Anda di halaman 1dari 33

EDUKASI PENYULUHAN DAN NASEHAT

GIZI PADA INDIVIDU SAKIT

Destya Andriyani P23131016019


Farida Ningrum P23131016025
Ivan Pratama P23131016043
Sevtiana Ratih Purnamasari P23131016066
Penyuluhan
Berasal dari kata dasar
“SULUH” atau OBOR,
sekaligus sebagai terjemahan
dari kata ”Voorlichting”

Penyuluhan adalah proses aktif yang


memerlukan interaksi antara penyuluh dan
yang disuluh agar terbangun proses
perubahan “PERILAKU” (Behaviour) yang
Yang diartikan sebagai merupakan perwujudan dari Pengetahuan,
kegiatan penerangan Sikap dan Keterampilan seseorang yang
atau memberikan dapat diamati oleh orang/pihak lain, baik
terang bagi yang dalam secara langsung atau tidak langsung.
kegelapan.
Penyuluhan kesehatan adalah penambahan
Depkes, pengetahuan dan kemampuan seseorang melalui
2002 tehnik praktek belajar atau instruksi dengan tujuan
mengubah atau mempengaruhi perilaku manusia
secara individu, kelompok maupun masyarakat untuk
dapat lebih mandiri dalam mencapai tujuan hidup
sehat.

Penyuluhan Kesehatan

Penyuluhan kesehatan adalah gabungan berbagai


kegiatan dan kesempatan yang berlandaskan prinsip-
prinsip belajar untuk mencapai suatu keadaan, dimana
individu, keluarga, kelompok atau masyarakat secara
keseluruhan ingin hidup sehat, tahu bagaimana Effendy,
caranya dan melakukan apa yang bisa dilakukan, 2003
secara perseorangan maupun secara kelompok dengan
meminta pertolongan
Materi/pesan Penyuluhan

Materi atau pesan yang disampaikan kepada sasaran


hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan kesehatan
dari individu, keluarga, kelompok dan masyarakat,
sehingga materi yang disampaikan dapat dirasakan
langsung manfaatnya. Materi yang disampaikan
Effendy, 2003 sebaiknya menggunakan bahasa yang mudah
dimengerti, tidak terlalu sulit untuk dimengerti oleh
sasaran, dalam penyampaian materi sebaiknya
menggunakan metode dan media untuk
mempermudah pemahaman dan untuk menarik
perhatian sasaran
Metode Penyuluhan

Metode
penyuluhan
perorangan
(individual)

Metode
penyuluhan
kelompok

Metode
penyuluhan
massa
Metode
penyuluhan Dalam penyuluhan kesehatan
perorangan metode ini digunakan untuk
(individual) membina perilaku baru atau
seseorang yang telah mulai tertarik
pada suatu perubahan perilaku atau
inovasi.

1. Bimbingan dan penyuluhan


Cara ini kontak antara klien dengan petugas lebih intensif. Setiap masalah yang
dihadapi oleh klien dapat dikoreksi dan dibantu penyelesaiannya. Akhirnya klien
akan dengan sukarela, berdasarkan kesadaran dan penuh pengertian akan menerima
perilaku tersebut.
2. Wawancara
Cara ini bagian dari bimbingan dan penyuluhan. Wawancara antara petugas
kesehatan dengan klien untuk menggali informasi mengapa ia tidak atau belum
menerima perubahan, untuk mempengaruhi apakah perilaku yang sudah atau akan
diadopsi itu mempunyai dasar pengertian dan kesadaran yang kuat, apabila belum
maka perlu penyuluhan yang lebih mendalam lagi
Metode
penyuluhan
Dalam memilih metode
kelompok
penyuluhan kelompok harus
mengingat besarnya kelompok
sasaran serta tingkat
pendidikan formal pada
sasaran.

1. Kelompok besar, yaitu apabila peserta penyuluhan


lebih dari 15 orang. Metode yang baik untuk
kelompok ini adalah ceramah dan seminar.

2. Kelompok kecil, yaitu apabila peserta penyuluhan


kurang dari 15 orang. Metode yang cocok untuk
kelompok ini adalah diskusi kelompok, curah
pendapat, bola salju, memainkan peranan,
permainan simulasi.
Metode
penyuluha
n massa

Dalam metode ini penyampaian informasi ditujukan


kepada masyarakat yang sifatnya massa atau public. Oleh
karena sasaran bersifat umum dalam arti tidak
membedakan golongan umur, jenis kelamin, pekerjaan,
status ekonomi, tingkat pendidikan dan sebagainya, maka
pesan kesehatan yang akan disampaikan harus dirancang
sedemikian rupa sehingga dapat ditangkap oleh massa
tersebut.
Pada umumnya bentuk pendekatan masa ini tidak
langsung, biasanya menggunakan media massa.
Beberapa contoh dari metode ini adalah ceramah
umum, pidato melalui media massa, simulasi, dialog
antara pasien dan petugas kesehatan, sinetron, tulisan
dimajalah atau koran, bill board yang dipasang di
pinggir jalan, spanduk, poster dan sebagainya
Faktor yang mempengaruhi
penyuluhan

Faktor
Faktor Faktor
proses
penyuluh sasaran
penyuluhan

Misalnya : Misalnya :
Misalnya : -Waktu dan tempat
-Kurang persiapan, -Tingkat pendidikan rendah
-Kurang menguasai sehingga sulit menerima tidak sesuai dengan
pesan yang disampaikan, kemauan sasaran,
materi yang akan -Jumlah sasaran terlalu
dijelaskan, -Tingkat sosial ekonomi
-Bahasa yang digunakan rendah sehingga tidak banyak,
-Alat peraga yang
kurang dimengerti oleh memperhatikan pesan karena
memikirkan kebutuhan yang kurang,
sasaran, -Metoda yang digunakan
-Suara terlalu kecil dan lebih mendesak,
-Kepercayaan dan adat kurang tepat sehingga
kurang dapat didengar
kebiasaan yang sulit untuk membosankan sasaran
diubah.
Penyuluhan gizi adalah
Penyuluha Suharjo
pendekatan edukatif yang
, 2003
n Gizi menghasilkan perilaku
individu / masyarakat yang
diperlukan dalam
peningkatan /
mempertahankan gizi baik.

Tujuan Penyuluhan Gizi :


1. Terciptanya sikap positif terhadap gizi
2. Terbentuknya pengetahuan & kecakapan
memilih dan menggunakan
sumbersumber pangan.
3. Timbulnya kebiasaan makan yg baik.
4. Adanya motivasi mengetahui lebih lanjut
ttg hal-hal yg berhubungan dgn gizi.
Ciri-ciri Penyuluhan

1. Penyuluhan kesehatan perlu direncanakan dimulai dari


penemuan data atau masalah yg dihadapi, penetapan
tujuan, hingga evaluasi dan pengembangan.
2. Penyuluhan merupakan suatu proses merupakan suatu
rangkaian kegiatan. Satu kegiatan disusul kegiatan lain.
Yg berarti juga lebih dari satu kegiatan.
3. Penyuluhan menggunakan kombinasi pengalaman
belajar. Hal ini berarti bukan hanya satu metode.
4. Penyuluhan disampaikan kepada individu, kelompok
maupun massa.
5. Tujuan perubahan perilaku hidup sehat. Perubahan
perilaku yg berarti pengetahuan, sikap dan ketrampilan.
Perilaku hidup sehat meliputi promotive, preventive,
kurative dan rehabilitative.
Tempat , Sasaran dan Waktu
pelaksanaan Penyuluhan Gizi

Penyuluhan dapat dilakukan bila :


1. Sesuai kebutuhan ataupun keinginan serta
masalah yg dihadapi masyarakat.
2. Dibutuhkan atau diinginkan utk menunjang
suatu program.
Pendekatan
Penyuluhan
Gizi

Massal dengan
Individu Kelompok metode
dengan metode dengan ceramah,
Konsutasi metode poster, film,
(wawancara) demonstrasi, televisi, dll
diskusi
kelompok
dan ceramah
Latin “Consilium”
artinya dengan atau
Konseling bersama yang dirangkai
dengan menerima atau
memahami

Konseling adalah proses pemberian informasi


objektif dan lengkap, dengan panduan keterampilan
interpersonal, bertujuan untuk membantu seseorang
mengenali kondisinya saat ini, masalah yang sedang
dihadapi dan menentukan jalan keluar atau upaya
untuk mengatasi masalah tersebut (Sulastri, 2009).
Konseling
Gizi

serangkaian kegiatan sebagai proses komunikasi 2 (dua) arah


untuk menanamkan dan meningkatkan pengertian, sikap dan
perilaku sehingga membantu klien / pasien mengenali dan
mengatasi masalah gizi melalui pengaturan makanan dan
minuman yang dilaksanakan oleh nutrisionis/dietisien.
Konseling
Efektif

komunikasi dua arah antara klien dan konselor tentang segala sesuatu
yang memungkinkan terjadinya perubahan perilaku makan klien.

Hal ini dapat dicapai kalau konselor dapat menumbuhkan


kepercayaan diri klien sehingga mampu dan mau melakukan
perilaku baru untuk mencapai status gizi yang optimal.

Untuk itu konselor perlu menguasai dan menerapkan


keterampilan mendengar dan mempelajari dalam proses
konseling.
Fungsi Menyampaikan informasi dan
anjuran untuk berperilaku hidup
Konseling
sehat

Menggunakan metode yang dipilih


secara aman dan efektif

Memulai dan melanjutkan diet


Fungsi Konseling

fungsi fungsi
pencegaha penyesuai
n an

Merupakan upaya
untukmembantu klien
Merupakan upaya mencegah mengalami perubahan
timbulnya masalah biologis, psikologis, sosial,
kesehatan kultural, dan lingkungan
yang berkaitan dengan
kesehatan
Dilakukan ketika terjadi
penyimpangan perilaku klien atau
pelayanan kesehatan dan lingkungan
fungsi yang menyebabkan terjadinya
perbaikan masalah kesehatan sehingga
diperlukan upaya perbaikan dan
konseling

Ditujukan utnuk meningkatkan


fungsi pengetahuan dan kemampuan serta
pengemb peningkatan erajat kesehatan
angan masyarakat dengan upaya
peningkatan peran serta masyarakat.
Manfaat Konseling Gizi

Mengenali masalah kesehatan dan


gizi yang dihadapi

Memahami penyebab terjadinya


masalah

Mencari alternatif pemecahan


masalah

Memilih cara pemecahan masalah


yang paling sesuai baginya

Membantu proses penyembuhan


penyakit melalui perbaikan gizi
klien
Ciri – ciri konselor yang baik

Berusaha
Empati dan
Ramah mengenali
memberikan
kebutuhan
rasa nyaman
klien

Mendorong
klien untuk
memilih cara Memberi Menjaga
pemecahan perhatian rahasia dan
yang terbaik secara kepercayaan
dalam situasi khusus klien
tertentu
Keterampilan Konseling Untuk Perubahan
Perilaku

menyatakan bahwa konseling untuk merubah


Laquatra perilaku terdiri dari dua tahap. Tahap pertama
dan dilakukan untuk mengembangkan hubungan yang
Danish kuat dan saling percaya antara klien dan konselor.
Tahap kedua menyangkut pembentukan strategi
perubahan perilaku.

Pavlov, menyatakan bahwa pada prinsipnya manusia lahir


et all dalam keadaan netral, lingkungan dan pengalaman
yang dialami akan membentuk perilakunya.
Keterampilan Mendengarkan dan
Mempelajari
Mengajukan pertanyaan
 Komunikasi nonverbal terbuka

pertanyaan yang membutuhkan


jawaban penjelasan. Pertanyaan
komunikasi yang
terbuka akan lebih bermanfaat
menggunakan gerakan tubuh
karena konselor akan
tanpa perlu kata-kata, meliputi
mendapatkan 10 informasi lebih
: usahakan kepala sama tinggi,
banyak dan mengurangi
memberi perhatian,
konselor mendominasi
menyingkirkan penghalang,
pembicaraan. Pertanyaan
menyediakan waktu dan
terbuka biasanya dimulai
memberi sentuhan secara
dengan pertanyaaan Apa,
wajar.
Mengapa, Siapa, kapan dan
Bagaimana
Menggunakan
respon dan Mengatakan
gerakan tubuh kembali apa
yang yang klien
menunjukkan katakan
perhatian

Akan lebih bermanfaat


Berikan tanggapan yang mengulangi atau
menunjukkan perhatian mengatakan kembali apa
dan ketertarikan terhadap yang klien katakan. Ini
atas jawaban klien dalam menunjukkan bahwa kita
bentuk bahasa isyarat mengerti dan akan lebih
seperti mengangguk dan besar kemungkinannya
kata-kata penghargaan. klien bicara lebih banyak
 
lagi.
Bila klien mengatakan sesuatu yang
Berempati menunjukkan perasaan, akan berguna sekali jika
menunjukka direspon dengan cara yang menunjukkan bahwa
n konselor kita mendengarkan apa yang klien ungkapkan,
memahami dan bahwa kita memahami perasaannya dari
perasaan sudut pandangnya.Empati beda dengan
klien simpati.Jika bersimpati, kita mengasihani
seseorang dan melihat klien dari sudut pandang
kita.

berlatihlah untuk menghindari kata-kata yang


Hindari kata- menghakimi kecuali ada alasan yang sangat
kata yang penting untuk menggunakanya.Biasanya
menghakimi pertanyaan yang menghakimi seringkali berupa
pertanyaan tertutup. Maka akan lebih menolong
apabila kita menggunakan pertanyaan terbuka.
Keterampilan Membangun percaya diri klien akan
Membangun membantunya untuk membuat keputusan
Percaya diri sendiri tentang perubahan diet yang harus
Dan dilakukannya sekaligus melaksanakan
Memberi keputusan tersebut. Bila klien sudah percaya
Dukungan diri dengan keputusannya maka tidak akan
terpengaruh oleh pendapat orang lain

Memberikan dua atau tiga


Memberi bantuan praktis.
saran, bukan perintah

Terima apa yang dipikirkan dan


Menilai pemahaman
dirasakan oleh klien.

Menggunakan bahasa yang


Rencana tindak lanjut
sederhana
Prosedur
Konseling

SATU TUJU

SA = SALAM, SAMBUT, SAPA


T = TANYAKAN SATU
U = URAIKAN
TU = BANTU
J = JELASKAN TUJU
U = ULANGI/RUJUK
 
Definisi Penyakit menurut
para ahli

DR. EKO DUDIARTO


DR. BEATE JACOB  
  Menurut DR. Eko Dudiarto,
Menurut DR. Beate Jacob, penyakit adalah kegagalan mekanisme
penyakit adalah suatu penyimpangan adaptasi suatu organisme untuk
dari keadaan tubuh yang normal atau bereaksi secara tepat terhadap
ketidakharmonisan jiwa. rangsangan atau tekanan sehingga
timbul gangguan pada fungsi atau
struktur organ atau sistem tubuh.
Penyuluhan
mengenai Penyakit

Penyuluhan mengenai Tujuannya supaya masyarakat


penyakit sama halnya mengetahui mengenai suatu
dengan penyuluhan penyakit dan bisa mewaspadainya
kesehatan. Penyuluhan serta dapat melakukan
mengenai penyakit yaitu pencegahan sebelum terkena
kegiatan atau usaha untuk penyakit tersebut. Pesan
menyampaikan pesan penyuluhan mengenai penyakit
kepada masyarakat, seperti memberikan definisi, ciri-
kelompok atau individu ciri terkenanya penyakit, gejala
mengenai suatu penyakit. dari suatu penyakit, pencegahan
terkena penyakit tersebut dan cara
pengobatan terkena penyakit.
Perilaku sakit
Perilaku ini merupakan respons
seseorang terhadap sakit dan penyakit,
persepsi terhadap sakit, pengetahuan
tentang penyebab dan gejala penyakit,
pengobatan penyakit, dan usaha-usaha
untuk mencegah penyakit.

Perilaku peran sakit


Perilaku peran penyakit adalah segala aktivitas individu
yang menderita sakit untuk memperoleh kesembuhan. Dari segi
sosiologi, orang sakit memiliki peran yang meliputi hak dan
kewajiban orang sakit. Perilaku peran sakit meliputi hal-hal
berikut:
-Tindakan untuk memperoleh kesembuhan
-Mengenal atau mengetahui fasilitas atau sarana pelayanan atau
penyembuhan penyakit yang layak
-Mengetahui hak (misalnya, memperoleh perawatan,
memperoleh pelayanan kesehatan) dan kewajiban orang sakit
(memberitahu penyakitnya pada orang lain terutama petugas
kesehatan, tidak menularkan penyakitnya pada orang lain).
Unsur- unsur dalam perilaku terhadap
sakit dan penyakit

menurut tingkat pencegahan penyakit sebagai


berikut.

1. Perilaku peningkatan dan


pemeliharaan kesehatan (health 2. Perilaku pencegahan penyakit (health
promotion behavior) prevention behavior)
Perilaku seseorang untuk Segala tindakan yang
memelihara dan meningkatkan daya dilakukan seseorang agar dirinya
tahan tubuh terhadap masalah terhindar dari penyakit, misalnya
ksehatan. Sebagai contoh, melakukan imunisasi pada balita, melakukan
senam pagi setiap hari jumat bagi 3M dan pendekatan spiritual untuk
pegawai negeri, kebiasaan sarapan mencegah seks bebas pada remaja.
pagi, makan makanan bergizi
seimbang, dan melakukan meditasi.
3. Perilaku pencarian pengobatan
(health seeking behavior) 4. Perilaku pemulihan kesehatan (heatlh
Perilaku ini menyangkut rehabilitation behavior)
upaya dan tindakan seseorang Pada proses ini, diusahakan
pada saat menderita penyakit dan agar sakit atau cacat yang diderita
atau kecelakaan, mulai dari tidak menjadi hambatan sehingga
mengobati sendiri (self-treatment) individu yang menderita dapat
sampai mencari bantuan ahli. berfungsi optimal secara fisik,
Contohnya, individu pergi ke mental, dan sosial. Sebagai contoh,
pelayan kesehatan saat sakit, penderita DM melakukan diet
membeli obat dari warung atau dengan mengonsumsi makanan
toko obat, dan berobat ke manis, dan melakukan kontrol rutin
pelayanan tradisional. seminggu sekali.