Anda di halaman 1dari 3

JOURNAL READING

A Comparison of Magnesium Sulfate and Nimodipine for the Prevention of Eclampsia Perbandingan antara Penggunaan Magnesium Sulfat dan Nimodipine untuk Pencegahan Eklamsia
The New England Journal of Medicine Downloaded from nejm.org on June 1, 2012. For personal use only. No other uses without permission. Copyright 2003 Massachusetts Medical Society. All rights reserved.

ABSTRAK Tujuan Magnesium sulfat dapat mencegah terjadinya eklamsia dengan cara menguangi vasokonstriksi dan iskemia dari pembuluh darah otak. Nimodipine merupakan salah satu calcium chanel bloker yang memiliki efek vasodilatasi dari pembuluh darah pada otak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah nimodipine lebih efektif dari pada magnesium sulfat dalam hal mengatasi kejang pada wanita dengan preeklamsia berat. Metode Dengan merendom 1650 wanita dengan preeklamsia berat secara acak, 819 wanita mendapatkan nimodipin ( 60 mg oral setiap 4 jam ) dan 831 wanita diberikan magnesium sulfat intravena sampai 24 jam setelah melahirkan. Untuk mengatasi tekanan darah tinggi diberikan hydralazin intravena. Dasar dari penelitian ini adalah untuk melihat terjadinya eklamsia yang ditandai dengan terjadinya kejang tonik-klonik. Hasil Wanita yang diberikan nimodipine lebih memungkinkan mengalami kejang jika dibandingkan dengan wanita yang diberikan magnesium sulfat secara intravena ( 21 dari 819 orang wanita yang diberikan nimodipine 2,6 % dan 7 dari 831 0,8 % wanita yang diberikan magnesium sulfat, P = 0,01 ). Untuk kejadian kejang pada wanita antepartum tidak ada perbedaan yang signifikan diantara kedua kelompok tersebut, tetapi kelompok wanita yang diberikan nimodipine memiliki rata rata mengalami kejang setelah melahirkan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan kelompok wanita yang diberikan magnesium sulfat ( 9 dari 819 wanita kelompok nimodipine 1,1 % dan 0 dari 831

wanita kelompok magnesium sulfat, P = 0,01 ). Tidak ada perbedaan yang signifikan dari neonatus yang dilahirkan antara kedua kelompok tersebut. Wanita kelompok magnesium sulfat lebih banyak membutuhkan hydralazine untuk mengontrol tekanan darahnya dibandingkan dengan wanita kelompok nimodipine. Kesimpulan Magnesium sulfat lebih efektif dari nimodipine untuk pencegahan terjadinya kejang pada wanita dengan preeklansia berat.

DISKUSI JURNAL

Penelitian ini memperlihatkan bahwa pemberian magnesium sulfat secara parenteral lebih baik dibandingkan dengan pemberian nimodipine oral dalam hal pencegahan terjadinya eklamsia pada wanita dengan preeklamsia berat. Efek pemberian magnesium sulfat juga telah terbukti bermanfaat pada penelitian yang telah dilakukan oleh Magnesium Sulfate for Prevention of Eclampsia (MAGPIE) yang membandingkan penggunaan magnesium sulfat dengan placebo pada wanita dengan preeklamsia sedang dan berat. Terdapat hypotesis yang mengatakan bahwa Eklamsia terjadi karena vasokonstriksi dan iskemia pembuluh darah otak. vasodilator lebih efektif untuk mengurangi terjadinya vasokonstriksi pembuluh darah otak ( untuk mencegah terjadinya eklamsia ). Hasil penelitian ini tidak mendukung hipotesis tersebut. Perubahan hemodinamik cerebral pada pasien dengan preeklamsia dapat mendukung hasil penelitian yang telah diperoleh. Peningkatan tekanan perfusi cerebral merupakan sebab yang lebih dominan menyebabkan cedera pada cerebral dibandingkan dengan penurunan aliran darah ke cerebral. Peningkatan tekanan perfusi cerebral dipercaya dapat mengakibatkan terjadinya cerebral barotrauma dan vasogenic edema. Nimodipine dapat meningkatkan

tekanan perfusi cerebral pada pasien dengan preeklamsia, sedangkan magnesium sulfat menurunkan tekanan perfusi cerebral.