Anda di halaman 1dari 14

Skrining dalam penilaian risiko

kesehatan

Anggih Tri Cahyadi (P1800216001)


Pendahuluan

• Dua hal yang dapat dilakukan dalam diagnosis dini : pertama


Mengetahui penyakit sedini mungkin sewaktu timbuk gejala klinis, kedua
mengetahui penyakit sebelum gejala klinis tampak

• Saat ini penegakan diagnosis penyakit terutama setelah individu secara


pribadi mencari pengobatan.

• sebagian kecil kasus yang diobati di diagnosa dalam stadium


asimptomatik.

• Hal ini disebabkan masih kurangnya program surveilans

• Mengakibatkan angka penyakit menahun meningkat.


Pengertian Penyaringan adalah suatu identifikasi penyakit yang secara
klinis belum jelas. Usaha ini dapat dilakukan dengan
scrining pemeriksaan tertentu atau prosedur tertentu yang secara tepat
dapat membedakan orang yang terlihat sehat tetapi mempunyai
kemungkinan sakit dan orang yang betul-betul sehat.

Pemeriksaan yang hasil tesnya positif ada kemungkinan orang


tersebut betul-betul sakit atau tidak sakit, hal ini disebut
positif semu (false positif).

Penyaringan merupakan salah satu survey epidemiologi untuk


menentukan frekuensi penyakit.
Macam-macam scrining

Mass scrining Selectif scrining

Single disease
Multiphase scrining
scrining
Syarat penyaringan

Penyakit yang akan discrining merupakan masalah kesehatan pada


masyarakat yang sangat penting.
Harus ada cara pengobatan untuk penderita yang ditemukan melalui
penyaringan.
Fasilitas untuk diagnosis dan pengobatan harus
ada.

Harus diketahui stadium simptomatik dini dan masa laten

harus ada cara pemeriksaan yang tepat

pemeriksaan yang dilakukan tidak berbahaya dan dapat diterima


oleh masyarakat.

sebaiknya diketahui tentang riwayat alamiah suatu penyakit

biaya penemuan kasus dapat ekonomis


Konsep
dasar
dalam
skrining Identifikasi
nilai normal

Validity suatu
alat tes scrining

Keterandalan
reliability
Identifikasi nilai
normal

Pengertian norma biasanya dipakai untuk


menentukan karakteristik populasi tertentu, misalnya
kadar rata-rata hemoglobin. Nilai rata-rata tersebut
dapat diperkirakan batas yang dianggap normal
Validity suatu alat
tes scrining
Kemampuan dari suatu pemeriksaan untuk menentukan
individu mana yang mempunyai penyakit (tidak normal)
dan individu yang mana tidak mempunyai penyakit
(normal).
Ada 2 hal ; sensitifity dan spesifity
Sensitifity

• Kemampuan suatu pemeriksaan untuk


mengidentifikasi secara benar orang yang mendapat
penyakit.

True positif
sensitifitas = --------------------------------
True positif + false negatif
Spesifitas

• Kemampuan dari suatu pemeriksaan untuk


mengidentifikasi secara benar orang-orang yang
tidak mempunyai penyakit.

True negatif
spesifitas = --------------------------------
True negatif + false positif
Diagnosa Diagnosa
Penyakit (+) Penyakit (-)

Hasil test (+) a b

Hasil test (-) c d

Total a+c b+d

Dari tabel tersebut dapat dihitung:


Sensitivitas (Se) = a/(a+c)
Spesifisitas (Sp) = d/(b+d)
False Negatives (FN) = c/(a+c)
False Positives (FP) = b/(b+d)
Diagnosa
Penyakit (+) Penyakit (-)
Hasil test (+) a (150) b (100)

Hasil test (-) c (30) d (1700)

Total a + c (180) b + d (1800)

Se = 150/180 = 83% Sp = 1700/1800 = 94%


FN = 30/180 = 17% FP = 100/1800 = 6%
Keterandalan
reliability

Pemeriksaan yang memberi hasil konsistensi jika pemeriksaan ini dilakukan lebih dari
satu kali pada individu yang sama dengan kondisi yang sama.
Ada 2 hal yang mempengaruhi konsistensi hasil:
• variasi terjadi pada metode pemeriksaan dan variasi didalam subjek sendiri (variasi
biologis dari individu)
• variasi pada metode pemeriksaan
• variasi didalam subjek
• Variasi pada peneliti; Pada penelitian bisa saja terjadi perbedaan dalam membaca
hasil tes pada waktu yang berbeda.
TERIMAKASIH