Anda di halaman 1dari 16

Puis Lama

Oleh :
Kelompok V

Hatifa Al Manar (415326)


Ramadayanty Burhan (415357)
Inayatul Munawwara (415147)

Kelas XII IPA-6


Bab I Pendahuluan
A. Latar Belakang

● Sastra, wujud gagasan seseorang melalui pandangan


lingkungan sosial di sekelilingnya.
● Karya fiksi sebagai sastra, wujud dari kreativitas
pengarang menggali dan mengolah gagasan pikirannya.
● Novel atau cerpen salah satu karya sastra.
● Karya sastra dibangun melalui unsur Intrinsik dan
Ekstrinsik.
Bab I Pendahuluan
A. Latar belakang
Karya sastra
B. Rumusan Masalah

● Apa pengertian puisi lama ?


● Apa saja jenis-jenis puisi lama ?
● Bagaimana contoh puisi lama ?
C. Tujuan Penulisan

● Untuk mengetahui pengertian puisi lama


● Untuk mengetahui jenis-jenis puisi lama
● Untuk mengetahui contoh puisi lama
Bab II Pembhasan
A. Pengertian puisi lama
Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh
aturan yang ada mulai dari ritma, rima
jumlah
Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh
aturan yang ada mulai dari rima, ritma
jumlah baris dan ditandai dengan
bahasa yang padat.
D. Manfaat Penulisan

 Untuk memberikan sumbangan pemikiran


 Menjadi acuan atau referensi bagi penulis selanjutnya
 Sebagai media pembelajaran
 Menurut Uned (2010:36) puisi lama adalah puisi Indonesia yang belum
terpengaruh puisi barat. Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-
aturan tertentu. Puisi yang lahir sebelum masa penjajahan Belanda. Sifat
masyarakat lama yang statis dan objektif, melahirkan bentuk puisi yang statis
pula, yaitu sangat terikat pada aturan tertentu. Aturan-aturan yang mengikat
tersebut antara lain:
 Jumlah kata dalam 1 baris;
 Jumlah baris dalam 1 bait;
 Persajakan (rima), yaitu pengulangan bunyi yang berselang;
 Irama, yaitu alunan yang tercipta oleh kalimat, panjang pendek, dan
kemerduan bunyi;
 Banyak suku kata tiap baris.
 Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya (anonim);
 Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisan; \
 Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku
Bab II Pembahasan

A. Unsur Intrinsik beserta Unsur-unsurnya


Unsur intrinsik, unsur pembangun dari dalam karya sastra yang
terdiri dari:
• tema
• alur
• penokohan
• latar
• amanat
• sudut pandang
• gaya bahasa
B. Pengertian Unsur Ekstrinsik beserta Unsur-
unsurnya

Unsur ekstrinsik, unsur pembangun dari luar karya


sastra yang terdiri dari beberapa nilai.

• Nilai Agama
• Nilai Moral
• Nilai Budaya
• Nilai Sosial
• Nilai Pendidikan
 Contoh pantun
 Berburu ke padang datar (a)
 Mendapat rusa belang kaki (b)
 Berguru kepalang ajar (a)
 Bagai bunga kembang tak jadi (b)
Bab III Penutup
A. Simpulan

● Karya sastra membutuhkan unsur pembangun baik dari


dalam maupun dari luar.
● Unsur pembangun dari dalam ialah unsur instrinsik dimana
terdapat tema, alur, penokohan, latar, amanat, gaya
bahasa, dan sudut pandang.
● Unsur pembangun dari luar ialah unsur ekstrinsik dimana
terdapat beberapa nilai yaitu nilai agama, moral, budaya,
sosial, dan pendidikan.
B. Saran

● Kepada pembaca hendaknya dapat memahami unsur


intrinsik maupun ekstrinsik dalam karya sastra.
● Kepada pemerintah hendaknya buku-buku yang membahas
tentang unsur intrinsik dan ekstrinsik dalam karya sastra
bisa diperbanyak di perpustakaan.
Daftar Pustaka
http://bahasaindonesiayh.blogspot.co.id/2012/04/unsur-ekstrinsik-cerita-
cerpennovel.html. Diakses tanggal 18 Agustus 2017
http://halaisu.blogspot.co.id/2012/04/makalah-menjelaskan-unsur-
intrinsik.html. Diakses tanggal 4 Agustus 2017
http://generasi-intelektual.blogspot.id/2013/05/unsur-unsur-intrinsik-yang-ada-
dalam.html?m=1. Diakses tanggal 20 Agustus 2017
http://ragambahasakita.blogspot.com/2016/10/unsur-ekstrinsik-karya-sastra-
novel.html?m=1. Diakses tanggal 20 Agustus 2017
Kosasih, Engkos. 2007. Cerdas Berbahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga
Tim Edukatif. 2007. Kompeten Berbahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga
Terima Kasih

Kelompok III