Anda di halaman 1dari 1

LEGENDA SANGKURIANG (Asal Mula Tangkuban Prahu) Dahulu ada pemuda sakti, Sangkuriang dengan kekasihnya Nyi Dayang

Sumbi, mereka berencana untuk menikah.Ketika Dayang Sumbi mencari kutu Sangkuriang, ia melihat luka di kepala kekasihnya. Saat Sangkuriang menceritakan tentang bekas luka itu, Dayang Sumbi sangat terkejut.Kalau begitu kau adalah Sangkuriang anakku, anakku sendiri!!, pekik Nyi Dayang Sumbi. Tidak mungkin!! Jangan mencari-cari alasan!!, kata Sangkuriang. Dayang Sumbi berusaha meyakinkan Sangkuriang dengan menceritakan kejadian luar biasa di masa kecil Sangkuriang. Nyi Dayang Sumbi adalah keturunan bidadari, ia tak pernah tua, wajahnya tetap cantik dan muda. Sangkuriang telah dipukul kepalanya dengan entong, sehingga luka dan langsung diusir. Kemarahan Dayang Sumbi dikarenakan Sangkuriang membunuh si Tumang, anjing yang menemaninya saat Sangkuriang berburu di hutan. Anjing itu adalah jelmaan Dewa, suami Nyi Dayang Sumbi dan ayahnya Sangkuriang. Sedangkan Nyi Dayang Sumbi adalah anak Prabu Galuga di kerajaan Parahiayang (Priangan) Jawa Barat, ibunya seekor babi jelmaan bidadari. Ayahnya mengasingkannya di tepi hutan, karena Dayang Sumbi tidak mau menikah, dan hanya ditemani seekor anjing, si Tumang, jelmaan Dewa.Yang akhirnya menjadi suami Nyi Dayang Sumbi dan Sangkuriang adalah anaknya. Kau bukan ibuku. Dan aku bukan anakmu, sementara kita terlanjur jauh cinta, desak Sangkuriang.

Nyi Dayang Sumbi berusaha menggagalkan rencana pernikahan mereka dengan suatu muslihat, Sangkuriang diharuskan mampu membuat sebuah telaga di puncak gunung dan sebuah perahu besar dalam tempo semalam saja. Sebelum ayam berkokok, semua harus sudah selesai, pinta Dayang Sumbi. Nyi Dayang Sumbi sangat terkejut, karena Sangkuriang ternyata menyanggupinya. Sedangkan bagi Sangkuriang, hal tersebut tidak ada masalah karena ia adalah seorang pemuda yang sakti. Sangkuriang segera memanggil jin yang pernah ditaklukkannya. Jin itulah beserta anak buahnya yang bertugas membuat telaga, sementara Sangkuriang yang membuat perahu besarnya. Nyi Dayang Sumbi risau hatinya karena menjelang tengah malam, pekerjaan Sangkuriang hampir selesai. Ia berdoa memohon pertolongan Dewa. Nyi Dayang Sumbi diberi ilham agar memukul lesung penumbuk padi. Begitu lesung dipukul, seketika itu juga ayam jantan langsung berkokok bersahut-sahutan. Akhirnya penduduk ikut terbangun dan segera menumbuk padi. Para jin yang membantu Sangkuriang mengira hari sudah hampir pagi. Karena takut tubuh mereka akan terbakar oleh sinar matahari, merekapun segera menghilang. Sangkuriang sangat marah mengetahui hal itu dengan wajah yang beringas, ia berteriak, Kaucurang! Pasti kau menggunakan kekuatan para Dewa untuk menggagalkan pekerjaanku! . Pemuda sakti itu langsung menendang perahu yang sedang dibuatnya, ketika telungkup ke bumi, perahu itu berubah menjadi sebuah gunung, yang sekarang dinamakan GUNUNG TANGKUBAN PRAHU. Aku tidak peduli, kau harus jadi istriku..!, desak Sangkuriang Sangkuriang sadarlah, kau adalah anakku sendiri, pekik Nyi Dayang Sumbi sembari berlari. Saat Sangkuriang mencoba memeluk Dayang Sumbi, tiba-tiba terdengar ledakan dahsyat, tubuh Dayang Sumbi pun lenyap tanpa bekas. Sangkuriang pun berteriak-teriak seperti orang gila. Konon Dayang Sumbi diselamatkan para Dewa, karena tidak mengijinkan seorang anak menikahi ibunya sendiri. Dayang Sumbi dijadikan ratu makhluk halus di laut selatan dan masyrakat mengenalnya sebagai NYI RORO KIDUL. Demikiankah kisah asal mula Legenda GUNUNG TANGKUBAN PRAHU.