Anda di halaman 1dari 62

PATOLOGI TELINGA LUAR

DAUN TELINGA
KONGENITAL
-Mikroti
-Hemangioma : - kapilare
- kavernosa
- kompakta
-Limfangioma
-Dermoid kiste
-Preaurikuler Kiste
HEMANGIOMA

Pelebaran pembuluh darah kapiler


Letak sering didaerah muka daun telinga

Macamnya:
1. Hemangioma kapilare:
Bentuk : -Port Wine/Diffus
-Spider Nevus/Sirkumskript
Warna : merah jambu agak kebiru-biruan
Tumbuh waktu bayi, berhenti setelah
dewasa, tapi kadang2 mengalami regresi
dengan sendirinya
Terapi :-Observasi
-Kalau tak regresi dilakukan eksisi
2. Hemangioma Kavernosa
Bentuk : berlobuler tak teratur
Warna : merah tua
Tumbuh pada kehidupan tahun pertama,
tapi lalu mengalami regresi
Terapi : -Observasi
-Eksisi
3. Hemangioma kompakta
Bentuk : berkapsel dan isi banyak jari
ngan subkutan
PREAURIKULER FISTEL/KISTA
Asal : arkus brakhialis I dan II
berupa kantong yang bermuara :
- didepan helix (90%)
- antara helix dan tragus
Gejala : -tidak ada yang menyolok
-keluar cairan kental putih berbau
-sering meradang (abses)
-kista dapat meluas sampai keretroaurikuler
atau leher bagian lateral sampai dalam
Terapi : Eksterpasi, hati2 ada cabang nVII
II TRAUMA
1. PSEUDO OTHEMATOM
Kausa : trauma –di-gosok2
-terpukul
-dijewer
Isi : cairan darah (serum)
Gejala : - daun telinga terasa tebal
- benjolan lunak didaun telinga
- fluktuasi
- kalau dipijat-pijat cepat tambah besar
Terapi : - observasi
- Aspirasi cairan --- perban dengan tekanan
- Hati2 terhadap infeksi ---- deformitas
2. OTHEMATOM
Gejala dan terapi sama, hanya bedanya Othemato berisi
darah
III RADANG
Semua bentuk radang kulit dapat mengenai aurikula

Herpes Zoster Otikus


Nama lain : - Herpes otikus
- Ganglionitis/genikulitis
- Hunt & Ramsay sindrom
Etiologi : neurotrobe virus

Gejala :
- prodroma : malaise, panas, demam, pusing
- aurikula panas seperti dibakar
- terdapat herpes erupsi diaurikula dan c.a.e
- gangguan pendengaran :-tinitus freq. tinggi
--kurang dengar
- gangguan keseimbangan
Komplikasi : fasial palsy (perot)
Patologi : kelumpuhan derajat neuropraksi
Prognosis : ad sanam baik
Terapi :- obat anti virus
- analgetik/antipiretik
- kortikoid dosis tinggi yang
kemudian diturunkan bertahap
- fisioteri
Note: perot dalam 2 bulan tidak membaik, operasi
dekompresi n.fasial
Perikondritis

# Kausa : - trauma tembus kulit


- pseudoothematom terinfeksi
- komplikasi operasi
# Gejala :- aurikula terasa tebal, panas, merah
- sakit sekali
- bisa terjadi abses
- aurikula kolap
# Terapi : - antibiotika yg adequat
- analgrtika
- anti imflamasi
- nekrotomi
NEOPLASMA
1.JINAK ( BENIGNA )
a. Keloid : - hipertropi jar. Ikat
- lokasi biasanya dilobulus
- warna seperti kulit agak jambon
- terapi eksterpasi dilanjutkan radiasi
ringan atau injeksi kortikosteroid
b. Aterom : - isi produk kel. Sebasea
- terapi eksterpasi
2. GANAS ( MALIGNA )
a. Karsinoma Skuamosa Sel
- sering pada pria tua
- letak posterosuperior c.a.e
- tumbuh lambat, mula2 sebagai benjolan tidak
sakit --- kemudian timbul ulkus
- diagnosa pasti : biopsi ---> P.A
- terapi eksisi luas dikuti radiasi
b. Karsinoma Basal Sel
- proliferasi sel basal, banyak pada wanita,
tumbauh lambat, tidak ada metastase tapi
merusak jaringan sekitar ( ulkus roden )
- diagnosa pasti : biopsi ---> P.A
- terapi eksterpasi
KANALIS AUDITORIUS EKSTERNA

1.KONGENITAL
A. Treacher Collins Sindroma
- kelainan bilateral
- telinga : - mikroti
- atresia meatus
- osikule malformasi
- kavum timpani hipoplasi
- labirin normal
- kurang pendengaran C.H.L
- mata : - fisura palpebra – antimongoloid
- tepi palpebra atropis
- tak ada kel. Meibom
- muka : - hipoplasi
- kadang-kadang ada palatoschizis
- intelegensia bisa normal, tapi sering juga mental
retarded

B. Kleippel Feil Sindroma


- atresia liang telinga
- < dengar S.N.H.L

C. Duane Sindroma
- atresia liang telinga
- mata : parese m. rektus lateralis
2.BENDA ASING

a. Dari luar : - benda mati


- benda hidup
Gejala : - tidak ada, kadang2 gemrebeg
- sakit sekali ( benda hidup )
Terapi : - prinsip ---> dikeluarkan dengan
cara dikait, irigasi, disedot
b. Dari dalam :
# Serumen
- putih, kuning, coklat, hitam
- konsistensi kental, padat, keras
- gejala : - tidak ada
- gemrebeg, kurang dengar
# Keratosis Obturan/Kholesteatoma Eksterna

- Gejala : - seperti serumen, berbau sekali, warna


abu2, ber-lapis2, erosi ketulang c.a.e,
kurang dengar C.H.L
- Merupakan timbunan diskuama dari epitel gepeng
berlapis, debris, serumen
- Etiologi : belum jelas
- Terapi : dikeluarkan ---> kalau perlu dengan
narkosa
3.OTITIS EKSTERNA

Klasifikasi Otitis Eksterna ( O.E )


a. O.E. Sirkumskripta
b. O.E. Difusa
c. O.E. Mikotika ( Otokikosis )
d. O.E. Maligna
a. O.E. Sirkumskripta ( Furunkulosis )

Lokasi : - pars kartilaginosa


Gejala : - sakit spontan / disentuh
- sakit dapat menjalar sampai kepala, leher
mandibula
Terapi : - antibiotik
- analgetik/antipiretik
- kalau perlu insisi
b. O.E. Difusa

Predisposisi : - kelembaban
- kebiasaan mengorek telinga
- alergi
Gejala : - sakit
- gatal
- kurang dengar
- kadang2 ada discharge
Terapi : - ear toilet
- antibiotik
- analgetika/antipiretik
c. O.E. Mikotika ( Otomikosis )

Etiologi : - jamur : - aspergilus albus/nigra


- kandida
Predisposisi : -perenang --->kelembaban tinggi
Terapi : - anti jamur ---> topikal, sistemik
d. Otitis Eksterna Maligna

# Predisposisi : - D.M. tak terkontrol


- imunosupresi
- leukemia
- arteriosklerosis
# Etiologi : pseudomonas aeruginosa --->
mengeluarkan :
- neurotoksin menyebabkan kranial
neuropati
- eksotoksin menyebabkan nekrose
jaringan lunak sekitar
# Gejala & Tanda
- otalgi hebat
- discharge purulen profus
- m.timpani utuh
- terdapat granulasi di isthmus didasar c.a.e
( fatognomonis )
- bila masuk for.stilomastoid ----> parese n.VII
----> mastoiditis
- bila sampai for.yugulare ---> parese n.IX, n.XI
- bila mengenai v.yugulare ---> sinus trombosis --->
tromboplebitis ---> ke otak --->abses otak
# Terapi :
- a.b. dosis tinggi, kombinasi
- debridemen
TELINGA TENGAH
Pembagian :
A.Secara anatomi t.d. :
1. Kavum timpani
2. M.Timpani
3. Tuba eustakhii
4. Mastoid & selule
B.Secara fisiologi :
1. Timpani anterior
2. Timpani posterior
Keduanya dipisahkan oleh : diafragma timpani
1. Kavum timpani terdiri dari :
- epitimpani
- mesotimpani
- hipotimpani
# Didalam Kavum Timpani terdapat :
a. viscera timpani yang terdiri dari :
1. Tulang2 pendengaran :
- maleus, inkus, stapes
2. Ligamentum :
- Lig.Maleus lateralis
- Lig.Maleus superior
- Lig.Inkudis posterior
3. Muskulus
- M.Tensor timpani
- M.Stapedius
4. Saraf
- Khorda timpani
- N.Stapedius
b. Mesenterium ( lipatan2 mukosa )
- lipatan mukosa Maleus ada 7
- lipatan mukosa Inkus ada 3
- lipatan mukosa Stapes ada 5
KELAINAN PATOLOGI
I. M.TIMPANI
1. Trauma : mengakibatkan perforasi
a. Tekanan udara yang tinggi :
- ledakan bom
- ditampar
- naik pesawat udara
- suara keras
b. Tekanan air :
- irigasi
- penyelam
3. Tertusuk alat waktu membersihkan c.a.e
4. Fraktus os temporale longitudinal

Gejala & Tanda


- kurang dengar ringan sampai sedang
- sakit sebentar
- perdarahan sedikit
- rasa penuh ditelinga
- bila hebat dapat menyerang telinga dalam,
sehingga menyebabkan : - tinitus
- vertigo
- S.N.H.L
Terapi : - bersihkan liang telinga
- antibiotika
- hindari kemasukan air
2. RADANG ( MIRINGITIS )
1. Miringitis Bulosa Hemoragika
Kausa : komplikasi infeksi virus I.S.P.A
Gejala : - otalgia hebat
- kurang pendengaran C.H.L
Pemeriksaan :
- terrdapat bula kecil biru kemerahan di
m.timpani bag.posterosuperior
- kalau pecah ---> cairan serosanguinus
- kalau tidak pecah ---> menjadi krusta
Terapi : - simtomatis
- jangan lupa terapi I.S.P.A nya
2. Miringitis Granulomatosa Kronik
Kausa : belum diketahui
Gejala : - tak ada rasa sakit
- gatal
- keluar cairan
- kurang dengar
Pemeriksaan : terdapat proliferasi jaringan
granulasi di m.timp.
Terapi : - jar.granulasi dibersihkan dengan kuret
atau dikauter dgn triklorasetat 50%
- antibiotik
- tetes telinga dengan kortikosteroid
Komplikasi : terjadi stenosis liang telinga
II.KAVUM TIMPANI

1. Barotrauma (Barootitis, Aerootitis)


Causa : - perubahan tekanan yang mendadak dan
ada disfungsi dari tuba
Gejala : - rasa sakit mendadak
- kurang dengar
- telinga rasa penuh
- gemrebeg
Pemeriksaan : - ada cairan di kavum timp.
- adanya gelembung udara
Terapi : - mengeluarkan cairan dgn parasentese
- dekongestan
- mencegah infeksi
2. Radang Telinga Tengah ( Otitis Media )

Definisi : radang mukoperiost dari rongga telinga


tengah
Klasifikasi atas dasar faktor2 :
- M.timpani : utuh – perforasi.
- Waktu : akut – subakut – kronis.
- Adanya cairan atau tidak.
Klasifikasi :
a. Otitis Media Akut ( O.M.A ).
b. Otitis Media Kronik O.M.K ).
c. Otitis Media Dengan Efusi ( O.M.E ).
OTITIS MEDIA AKUT ( O.M.A )

DEFINISI
O.M.A adalah radang mukopreiost dari rongga telinga
tengah yang disebabkan oleh kuman.

KAUSA
- Komplikasi I.S.P.A ( sebagian besar )
- Kuman masuk telinga tengah karena :
- tersedak
- tumpah-tumpah
- bayi minum sambil tiduran
- menyelam
- melalui lubang perforasi
GEJALA
- Otalgia
- Panas terutama daerah kepala leher
- Gangguan pendengaran ( C.H.L ) & tinitus
- Otofoni
- Kadang2 kejang oleh karena rangsang meningen
- Mastoidism : - sakit daerah retroaurikuler
- agak hiperemis

PERJALANAN PENYAKIT
Stadium I : Salpingitis ( Radang Tuba Eustakhii )
- Telinga terasa tersumbat ( penuh )
- Gemrebeg, kurang dengar, otofoni
- Kadang-kadang otalgia
- Otoskopi : m.timpani masih normal
Stadium II ( Stadium Presupurasi )
- Gejala sama dengan Stadium I tapi lebih hebat
- Pada Otoskopi : m.timpani merah diffus atau tampak
vaskularisasi yang jelas dari manubrium malei
ke perifer.

Sradium III ( Stadium Supurasi )


- Gejala lebih hebat lagi
- Pada anak2 : - tambah rewel
- sering disertai kejang
- Retroaurikula udem
- M.Timpani :
- merah membara
- bulging --->ada titik ischemik warna kuning
( oleh karena nekrose ) ---> pecah --->perforasi
Stadium IV : Stadium Resolusi
Ada beberapa kemungkinan pada stadium ini
1. M.Timpani utuh :
a. Sembuh --- kembali seperti sediakala
b. Tidak sembuh --- proses berlanjut --- glue ear
2.M.Timpani Perforasi :
a. Sembuh --- menutup ---- cicatrik
b. Sembuh --- tidak menutup --- dry ear
c. Tidak sembuh --- otitis media kronik

TERAPI
- antibiotik
- analgetik/antipiretik
- jangan lupa terapi I.S.P.A
- parasentese
PARASENTESE ( MIRINGOTOMI )

- Dilakukan pada stadium I, II, III dikwadran


anteroiferior
- Mencegah perforasi spontan --- per primam
- Mencegah komplikasi : - antritis
- otitis media adesiva
- Untuk drainase : - menurunkan panas
- mengurangi rasa sakit
- Untuk pengobatan lokal
PERFORASI M.TIMPANI

Bila ada perforasi m.timpani ada beberapa hal yang


perlu diperhatikan
1. Letak perforasi :- sentral
- attik
- marginal/perifer
2. Luas perforasi : - kecil
- besar
- subtotal
- total
3. Tepi perforasi : - licin, tebal
- tidak rata, tipis
4. Jumlah perforasi : - single
- multiple
OTITIS MEDIA KRONIK
KLASIFIKASI

Klasifikasi mengacu pada pembagian fisiologik dari


telinga tengah. Telinga tengah dibagi atas dua bagian
oleh diafragma timpani, menjadi :
1. Timpani anterior yang terdiri atas :
- mesotimpani
- hipotimpani
- tuba eustakhii
2. Timpani posterior
- epitimpani
- retrotimpani
Diafragma timpani terdiri atas :
- rangkaian tulang pendengaran
- mesenterium timpani

KLASIFIKASI

I. TIPE TUBOTIMPANAL
1. Permanen perforation syndrom
2. Persistent mocosal disease

2. TIPE ATIKOANTRAL
1. Timpano mastoid disease
2. Kholesteatoma
TUBO TIMPANAL DISEASE

- peradangannya dibag. Timpani anterior


- sering dijumpai pada anak
- perforasi m.timpani sentral
- kronisitas, karena disfungsi tuba
- jarang menimbulkan komplikasi
- discharge : serus, mukus, mukopurulen

Bentuknya :
1. Permanen Perforation Syndrom
- m.timp. tetap berlobang,--> dry ear
- dapat kambuh lagi bila :
- ada I.S.P.A
- kemasukan air
2. Persistent Mucosal Disease
Mukosa tidak dapat pulih kembaliseperti semula,
telah berubah menjadi :
- jar.fibrous
- jar.granulasi
- polip
Discharge : - serus
- mukous
- purulen
- dan kombinasinya
Biasanya terdapat pada penderita yang keadaan
umum kurang, anemis, penyakit sistemis
II. ATTICO ANTHRAL DISEASE
- peradangan ditimpani posterior
- sering menimbulkan komplikasi karena drainase
yang kurang baik dikarenakan adanya diafragma
timpani.

II.1. Tipe Timpanomastoid


- perforasi m.timpani : - marginal
- atik
- discharge purulen, kuning kental berbau
- terdapat pada semua umur
- komplikasi mastoiditis
II.2. Kholesteatoma

Klasifikasi :
a. Kholesteatoma Kongenital
b. Kholesteaoma Aquisita :
- Primer
- Sekunder

Yang termasuk Otitis Media hanya :


Kholesteatoma Aquisita Sekunder
KHOLESTEATOMA KONGENITAL

- Asal sisa2 embrional ektoderm


- Terdapat : - ditelinga : - apex os petrosus
- kavum timpani
- diluar telinga : - ginjal
- sinus para nasal
- Sinonim : Primary Epidermoid Tumor
- Diagnosis :
- Tidak ada riwayat infeksi ( Otitis Media )
- Tidak ada riwayat oklusi tube
- m.timpani utuh
- lokasi pada umumnya di os petrosus, sehingga
sering menimbulkan parese n.VII
KHOLESTEATOMA AQUISITA PRIMER

- Etiologi : obstruksi tuba kronik, terjadi retraksi membr.


Shrapnell ---> membentuk kantong di epitim.
-Sinonim : - retraksi kholesteatoma
- invaginasi kholesteatoma
-Diagnosis :
- tidak ada riwayat O.M
- ada riwayat oklusi tubae
- perforasi m.timp. di pars flasida
- invaginasi teori ---> tekanan dalam kavum timp.
turun ---> retraksi membr.Shrapnell ---> Kholes.
KHOLESTEATOMA AQUISITA SEKUNDER

- Kausa : Otitis Media Kronik


- Teori :
a. Metaplasia teori
Karena peradangan yang terus menerus, epitel
kavum timpani mengalami metaplasi sel kolum-
ner ---> kuboid ---> gepeng ( squamous ) --->
kholesteatoma
b. Imigrasi teori
Perforasi marginal ---> epitel kulit c.a.e masuk
kedalam kavum timpani ---> kholesteatoma
-Gejala :
- histologis sama dengan kholes. aquisita primer
- jalannya lebih progresif
- discharge : - mukopurulen
- kental
- berbau
- cepat menimbulkan komplikasi, seperti :
- paralise N.VII
- ketulian mula2 C.H.L kemudian S.N.H.L
- labirintitis
- mastoiditis
- meningitis
DIAGNOSA BANDING
KHOLESTEATOMA
AQUISITA AQUISITA
TANDA2 KONGENITAL
PRIMER SEKUNDER
Obstruksi
(-) ( ++ ) (±)
Tuba

Riwayat O.M (-) (± ) (+)

Perforasi
-Retraksi
M.Timpani Utuh -Sentral
-Perf.Atik
- Marginal

Lokasi Os Petrosus Epitimpani Meso/hipo

Retraksi Kholes Metaplasi teori


Asal Embrional
Invaginasi teori Imigrasi teori
MASTOIDITIS
Radang mukoperiost selule mastoid atau tulang
mastoid
Gejala : - otoroe yang profus
- discharge kuning, kental, berbau
- rasa sakit belakang telinga
spontan atau pada penekanan
- C.H.L
PATOGENESE

Rad.mukoperiost selule ---> edema mukosa --->


Kongesti ---> trombus tromboplebitis

Besar perdarahan mast.tromboplebitis

nekrose
Mukosa & selule mast.tipe hemorargik

squesterisasi

Mast.tipe koalesen
O.M.K DICURIGAI MASTOIDITIS, BILA :

1. Discharge profus, kental, kuning, berbau


2. Asheron sign / reservoir sign +
3. Perforasi m.Timp. attic / marginal
4. Bengkak di posterosuperior C.A.E ( Gelle absces )
5. Absces/fistel retroaurikuler
6. Granulasi, polip di. C.A.E
7. Bezold absces, Maurette absces
Komplikasi
A.Intrakranial B.Ekstrakranial
- meningitis - paralisa N.VII
- absces otak - labirintitis
- Subdural absces - fistel retroaurikuler
O.M.E
OTITIS MEDIA dengan EFUSI
Definisi :
O.M.E adalah radang mukoperiostium rongg
telinga tengah yang ditandai adanya cairan
dan m.timp tetap utuh

Macamnya tergantung efusinya :


EKSUDAT ---> O.M Eksudativa nama lain :
- hidrotimpanum
- airo otitis
- baro otitis
SEROUS ---> O.M Serosa :
- S.O.M
- O.M Kataralis
MUKOID ---> O.M Mukoid :
- M.O.M
- O.M Sekretoria
- Glue ear

PENYEBAB O.M.E
- obstruksi tuba kronis
- alergi
- barotrauma : adanya perubahan yang mendadak
dalam kavum timpani
- O.M.A dimana m.timp utuh ---> cairan purulen di
resorbsi ---> sekret kental ---> glue ear
PATOGENESE O.M.E

Oleh karena obstruksi tuba kronis sedang proses per-


tukaran gas di kav.timp tetap berjalan --->
- di kav.timp O2 kurang, CO2 bertambah
- di kapiler PO2 turun, PCO2 tetap ---> terjadi peru-
bahan ratio PO2 : PCO2 kapiler ---> permeabilitas
kapiler naik --- > keluar cairan darah/serus --->
udem interseluler ---> cairan melalui antar sel masuk
ke kavum timp. ---> terjadi efusi (OME) fase pasif
- lama kelamaan ---> oleh karena rangsangan pada
mukosa ---> sel sekretorik & sel goblet akan bertam-
bah ---> menghasilkan sekresi mukus ---> O.M.E
fase aktif
GEJALA

- telinga seperti tertutup/rasa penuh


- tinnitus yang pulsasi, freq. rendah
- tuli hantaran, lama2 SNHL
- displakusis/mendengar dobel
- m.timp bisa normal, retraksi, cembung

TERAPI

- Mengeluarkan cairan ---> PC


- Medikamen : dekongestan, antihistamin, steroid
- Cari penyebabnya
KOMPLIKASI

- M.timpani : - retraksi
- atrofi
- kholesteatoma

- Kavum timpani : - O.M.K


- kholesteatoma

- Telinga dalam : - S.N.H.L


TUBA EUSTACHII
Tuba Eustachii merupakan satu2-nya pintu gerbang ke
kavum timpani, karenanya sangat penting untuk ae –
rasi dan drainase

Patologi Tuba Eustachii adalah insufisiensi (sumbatan)

a. Tersumbat ostiumnya :
Semua proses patologi dinasofaring : I.S.P.A, tumor
nasofaring, adenoiditis
b. Tersumbat pada lumenya : radang, post radiasi
c. Terdesak jaringan perituba : tonsilitis kronik, tumor
nasofaring
Gejala :
- kurang dengar
- tinitus
- telinga terasa penuh
- otofoni

Terapi :
- valsava
- katerisasi
- operasi
- hilangkan kausanya
LABIRINTITIS
KAUSA : - O.M.K
- Kholestetaoma
- Mastoiditis
- Trauma
Jalannya infeksi melalui :
- fistel kanalis semisirkularis lateralis/horisontalis.
- foramen ovale merusak basis stapes.
- foramen rotundum.
- merusak promontorium (jarang).
- aquqduktus kokolearis.
Gejalam umum
- Gangguan keseimbangan
- Gangguan pendengaran
- Nausea muntah
- Pusing
- Keringat dingin

KLASIFIKASI
- Labirintitis Sirkumskripta
- Labirintitis Diffusa
LABIRINTITIS SIRKUMKRIPTA
Causa: - operasi telinga (mastoiditis)
- tumor ganas
- tumor jinak glomus jugulare
(pembesaran bulbus jugularis didasar cavum timpani)
- kolesteatoma mendestruksi kapsul labirin menembus
tulang.
- disebut juga; fistula labirin, paralabirin, perilabirin
Gejala : - ear toilet terjadi vertigo.
- Fistula sign; valsava, pnemomassage, tekan tragus.
mekanismenya jika ditekan tragus terjadi perubahan tekanan
yang diteruskan ke fistula terjadi vertigo.
LABIRINTITIS DIFUSA
Causa : - OM
- Post operasi; ME, Stapedektomi.

1. LD Serosa
- Sebab OM
- Perjalanan infeksi : hiperemia
permiabilitas meningkat eksudasi cairan
serofibrinosa ke perilimfe.
2. LD Supurativa
- Sebab OM superativa.
- Perjalanan infeksi; ligamentum anulare
pada foramen ovale, membran timpani
sekunder ke foramen rotundum
o
LD Serosa LD Purulenta

-Vertigo ringan -Vertigo spontan


-Mual muntah (-) -Nyeri spontan
-Gangguan pendengaran (-) -Mual muntah walau tidak
-Jika sembuh normal kembali bergerak.
-Tidak pulih atau tambah berat.
FRAKTUR OS TEMPORALE
Transversal Longitudinal

-10%-20% - 80% - 90%


- Benturan frontal/osipital - Temporal
- Garis fraktur tegak lurus axis - Sejajar axis
- Mengenai :- promontorium - Atap CAE & Kav.timp
- labirin - Labirin utuh
- Vertigo - Tidak ada vertigo
- M.timpani utuh - M.timpani robek
- S.N.H.L - C.H.L
- Parese n.VII timbul cepat - Paresis N.VII timbul lambat