Anda di halaman 1dari 10

[Type the document title]

Tugas Kimia
Sel Volta dalam Kehidupan Sehari hari

Oleh :

Lilis Indriyani Rosanti XII IPA /12

SMA Negeri 4 Sidoarjo

S e l V o l t a d a l a m K e h i d u p a n S e h a r i - h a r i (XII IPA 4/2)| 2

Tahun Ajaran 2012 2013 KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.

Puji Syukur saya ucapkan kepada Allah SWT karena dengan rahmat serta hidayah-Nyalah saya dapat menyelesaikan tugas kimia ini dengan sebaik baiknya. Terima kasih juga saya ucapkan kepada semua pihak yang telah membantu saya dalam menyelesaikan makalah sel volta dalam kehidupan sehari hari ini. Makalah mengenai sel volta ini berisikan tentang pengertian sel volta, mcam macam sel volta dan penerapannya dalam kehidupan sehari hari. Saya berusaha meletakkan beberapa gambar sgar makalah ini bias lebih mudah untuk dipahami. Besar harapan saya makalah sel volta beserta powerpointnya ini bias bermanfaat bagi pembaca pembaca pada umumnya dan juga bagi saya secara khusus. Mohon maaf atas kekurangan yang ada dalam makalah beserta powerpointnya ini, karena keduannya belumlah menjadi hal yang sempurna. Oleh karena itu pula, kritik dan saran masih sya harapkan demi evaluasi untuk menjadi lebih baik.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Sidoarjo, 5 Oktober 2012

S e l V o l t a d a l a m K e h i d u p a n S e h a r i - h a r i (XII IPA 4/2)| 3

Lilis Indriyani R.

I. Sel Volta
Sel volta adalah sel elektrokimia yang menghasilkan arus listrik. Sel volta ini ditemukan oleh dua orang ahli berkebangsaan Italia. Mereka berdua adalah Alessandro Giuseppe Volta (1745-1827) dan Lugini Galvani (1737-1798). Ciri khas dari sel volta adalah menggunakan jembatan garam. Jembatan garam berupa pipa U yang diisi agar-agar yang mengandung garam kalium klorida. Sel volta terdiri dari anoda yang bermuatan negatif dan katoda yang bermuatan positif. Pada anoda terjadi proses oksidasi, oksidasi adalah pelepasan elektron. Sedangkan pada katodanya terjadi proses reduksi, reduksi adalah penangkapan elektron. Sel volta banyak sekali digunakan pada kehidupan sehari-hari. Sel volta yang biasa digunakan pada kehidupan manusia seperti jenis-jenis baterai dan aki (accu). Baterai dan aki sangatlah berbeda, perbedaan ini dapat dilihat dari setelah pemakaian kedua benda tersebut. Baterai apabila sudah terpakai tidak dapat digunakan lagi karena sudah tidak ada lagi arus listrik pada baterai tersebut. Sedangkan, aki apabila arus listriknya sudah habis dapat diisi lagi dengan mengalirkan arus listrik. Sel volta dibagi menjadi tiga bagian, yaitu Sel Volta Primer, Sel Volta Sekunder, Sel Bahan Bakar. Ketiga bagian tersebut juga memiliki contoh masing-masing lagi. Oleh karena itu marilah kita lihat pembahasan mengenai macam-macam dari sel volta berikut ini.

II.

MACAM-MACAM SEL VOLTA

1. Sel Volta Primer

S e l V o l t a d a l a m K e h i d u p a n S e h a r i - h a r i (XII IPA 4/2)| 4

Sel primer adalah sel yang dibentuk dari katode dan anode yang langsung setimbang ketika menghasilkan arus. Elemen primer (sel volta primer) tidak dapat difungsikan lagi jika sudah habis terpakai. Contoh elemen primer adalah Sel kering seng-karbon, elemen volta (baterai), baterai alkaline, baterai merkuri, baterai perak oksida, baterai Litium a. Sel kering seng-karbon. Sel kering juga dapat disebut sel Lenchanche atau baterai. Baterai kering ini mendapatkan hak paten penemuan di tahun 1866. Harganya di pasaran sangatlah murah. Sel Lanchache ini terdiri atas suatu silinder zink berisi pasta dari campuran batu kawi (MnO2), salmiak (NH4Cl), karbon (C), dan sedikit air. Dengan adanya air jadi baterai kering ini tidak 100% kering.

Penyusun Sel Kering

Sel ini biasanya digunakan sebagai sumber tenaga atau energi pada lampu, senter, radio, jam dinding, dan masih banyak lagi. Penggunaan logam seng adalah sebagai anoda sedangkan katoda digunakan elektrode inert, yaitu grafit, yang dicelupkan ditengah-

S e l V o l t a d a l a m K e h i d u p a n S e h a r i - h a r i (XII IPA 4/2)| 5

tengah pasta. Pasta ini bertujuan sebagai oksidator. Seng tersebut akan dioksidasi sesuai dengan persamaan reaksi di bawah ini: Zn(s) Zn2+(aq) + 2e- (anoda) Sedangkan katoda terdiri atas campuran dari MnO2 dan NH4Cl. Reaksi yang terjadi dapat ditulis sebagai berikut: 2MnO2(s) + 2NH4+(aq) 2e- Mn2O3(s) + 2NH3(aq) + H2O(l) (katoda) Reaksi Anode : yang Zn(s) terjadi Zn2+(aq) pada + 2 sel e

Katode : 2 MnO2(s) + 2 NH4+(aq) + 2 e Mn2O3(s) + 2 NH3(g) + H2O(l) Reaksi : Zn(s) + 2 MnO2(s) + 2 NH4+(aq)Mn2O3(s) + Zn2+(aq) + 2 NH3(g) + H2O(l) Katoda akan menghasilkan ammonia, ammonia ini akan bereaksi dengan Zn2+yang dihasilkan di anode. Reaksi tersebut akan membentuk ion yang kompleks [Zn(NH3)4]2+. Cara kerja sel kering: a. Elektrode Zn teroksidasi menjadi ion Zn2+ + Zn Zn2+ + 2 e b. Elektron yang dilepaskan mengalir melalui kawat penghantar menuju elektrode karbon. c. Elektron-elektron pada elektrode karbon mereduksi MnO2 dan NH4+ menjadi Mn2O3dan NH3. b. Baterai alkaline Baterai alkaine sama dengan sel Lanchache. Baterai alkaline ini menggunakan sebuah larutan elektrolit yang berupa kalium hidroksida (KOH). Oleh karena itu baterai alkaline ini bersifat basa. Baterai alkaline ini memiliki daya tahan yang relatif lama dibandingkan dengan baterai kering atau sel Lanchache.

S e l V o l t a d a l a m K e h i d u p a n S e h a r i - h a r i (XII IPA 4/2)| 6

Sel ini menghasilkan arus yang lebih besar dan total muatan yang lebih banyak daripada baterai kering biasa. Baterai ini cocok digunakan pada kamera atau tape recorder, karena mempunyai tegangan sebesar 1,5V. Reaksi yang terjadi pada baterai alkaline ini adalah sebagai berikut: Anode Katode : : 2 Zn(s) MnO2(s) + + 2 2 OH(aq) H2O(l) + 2 e 2 Zn(OH)2(s) MnO(OH)(s) + + 2 2 e

OH(aq)

Reaksi : 2 MnO2(s) + 2 H2O(l) + Zn(s) 2 MnO(OH)(s) + Zn(OH)2(s) c. Baterai merkuri Baterai merkuri ini merupakan satu dari baterai kecil yang dikembangkan untuk usaha perdagangan atau komersial. Anoda seng dan katoda merkuri (II) oksida (HgO) adalah penyusun dari baterai merkuri ini yang dihubungkan dengan larutan elektrolit kalium hidroksida (KOH). Sel ini mempunyai beda potensial 1,4V. Reaksi yang terjadi pada baterai ini adalah: Zn(s) + 2OH-(aq) ZnO(s) + H2O + 2e- (anoda) HgO(s) + H2O + 2e- Hg(l) + 2OH-(aq) (katoda) Reaksi dari keseluruhan atau disebut reaksi bersih adalah: Zn(s) + HgO(s) ZnO(s) + Hg(l)

d. Baterai perak oksida Baterai perak oksida tergolong tipis dan harganya yang relatif lebih mahal dari bateraibaterai yang lainnya. Baterai ini sangat populer digunakan pada jam, kamera, dan kalkulator elektronik. Perak oksida (Ag2O) sebagai katoda dan seng sebagai anodanya. Reaksi elektrodenya terjadi dalam elektrolit yang bersifat basa dan mempunyai beda potensial sama seperti pada baterai alkaline sebesar 1,5V. Reaksi yang terjadi adalah: Zn(s) + 2OH-(aq) Zn(OH)2(s) + 2e- (anoda)

S e l V o l t a d a l a m K e h i d u p a n S e h a r i - h a r i (XII IPA 4/2)| 7

Ag2O(s) + H2O + 2e- 2Ag(s) + 2OH-(aq) (katoda) c. Baterai Litium Terdiri atas litium sebagai anoda dan MnO2 sebagai oksidator (seperti pada baterai alkaline). Baterai Litium ini dapat menghasilkan arus listrik yang lebih besar dan daya tahannya lebih lama dibandingkan baterai kering yang berukuran sama. Berikut notasi dari baterai Litium: LiLi+ (pelarut non-air)KOH (pasta)MnO2, Mn(OH)3, C

2. Sel Volta Sekunder Sel sekunder adalah sel yang dapat diperbarui dengan cara mengembalikan elektrodenya ke kondisi awal. Elemen sekunder (sel volta sekunder) adalah elemen yang dapat dipakai kembali walaupun energinya sudah habis, dengan cara diisi kembali energinya dengan cara di cas (charge).Jadi sewaktu sel dimuati, energi listrik diubah menjadi energi kimia, dan sewaktu sel bekerja, energi kimia diubah menjadi energi listtrik : Contoh:Aki timbal,Baterai nikelkadmium,Sel perak seng,Sel natrium belerang. a) Aki timbale Aki merupakan jenis baterai yang dapat digunakan untuk kendaran bermotor atau automobil. Aki timbal mempunyai tegangan 6V atau 12V, tergantung jumlah sel yang digunakan dalam konstruksi aki timbal tersebut. Aki timbal ini terdiri dan atas katoda Pb

PbO2 (timbel(IV)

oksida)

anodanya

(timbel=timah hitam). Kedua zat sel ini merupakan zat

S e l V o l t a d a l a m K e h i d u p a n S e h a r i - h a r i (XII IPA 4/2)| 8

padat, yang dicelupkan kedalam larutan H2SO4. Reaksi yang terjadi dalam aki adalah: Anode : Pb(s) + SO42(aq) PbSO4(s) + 2 e Katode: PbO2(s) + H2SO4(aq) + 2 H+ + 2 e PbSO4(s) + 2 H2O(l) Reaksi : Pb(s) + PbO2(s) + 2 H2SO4 2 PbSO4(s) + 2 H2O Pada reaksi pemakaian sel aki, molekul-molekul H2SO4 diubah menjadi PbSO4 dan H2O sehingga konsentrasi H2SO4 dalam larutan semakin berkurang. Oleh karena itu, daya listrik dari aki terus berkurang dan perlu diisi kembali. Aki ini dapat diisi ulang dengan mengalirkan lagi arus listrik ke dalamnya. Pengisian aki dilakukan dengan membalik arah aliran elektron pada kedua elektrode. Pada pengosongan aki, anoda (Pb) mengirim elektron ke katoda (PbO2). Sementara itu pada pengisian aki, elektrode timbal dihubungkan dengan kutub negatif sumber arus sehingga Pb2SO4 yang terdapat pada elektrode timbal itu direduksi. Berikut reaksi pengisian aki: PbSO4(s) + H+(aq) +2e- Pb(s) + HSO4-(aq) (elektrode Pb sebagai katoda) PbSO4(s) + 2H2O(l) PbO2(s) + HSO4-(aq) + 3H+(aq) + 2e- (elektrode PbO2sebagai anoda)

b) Baterai nikel-kadmium Baterai nikel-kadmium merupakan baterai kering yang dapat diisi ulang. Sel ini biasanya disebut nicad atau bateray nickel-cadmium. Reaksi yang terjadi pada baterai nikel-kadmium adalah: Cd(s) + 2OH-(aq) Cd(OH)2(s) + 2e- (anoda) NiO2(s) + 2H2O + 2e- Ni(OH)2(s) + 2OH-(aq) (katoda) Reaksi keseluruhan adalah: Cd(s) + NiO(aq) + 2H2O(l) Cd(OH)2(s) + Ni(OH)2(s)

S e l V o l t a d a l a m K e h i d u p a n S e h a r i - h a r i (XII IPA 4/2)| 9

Baterai nikel-kadmium merupakan zat padat yang melekat pada kedua elektrodenya. Baterai nikel-kadmium memiliki tegangan sekitar 1,4V. Dengan membalik arah aliran elektron, zat-zat tersebut dapat diubah kembali seperti zat semula. c) Sel perak seng Sel ini mempunyai kuat arus (I) yang besar dan banyak digunakan pada kendarankendaraan balap. Sel perak seng dibuat lebih ringan dibandingkan dengan sel timbal seng. KOH adalah elektrolit yang digunakan dan elektrodenya berupa logam Zn (seng) dan Ag (perak). d) Sel natrium belerang Sel natrium belerang ini dapat menghasilkan energi listrik yang lebih besar dari sel perak seng. Elektrodenya adalah Na (natrium) dan S (sulfur). 3. Sel Bahan Bakar

Sel bahan bakar adalah sebuah sel yang secara bertahap menghabiskan pereaksi yang disuplai ke elektrodeelektrode dan secara bertahap pula membuang produkproduknya. Sel bahan bakar menggunakan bahan bakar seperti campuran hidrogen dengan oksigen atau campuran gas alam dengan oksigen. Sel hidrogen-oksigen terdiri atas anode dari lempeng nikel berpori yang dialiri gas hidrogen dan katode dari lempeng nikel oksida berpori yang dialiri gas oksigen. Elektrolitnya adalah larutan KOH pekat. Sel bahan bakar ini biasanya digunakan untuk sumber energi listrik pesawat ulang-alik, pesawat Challenger dan Columbia. Yang berperan sebagai katode adalah gas oksigen dan anodanya gas hidrogen. Masing-masing elektrode dimasukkan kedalam elektrode karbon yang berpori-pori dan masing- masingnya elektrode digunakan katalis dari serbuk platina.

S e l V o l t a d a l a m K e h i d u p a n S e h a r i - h a r i (XII IPA 4/2)| 10

Cara kerja sel ini : a. Gas hidrogen yang dialirkan pada pelat nikel berpori teroksidasi membentuk H2O. 2 H2 + 4 OH 4 H2O + 4 e b. Elektron yang dibebaskan bergerak melalui kawat penghantar menuju elektrode nikel oksida. c. Pada elektrode nikel oksida elektron mereduksi O2 menjadi OH. O2 + 2 H2O + 4 e 4 OH Katoda: menghasilkan ion OHO2(g) + 2H2O(l) + 4e- 4OH-(aq) Anoda: dari katode bereaksi dengan gas H2 H2(g) + 2OH-(aq) 2H2O(l) + 2eReaksi yang terjadi pada sel ini sebagai berikut. Anode : 2 H2(g) + 4 OH(aq) 4 H2O(l) + 4 e Katode : O2(g) + 2 H2O(l) + 4 e 4 OH(aq) Reaksi : 2 H2(g) + O2(g) 2 H2O(l)