SOPIYANTI
VIVIN SEPTA KIHANTARI
PREEKLAMPSIA, EKLAMPSIA DAN
INFERTILITAS
PREEKLAMPSIA DAN EKLAMPSIA
INFERTILITAS
FERTILISASI  pertemuan sperma dengan
sel telur.
DEFINISI INFERTILITAS
• Belum terjadi kehamilan
pada pasangan suami istri
yang telah berhubungan
teratur selama satu tahun
tanpa memakai alat
ataupun metode kontrasepsi.

• Definisi waktu tidak berlaku pada suami atau


istri dengan penyebab infertilitas yang jelas
seperti haid tidak teratur, salpingitis,
endometriosis, tidak turunnya testis atau orkitis.
Pembagian Infertilitas
Infertilitas Primer :
jika istri belum berhasil hamil
walaupun bersenggama teratur
dan dihadapkan pada
kemungkinan kehamilan selama
12 bulan berturut-turut

Infertilitas Sekunder :
istri pernah hamil, akan tetapi
istri tidak hamil lagi walaupun
bersenggama dan dihadapkan
kepada kemungkinan kehamilan
selama 12 bulan
15% dari pasangan suami istri • Sperma disebut sehat jika
mempunyai kesulitan untuk memenuhi beberapa
mendapatkan keturunan. syarat seperti volume
Sebagai penyebab dari sperma, kualitas,
pasangan infertilitas tersebut motilitas dan bentuk
adalah 35% dari pihak pria, sperma. Salah satu dari
40% dari pihak wanita dan syarat-syarat tersebut
25% dari keduanya. tidak terpenuhi maka
akan mengganggu fungsi
reproduksi tubuh yakni
kesulitan membuahi sel
telur.
PENYEBAB INFERTILITAS
1. Faktor istri
2. Faktor suami
3. Faktor suami-istri
4. Faktor yang tidak dapat dijelaskan
FAKTOR ISTRI
INFERTILITAS PADA REPRODUKSI
WANITA
• Gangguan pada ovulasi –> tidak ada ovum yang
matang
• Gangguan pada tuba uterine –> sumbatan atau
perlekatan pada tuba uterine.
• Catatan : ovum matang hanya bertahan 24 jam.
Jika tidak dibuahi dalam 24 jam maka tidak
terjadi embrio.
• gangguan hormon (FSH, LH, Estrogen dan
progesteron)
• gangguan uterus / rahim (infeksi / tumor)
• antibodi terhadap sperma
• Beberapa hal yang bisa
menghambat atau
menganggu kesuburan
seorang wanita

• Lendir serviks menjadi


kental dan sedikit
sehingga merupakan
barier terhadap
spermatozoa KONDISI SUBUR DAN
Membuat endometrium TERBUAHI
menjadi kurang baik /
layak untuk implantasi
dari ovum yang telah di
buahi.
SIKLUS HAID YANG TIDAK TERATUR
ATAU TERLAMBAT

• Seiring dengan bertambahnya usia masalah kesuburan wanita


akan berkurang dan terganggu karena berbagai hal seperti sel
telur menjadi cepat mati, berkurangnya produksi lendir leher
rahim, dan masa sel telur berovulasi menjadi lebih pendek.

• Siklus haid yang lebih panjang dari normal berhubungan erat


dengan unovulatory (tidak adanya sel telur yang dihasilkan
indung telur). Sementara siklus haid yang tidak teratur bisa
disebabkan karena adanya gangguan kista ovarium atau
penyakit lainnya, kondisi stress, kecapean, terganggunya
keseimbangan hormone.
Polocycstic Ovary Syndrome (PCOS) dan Endrometriosis
Masalah ketidaksuburan pada wanita biasanya juga timbul
akibat adanya sindrom ovarium polisistik atau Polocycstic
Ovary Syndrome (PCOS) dan Endometriosis.

• PCOS merupakan gangguan dimana


folikel (kantung sel telur) tidak
berkembang dengan baik, sehingga
tidak terjadi ovulasi (pematangan sel
telur).
• Wanita yang mengalami PCOS ini
menjadi infertile (tidak subur)
karena tidak ada sel telur yang
matang, sehingga tidak akan terjadi PERKEMBANGAN TELUR
pembuahan. YG NORMAL
• Gejala yang timbul dari PCOS ini
biasanya adalah siklus haid yang
tidak teratur (terlambat, tidak haid,
atau haid 2 – 3 kali dalam sebulan).
ENDOMETRIOSIS
• Keadaan patologi pada system
reproduksi perempuan
dimana jaringan selaput lendir
rahim (endometrium) yang
seharusnya berada dalam
rahim, malah tumbuh di luar
rongga rahim (saluran telur
/tuba falopi, indung telur, atau
pada rongga pinggul).

• Hal ini bisa mengganggu


kesuburan wanita sehingga
akan menghambat terjadinya
kehamilan. Diperkirakan
sekitar 30 – 40 % wanita
dengan keluhan endometriosis
sulit memiliki keturunan.
• Rokok
Merokok  dapat • Efek samping obat
menghambat dan
menimbulkan masalah Setiap obat pasti
pada kesuburan. memiliki efek samping.
• Dalam asap rokok Anda yang berencana
terdapat lebih dari 4000 ingin hamil, kurangilah
zat racun seperti karbon kebiasaan pemakaian
monoksida (CO), sembarang obat.
Nitrogen oksida, sianida, Pantangan konsumsi
ammonia, asetilen, sembarang obat tidak
benzaldehide, methanol, hanya berlaku pada
nikotin, dan lain masa sebelum
sebagainya. kehamilan, namun akan
• Pada wanita, merokok terus berlanjut pada
dapat menyebabkan masa selama
penurunan produksi sel kehamialan dan masa
telur sehingga dapat setelah persalinan yaitu
menganggu kesuburan. masa menyusui.
FAKTOR SUAMI
Nilai analisa sperma normal
• Volume 2.0 ml
(WHO)
• pH 7.2 – 8.0
• Konsentrasi 20 juta / ml
• Sperma total 40 juta / ejakulat
• Motilitas 25 % gerak cepat
50 % gerak maju
• Vitalitas 75 % hidup
25 % mati
• Morfologi 30 % bentuk
normal
• Leukosit < 1 juta / ml
• Liquefication time dalam 30
menit
• Uji imunobead < 50 %
• MAR < 50 %
HORMON YANG DIPRODUKSI OLEH KELENJAR
PITUITARY/HIPOFISIS
PENYEBAB INFERTILITAS PRIA,
ANTARA LAIN :
Masalah hormonal

Gangguan hormonal biasanya merupakan faktor utama


penyebab infertilitas/ketidaksuburan. Produksi
sperma laki-laki diatur oleh hormone seksual pria.

Apabila terjadi gangguan atau masalah hormonal maka


hormone gonadotrofin akan turun dan produksi
sperma pun juga akan menurun.

Sperma yang sedikit jumlahnya biasanya juga disebabkan


karena kekurangan hormone testosterone.
• Sistem kekebalan tubuh
juga ternyata dapat
berpengaruh terhadap • Paparan lingkungan
kesuburan pria. Saat imun seperti rokok, stres,
pria menghasilkan dan alkohol dapat
antibodi, mereka justru menurunkan
menyerang dan kuantitas dan kualitas
sperma pria. Bahkan,
menghancurkan sperma
kopi dan obat ereksi
dalam tubuh pria, (viagra) dapat
sehingga mengurangi membuat sperma
kemampuan sperma menjadi abnormal
membuahi sel telur.
Penyakit menular seksual
Penyakit menular seksual
(PMS) akan
mempengaruhi
kemampuan pria dalam
menghasilkan sperma yang
sehat. Infeksi kelamin
seperti gonore dan
chlamidia menurunkan
motilitas (kemampuan
gerak) sperma dan juga
memengaruhi organ-organ
reproduksi pria. Selain itu,
PMS juga dapat
menyebabkan
tersumbatnya saluran sel
sperma dan peradangan
pada prostat dan saluran
kencing pria.
GONORE DISEBABKAN OLEH BAKTERI =
KLAMIDIA MENGHASILKAN INFEKSI YANG SANGAT
MIRIP DENGAN GONORE
• Pada wanita, dapat
• yang menyebar dari menyebabkan 
satu orang yang penyakit
terinfeksi lain Inflammatory
selama seks  yang panggul (PID) yang
mempengaruhi akhirnya dapat
penis, vagina  menyebabkan
buang air kecil  infertilitas dan
keluarnya nanah. keguguran.
KRIPTORKISMUS
• Kriptorkismus adalah
kondisi ketika seorang pria
memiliki testis yang tidak
turun. Normalnya, testis
bergerak turun ke dalam
skrotum/buah zakar.

• Sementara pada kasus


testis yang tidak turun
tidak bisa menghasilkan POSISI NORMAL
sperma karena masih di
dalam tubuh yang
suhu/temperaturnya jauh
lebih tinggi daripada di
dalam skrotum.
ANTIBODI
Kadang-kadang, infertilitas
atau ketidaksuburan pada
pria diakibatkan adanya
antibodi yang diproduksi
oleh sistem kekebalan tubuh
untuk menonaktifkan
•√
aktivitas sperma.

Bila sperma kehilangan


aktivitasnya, bagaimana bisa
untuk membuahi sel telur ?
• Jumlah sperma yang • Mandi air panas
normal disebut Suhu yang terlalu panas
normozoospermia, tidak baik untuk testis.
• jumlah kurang Karena dapat merusak
oligozoospermia. sperma dan menyebabkan
• geraknya normal disebut kemandulan laki-laki.
normozoospermia,
• gerak kurang disebut • Mandi air panas atau
asthenozoospermia, memakai pakaian terlalu
• bentuk kurang disebut ketat akan meningkatkan
teratozoospermia. suhu di skrotum, yang
dapat menurunkan jumlah
sperma. Bila jumlah
sperma menurun maka
kemungkinan untuk
membuahi sel telur juga
akan semakin kecil.
`

• Dalam proses produksi,


testis sebagai “pabrik”
sperma membutuhkan • sedangkan suhu tubuh
suhu yang lebih dingin normal 36,5–37,5 °C.
daripada suhu tubuh, • Bila suhu tubuh terus-
yaitu 34–35 °C, menerus naik 2–3 °C
saja, proses
pembentukan sperma
dapat terganggu.
Alkohol dan
Merokok

kebiasaan seperti
merokok atau obat-
obatan dan penggunaan
tembakau memberikan
pengaruh negatif terkait
kesuburan pria.

Penggunaan ganja,
tembakau dan heroin
menyebabkan jumlah
sperma berkurang
dan meningkatkan
risiko memiliki