Anda di halaman 1dari 14

Auguste Comte dan Emile Durkheim

Kelompok 2
Nini Rahayu Nur P022181001
Nevi Kurniawati P022181002
Marleny Dara P022181007
Chaeria Anila. A P022181039
Biografi August Comte
“Peletak ide dasar penelitian sosial”
Lahir pada 19 Januari 1798 di Montepellier, bagian
selatan Perancis.
jasa dalam bidang sosiologi sehingga di sebut sebagai
The founding father of sociology yang sekarang dikenal
sebgai the father of french positivist thought

1974 •menimba ilmu pengetahuan di Ecole Polytechnique

•menjadi sekertaris di the french Utopian, Henri de Saint-Simon, the propheth of the new
1817- of industrial order, the founder of French Socialism
1824

•memulai mengajar kuliah matematika


1824

•kuliah dalam bidang filsafat dan memperkenalkan filsafat barunya “ Positive philosophy”
1826

1830- •comte menyusun magnum opus yang berjudul “Course of Positive Philosophy”
1842

1851-
•menerbitkan dua karya yaitu “ the system of positive Polity “ dan “ the catechism of positive Religion
1854

•Meninggal dunia
5 September
1857
Ide Awal penelitian Sosial dan
Perkembangan Ilmu Pengetahuan

Agus Conte dalam Filsafat


positivismenya mengatakan “
apa yang ditemukan hari ini
merupakan lanjutan hasil
penelitian dan penemuan hari
ini yang lalu” → merupakan
tumpukan ilmu pengetahuan
yang terakumulasi dari waktu Comte berpendapat
ke waktu . Proses penelitian bahwa kajian ilmu
dan penemuan laksana pengetahuan telah di
menyusun “Batu Bata” mulai dari benda-benda
menjadi bangunan ilmu non hayati dan 3 ilmu
pengetahuan (Salam,2011) pertama menerapkannya
yaitu astronomi, fisika
dan kimia
Empat dasar Strategi Metodologi Comte

1 • Observasi dunia Sosial Melalui


pemanfaatan kemampuan manusia

• Eksperimentasi khususnya yang


2 diterapkan dalam patologi sosial

3 • Observasi/ analisis histori

4 • perbandingan
“ Society could be studied using the same logic of
inquiry as that employed by the natural sciences.
Comte’s explicit espousal of a unity of method
between the natural and the social was both
timely and fateful”

Pernyataan ini yang menjadi landasan para ilmuan sesudah Comte


menetapkan Comte sebagai Peletak dasar metodologi penelitian
yang dikenal sebagai Metode kuantitatif
Tiga tahapan ilmu pengetahuan
Theological
Metaphysica Positive stage
stage
(abstract) (scientific)
(fictitious)

Cara berfikir manusia Penjelasan akan peristiwa-


Sesuatu yang terjadi
didominasi oleh cara peristiiwa alam dan sosial
karena sifat alam dengan
berpikir terjadi dengan
penjelasan yang abstrak,
supernatural/religius menggunakan logika
cara berfikir filosofik dan
yang lebih bernuansa ilmiah, cara berfikir
teorik
pengungkapan sainstifik
Rinngkasan penjelasan the Law of Three State dari
Auguste Comte
Pernyataan/ cara Theological stage Metaphysical Stage Positive Stage
berfikir/ kel. Sosial (tahap Teologi) (tahap Metafisik) (Tahap Saintifik)
dominan
Mengapa sebuah batu bisa Dewa menginginkan Benda yang mempunyai Sebuah batu bisa jatuh
jatuh? seperti itu berat seperti batu, buah karena adanya gaya
apel, dll akan jatuh gravitasi bumi
(karakteristik alami)

Mengapa ada penyakit Penyakit ada disebabkan Penyakit ada karena hidup Kehadiran penyakit karena
oleh hukuman dewa atas ini nasty, brutish, dan short adanya virus, bakteri,
dosa-dosa manusia jamur sebagai
penyebabnya
Basis Revelation Reason (alasan) Observasi
(pengungkapan)
Cara berfikir Supernatural-religius Filosofis-teoritik Saintifik

Kelompok Sosial yang Priests (pendeta,dan Lawyers dan theologians (the Scientists dan engineers
Dominan pemuka agama lainnya dan state) (industry)
warriors

Sumber : (Noble, 2000) dalam salam 2011,101


Biografi Emile Durkheim
“Metodologi Praktis”
Durkheim lahir di Epinal, ibukota Vosges daerah bagian timur perancis pada
tanggal 15 April 1858, pada usia 13 tahun pindah ke Paris dan memperoleh
gelar BA dalam bidang Kesusastraan (1874) dan sains (1875).

• Menjadi mahasiswa di Ecole Normale Superieure • Menandai kuliah perdana ilmu sosial yang
1879 (ENS) dijarkan di perguruan tinggi di perancis
1887-1902

• Berhasil lulus dari ENS dalam agreration ( ujian


1881- untuk mengajar di sekolah pemerintah) dan • Karya utamanya dipublikasikan yang
1882 menjadi pengajar di lycees berjudul “ Division of Labor”
1893

• Mengajar filsafat
1882 • Menerima pengukuhan sebagai guru besar
1896 di Boedeaux
• Memutuskan topik disertasi doktornya adalah
1883 hubungan antara individualism dan socialism
• Buku kedua terbit dengan judul “Suicide”
1897
• Menyimpulkan mmasalah yang diformulasikannya
1885- dan merevisi metodologi sosiologi Comte
1886
15 November
• Sakit akibat kematin anaknya
• Diangkat menjadi tenaga pengajar di Universitas 1917
1887 Bodeaux dan “Science Sociale”
Apa itu Social Fact?
Ritzer menafsirkan, Social fact yang dinyatakan Durkheim
sebagai barang/sesuatu (thing) yang berbeda dengan ide.
Sosial Fact tidak dapat dipahami dengan menggunakan
metode spekulatif yang bersifat introspektif, melainkan harus
diteliti di dalam dunia nyata sebagaimana orang mencari
barang/ sesuatu yang lainnya (Ritzer dalam Salam 2011, 107)
Metode Penelitian Sosiologi Durkheim
Durkheim dianggap sangat berjasa dalam menerjemahkan
Positive Method dari Comte menjadi metode penelitian
sosial praktis.
Cita-cita comte menjadikan fenomena sosial diteliti dengan
natural science menjadi kenyataan di tangan durkheim.
Sehingga Durkheim di sebut sebagai “ Metodolog sosial praktis”
Petunjuk dasar aturan metodologi
penelitian sosial

Masalah sosiologi harus dikaji


dari luar, karena hanya
To consider dengan itu fenomena sosial
facts as things akan nampak pada kita. Inilah
yang disebut “basic rul”
Aturan
pertama
dan paling
dasar

Dalam setiap kegiatan


ilmiah yang menjadi
One must penting adalah fakta
sistematically itu sendiri, bukan
discard all konsepsi yang
preconceptions diletakkan padanya.
Aturan
kedua
Penyebab setiap fenomena sosial
tertentu harus dilihat dalam kerangka
The subject matter of research must fenomena sosial lainnya, baik yang
only include a group of phenomena terjadi saat fenomena itu didefinisikan
defined beforehand by certain common maupun sebelumnya
external characteristics and all
Aturan ketiga phenomena which correspond to this
definition must be so included

Subjek untuk penelitian –


When the sociologist undertakes to penelitian sosiologi harus
investigate any order of social facts, fenomena sisoal yang dapat
he must strive to consider them
from a viewpoint where they
diobservasi secara langsung.
Aturan present themselves in isolation from Oleh karena itu, social facts
terakhir
their individual manifestations harus sedapat mungkin terpisah
dari fakta-fakta individu dimana
social facts itu termanifestasi
Durkheim memandang Comte
dan Spencer sama-sama
bersalah karena membelokkan
sosiologi menjadi cabang
filsafat, bukan mengarahkannya
menjadi ilmu pengetahuan
empirik yang berdiri sendiri

Sebagai respon “kesalahan”


Comte dan Spencer, maka
Durkheim
mengembangkan konsep
Social facts sebagai pokok
persoalan penelitian
sosiologi