Anda di halaman 1dari 11

TONSILOFARINGITIS AKUT

AFRILIA CHAERUNNISA
111 2018 2118
DIBAWAKAN DALAM RANGKA TUGAS
KEPANITERAAN KLINIK
BAGIAN ILMU KESEHATAN ANAK
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
MAKASSAR
2019
Definisi
– Tonsilofaringitis akut adalah keradangan akut pada jaringan
tonsil dan mukosa faring disertai keradangan jaringan limfoid
sekitarnya.

– Faringitis merupakan peradangan akut membran mukosa


faring dan struktur lain di sekitarnya. Karena letaknya yang
sangat dekat dengan hidung dan tonsil, jarang terjadi hanya
infeksi lokal faring atau tonsil. Oleh karena itu, pengertian
faringitis secara luas mencakup tonsilitis, nasofaringitis, dan
tonsilofaringitis.
ANATOMI TONSIL

 Tonsil terbagi menjadi 3 bagian yaitu tonsila faringeal, tonsila palatina


dan tonsila lingual
 Terletak di rongga faring (nasofaring dan orofaring)
 Ke 3 bagian tonsil tersebut membentuk sebuah bangunan berbentuk
cincin yang dinamakan Cincin Waldeyer (Waldeyer’s Ring)
HISTOLOGI TONSILOFARING

Mengandung 3 unsur utama yaitu:


 jaringan ikat atau trabekula (sebagai rangka penunjang pembuluh
darah, saraf dan limfa)
 folikel germinativum (sebagai pusat pembentukan sel limfoid muda)
 jaringan interfolikel (jaringan limfoid dari berbagai stadium).
ANAMNESIS
• Adanya keluhan rasa sakit di tenggorok,
• nyeri menelan,
• rasa mengganjal pada tenggorok,
• nafas berbau,
• terkadang ada demam,
• malaise.
• Bisa didapatkan nyeri kepala,
• mual, muntah,
• kelemahan & nyeri perut.
• Sebelumnya ada riwayat kontak dg penderita faringitis.
• beberapa jam kemudian terdapat nyeri tenggorok.
• Gejala seperti rinorea, suara serak, batuk, konjungtivitis,
Pemeriksaan fisik
Tampak tonsil membesar dengan
adanya hipertrofi dan jaringan
parut. Tampak kripti melebar dan
terisi oleh detritus
Pada kausa virus, dapat ditemui
infeksi nasal, konjungtivitis.
• Pembesaran limfonodi leher yg
lunak
• Eritema pada faring & tonsil,
folikel, ulkus
• Petekie pada palatum mole
• Eksudat tonsiler.
CENTOR SCORE
Tabel. Skor validasi Streptokokus pd dewasa dan anak (kriteria Centor)
Gejala Skor

Demam (subjektif atau objektif) 1

Tidak batuk 1

Adenopati servikal anterior lunak 1

Pembengkakan tonsil atau eksudat 1

Usia 1
< 15 th 0
15-45 th -1
> 45 th
Interpretasi:
0-1 : infeksi Streptokokus dpt disingkirkan
2-3 : lakukan rapid test, kemudian obati sesuai dg hasil.
4-5 : kemungkinan infeksi Streptokokus, pertimbangkan AB empiris
TATALAKSANA
MEDIKAMENTOSA
Penisilin V oral 15-30 mg/kgBB/hari dibagi 3 dosis
LINI selam 10 hari

1 benzatin penisilin G IM dengan dosis 600.000 IU


(BB<30kg) dan 1.200.000 IU (BB>30kg).

Amoksisilin dengan dosis 50 mg/kgBB/hari dibagi


LINI dalam 2 dosis selama 6 hari, efektivitasnya sama
dengan penisilin V oral selama 10 hari.
2
eritromisin etil suksinat 40 mg/kgBB/hari, eritromisin
LINI estolat 20-40 mg/kgBB/hari, dengan pemberian 2-4
kali per hari selama 10 hari.
3
TONSILEKTOMI
– Tonsilektomi biasanya dilakukkan pada
tonsilofaringits berulang atau kronis.
 Indikasi Absolut = Tonsil yang besar hingga
mengakibatkan gangguan pernafasan, nyeri telan
yang berat, gangguan tidur atau komplikasi
penyakit-penyakit kardiopulmonal.
 Abses peritonsiler (Peritonsillar abscess) yang tidak
menunjukkan perbaikan dengan pengobatan
 Tonsillitis yang mengakibatkan kejang demam.
 Tonsil yang diperkirakan memerlukan biopsi jaringan
untuk menentukan gambaran patologis jaringan.
KOMPLIKASI

Komplikasi sekitar
Komplikasi organ jauh
tonsil

Peritonsilitis Demam rematik dan PJR

Abses Peritonsilar (Quinsy) Glomerulonefritis

Abses Parafaringeal Artritis dan fibrositis

Abses Retrofaring Episekleritis

Kista tonsil Konjungtivitis berulang