Anda di halaman 1dari 26

Case II :

Herpes Simpleks

Oleh :
Parci Juliana Besitimur
112015015
Pembimbing: dr. Chadijah R, SpKK
Identitas

O Nomor RM : 01-30-91-11

O Nama : Ny. Jarwati (sudah menikah)

O Jenis kelamin : Perempuan

O Umur : 32 Tahun

O Alamat : Diskes Lantamal III

O Pekerjaan pasien : Ibu rumah tangga

O Pekerjaan suami : TNI


Anamnesis
O Autoanamnesis/Alloanamnesis

O Dilakukan tanggal 02, november 2015

O KU : luka dan perih pada genital eksternal sejak

3 minggu

O KT : demam, malesia dan anoreksia


Riwayat Perjalanan Penyakit

O Pasien dengan G3P2A0 datang ke poli klinik kulit dan


kelamin RSUD Koja karena ada luka terasa perih, di
genital eksternal terutama saat BAK dan BAB sejak 3
minggu.
O Pasien merasakan demam beberapa hari sebelum
muncul keluhan
O Sebelumnya pasien merasakan gatal, panas di kedua
labia minora. Kemudian timbul vesikel-vesikel dan
pecah sehingga sangat perih
 Riwayat penyakit dahulu :

 Pasien baru mengalami gejala seperti ini yaitu pada usia

kehamilan 8 bulan

 Anak I perempuan BBL 3,5 kg partus normal. Anak II laki-

laki BBL 3,7 kg partus normal keduanya sehat.

 Riwayat penyakit keluarga :

 tidak ada yang pernah menderita gejala ini

 Suami sering bertugas diluar kota

 Hipertensi (-), diabetes melitus (-), riwayat alergi (-)


 Riwayat seksual :

O Pasien mengatakan sudah tidak berhubugan badan

dengan suami sejak usia kehamilan 4 bulan sampai


sekarang

O Memiliki pasangan seksual selain suami disangkal


Pemeriksaan Fisik
Status Generalis

• Keadaan Umum : Tampak sakit ringan

• Kesadaran : Compos mentis

• Tekanan darah : 120/80 mmHg

• Nadi : 70x/menit

• Pernapasan : 18x/menit

• Suhu : 37 C0
O Kepala : normochepali

O Mata : konjungtiva -/-, sklera ikterik -/-

O Gigi : tidak ada karies

O THT : nomotia, normosepta, faring tdk hiperemis, tonsil

T1-T1

O Leher : kel. Tiroid & KGB tdk membesar

O jantung : BJ I-II reguler, Murmur (-), Galop (-)

O Paru-paru : suara napas vesikuler pd kedua lapang paru, ronkhi

(-), whezzing (-)

O Abdomen : hamil (+), nyeri tekan (-), hepar & lien tdk teraba

O Ekstremitas : akral hangat, edem (+) di kedua kaki


Status Dermathology
O Distribusi: hepertiformis, konfluens

O Lokasi: labia minora dextra sinitra

O Bentuk/ ukuran: milier-lentikuler

O Efloresensi:

 Primer : vesikel dengan dasar eritematosa berisi

cairan jernih-seropurulen

 Sekunder : erosi-ulkus
Pemeriksaan Penunjang
O Laboratorium : tidak dilakukan
Resume

O Ibu J dengan G3P2A0 umur 32 thn dengan

keluhan luka dilabia minora dextra sinistra

sejak 3 minggu.

O Perih semakin terasa saat BAK dan BAB dan

terlihat ulserasi yang dangkal


Diagnosis

O WD : herpes simpleks

O DD : ulkus mole, limfogranuloma venerium


Penatalaksanaan
O Non-medikamentosa

 Mengkonsumsi makanan yang sehat dan istirahat


cukup.
 Menghindari pecahnya vesikel dengan tidak menggaruk
daerah lenting.
 Menjaga kebersihan badan dan genital

 Memakai pakaian dalam yang mudah menyerap


keringat. Cth bahan katun
 Menggunakan kondom saat berhubungan
O Medikamentosa

 Kompres NaCl

 Acyclovir krim

 Acyclovir 200 mg 5x sehari selama 7-10 hari


Tinjauan Pustaka
Herpes simpleks
Definisi

 Infeksi akut yang disebabkan oleh VHS tipe I dan II. Yang ditandai oleh
adanya vesikel-vesikel yang berkelompok diatas kulit yang lembab dan
eritematosis yang besifat rekurens

Epidemiologi

 Penyakit ini kosmopolit menyerang baik pria dan wanita. VHS tipe I
biasanya menyerang pada usia anak-anak sedangkan VHS tipe II
terjadi pada orang dewasa dan berhubungan dengan aktivitas seksual.

 Umumnya pada orang yang kekurangan antibody VHS

 Pada wanita 80% infeksi VHS pada genitalia eksterna disertai infeksi
pada servix
Etiologi :

 VHS tipe I dan II

 Merupakan virus DNA


Predileksi :
1. VHS tipe I
 Daerah ekstremitas atas terutama daerah mulut,
hidung
 Penyebab herpes ensefalitis pada anak-anak

2. VHS tipe II
 Daerah ekstremitas bawah terutama daerah genital

 Penyebab herpes meningitis dan infeksi neonatus


Gejala klinik :

 Terdiri atas tiga tingkatan yaitu :

1. Infeksi primer

Berlangsung lebih lama dan berat sering disertai gejala


sistemik.

Ditemukan vesikel berkelompok berisi cairan jernih-


seropurulen dapat menjadi krusta dan mengalami
ulserasi dangkal bisa sembuh tanpa sikatriks.
2. Fase laten

Disini penderita tidak memberikan gejala klinik, tapi VHS dapat


ditemukan dalam keadaan tidak aktif pada gangglion dorsalis.

3. Infeksi rekurens

Kekambuhan VHS ini dapat dipacu oleh trauma fisik ( demam,


infeksi, kurang tidur/istirahat dan hubungan seksual) trauma psikis
(emosional dan menstruasi)

Gejalanya bisa lebih ringan dari yang primer, dapat pula timbul
ditempat yang sama atau berbeda.
Pemeriksaan tambahan :

Dengan pewarnaan giemsa akan ditemukan sel datia


berinti banyak dan badan inklusi intranuklear.
Penatalaksanaan
Medikamentosa

1. Topikal

 Preparat idoksuridin ( stoxil, viruguent, virunguent-P)

 Preparat acyclovir (zovirax)

 Kompres NaCl

2. Sistemik

 Preparat acyclovir

 Preparat adenin arabinosid ( vitarabin)

 Preparat glikoprotein (interferon)


Untuk mencegah rekurens dilakukan peningkatan
immunitas seluler dengan pemberian preparat
lupidon H (VHS tipe I) lupidon G ( VHS tipe II)
selain itu ada levamisol dan isoprinosin
imunomodulator
Prognosis

O Quo ad vitam : Bonam

O Quo ad functionam : Bonam

O Quo ad sanationam : Bonam