Anda di halaman 1dari 29

MINI CEX

DEMAM DENGUE
Pembimbing
dr. Dedy Afandi, Sp.A
Disusun oleh:
Selvi Sefty Pappang Seleng
42150001
IDENTITAS PASIEN
Nama : An. RKA
Tanggal Lahir : 9 Mei 2005
Umur : 11 tahun 6 bulan 20 hari
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat : Temuwuh RT 01
Temuwuh Dlingo
No. RM : 0451XX
Tanggal Masuk RS : 26 November 2016
ANAMESA
• Keluhan Utama
Demam
• Riwayat Penyakit Sekarang
3 HSMRS
• Pasien demam sejak hari rabu siang
• panas mendadak tinggi disertai dengan mual dan
muntah
• pasien langsung di berikan paracetamol sirup.
• Setelah minum obat demam pasien akan turun namun
setelah beberapa jam panas kembali tinggi.
• HMRS
• Pasien datang ke IGD dengan kondisi demam
tinggi
• Keluhan penyerta :
• Muntah (+), mual (+), nafsu makan menurun
• BAK baik, BAB baik tidak tampak adanya perdarahan
(feses berwarna merah atau hitam).
Riwayat Imunisasi
• BCG 1 kali, usia di 2 bulan
• DPT 3 kali, usia 2, 4, 6 bulan
• Polio 3 kali, usia 2, 4, 6 bulan
• Hepatitis B 3 kali, usia 2, 4, 6 bulan
• Campak 1 kali, usia 9 bulan
• Selalu rutin mengikuti jadwal imunisasi di
puskesmas/posyandu.
• Kesan imunisasi dasar : lengkap
PEMERIKSAAN FISIK
Bangsal Parkit, 28 november 2016
Status Generalis :
• Keadaan umum : Baik, normoaktif
• Kesadaran : Compos Mentis
• Vital Sign : T 36,8°C, RR 24 x/m, nadi 118x/m
• BB : 36 kg
• BMI = (BB)/ (TB)2
= 36 / (1.30 X1.30)
= 21.3
• Berdasarkan BMI masih dalam kategori berat badan
normal yaitu berkisar diantara 18.5- 24.
Status Lokalis :
• Kepala
Normocephali, SI-/-, CA -/-, mukosa bibir basah,
lidah kotor (-), sekret pada hidung (-) sedikit,
sekret pada telinga (-)
• Leher
Pembesaran KGB (-), nyeri tekan (-), tenggorokan
hiperemis (-)
• Thoraks
– Pulmo : dada simetris, retraksi dinding dada(-),
ketinggalan gerak (-), perkusi sonor +/+, auskultasi
vesikuler +/+, rhonki -/-, wheezing -/-
– Cor : suara jantung S1 – S2 reguler, bising jantung
(-), gallop (-)
• Abdomen
– Hepar : hepatomegali (-)
– Lien : tak teraba pembesaran lien
– Dinding abdomen : distensi abdomen (-),
jejas/massa (-), supel, auskultasi bunyi usus (+),
perkusi timpani (+), nyeri tekan (-), turgor kulit < 2
detik
Ekstremitas
• Akral teraba hangat, perabaan nadi cukup dan
reguler, capillary refill < 2 detik
Kesan Pemeriksaan :
• Pemeriksaan generalis : demam (-), anak aktif
dan tak nampak lemas atau kesakitan, tak
nampak kejang/tremor berulang
• Pemeriksaan lokalis : kepala normocepali,
secret hidung (-), tak nampak kelainan lain,
akral hangat, nadi teraba kuat dan reguler
PEMERIKSAAN PENUNJANG
• Pemeriksaan darah tanggal 28 november 2016
Pemeriksaan Darah Lengkap Hasil Nilai Normal

Hemoglobin 13,6 11,0 – 15,0

Leukosit 4.900 4.600 – 10.000

Hematokrit 38.8 36 – 47

Eritrosit 4,86 3,7 – 5,4

Trombosit 57.000 100.000 – 400.000

MCV 80 82,0 – 95,0

MCH 28.1 27,0 – 31,0

MCHC 35.1 32,0 – 36,0

Kesan : Trombositopenia
DIAGNOSIS
• Demam Dengue
PLANNING
– Pantau Tanda vital
– Menjaga Balance Cairan
– Pemeriksaan hematokrit dan trombosit
DIAGNOSIS KERJA
• Demam dengue
TATALAKSANA
Infus RL
• BB : 36 Kg
• 10 kg x 100 mL = 1000 ml
• 10 kg x 50 ml = 500 ml
• 16 kg x 20 = 320 ml
• Kebutuhan cairan anak dalam 24 jam adalah
1820 ml
• 1820ml x 20 / 24jam x 60 menit = 25 tpm
(makro)
Paracetamol (anti piretik)
• Dosis paracetamol : 10-15 mg /kgBB
• 360 mg/ 1 kali pemberian
• Dapat diberikan 6-8 jam sekali
Domperidone ( anti emetik)
• 0,2- 0,4 kgBB
• 7,2 mg sekali minum ( dapat diminum
dengan jarak 8 jam )
• Bila perlu.
FOLLOW UP HARIAN (29 november 2016)
• Demam (-)
• Bintik merah pada tungkai (+)
• Keadaan umum : Baik,
• Kesadaran : Compos Mentis
• Vital Sign : T 36,8°C, RR 28 x/m, nadi
118x/m
• Pasien pulang pukul 12.30
EDUKASI
• Memberikan penjelasan :
– Trombosit akan mulai meningkat dengan sendirinya
– Jika panas meningkat boleh diberikan paracetamol 3-4
kali sehari dengan jarak 8 jam
– Walaupun sudah melewati masa kritis perhatikan ada
atau tidaknya tanda-tanda perdarahan seperti
mimisan, feses yang berwarna merah atau hitam,
segera bawa ke rumah sakit
– Kontrol setelah pulang dari rumah sakit.
– Perilaku hidup bersih dan sehat serta pemberian
makanan bergizi  meningkatkan status gizi anak
PROGNOSIS
• Quo Vitam : dubia ad bonam
• Quo Sanam : dubia ad bonam
• Quo Functionam : dubia ad bonam
Definisi
• Demam dengue/DF dan demam berdarah
dengue/DBD (dengue haemorrhagic
fever/DHF) adalah penyakit infeksi yang
disebabkan oleh virus dengue dengan
manifestasi klinis demam, nyeri otot dan/atau
nyeri sendi yang disertai lekopenia, ruam,
limfadenopati, trombositopeniadan diathesis
hemoragik
• Pada DBD terjadi perembesan plasma yang
ditandai oleh hemokonsentrasi (peningkatan
hematokrit) atau penumpukan cairan di
rongga tubuh. Sindrom renjatan dengue
(dengue shock syndrome) adalah demam
berdarah dengue yang ditandai oleh
renjatan/syok.
• (Suhendro, Nainggolan, Chen, 2006).
Etiologi
• Demam dengue dan demam berdarah dengue
disebabkan oleh virus dengue, yang termasuk
dalam genus Flavivirus, keluarga Flaviviridae.
• Flavivirus merupakan virus dengan diameter
30nm terdiri dari asam ribonukleat rantai
tunggal dengan berat molekul 4 x 106 .
• Terdapat 4 serotipe virus tipe yaitu DEN-1,
DEN-2, DEN-3, dan DEN-4
• DEN-3 merupakan serotype terbanyak.
Beberapa faktor diketahui berkaitan dengan
peningkatan transmisi virus dengue yaitu
1) Vektor : perkembang biakan vektor, kebiasaan
menggigit, kepadatan vektor di lingkungan,
transportasi vektor dilingkungan, transportasi
vektor dai satu tempat ke tempat lain
2) Pejamu : terdapatnya penderita di
lingkungan/keluarga, mobilisasi dan paparan
terhadap nyamuk, usia dan jenis kelamin;
3) Lingkungan : curah hujan, suhu, sanitasi dan
kepadatan penduduk (WHO, 2000).
Patogenesis
Respon imun yang diketahui berperan dalam
pathogenesis DBD adalah :
• Respon humoral berupa pembentukan antibody
yang berparan dalam proses netralisasi virus,
sitolisis yang dimeasi komplemen dan
sitotoksisitas yang dimediasi antibody.
• Antibody terhadap virus dengue berperan dalam
mempercepat replikasi virus pad monosit atau
makrofag. Hipotesis ini disebut antibody
dependent enhancement (ADE);
• Limfosit T baik T-helper (CD4) dan T sitotoksik
(CD8) berepran dalam respon imun seluler
terhadap virus dengue.
• Diferensiasi T helper yaitu TH1 akan
memproduksi interferon gamma, IL-2 dan
limfokin, sedangkan TH2 memproduksi IL-4, IL-
5, IL-6 dan IL-10
• Monosit dan makrolag berperan dalam
fagositosis virus dengan opsonisasi antibodi.
Namun proses fagositosis ini menyebabkan
peningkatan replikasi virus dan sekresi sitokin
oleh makrofag
• Selain itu aktivitasi komplemen oleh kompleks
imun menyebabkan terbentuknya C3a dan
C5a.
• Trombositopenia pada infeksi dengue terjadi
melalui mekanisme :
• 1) Supresi sumsum tulang, dan
• 2) Destruksi dan pemendekan masa hidup
trombosit.
Derajat demam dengue
Derajat I Demam disertai gejala tidak khas dan satu-satunya manifestasi perdarahan
ialah uji bendung.

Derajat II Seperti derajat I, disertai perdarahan spontan di kulit dan atau perdarahan
lain.

Derajat III Didapatkan kegagalan sirkulasi, yaitu nadi cepat dan lambat, tekanan nadi
menurun (20 mmHg atau kurang) atau hipotensi, sianosis di sekitar mulut,
kulit dingin dan lembap dan anak tampak gelisah.

Derajat IV Syok berat (profound shock), nadi tidak dapat diraba dan tekanan darah
tidak terukur.
Penatalaksanaan
• Tirah baring
• Medikamentosa yang bersifat simptomatik
• Antibiotik diberikan bila ada infeksi sekunder