Anda di halaman 1dari 14

Kasus Bisnis dan Manajemen Resiko

 Nama nama kelompok 7 :


 Liasta br sembiring (203304010161)
 Mila setyani purba (203304010121)
 Meycha Chriselia Nainggolan (203304010101)
 Marisa Silvia Tiurma Putri (203304010111)
 Kasus Bisnis dan Manajemen Resiko
Pengertian Bisnis
Bisnis adalah kegiatan yang dilakukan oleh individu maupun organisasi yang melibatkan
proses pembuatan, pembelian, penjualan, atau pertukaran barang maupun jasa dengan tujuan
untuk menghasilkan keuntungan.
Istilah bisnis berasal dari bahasa Inggris, yaitu “business” yang artinya “kesibukan”.
Kesibukan ini bertujuan untuk melakukan aktivitas dalam rangka mendapatkan laba.
Berdasarkan ruang lingkupnya, penggunaan istilah bisnis dibedakan menjadi tiga
pengertian berikut ini.
Badan usaha, yaitu kesatuan yuridis, teknis, dan ekonomis untuk mencari profit.
Sektor pasar tertentu, seperti pasar modal.
Semua aktivitas pada komunitas produsen barang atau jasa.
Konsep Bisnis

Dalam konsep bisnis, sebuah usaha bisa berjalan dengan baik jika memiliki empat komponen utama berikut ini.
 Strategi Inti (core strategy), yaitu visi dan misi bisnis, meliputi hal yang diharapkan dari bisnis yang
bersifat ideal.
 Sumber Daya Strategis (strategic resources) yang terdiri dari kompetensi inti, aset strategis, dan proses
utama.
 Perantara Pelanggan (customer interface), yaitu dukungan dan pemenuhan, informasi yang mendalam,
dinamika hubungan, dan struktur harga.
 Jaringan Nilai (value network), yaitu jaringan nilai yang ada di sekitar perusahaan sehingga memperkuat
dan melengkapi sumber daya yang dimiliki perusahaan.
 Jenis Bisnis
 Sejalan berkembangnya peradaban manusia, kebutuhan masyarakat pun makin beragam sehingga bisnis pun
terus berkembang menjadi beberapa macam seperti berikut ini.
 1. Bisnis Pertanian
Bisnis pertanian atau agrobisnis adalah jenis bisnis yang mencakup segala hal yang berhubungan dengan
pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan dan lain-lain
 2. Bisnis Produksi Bahan Mentah
Bisnis ini merupakan usaha yang bergerak di sektor-sektor yang menghasilkan bahan mentah untuk diolah
kembali, seperti pertambangan dan kehutanan.
 3. Bisnis Manufaktur
Bisnis ini bergerak dalam pengolahan bahan baku atau bahan mentah sehingga menghasilkan produk jadi
yang siap pakai.
 4. Bisnis Konstruksi
Bisnis konstruksi adalah aktivitas usaha yang bergerak dalam pembangunan konstruksi dan infrastruktur,
seperti jalan raya, gedung perkantoran, hotel, bandar udara, dan pelabuhan.
 5. Bisnis Transportasi
Untuk membantu mobilitas masyarakat dan distribusi barang, dibutuhkan pelaku bisnis transportasi, misalnya
produsen dan dealer kendaraan, layanan angkutan udara, dan sebagainya.
 6. Bisnis Komunikasi
Bisnis komunikasi adalah usaha yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan sarana
komunikasi dan informasi, seperti televisi, radio, telepon seluler, dan lain-lain.
 7. Bisnis Perdagangan
Bisnis ini bergerak di bidang niaga, baik dalam skala kecil maupun besar dan berperan sebagai perantara
yang menghubungkan antara produsen dengan konsumen.
 8. Bisnis Finansial
Bisnis ini merupakan usaha yang produknya berupa jasa di bidang keuangan untuk membantu masyarakat
dalam memenuhi kebutuhan kredit permodalan, asuransi, perencanaan kepemilikan properti, dan sejenisnya.
 .
 9. Bisnis Jasa
Bisnis jasa adalah seluruh aktivitas usaha yang membuat dan menjual produk yang tidak memiliki wujud,
misalnya jasa konsultasi, biro perjalanan, dan sebagainya.
 10. Bisnis Utilitas
Bisnis utilitas mengoperasikan jasa untuk kepentingan pemenuhan kebutuhan publik, seperti listrik dan air.
Bisnis ini biasanya dikelola dan didanai oleh pemerintah dalam bentuk BUMN/BUMD.
 11. Bisnis Real Estat
Bisnis real estat adalah bisnis yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dengan cara menjual,
menyewakan, atau mengembangkan properti, seperti rumah, apartemen, dan bangunan lainnya.
 12. Bisnis Online
Bisnis online berkembang seiring berkembangnya dunia digital dan teknologi informasi. Bisnis ini dijalankan
secara online melalui jaringan internet dengan memanfaatkan berbagai macam platform untuk
memperjualbelikan semua jenis produk.
Masalah dalam Analisis Bisnis

 Pelanggaran aturan  analisis bisnis yang sering terjadi, dikelompokkan dalam beberapa aspek-aspek seperti berikut:
 1. Transaksi Bisnis
Salah satu esensi terbesar dalam berbisnis yaitu dengan menjalin sebuah kemitraan yang terkait erat dengan transaksi
bisnis. Inilah hal yang menyebabkan para organisasi dan komunitas-komunitas pengusaha mengalami peningkatan dan
transaksi bisnis yang terus tumbuh.
Namun dibelakang pengingkatan transaksi bisnis yang terus tumbuh tetap saja terjadi beberapa pelanggaran etika yang
sering terjadi berikut contohnya:
 1. Penipuan, Dalam transaksi bisnis yang tidak transparan penipuan adalah hal awal yang harus kita khawatirkan.
Karena hal penipuan ini menjadi sebuah contoh pelanggaran yang dapat mencoreng etika bisnis suatu perusahaan.
 Jika hal tersebut telah terjadi maka tindakan itu dapat mengarah ke tindakan kriminal yang tentunya itu akan merusak
hubungan bisnis kita dan juga dapat merugikan pihak lain.
 2. Paksaan, Demi untuk memenangkan sebuah persaingan yang akan menghasilkan banyak keuntungan atau laba, suatu
perusahaan seringkali menggunakan cara-cara hingga metode yang mengarah kepada suatu pelanggaran etika bisnis.
2. Perjanjian Bisnis

Aspek kedua dalam terjadinya pelanggaran etika bisnis yaitu adalah perjanjian bisnis, Pelanggaran yang biasa
terjadi dan terkait dengan perjanjian bisnis atau MOU yang merupakan kesepakatan resmi dari dua pihak yang akan
melakukan kerja sama bisnis.

Pelanggaran yang sering terjadi dalam hal ini adalah adanya salah satu pihak dalam perjanjian yang menyalahi
kesepakatan yang sudah dibuat dari dua belah pihak. Hal ini bisa terjadi ketika sebuah perjanjian tidak dapat untuk
dilanjutkan yang dikarenakan adanya permasalahan sepihak.

Sehingga pihak tersebut membuat perjanjian baru dengan pihak lain, dan kesalahan dalam pelanggaran ini adalah
ketika kita memutuskan membuat perjanjian baru tanpa melakukan penyelesaian masalah melalui mediasi atau
musyawarah antara pihak sebelumnya.
3. Peminjaman Modal Investasi

Investasi memiliki tujuan dalam pengembangan usaha secara positif yang dimana terdapat sebuah kesepakatan
antara pihak pemodal dan yang diberi modal.
Karena itu dalam memperhatikan perjanjian yang terkait dengan investasi dan pengelolaanya harus dilakukan
dengan cermat. Hal itu dapat dilakukan dengan bersikap terbuka dalam hal pengelolaan anggaran-agaran
perusahaan agar hubungan antar investor dengan perusahaan dapat terjalin dengan baik.
Seringkali pelanggaran etika bisnis ini terjadi dari hal-hal yang sering tidak terduga. Agar terhindar dari sangsi
hukum, maka hendaklah kita melakukan bisnis dengan baik, jujur, dan sesuai dengan etika bisnis yang telah
diterapkan.
Analisis Proses

 Analisis proses adalah teknik pertama melihat proses-proses bisnis dan cara yang mendetail di mana informasi
dan barang dipindahkan, ini meliputi analisis input, langkah-langkah proses yang diterapkan untuk input
tersebut dan hasil output. 

Menurut Martin (1990), ada dua tahap untuk menggambarkan model suatu perusahaan. 
 Tahap pertama adalah mengidentifikasikan unit organisasi, lokasi, fungsi dan tipe entitasnya. Hal tersebut
mengidentifikasikan di mana fungsi adalah untuk melihat bentuk kerja suatu perusahaan, tipe entitas apa yang
digunakan, bagaimana mereka menghubungkan ke dalam diagram organisasi, apa saja unit organisasinya di
dalam lokasi tertentu dan lain-lain. 
 Tahap kedua adalah menciptakan sebuah diagram hubungan entitas, menciptakan matrik yang menggambarkan
secara detail tipe entitas dan fungsinya, serta melakukan peng-cluster-an. Matrik-matrik yang dibuat harus
dicluster untuk membantu mendefinisikan bisnis area yang merupakan fokus
Analisis Sasaran dan Analisis Audit Grid

Analisis Sasaran dan Masalah Sasaran yang berbeda dapat memiliki perencanaan yang berbeda. Oleh karena itu
sasaran dibagi menjadi 2 kategori (Martin, 1990:71) , yaitu: 
  1. Tactical goals relate to short-term tactics and have a planning horizon of about a year, occasionally two
years. 
 2. Long-term goals relate to a planning horizon of five years or so, occasionally longer.
 Analisis Audit Grid  menurut Earl (1989:74), merupakan pendekatan tingkat tinggi yang terbukti sangat berguna
dalam perencanaan dan penerapan suatu sistem informasi. Analisis audit grid dilakukan untuk melakukan
penilaian terhadap aktifitas - aktifitas yang terdapat dalam perusahaan dan mengevaluasi sistem berjalan
berdasarkan nilai bisnis dan kualitas teknis. Oleh karena itu, perlu diadakan suatu survey yang melibat kan
partisipasi dari pengguna dan spesialis untuk mengevaluasi kinerja sistem informasi yang digunakan perusahaan
saat ini. 
Manajemen Resiko

 risiko adalah potensi terjadinya sesuatu yang berdampak buruk, baik bagi diri sendiri atau suatu entitas usaha.
Dalam konteks bisnis, manajemen risiko adalah usaha guna menghindari risiko dengan cara memonitor sumber
risiko, melacak, dan melakukan serangkaian upaya agar dampak risiko bisa diminimalisasi.

 Dalam dunia bisnis, Risiko dapat diartikan sebagai faktor luar maupun faktor dalam yang dapat menyebabkan
ketidakpastian dalam usaha mencapai tujuan yang diinginkan. Untuk menghadapi risiko ini, kita harus
mengidentifikasikan dan menganalisis risiko tersebut serta mengevaluasi risiko tersebut agar bisa dikelola
ataupun diatasi
 Manajemen risiko didefinisikan sebagai proses mengidentifikasi, memantau dan mengelola risiko potensial
untuk meminimalkan dampak negatif yang mungkin ditimbulkannya terhadap suatu organisasi. Setiap bidang
dalam bisnis memiliki risikonya tersendiri. Contohnya di bidang sistem informasi, risiko potensialnya adalah
seperti terjadinya pelanggaran keamanan data, kehilangan data, serangan dunia maya, kegagalan sistem, dan
bencana alam
Tahapan Manajemen Resiko

 Tahapan Manajemen Risiko adalah Untuk mencapai sebuah kesuksesan, setiap orang maupun organisasi perlu
dan juga harus mengambil risiko dalam perjalanan menuju kesuksesannya. 
Berikut ini adalah 5 langkah atau tahapan Manajemen Risiko yang harus kita ketahui untuk menghasilkan proses
manajemen yang efektif.
1. Mengidentifikasikan Risiko (Identify the Risk)
2. Menganalisis Risiko (Analysis the Risk)
3. Mengevaluasi Risiko atau Peringkatan Risiko (Evaluate the Risk)
4. Menanggapi Risiko (Response of the Risk)
5. Meninjau dan Memantau Risiko (Review and Monitor the Risk)
 Tujuan Manajemen Resiko

 Tujuan yang pertama adalah untuk melindungi perusahaan dari risiko bisnis yang berbahaya. Sehinga badan
usaha tetap berdiri sekalipun diterpa berbagai macam masalah dan hal yang negatif. Melindungi perusahaan
dengan manajemen risiko lebih berhasil dibandingkan yang tidak. Karena sebelum terjadi masalah, jenis
problemnya sudah terdeteksi lebih dahulu

2. Membantu Pembuatan Kerangka Kerja


3. Sebagai Peringatan Kewaspadaan
4. Meningkatkan Kinerja Perusahaan
5. Sosialisasi Manajemen Risiko
6. Mendorong Manajemen Agar Proaktif