Anda di halaman 1dari 43

SEMINAR HASIL

MASALAH AKSESIBILITAS AIR BERSIH BAGI KELUARGA BINAAN DI KAMPUNG GAGA RT 04 RW 03 DESA TANJUNG PASIR KECAMATAN TELUK NAGA

Kepaniteraan Kedokteran Komunitas Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Tahun 2012

KELOMPOK 3
Dara Indah Permatasarim Desy Amaliah Eliyah Ivana Utami Dewi Meri Wulansari 1102005052 1102005059 1102007099 1102005131 1102005154

Pembimbing : drg. Rr. Truly Kartikawatie dr. Yusnita, M.kes dr. Citra Dewi, M.kes

BAB I LATAR BELAKANG

Gambaran Umum Desa Secara Geografis

Situasi Keadaan Umum Desa Tanjung Pasir terletak di utara dari Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten Luas wilayah 23.816 hektar Daerah dataran rendah dengan ketinggian satu meter dari permukaan laut Suhu udara 300-370C

Batas-batas wilayah Desa Tanjung Pasir :


Sebelah utara berbatasan dengan Laut Jawa/ DKI Jakarta Sebelah barat berbatasan dengan Desa Kali Baru Kecamatan Pakuhaji Sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Kosambi Sebelah selatan berbatasan dengan Kota Tangerang/ Bandara Soekarno-Hatta

Gambaran Umum Desa Secara Demografi

Situasi Kependudukan Desa Tanjung Pasir terdiri dari : 6 kepala dusun 14 Rukun Warga (RW) 34 Rukun Tetangga (RT)

10

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2011 jumlah penduduk di wilayah Desa Tanjung Pasir adalah 49.344 jiwa Terdiri dari 24.601 jiwa laki-laki dan 24.743 jiwa perempuan

11

Peta Desa Tanjung Pasir


12

Pendidikan
Prasarana pendidikan di Desa Tanjung Pasir
Prasarana pendidikan TK (Taman KanakSD (Sekolah Dasar) SLTP (Sekolah Lanjutan Tingkat SLTA / SMUN (Sekolah

Kanak)

Negeri/Madrasah
Ibtidaiyah

Pertama)
Negeri/Madrasah Tsanawiyah

Mengah
Umum) Negeri

Jumlah Sekolah Jumlah Murid

6 buah 164 orang

22 buah 6.612 orang

6 buah 1.576 orang

2 buah 346 orang

Jumlah Guru

6 orang

132 orang

48 orang

30 orang

13

Sosial Ekonomi
Mayoritas penduduk berprofesi sebagai nelayan dikarenakan bertempat tinggal di wilayah pesisir pantai.

14

Mata Pencaharian Nelayan Buruh/swasta Pegawai Negeri Sipil (PNS)

Jumlah Penduduk 2.331 orang 65 orang 15 orang

Pedagang
Penjahit Tukang Batu Tukang kayu Peternak

1.213 orang
24 orang 62 orang 42 orang 6 orang

15

Pengrajin Montir Dokter/Bidan Supir Pengemudi Becak TNI / POLRI Pengusaha Petani

5 orang 25 orang 6 orang 30 orang 43 orang 6 orang 8 orang 176 orang

16

Sarana

Jumlah

Koperasi
Pasar Warung/kedai Kios Kelontong Bengkel Toko

1buah
-buah 100buah 5 buah 8 buah 20 buah

17

Kesehatan
Upaya Pemerintah Desa Tanjung Pasir dengan Instansi terkait, Peningkatan Gizi keluarga Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada balita Pemeriksaan kesehatan bumil Pencegahan penyakit

18

Penyuluhan Kesehatan dan Penyakit Penanganan bagi Balita yang kekurangan Gizi Penyuluhan Kesehatan tentang bagaimana menjaga dan memelihara lingkungan

19

Sarana Kesehatan Poskesdes Pos KB Keluarga Posyandu Pos Mandiri Klinik Bersalin/BKIA Praktek dokter/Bidan Praktek Bidan

Jumlah 1 unit - unit 6 unit - unit - unit 4 unit 4 unit

Paraji

4 orang

20

Sosial Budaya
Desa Tanjung Pasir Suku tersebut antara lain betawi, melayu dan sisanya adalah pendatang
Agama Islam Jumlah Penganut 9.594 orang

Katolik
Protestan Hindu Budha

12 orang
2 orang 56 orang 51 orang

21

Sarana Peribadatan Mesjid Musholla

Jumlah 6 unit 30 unit

Majelis Taklim
Gereja Pura

12 unit
-

22

Transportasi
Sarana transportasi masyarakat Desa Tanjung Pasir dengan menggunakan angkutan umum, ojek motor, becak serta sepeda.

23

Ketersediaan Jamban
Berdasarkan data yang diperoleh dari POSKESDES tahun 2010, ketersediaan jamban di seluruh Desa Tanjung Pasir baik jamban keluarga maupun jamban umum berjumlah 726 buah.

24

Ketersediaan Pekarangan
Tanaman yang dapat tumbuh amat terbatas dikarenakan kondisi air yang berkadar garam tinggi dan tanah yang mengandung pasir amat menyulitkan untuk bertanam.

25

Denah lokasi keluarga binaan

26

Keluarga Tn. Amat

No.

Nama

Status keluarga

Jenis Kelamin

Usia

Pendidikan

Pekerjaan/ Penghasilan

1.

Tn. Amat

Kepala keluarga

Laki-laki

41 Tahun

SD

Dagang 4.000.000/ bulan

2. 3.

Ny. Rokiah Tn. Tolbun

Isteri Anak ke-1

Perempuan Laki-laki

32 tahun 18 tahun

SD SMP

Ibu rumah tangga Buruh empang 20.000/ hari

4. 5.

An. Toni An. Tofik

Anak ke-2 Anak ke-3

Laki-laki Laki-laki

11 tahun 3 bulan

SD -

Pelajar -

Data Dasar Keluarga Tn. Amat


27

9/17/2012

28

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

29

PENGERTIAN AIR BERSIH

30

Air bersih yaitu air yang aman (sehat) dan baik untuk diminum, tidak berwarna, tidak berbau, dengan rasa yang segar. (Suripin, 2002).

31

Air bersih adalah air yang dipergunakan untuk keperluan sehari-hari dan kualitasnya memenuhi persyaratan kesehatan air bersih sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku dan dapat diminum apabila dimasak. (Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 1405/Menkes/Sk/XI/2002)

32

Air bersih adalah air yang kita pakai sehari-hari untuk keperluan mencuci, mandi, memasak dan dapat diminum setelah dimasak. Kondoatie (2003)

33

Kualitas air harus memenuhi persyaratan, yaitu : 1. Syarat fisik 2. Syarat kimiawi 3. Syarat bakteriologi (Mulia, 2005)

34

Standar air bersih dapat dibedakan menjadi empat ketegori, yaitu : 1. Persyaratan kualitas air untuk air minum 2. Persyaratan kualitas air untuk air bersih 3. Persyaratan kualitas air untuk air kolam renang 4. Persyaratan kualitas air untuk air pemandian umum (Peraturan Menteri Kesehatan Nomor: 416 tahun 1990 tanggal 3 September 1990 )

35

36

PENGERTIAN PERMUKIMAN

37

Permukiman yang baik adalah permukiman yang memiliki prasarana dan sarana yang lengkap dimana dapat mendukung aktivitas penghuninya yang menciptakan keterpaduan dan keselarasan pemanfaatan sebagai lingkungan hidup.

38

Prasarana Air Bersih dalam Permukiman


Prasarana permukiman adalah merupakan kelengkapan dasar fisik suatu lingkungan yang memungkinkan lingkungan permukiman tersebut dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Keberadaan prasarana mempunyai dampak cukup besar pada mutu kehidupan masyarakat, pertumbuhan dan prospek ekonominya. (Catanese, Anthony J dan James C.S (1979))

39

Permasalahan Air Bersih Masyarakat Kekurangan air bersih oleh masyarakat akan menimbulkan masalah pada beberapa aspek yang akibatnya dapat terasa secara langsung atau tidak langsung oleh masyarakat.

40

Menurut Johnstone dan Wood dalam Mungkasa (2006) menerangkan bahwa masyarakat yang tidak dapat mengakses air bersih harus menanggung konsekuensi berupa: 1. Tingginya biaya untuk memperoleh air bagi masyarakat yang tidak punya akses. 2. Konsumsi air bersih menurun. Dengan tingginya biaya, jauh jarak dan waktu yang lama untuk mendapatkan air bersih menjadikan masyarakat tidak dapat memenuhi kebutuhan standar air bersih.
41

Peningkatan pelayanan terus dilakukan oleh pemerintah dengan digulirkannya Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) dan peningkatan produksi air bersih oleh PDAM. Program Air Minum yang dilakukan pada kenyataannya adalah program air bersih. Dimana program tersebut dilakukan agar adanya peningkatan dalam kinerja pelayanan dalam hal: a. Kuantitas : konsumsi 150-160 ltr/org/hr. b. Kualitas : standar air minum/bersih (Depkes). c. Kontinuitas aliran : 24 jam per hari/dapat diperoleh kapan saja. (Dep.Kimpraswil, Studi National Action Plan Bidang Air Bersih 2003)
42

Aksesibilitas Air Bersih


Dalam kamus bahasa Indonesia, akses sangat berkaitan dengan pencapaian, kemudahan pencapaian (KBBI, 2005). Kemudahan dalam mencapai tujuan biasanya diukur dengan jarak dan waktu tempuh.

9/17/2012

43