Anda di halaman 1dari 12

Kelompok 7

Ketua : Deavy Medina E.


Anggota : Aprilia M.
Farah Wael R.
Mustofa H.
Omar Aji S.
HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA NEGARA
Hubungan Lembaga
Negara

UUD1945
LEMBAGA Lembaga Lembaga Lembaga
LEGISTLATIF Eksekutif Eksaminatif
Yudikatif

President &
MPR MK
WK BPK
President
DPR MA

DPD KY
Hubungan Antar Lembaga
Negara

* Reformasi yang diawali tahun 1998 menghasilkan


antara lain ;
- Peraturan tentang tekanan negara
- Pembagian kekuasaan
- Penambahan lembaga negara
* Tujuan :
- Mencapai prinsip mengawasi dan menyeimbangkan
antara lembaga – lembaga negara dengan mekanisme
hubungan yang serasi dan harmonis.
A.
Hubungan antara MPR dan DPR
diatur didalam :

MPR
1. UUD 1945 pasal 2 ayat 1
2. UUD 1945 pasal 7a

DEN 3.

4.
UUD 1945 pasal 7b ayat 1
UUD 1945 pasal 7b ayat 6

GAN Unsur anggota DPR


merupakan repsentasi rakyat

DPR,
melalui pantai politik, sedangkan
anggota DPD repsentasi rakyat
dari daerah. MPR

DPD merupakan lembaga perwakilan


rakyat karena anggotanya diipilih
dari pemilihan umum.
MPR memiliki kewenangan :
- Mengubah dan menetapkan
UUD.
- Memilih presiden dan/atau
wapres dalam hal terjadi
kekosongan jabatan tersebut.
- Melantik presiden dan/atau
wapres menurut UUD. This Photo by Unknown Author is licensed under CC BY-SA
ISI PASAL
Pasal 2 ayat 1 : “Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri
atas anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakyat,
ditambah dengan utusan-utusan dari daerah-daerah dan
golongan-golongan, menurut aturan yang ditetapkan
dengan undang-undang.”
Pasal 7A : “Presiden dan/atau Wakil Presiden dapat
dihentikan dalam masa jabatannya oleh Majelis
Permusyawarata Rakyat atas usul Dewan Perwakilan
Rakyat, baik apabila terbukti telah melakukan pelanggaran
hukum berupa pengkhianatan terhadap negara, korupsi,
penyuapan, tindak pidana berat lainnya, atau perbuatan
tercela maupun apabila terbukti tidak lagi memenuhisyarat
sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden.”
• Pasal 7B ayat 1 : “Usul pemberhentian Presiden dan/atau Wakil
Presiden dapat diajukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat kepada
Majelis Permusyawartan Rakyat hanya dengan terlebih dahulu
mengajukan permintaan kepada Mahkamah Konstitusi untuk
memeriksa, mengadili, dan memutus pendapat Dewan Perwakilan
Rakyat bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden telah melakukan
pelanggaran hokum berupa pengkhiantan terhadap negara, korupsi,
penyuapan, tindak pidana berat lainnya, atau perbuatan tercela;
dan/atau pendapat bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden tidak
lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden.”
• PasAL 7B ayat 6 : “Majelis Permusyawaratan Rakyat wajib
menyelenggarakan siding untuk memutuskan usul Dewan
Perwakilan Rakyar tersebut paling lambat tiga puluh hari sejak
Majelis Permusyaratan Rakyat menerima usul tersebut.”
B. DPR dengan Presiden, DPD, MPR, dan MK

1. Menetapkan Undang – Undang : DPR


membentuk undang – undang harus
dengan persetujuan Presiden, termasuk
Undang – Undang APBN. Dan juga
berwenang ikut bersangkutan
pelaksanaan undang – undang yang
berkaitan dengan otonomi.
2. Pemberhentian Presiden : Apabila DPR
Negara berpendapat bahwa presiden
melanggar UUD NRI 1945. DPR dapat
membuat petisi pemberhentian
Presiden kepada MPR.
3. DPR berwenang mengajukan anggota
MK. Sedangkan MK untuk memeriksa
dan mengadilinya, sedangkan
kewenangan Lembaga Negara
termasuk DPR. This Photo by Unknown Author is licensed under CC BY-SA
C. DPD dengan BPK
DPD menerima hasil pemeriksaan BPK dan memberikan
perkembangan untuk pemulihan anggota BPK kepada DPR
DPD memiliki hak untuk menjadikan hasil laporan BPK
sebagai bahan untuk melaksanakan tugas.
D. MA dengan lembaga lainnya
Pasal 24 ayat (2) UUUD NRI 1945 menyatakan bahwa
kekuasaan kehakiman dilakukan oleh MA dan badan peradilan
di bawahnya sertta oleh MK. Maka, kekuasaan kehakiman dan
kedaulatan hukum berada di tangan MA dan MK.
# Presiden memiliki kewenangan:
1. Kekuasaan kehakiman: yaitu memberikan grasi, rehabilitasi,
amnesti, abolisi.
Pemulihan anggota MA melibatkan Komisi Yuidisial, DPR, dan
Presiden meresmikan.
D. MK dengan Presiden, DPR, BPK, DPD, MA, dan KY
Pasal 24c ayat 1 UUD NRI 1945 menyebutkan bahwa salah satu
wewenang MK adalah untuk memutus sengketa kewenangan
lembaga negara yang kewenangannya diberikan UUD, Karena
kedudukan MPR sebagai lembaga negara lainnya yang MPR
bersengketa dengan lembaga negaralainnya yang sama-sama
memiliki kewenangan yabg ditentukan oleh UUD, maka konflik
tersebut harus di selesaikan oleh MK.
Foto-foto ketua
Lembaga negara

Setya novanto Oesman sapta Zulkifli Hasan Anwar Usmana


odang

Prof. Dr.
Moermahadi
Soerja
Djanegara,
CA., CPA

Aidul azhar
Hasan alli
This Photo by Unknown Author is licensed under CC BY-SA-NC