Anda di halaman 1dari 13

BAB III PEMBAHASAN

3.1 Bagian-Bagian Mesin Thread Cutting Didalam mesin thread cutting terdapat beberapa bagian. Gambar dibawah ini menunjukkan bagian tersebut, diantaranya:

Gambar 3.1 Bagian- Bagian dari Thread Cutting Tipe OK Keterangan Gambar : 1. Handel pendorong benda kerja 2. Cekam/ penjepit benda kerja 3. Pelumasan 4. Handel untuk menjalankan pahat ulir 5. Tutup Oli Gear Box 6. Tabel perbandingan kecepatan untuk putaran handstock 7. Handel pengatur kecepatan putaran 8. Gelas level oli 9. Pengatur otomatis panjang ulir yang diinginkan 10. Pengaturan pahat ulir

29

30 11. Otomatis stop untuk kepala cekam pahat 12. Saklar untuk putaran motor bolak- balik 13. Bak penampungan gram 14. Saklar pengaman motor utama bila terjadi overload 15. Saklar pengaman untuk pompa oli pelumasan bila terjadi overload 3.2 Instalasi Setiap mesin yang baru, terdapat aturan- aturan yang digunakan untuk penginstalasian. Seperti halnya dibawah ini :

3.2.1 Transportasi Mesin ini dikirim untuk siap dipasang dan dengan kemasan yang sesuai, perlindungan yang baik dari kerusakan dikarenakan oleh transportasi. Semua bagian terang ditutupi dengan bahan anti karat. Segera setelah kedatangan mesin harus dibongkar dan periksa bahwa semua aksesoris dipesan telah dikirim harus dilakukan. Klaim untuk bagian yang hilang harus dilakukan dalam 8 hari setelah kedatangan. Setelah membongkar, mesin harus dibersihkan dengan hati-hati dari debu dan bahan anti karat. Mesin ini harus diangkat dan dipindahkan menggunakan kain sling yang diikat jadi, tidak ada kerusakan yang dapat terjadi pada permukaan atau bagian yang sensitif. Kawat yang dapat merusak permukaan dilarang penggunaannya.

31

Gambar 3.2 Cara pemindahan mesin Agar mendapatkan hasil operasi yang terbaik mesin harus didirikan dan diikat pada sebuah bas yang kokoh, dikarenakan tidak ada getaran. Hal ini paling baik dilakukan oleh mesin lari ke pondasi beton khusus. Kedalaman pondasi yang harus ditentukan sehubungan dengan kualitas tanah, biasanya 12 kaki harus memadai. Ukuran dasar serta dimensi utama dari mesin dan bahan ditunjukkan di bawah ini.

Gambar 3.3 Dimensi Mesin Thread Cutting

32

m.m A B C D E F G H I K L M N

OK 3 1450 850 1030 760 143 450 658 455 850 650 175 70 M 16

OK 5 1570 1015 1270 830 200 450 758 515 1000 750 175 70 M 16

Tabel 3.1 Ukuran dimensi mesin Thread Cutting

3.2.2 Sambungan Elektrik Mesin dikirim dengan peralatan listrik lengkap (instalasi listrik yang lengkap) terdiri dari motor dan sebuah tombol tekan untuk pengendali motor. Sambungan utama dapat diambil melalui saluran didasar, didalam cabinet motor(ground). Thread Cutting adalah mesin yang menggunakan tenganan 3 fase.

Sebagian besar mesin thread cutting yang modern secara teknis otomatis menggunakan listrik untuk menggerakkan motor sebagai bagian terpenting dalam sebuah mesin.

Motor yang digunakan dalam mesin thread cutting menggunakan listrik AC bertegangan 380V. Berikut gambar power motor dari mesin thread cutting. Penggerak motor AC dengan gulungan rotor (motor induksi cincin geser)

33 Penggerak motor dengan rotor penggulung menggunakan motor yang berkonstruksi khusus untuk menyempurnakan pengendalian kecepatan.

Rotor motor dibuat dengan penggulungan yang diangkat keluar motor melalui cincin geser pada sumbu motor. Gulungan tersebut disambungkan ke pengendali, yang menempatkan torque resistor dapat variabel secara seri

dengan gulungan.

Kinerja

motor

dikendalikan

dengan

menggunakan resistor variabel tersebut. Motor dengan gulungan rotor sangat umum digunakan untuk motor 300 HP atau lebih.

Gambar 3.4 Diagram pengawatan motor penggerak Keterangan gambar 3.2.2 : L1-L3 : Tegangan AC 3 fase S1 S2 S3 M1 M2 : Kontaktor Spindle : Kontaktor Pompa : tombol : Motor Spindle : Motor Pompa

34 3.2.3 Pelumasan Bantalan, poros dan gigi dari gearbox yang dilumasi dengan oli harus diisi kedalam gearbox dan pastikan bahwa level oli mencapai titik pusat dari level kaca oli. Oli diisi mencapai 5 tutup di penutup atas mesin. Dalam kasus operasi terus-menerus, minyak harus diganti dan gearbox dibersihkan setidaknya sekali dalam setahun. Tangki oli dikosongkan melalui pembuka saluran disisi kanan. Poros utama mempunyai 2 bantalan yang tidak membutuhkan beberapa pelumasan. Permukaan geser dan bagian bergerak dari mesin dan kepala tetap harus dilumasi jika diperlukan. Seberapa sering tergantung frekuensi penggunaan mesin. Mesin harus selalu mendapat pelumasan yang baik agar untuk menghindari pemakaian dan untuk menjaga akurasi bekerja selama periode waktu yang panjang.

3.2.4 Pendinginan Mesin dilengkapi dengan pompa listrik pendingin terpisah. Tangki pendingin ditempatkan di bagian terendah dari dasar, dan diisi 10 -12 liter cairan pendingin. Untuk pembersihan pompa, ambil kotak gram. Ketika mengulir, pendingin dari alat dan bahan diperlukan dan juga untuk beberapa bahan sangat penting. Cairan prndingin harus, disamping baik pendingin juga efisien, memiliki pelumasan yang baik, yang akan mengurangi keausan alat dan meningkatkan kualitas mengulir. Lemak minyak tirai tipis yang paling cocok dan kami sarankan shell minyak MB21 Houghton Frapol 10/88 atau kualitas serupa. Catatan: paduan magnesium harus didinginkan dengan pendingin yang mengandung air. Jika tidak akan ada resiko besar bahwa gram akan terbakar.

35 3.3 Perawatan Setiap mesin produksi pada perusahaan dituntut selalu kondisinya siap pakai, untuk mengantisipasi kerusakan dan menjaga mesin selalu dapat dioprasikan dengan layak sehingga umur alat dapat mencapai atau sesuai umur yang direkomendasikan oleh pabrik. 3.4 Tujuan Perawatan 1.Agar suatu alat selalu dalam keadaan siaga siap pakai. 2.Agar suatu alat selalu dengan kemampuan prima, berdaya guna mekanis yang paling baik. 3.Agar biaya perbaikan alat menjadi lebih hemat. 3.5 Macam- Macam Perawatan 3.5.1 Perawatan yang Direncanakan Adalah pekerjaan perawatan yang dilakukan pada saat mesin tidak beroperasi dan memiliki jadwal perawatan yang telah ditentukan. Keuntungan Perawatan yang Direncanakan Perawatan yang direncanakan dapat menghasilkan keuntungan-

keuntungan sebagai berikut: a. Kapasitas fasilitas industri lebih besar. 1. Kerusakan- kerusakan yang terjadi pada peralatan biasa berkurang karena adanya system perawatan yang baik dan teratur. 2. Pelaksanaan perawatan tidak banyak mengganggu kegiatan produksi, sehingga hilangnya waktu produksi menjadi minimum.

36 3. Perawatan yang lebih sederhana dan teratur dapat mengurangi kemacetan produksi daripada adanay perawatan khusus yang mahal. 4. Perlengkapan dan suku cadang yang dibutuhkan lebih mudah terkontrol dan selalu tersedia bilamana diperlukan. b. Pelayanan yang sederhana dan teratur, lebih cepat dan murah daripada memperbaiki kerusakan yang terjadi secara tiba-tiba. c. Pengelolaan dan pelayanan perawatan yang terencana dapat menjaga kesinambungan hasil industri dengan kualitas dan efisiensi yang tinggi 1.Perawatan Pencegahan Adalah pekerjaan perawatan yang bertujuan untuk mencegah terjadinya kerusakan, atau cara perawatan yang direncanakan untuk pencegahan (preventif). Ruang lingkup perawatan pencegahan termasuk :inspeksi, perawatan kecil, pelumasan, penyetelan, sehingga peralatan atau mesin- mesin selama beroperasi terhindar dari kerusakan. Tujuan Perawatan Pencegahan Perawatan pencegahan mempunyai tujuan sebagai berikut : 1. Untuk mencapai tingkat kesiapan industry yang maksimum dengan mencegah kerusakan dan mengurangi periode waktu perbaikan menjadi seminimum mungkin. 2. Menjaga kondisi mesin sebaik mungkin untuk mempertahankan produk yang berkualitas tinggi.

37 3. Memperkecil tingkat kerusakan dan menjaga nama baik perisahaan. 4. Menjamin keselamatan pekerja. 5. Menjaga industry pada tingkat efisiensi produksi yang maksimum 6. Mencapai semua tujuan tersebut secara ekonomis.

a. Inspeksi Pekerjaan inspeksi dibagi atas inspeksi bagian luar dan inspeksi bagian dalam. Inspeksi bagian luar dapat ditunjukkan untuk mengamati dan menditeksi kelainan- kelainan yang terjadi pada mesin yang sedang beroperasi, misalnya :timbul suara tidak normal, getaran, panas, asap dan lain-lain. b. Perawatan Berjalan Dimana pekerjaan perawatan dilakukan ketika fasilitas atau peralatan dalam keadaan bekerja. Perawatan berjalan diterapkan pada peralatanperalatan yang harus beroperasi terus dalam melayani proses produksi. 2.Perawatan Korektif Perawatan korektif adalah tindakan perawatan yang dilakukan untuk mengatasi kerusakan- kerusakan atau kemacetan yang terjadi berulang kali. Prosedur ini diterapkan pada peralatan atau mesin sewaktu- waktu dapat rusak. Dalam kaitan ini perlu dipelajari penyebab-penyebabnya, perbaikan apa yang dapat dilakukan, dan bagaimanakah tindakan selanjutnya untuk mencegah agar kerusakan tidak terulang lagi. Pada umumnya usaha untuk mengatasi kerusakan itu dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : Merubah proses.

38 Merancang kembali komponen yang gagal . Mengganti dengan komponen yang baru atau yang lebih baik. Meningkatkan prosedur perawatan preventif. Sebagai contoh, melakukan pelumasan sesuai ketentuannya atau mengatur kembali frekuensi dan isi dari pada pekerjaan inspeksi. Meninjau kembali dan mengubah sistem pengoperasian mesin. Misalnya dengan mengubah beban unit, atau melatih operator dengan system operasi yang lebih baik, terutama pada unit- unit khusus Perawatan korektif tidak dapat menghilangkan semua kerusakan, karena bagaimanapun juga suatu alat atau mesin- mesin yang dipakai lambat laun akan rusak. Namun demikian, dengan adanya tindakan perbaikan yang memadai akan dapat membatasi terjadinya kerusakan. Dalam pelaksanaan kerjanya, untuk mengatasi kerusakan dan

mengambil tindakan korektif yang diperlukan adalah tanggung jawab bersama dari bagian teknik, produksi dan perawatan. a. Breakdown Pekerjaan perawatan yang dilakukan setelah terjadi kerusakan pada

peralatan, dan untuk memperbaikinya harus disiapkan suku cadang, material, alat- alat dan tenaga kerjanya. 3.5.2 Perawatan yang Tidak Direncanakan Adalah pekerjaan perawatan yang dilakukan pada saat mesin beroperasi dan tidak memiliki jadwal perawatan secara rutin atau dengan kata lain

perawatan yang dilakukn pada saat mesin mengalami kerusakan.

39 1. Perawatan Darurat Adalah pekerjaan perbaikan yang harus segera dilakukan karena terjadi kemacetan atau kerusakan yang tidak terduga.

3.6 Meningkatkan Perawatan pada Motor Listrik Hampir semua inti motor dibuat dari baja silikon atau baja gulung dingin yang dihilangkan karbonnya, sifat-sifat listriknya tidak berubah

dengan usia. Walau begitu, perawatan yang buruk dapat memperburuk efisiensi motor karena umur motor dan operasi yang tidak handal. Sebagai contoh, pelumasan yang tidak benar dapat menyebabkan meningkatnya gesekan pada motor dan penggerak transmisi peralatan. Kehilangan resistansi pada motor, yang meningkat dengan kenaikan suhu.

Kondisi ambien dapat juga memiliki pengaruh yang merusak pada kinerja motor. Sebagai contoh, suhu ekstrim, kadar debu yang tinggi, atmosfir yang korosif, dan kelembaban dapat merusak sifat-sifat bahan isolasi; tekanan mekanis karena siklus

pembebanan dapat mengakibatkan kesalahan penggabungan.

Berikut merupakan penjelasan mengenai perawatan pada motor yang termasuk dalam komponen unit penggerak pada mesin thread cutting : Pemeriksaan motor secara teratur untuk pemakaian bearings

dan rumahnya (untuk mengurangi kehilangan karena gesekan) dan untuk kotoran/debu pada saluran ventilasi motor (untuk menjamin

40 pendinginan motor) Pemeriksaan kondisi beban untuk meyakinkan bahwa motor

tidak kelebihan atau kekurangan beban. Perubahan pada beban motor dari pengujian terakhir mengindikasikan suatu perubahan pada beban yang digerakkan, penyebabnya yang harus diketahui. Pemberian pelumas secara teratur. Fihak pembuat biasanya memberi rekomendasi untuk cara dan waktu pelumasan motor. Pelumasan yang tidak cukup dapat menimbulkan masalah, seperti yang telah diterangkan diatas. Pelumasan yang berlebihan dapat juga

menimbulkan masalah, misalnya minyak atau gemuk yang berlebihan dari bearing motor dapat masuk ke motor dan menjenuhkan bahan isolasi motor, menyebabkan kegagalan dini atau mengakibatkan resiko kebakaran. Pemeriksaan secara berkala untuk sambungan motor yang benar dan peralatan yang digerakkan. Sambungan yang tidak benar dapat mengakibatkan mengakibatkan sumbu kerusakan as dan bearings lebih cepat aus, motor dan peralatan yang

terhadap

digerakkan. Dipastikan bahwa kawat pemasok dan ukuran kotak terminal dan pemasangannya benar. Sambungan-sambungan dan starter harus diperiksa untuk pada motor

meyakinkan kebersihan dan

kekencangnya.

41 Penyediaan ventilasi yang cukup dan menjaga agar saluran pendingin motor bersih untuk membantu penghilangan panas untuk mengurangi kehilangan yang berlebihan. Umur isolasi pada motor akan lebih lama: untuk setiap kenaikan suhu operasi motor 10 C diatas suhu yang direkomendasikan, waktu pegulungan ulang akan puncak lebih

cepat, diperkirakan separuhnya.