Anda di halaman 1dari 4

JIAN SEPTIAN F24090046 Teknologi Pengemasan

Representasi Warna dengan Budaya


Ketika berbicara mengenai budaya, selalu terkait dengan seni, baik itu seni tari, seni lukis maupun seni peran. Namun dibalik itu semua, banyak sekali pandangan tentang budaya yang diasosiasikan dengan warna. Budaya sendiri memiliki banyak sekali pengertian. Diantara pengertian tersebut, Koentjaraningrat (2002) mendefinisikannya sebagai seluruh total dari pikiran, karya, dan hasil karya manusia yang tidak berakar kepada nalurinya, dan yang karena itu hanya bisa dicetuskan oleh manusia sesudah proses belajar. Hal ini mengindikasikan bahwa budaya memiliki pengertian yang sangat luas dan seolah tidak ada batasnya. Perbedaan budaya didunia ini memberikan pola perbedaan pada warna, dan juga dapat menjadi penanda beberapa nama warna yang sangat berbeda dari spektrum warna pada umumnya. Penyebutan warna juga dipergunakan untuk menerapkan hubungan antara berbagai bahasa yang berbeda dengan kebudayaan. Brent Berlin dan Paul Kay (1969) menyatakan bahwa penamaan warna didunia, dan menemukan perbedaan ini diatur kedalam tingkatan hierarki yang berhubungan dan ada batas sejumlah warna umum pola warna dasar yang digunakan menjadi penggunaan pada individu dalam tingkatan yang jelas. Warna adalah bahasa universal yang paling umum dihadapi sehari-hari. Manusia selalu terpesona oleh warna. Secara psikologis, warna memang mempengaruhi kita. Efek psikologinya sering jauh lebih dahsyat daripada pengalaman visual. Warna bagi beberapa suku bangsa mempunyai pengertian yang berbeda, hal ini disebabkan oleh lingkungan dan budayanya. Hal yang mudah tampak dicontohkan oleh misalnya warna suci untuk Judeo-Christian West adalah merahbiru-putih-emas akan sangat berbeda dengan Budha yang kuning atau islam yang hijau. Pengetahuan tentang budaya menjadi hal yang penting, karena ada warna tertentu yang dianggap tabu. Ungu, misalnya, merupakan warna bangsawan, karena memberi kesan mewah, kaya dan canggih. Ungu juga dapat direpresentasikan feminine dan romantis. Tetapi, karena di alam nyata ungu adalah warna yang cukup jarang, ungu sering dianggap artifisial. Bahkan, dalam beberapa budaya, ungu juga kurang disukai karena merupakan warna berkabung. Orang dari budaya yang berbeda seringkali memberikan respon yang berbeda terhadap suatu warna. Pemahaman termasuk selera terhadap suatu produk pada umumnya dipengaruhi oleh pengalaman keseharian dan budaya yang berkembang ditengah komunitasnya. Penamaan warna dan sumber warna pada beberapa suku biasanya diambil dari alam sekitar seperti masyarakat Toraja misalnya mempunyai ukiran warna-warni pada rumah adat (Tongkonan) dan lumbung padi (Alang Sura) yang sarat dengan lambang atau simbol makna hidup orang Toraja, hubungan manusia dan penciptanya, dengan alam kosmos dan hubungan dengan sesama (lolo Tau), dengan hewan/ternak (lolo patuon) dan dengan tanaman (lolo tanaman).

Warna dalam kehidupan manusia mempunyai makna yang berbeda, namun warna juga dapat bermakna universal seperti hitam sering digunakan saat berkabung, hitam juga sering digunakan dengan konotasi negatif, dengan berbagai alasan, tetapi dengan penjelasan yang dapat diterima dan umum. Warna hitam sama dengan malam dianggap oleh manusia sesuatu yang negatif dan berbahaya. Alasan kedua adalah karena bintik-bintik kotor dapat dilihat dengan jelas khususnya pada bahan-bahan yang berwarna pucat. Berikut adalah beberapa warna dan efek psikologis yang ditimbulkan di beberapa budaya tertentu. MERAH 1. Suku Aborigin 2. Celtic 3. Cina 4. Cherokee 5. Yahudi 6. India 7. Africa Selatan 8. Rusia 9. Yunani 10.Mesir 11.Timur 12.Barat 13.Solo MERAH MUDA 1. Korea 2. Timur 3. Barat JINGGA 1. Irlandia 2. Belanda 3. Barat EMAS 1. Timur 2. Barat KUNING 1. Suku Apache 2. Cherokee 3. Cina 4. Mesir 5. India 6. Jepang 7. Yunani : tanah, bumi : kematian, akhirat : keberuntungan, perayaan : kesuksesan, kemenangan. Merepresentasikan timur : pengorbanan, dosa : kemurnian : warna belasungkawa : bolshevik dan komunisme : cinta dan pengorbanan : pria : kebahagiaan, kemakmuran : kegembiraan, bahaya, cinta, hasrat, berhenti, Natal (dengan hijau), Hari valentine : berduka cita : kepercayaan : pernikahan : cinta, bayi (terutama bayi perempuan), Hari Valentine : religius (protestan) : Rumah Jingga : Haloween (dengan hitam), kreativitas, musim gugur : kekayaan, kekuatan : kekayaan : timur-tempat terbitnya matahari : masalah, perselisihan : mengandung makanan bergizi, raja (keluarga raja), : berduka cita : saudagar/pedagang : keberanian, keteguhan hati : dewa Aphrodite

8. Timur

: sanggup melawan iblis, kematian, keramat, berhubungan dengan kerajaan 9. Yogyakarta : warna kebesaran Sultan Yogyakarta 10.Jakarta : berduka cita HIJAU 1. Suku Apache 2. Cina 3. India 4. Irlandia 5. Jepang 6. Perancis 7. Amerika 8. Mesir 9. Timur 10.Barat 11.Sunda BIRU 1. Cherokee : kekalahan, masalah. Merepresentasikan utara 2. Cina : keabadian, Kaisar memuja langit 3. Iran : warna surga dan spiritual, berduka cita 4. Spanyol & Venesia : kaum elite 5. Yunani : sosial dan integritas, dewa Hermes 6. Mesir : lambang akhirat dan keabadian 7. Timur : kekayaan 8. Barat : depresi, kesedihan, konservatif, kerjasama BIRU MUDA 1. Barat UNGU 1. Thailand 2. Mesir 3. Timur 4. Barat PUTIH 1. Suku Apache 2. Cherokee 3. Cina 4. India 5. Jepang 6. Yunani : bayi (terutama bayi laki-laki) : berduka cita, janda : tanah : kekayaan : raja (keluarga raja) : utara-sumber salju : kedamaian dan kebahagiaan. Merepresentasikan selatan : kematian, berduka cita : ketidakbahagiaan : anyelir putih simbol kematian : kesucian : selatan : topi hijau mengindikasikan seorang istri selingkuh dari suami, dinasti Ming : Islam : simbol untuk keseluruhan negara, religius (Katolik) : kehidupan : kejahatan : keamanan/keepercayaan : lambang keabadian : keabadian, keluarga, kesehatan, kemakmuran, kedamaian : musim semi, kelahiran, pergi, uang, Hari Santo Petrus, Natal (dengan merah) : identik dengan tokoh yang jahat di suatu cerita

7. Timur 8. Barat 9. Sunda 10.Yogyakarta

: pemakaman, penolong, anak-anak, pernikahan, berduka cita, kedamaian : mempelai wanita, malaikat, orang baik, rumah sakit, dokter, kedamaian : mempelai wanita : berduka cita

HITAM 1. Suku Apache : barat (tempat terbenamnya matahari) 2. Suku Aborigin : warna orang 3. Cherokee : masalah, kematian. Representasi barat 4. Cina : warna untuk pria muda 5. Thailand : ketidakberuntungan, ketidakbahagiaan, iblis 6. Spanyol & Venesia : kaum elite 7. Timur : karir, iblis, pengetahuan, berduka cita 8. Barat : pemakaman, kematian, Haloween (dengan jingga), orang jahat, 9. Sumatera : berduka cita ABU-ABU 1. Timur 2. Barat PERAK 1. Barat COKLAT 1. Suku Aborigin 2. Cherokee 3. Cina 4. Barat : penolong, bepergian : membosankan, sedih : penuh gaya, uang : warna tanah/daratan : kebaikan : dinasti Sung : sehat, sederhana, dapat diandalkan, setia

Daftar Pustaka Koentjaraningrat (2002). Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta : Gramedia