Anda di halaman 1dari 26

Teknik Radiografi

Columna Vertebra Cervicalis


Sarengat, SST
Proyeksi Lateral Erect
Persiapan alat & bahan:
• Pesawat X-Ray
• Kaset dan film ukuran 18x24 cm
• Lysolm / grid
• Marker R / L
• Apron
• Processing film
Proyeksi Lateral Erect
Persiapan alat & bahan:
• Pesawat X-Ray
• Kaset dan film ukuran 18x24 cm
• Lysolm / grid
• Marker R / L
• Apron
• Processing film
Proyeksi Lateral Erect
Persiapan alat & bahan:
• Pesawat X-Ray
• Kaset dan film ukuran 18x24 cm
• Lysolm / grid
• Marker R / L
• Apron
• Processing film
Proyeksi Lateral Erect
Persiapan alat & bahan:
• Pesawat X-Ray
• Kaset dan film ukuran 18x24 cm
• Lysolm / grid
• Marker R / L
• Apron
• Processing film
Proyeksi Lateral Erect
Persiapan alat & bahan:
• Pesawat X-Ray
• Kaset dan film ukuran 18x24 cm
• Lysolm / grid
• Marker R / L
• Apron/gonad shield
• Processing film
Proyeksi Lateral Erect
Persiapan alat & bahan:
• Pesawat X-Ray
• Kaset dan film ukuran 18x24 cm
• Lysolm / grid
• Marker R / L
• Apron
• Processing film
Proyeksi Lateral Erect
Persiapan pasien:
Bebaskan daerah leher dan kepala
dari benda-benda yang dapat
menimbulkan artefak
Proyeksi Lateral Erect
Proteksi Radiasi:
 Lindungi gonad pasien menggunakan gonad shield
 Atur kolimasi sehingga
tidak melebihi luas kaset
dan pada sisi lateral
sedekat mungkin dengan
batas soft tissue leher
Proyeksi Lateral Erect
Posisi pasien:
Atur pasien dalam posisi lateral,
berdiri/duduk (erect)
dengan kedua lengan
disamping tubuh
dan kedua shoulder
rileks kebawah
untuk menghindarkan
superposisi dengan cervical bagian bawah
Proyeksi Lateral Erect
Posisi obyek:
 Atur MCP obyek
tegak lurus pertengahan
bucky stand / kaset
 Ekstensikan dagu secukupnya
untuk mencegah superposisi
ramus mandibula
dengan vertebra cervical
 Atur pertengahan kaset
setinggi cervical ke-4
Proyeksi Lateral Erect
Arah Sinar / CR Tegak lurus pertengahan kaset

Centra Point / CP Setinggi cervical ke-4

FFD 150 – 180 cm

Marker R / L dengan orientasi AP

Faktor eksposi KVp : +75, mAs : 5 (dapat berbeda pada masing-masing


alat)

Instruksi eksposi Tarik nafas dalam  keluarkan nafas  tahan nafas dan
jangan bergerak.
Proyeksi Lateral Erect
Kriteria gambar: L
 Tampak gambaran C1–C7 true lateral
 Tampak gambaran ramus mandibula
yang terbebas dari daerah C1 & C2
 Tampak jelas detail tulang
dan soft tissue disekitarnya.
Proyeksi Lateral Erect
Catatan:
 Tujuan menahan nafas diakhir ekspirasi adalah agar
posisi bahu terdepresiasi kebawah sehingga dapat
mengurangi superposisi bahu dengan vertebra cervical
bagian bawah (C6-7).
 Tujuan memperjauh FFD adalah sebagai kompensasi
perbandingan FFD dengan OFD untuk mengurangi
magnifikasi gambar
Proyeksi Lateral Trauma
Posisi pasien:
Atur pasien dalam posisi lateral, tiduran (supine) dengan
kedua lengan disamping tubuh dan kedua shoulder
rileks kebawah untuk menghindarkan superposisi dengan
cervical bagian bawah
Proyeksi Lateral Trauma
Posisi obyek:
 Atur MCP obyek tegak lurus pertengahan bucky stand
/ kaset
 Ekstensikan dagu secukupnya untuk mencegah
superposisi ramus mandibula dengan vertebra cervical
 Atur pertengahan kaset setinggi cervical ke-4
Proyeksi Lateral Trauma
Arah Sinar / CR Tegak lurus pertengahan kaset

Centra Point / CP Setinggi cervical ke-4

FFD 150 – 180 cm

Marker R / L dengan orientasi AP

Faktor eksposi KVp : +75, mAs : 5 (dapat berbeda pada masing-masing


alat)

Instruksi eksposi Tarik nafas dalam  keluarkan nafas  tahan nafas dan
jangan bergerak.
Proyeksi Lateral Trauma
Kriteria gambar:
 Tampak gambaran C1–C7 true lateral
 Tampak gambaran ramus mandibula yang terbebas
dari daerah C1 & C2
 Tampak jelas detail tulang dan soft tissue
disekitarnya.
Proyeksi Lateral Trauma
Catatan:
 Tujuan menahan nafas diakhir ekspirasi adalah agar
posisi bahu terdepresiasi kebawah sehingga dapat
mengurangi superposisi bahu dengan vertebra cervical
bagian bawah (C6-7).
 Tujuan memperjauh FFD adalah sebagai kompensasi
perbandingan FFD dengan OFD untuk mengurangi
magnifikasi gambar
 Pada pasien kurus atau anak-anak dapat tidak
diharuskan memakai grid untuk memperkecil OFD
Proyeksi Lateral Dinamik
Posisi pasien:
Atur pasien dalam posisi lateral,
berdiri/duduk (erect)
dengan kedua lengan
disamping tubuh
dan kedua shoulder
rileks kebawah
untuk menghindarkan
superposisi dengan cervical bagian bawah
Proyeksi Lateral Dinamik
Posisi obyek: Lat. Hiperfleksi
 Atur MCP obyek
tegak lurus pertengahan
bucky stand / kaset
 Mintalah pasien untuk menunduk
semaksimal mungkin sehingga
dagu menempel ke dada
 Atur pertengahan kaset
setinggi cervical ke-4
 Pastikan seluruh obyek
tercover pada area kaset
 Lakukan proses eksposi yang pertama
Proyeksi Lateral Dinamik
Posisi obyek: Lat. Hiperekstensi
 Atur MCP obyek
tegak lurus pertengahan
bucky stand / kaset
 Ekstensikan dagu
semaksimal mungkin
 Atur pertengahan kaset
setinggi cervical ke-4
 Pastikan seluruh obyek
tercover pada area kaset
 Lakukan proses eksposi yang kedua
Proyeksi Lateral Dinamik
Arah Sinar / CR Tegak lurus pertengahan kaset

Centra Point / CP Setinggi cervical ke-4

FFD 150 – 180 cm

Marker R / L dengan orientasi AP

Faktor eksposi KVp : +75, mAs : 5 (dapat berbeda pada masing-masing


alat)

Instruksi eksposi Tahan nafas dan jangan bergerak.


Proyeksi Lateral Dinamik
Kriteria gambar:
Lat. Hiperfleksi
 Tampak gambaran C1–C7 true lateral hiperfleksi
 Tampak body mandibula dalam posisi hampir tegak
lurus batas bawah film (pada pasien normal)
Lat. Hiperekstensi
 Tampak gambaran C1–C7 true lateral hiperekstensi
 Tampak body mandibula dalam posisi sejajar batas
bawah film (pada pasien normal)
Proyeksi Lateral Dinamik
Kriteria gambar: Lat. Hiperfleksi & Hiperekstensi
Proyeksi Lateral Dinamik
Catatan:
• Pemeriksaan ini bertujuan untuk menunjukkan adanya
trauma cervical yang tidak tampak pada pemeriksaan
Cervical proyeksi AP/AP Axial dan Lateral basic serta ada
dugaan terjadinya trauma yang tidak disertai fraktur dan
terjadinya dislokasi yang reposisi. Pemeriksaan ini akan
memperlihatkan spondylolistesisnya jika ternyata terbukti
ada kelainan pada vertebra cervical serta memperlihatkan
motilitas vertebra cervical hiperfleksi dan hiperekstensi.
• Untuk melakukan pemeriksaan cervical dinamik sebaiknya
ada dokter yang mendampingi dikarenakan pemeriksaan ini
cukup berisiko.