Anda di halaman 1dari 13

1.

Kebutuhan energy dalam industry di Indonesia Kebutuhan energy dalam industry pada tahun 2010 dan perkiraan pada tahun 2030.

Konsumsi listrik di Indonesia pada tahun 2010

2. Penjelasan tentang a. LPG (liquefied petroleum gas) LPG (liquefied petroleum gas) terdiri dari campuran utama propan dan Butan dengan sedikit persentase hidrokarbon tidak jenuh (propilen dan butilene) dan beberapa fraksi C2 yang lebih ringan dan C5 yang lebih berat. Senyawa yang terdapat dalam LPG adalah propan (C3H8), Propilen (C3H6),normal dan iso-butan (C4H10) dan Butilen (C4H8). LPG merupakan campuran dari hidrokarbon tersebut yang berbentuk gas pada tekanan atmosfir, namun dapat diembunkan menjadi bentuk cair pada suhu normal, dengan tekanan yang cukup besar. Walaupun digunakan sebagai gas, namun untuk kenyamanan dan kemudahannya, disimpan dan ditransport dalam bentuk cair dengan tekanan tertentu. LPG cair, jika menguap membentuk gas dengan volum sekitar 250 kali. Uap LPG lebih berat dari udara: butan beratnya sekitar dua kali berat udara dan propan sekitar satu setengah kali berat udara. Sehingga, uap dapat mengalir didekat permukaan tanah dan turun hingga ke tingkat yang paling rendah dari lingkungan dan dapat terbakar pada jarak tertentu dari sumber kebocoran. Pada udara yang tenang, uap akan tersebar secara perlahan.Lolosnya gas cair walaupun dalam jumlah sedikit, dapat meningkatkan campuran perbandingan volum uap/udara sehingga dapat menyebabkan bahaya. Untuk membantu pendeteksian kebocoran ke atmosfir, LPG biasanya ditambah bahan yang berbau. Harus tersedia ventilasi yang memadai didekat permukaan tanah pada tempat penyimpanan LPG.Karena alasan diatas, sebaiknya tidak menyimpan silinder LPG di gudang bawah tanah atau lantai bawah tanah yang tidak memiliki ventilasi udara LPG dapat dihasilkan dari hasil pemprosesan crude di kilang minyak,serta pemisahan komponen C3 dan C4 dari gas alam maupun gas suar (flare gas).Perolehan LPG dari lapangan gas sangat bergantung dari komposisi gas alam yang dihasilkan sumur gas.Gas dengan karakteristik ringan atau mengandung sedikit hidrokarbon menengah dan berat umumnya kurang ekonomis untuk dijadikan umpan produksi LPG.Hal ini disebabkan proses produksi LPG dair metana memerlukan konversi kimiawi yang tidak murah.Dipihak lain,gas alam ynag mengadung banyak komponen hidrokarbon menengah (C3 hingga C5),umunya sesuai sebagai umpan produksi LPG.

Dampak pemisahan komponen C3 dan C4 secara umum adalah menurunkan nilai panas atau kandungan energy dari gas alam.Meskipun demikian,pemisahan komponen C3-C4 dari gas alam merupakan suatu opsi jika terdapat pasar yang ekonomis untuk produksi LPG atau jika kandungan komponen C3-C4 gas alam tersebut terlalu tinggi sehingga menyebabkan produksi Cara Pembuatan LPG Minyak bumi atau minyak mentah sebelum masuk kedalam kolom fraksinasi (kolom pemisah) terlebih dahulu dipanaskan dalam aliran pipa dalam furnace (tanur) sampai dengan suhu 350C. Minyak mentah yang sudah dipanaskan tersebut kemudian masuk kedalam kolom fraksinasi. Untuk menjaga suhu dan tekanan dalam kolom maka dibantu pemanasan dengan steam (uap air panas dan bertekanan tinggi). Karena perbedaan titik didih setiap komponen hidrokarbon maka komponenkomponen tersebut akan terpisah dengan sendirinya, dimana hidrokarbon ringan akan berada dibagian atas kolom diikuti dengan fraksi yang lebih berat dibawahnya. Pada tray (sekat dalam kolom) komponen itu akan terkumpul sesuai fraksinya masingmasing. Pada setiap tingkatan atau fraksi yang terkumpul kemudian dipompakan keluar kolom, didinginkan dalam bak pendingin, lalu ditampung dalam tanki produknya masing-masing. Produk ini belum bisa langsung dipakai, karena masih harus ditambahkan aditif (zat penambah) agar dapat memenuhi spesifikasi atau persyaratan atau baku mutu yang ditentukan oleh Dirjen Migas RI untuk masing-masing produk tersebut. Minyak bumi atau minyak mentah diambil dari dalam bumi kemudian dikirim ke tempat produksi.

Minyak mentah yang sudah dipanaskan tersebut kemudian masuk kedalam kolom fraksinasi. Dimana gas merupakan hidrokarbon ringan berada di atas atau Pemisahan gas dari minyak (Associated gas) dan masuk kedalam kedalam tangki pengolahan gas. Pada prinsipnya pengolahan LPG dilakukan dengan tahapan : Pemisahan Impurites seperti CO2 dan H2S (gas beracun, berbau dan korosif) Pengeringan gas dari air (yang terkandung di dalamnya) refrigerasi (pendinginan) untuk mendapatkan gas cair yang disebut LPG. b. BBG (Bahan Bakar Gas) Bahan Bakar Gas (BBG) adalah gas bumi yang telah dimurnikan dan aman, bersih andal, murah, dipakai sebagai bahan bakar kendaraan bermotor. Komposisi BBG sebagian besar terdiri dari gas metana ( CH4) dan etana (C2H6) lebih kurang 90% dan selebihnya adalah gas propana (C3H8), butana (C4H10), pentana (C5H10), nitrogen dan karbon dioksida. BBG lebih ringan daripada udara dengan berat jenis sekitar 0,6036 dan mempunyai nilai oktan 120. Agar setiap kendaraan BBG dapat membawa gas sebanyak mungkin, BBG dimasukkan ke dalam tangki dengan dimampatkan sekitar 200 bar dan masih berbentuk gas.

BBG adalah alternative BBM. BBG ini tentunya berbeda dengan LNG (Liquified Natural Gas-gas yang dipakai sebagai bahan bakar di kompor gas), BBG lebih ramah lingkungan, lebih bersih dan diperoleh dari bahan yang lebih alamiah. BBG 90 persennya terdiri dari Metana di mana tingkat Oktannya lebih tinggi daripada bensin sehingga membuat mesinnya lebih efisien. BBG sendiri pembakarannya cukup bersih hampir menyaingi kendaraan jenis Hybrids yang ramah lingkungan sehingga sedikit sekali pencemaran yang dihasilkan dari sisa pembakaran. Meskipun demikian, bukan berarti kendaraan ber-BBG bebas polusi sebab kendaraan jenis ini cenderung menghasilkan emisi gas rumah kaca yang lebih banyak bila dibandingkan dengan Hybrid. Menurut satu penelitian, Honda Civic ber-BGG menghasilkan hampir 30 persen gas rumah kaca bila dibandingkan dengan Honda Civic hybrid dalam pemakaian normal. c. LNG (Liquefied Natural Gas) Kepanjangan dari LNG adalah LIQUEFIED NATURAL GAS, dimana artinya adalah gas alam yang dicairkan. Beda LNG dan LPG adalah LNG merupakan gas alam yang sebagian besar senyawanya didominasi oleh methane (selanjutnya kita sebut C1) dan ethane (selanjutnya kita sebut C2), sedangkan LPG didominasi oleh propane (selanjutnya kita sebut C3) dan butane (selanjutnya kita sebut C4). Dan komponen hidrokarbon rantai yang lebih panjang dari butane biasa kita sebut CONDENSATE.

Pembuatan LNG : LNG didapat dari sumur gas. Dari sumur tersebut gas alam mengandung komponen dari C1, C2, C3, C4, C5, C6, dan rantai yang lebih tinggi lagi serta (biasanya ) CO2, H2O, dan H2S. Untuk mendapatkan LNG kita harus separasi C1 dan C2 dari C yang lain. Separasi ini didasarkan pada perbedaan titik didih masing-masing komponen. Gas alam dari sumur gas dilewatkan ke LPG Plant terlebih dulu.Setelah terambil C3 (propane, butane, pentane, dst) ke atas dan tersisa sebagian besar C1 dan C2 yang masih berupa gas, baru diproses untuk pembuatan LNG.

Pembuatan LNG sebenarnya hanya mengenai pencairan gas alam C1 dan C2 dari yang tadinya berbentuk gas. Proses pencairan gas alam menggunakan MCR ( multi component refrigeration). MCR adalah refrigerant yang komponennya terdiri dari bermacam-macam refrigerant, seperti : methane, ethane, propane, butane, dan nitrogen yang di-mix. Berikuit adalah tahapan utama dari pencairan gas alam : 1. Gas alam yang berasal dari sumur gas di lewatkan kedalam knock out drum untuk memisahkan cairan kondensat sebelum gas diproses di plant. 2. Karbon dioksida (CO2) dan H2S dihilangkan dengan menggunakan absorbsi kimia menggunakan proses amine. 3. Air dihilangkan dengan menggunakan molekular sieve 4. Propan, butan dan kondensat dipisahkan dengan menggunakan kolom fraksinasi. Alias pembuatan LPG. 5. LNG Feed di Precooling dengan pendingin propan. 6. Pendinginan tahap akhir dan pencairan LNG berlangsung di Main Cryogenic Heat Exchanger dengan menggunakan multi komponen refrigerant sebagai media pendingin Diagram Alur Proses / Flow Chat :

3. Penjelasan batu bara cair Beberapa pihak menilai rencana dalam pembuatan bahan bakar dari batu bara cair merupakan sebuah proses yang mahal dan tidak efisien. Alasannya sederhana: masalah lingkungan.Batubara cair diproduksi saat batubara dikonversi menjadi bahan bakar cair yang dapat digunakan untuk transportasi. Terdapat dua metode untuk mengkonversi batubara menjadi bahan bakar cair: - Direct liquefaction Pada metode ini, batubara dilarutkan pada temperatur dan tekanan tinggi. Proses ini sangat efisien, namun produk cair membutuhkan pemurnian lebih jauh untuk dapat menghasilkan karakteristik bahan bakar yang bagus. - Indirect liquefaction Pada metode ini, batubara digasifikasi untuk membentuk syngas (campuran hidrogen dan karbon monoksida). Syngas tersebut selanjutnya dikondensasi dengan menggunakan katalis (tahap Fischer-Tropsch) untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi.

Proses Pembuatan Coal to Liquid Bahan bakar cair turunan batubara ini memiliki sifat bebas sulfur, berkadar partikulat rendah dan berkadar nitrogen oksida rendah. Kelebihan lain dari penggunaan batubara cair adalah batubara tersedia di seluruh dunia, sehingga dapat

meningkatkan energy security dari suatu daerah. Namun, beberapa pihak menolak pengguanaan batubara cair ini sebagai bahan bakar alternatif. Dalam penggunaannya, batubara cair sebagai bahan bakar alternatif dinilai dapat: 1. Meningkatkan dampak negatif dari penambangan batubara 2. Menimbulkan efek global warming sebesar hampir dua kali lipat per gallon bahan bakar

Emisi CO2 CTL Penyebaran skala besar pabrik batubara cair dapat menyebabkan peningkatan yang signifikan dari penambangan batubara. Penambangan batubara akan memberikan dampak negatif yang berbahaya. Penambangan ini dapat menyebabkan limbah yang beracun dan bersifat asam serta akan mengkontaminasi air tanah. Selain dapat meningkatkan efek berbahaya terhadap lingkungan, peningkatan produksi batubara juga dapat menimbulkan dampak negatif pada orang-orang yang tinggal dan bekerja di sekitar daerah penambangan. Produksi batubara cair membutuhkan batubara dan energi dalam jumlah yang besar. Proses ini juga dinilai tidak efisien. Faktanya, 1 ton batubara hanya dapat dikonversi menjadi 2 barel bensin. Proses konversi yang tidak efisien, sifat batubara yang kotor, dan kebutuhan energi dalam jumlah yang besar tersebut menyebabkan batubara cair menghasilkan hampir dua kali lipat emisi penyebab global warming dibandingkan dengan bensin biasa. Walaupun karbon yang terlepas selama produksi ditangkap dan disimpan, batubara cair tetap akan melepaskan 4 hingga 8 persen polusi global warming lebih banyak dibandingkan dengan bensin biasa. Emisi Batu Bara Cair Beberapa ahli menyatakan bahwa penggunaan batubara cair termasuk kategori bersih karena bebas sulfur, namun saat batubara diubah menjadi bahan bakar transportasi, dua aliran karbon dioksida terbentuk: satu dari pabrik produksi batubara cair dan satu dari pipa pembuangan kendaraan yang membakar bahan bakar tersebut. Emisi dari pabrik produsen batubara cair lebih besar daripada pabrik produsen dan pemurnian minyak mentah untuk memproduksi bensin, diesel, dan bahan bakar transportasi lainnya.

Selain berdampak negatif pada global warming, batubara cair juga memiliki dampak negatif lain terhadap lingkungan. Lebih dari 4 gallon air dibutuhkan untuk setiap gallon bahan bakar yang diproduksi. Hal ini akan mengancam persediaan air yang terbatas. Dampak-dampak di atas menjelaskan bahwa penggunaan batubara sebagai bahan bakar alternatif berbahaya bagi lingkungan dan tidak sejalan dengan pencarian solusi masalah global warming. Beberapa pihak menilai dibandingkan dengan menggunakan batubara cair sebagai bahan bakar alternatif, lebih baik berinvestasi untuk industri energi yang lebih ramah lingkungan dan membantu kita menyelesaikan permasalahan global warming. Batubara cair, dilihat dari dampak negatif di atas, bukanlah jawaban yang tepat untuk masa depan energi dunia.

4. Penjelasan tentang a. Premium Disebut juga Motor Gasoline atau Petrol. Dipakai untuk kendaraan bermotor bensin. b. Solar Solar adalah nama yang dikenal di Indonesia sedangkan di luar negeri lebih dikenal dengan nama Diesel. Solar adalah suatu produk akhir yang digunakan sebagai bahan bakar dalam mesin diesel yang diciptakan oleh Rudolf Diesel, dan disempurnakan oleh Charles F. Kettering. Kegunaan : Diesel digunakan dalam mesin diesel (mobil, kapal, sepeda motor, dll), sejenis mesin pembakaran dalam. Rudolf Diesel awalnya mendesain mesin diesel untuk menggunakan batu bara sebagai bahan bakar, namun ternyata minyak lebih efektif.

c. Kerosin Adalah minyak tanah. Dipakai untuk pembakaran baik rumah tangga maupun industri kecil.Kerosin ini dari C10-C14.

d. Avtur Adalah singkatan Aviation Turbine Oil. Jadi jelas untuk pesawat terbang bermesin turbin. Ada 3 jenis yakni untuk pesawat tempur (JP-4), pesawat cargo (JP5), dan pesawat akomersial (A-1).

e. Fuel oil/ minyak bakar Disebut juga Marine Fuel Oi. Dipakai khusus untuk proses pembakaran di tanur atau dapur industri skala besar. Dipakai juga untuk pembakaran di pembangkit listrik PLTU BBM. Jadi PLTU tidak harus diartikan memakai batu bara tapi boiler.PLTU bisa juga dibakar dengan minyak bakar semisalnya di PLTU,BBM Tanjung Periok memang mahal biayanya,tapi ada tempat dekat perkotaan yang tidak ,mungkin memakai batu bara dengan alas an lingkungan. Juga minyak bakar dipakai untuk mesin diesel ukuran besar putaran rendah yang sangat memperhatikan keekonomian, baik untuk diesel genset ukuran besar, maupun mesin kapal ukuran besar. f. Minyak diesel Minyak solar atau minyak diesel adalah fraksi minyak bumi dengan titik didih antara 250-340oC (rantai karbon C14 sampai rantai karbon C16). Minyak solar merupakan fraksi minyak gas ringan. Umumnya, minyak solar mengandung belerang dengan kadar yang cukup tinggi. Kualitas minyak solar dinyatakan dengan bilangan setena. Saat ini, Pertamina telah memproduksi bahan bakar solar ramah lingkungan dengan nama dagang Pertamina DEX (Diesel Environment Extra). Manfaat minyak solar : digunakan sebagai bahan bakar untuk mesin diesel. Selain itu, minyak solar juga digunakan sebagai bahan baku pembuatan bensin melalui proses cracking. Minyak pelumas atau minyak oli berasal dari fraksi minyak gas berat. Titik didih fraksi ini lebih dari 350oC. Memiliki rantai karbon mulai dari C17 keatas. Manfaat

minyak pelumas : Minyak solar digunakan untuk lubrikasi mesin-mesin, mencegah karat, dan mengurangi gesekan. 5. Penjelasan tentang bio fuel a. Bioetanol Bioetanol adalah sebuah bahan bakar alternatif yang diolah dari tumbuhan (biomassa) dengan cara fermentasi. Fermentasi adalah suatu proses perubahan kimia yang disebabkan oleh aktivitas mikroba ataupun dihasilkan mikroba. Secara umum ethanol/bio-ethanol dapat digunakan sebagai bahan baku industri turunan alkohol, campuran untuk miras, bahan dasar industri farmasi, campuran bahan bakar untuk kendaraan. Bioetanol terbuat dari ubi kayu, ubi jalar, jagung, dan sagu. b. Biodiesel Biodiesel merupakan bentuk ester dari minyak nabati setelah adanya perubahan suifat kimia karena proses transesterifikasi yang memerlukan tambahan metanol. Biodiesel terdiri dari metil ester asam lemak nabati, sedangkan petroleum diesel adalah hidrokarbon. Biodiesel mempunyai sifat kimia dan fisika yang serupa dengan petroleum diesel sehingga dapat digunakan langsung untuk mesin diesel atau dicampur dengan petroleum diesel. Pencampuran 20 % biodiesel ke dalam petroleum diesel menghasilkan produk bahan bakar tanpa mengubah sifat fisik secara nyata. Produk ini di Amerika dikenal sebagai Diesel B-20 yang banyak digunakan untuk bahan bakar bus. Energi yang dihasilkan oleh biodiesel relatif tidak berbeda dengan petroleum diesel (128.000 BTU vs 130.000 BTU), sehingga engine torque dan tenaga kuda yang dihasilkan juga sama. Walaupun kandungan kalori biodiesel serupa dengan petroleum diesel, tetapi karena biodiesel mengandung oksigen, maka flash pointnya lebih tinggi sehingga tidak mudah terbakar. Biodiesel juga tidak menghasilkan uap yang membahayakan pada suhu kamar, maka biodiesel lebih aman daripada petroleum diesel dalam penyimpanan dan penggunaannya. Di samping itu, biodiesel tidak mengandung sulfur dan senyawa bensen yang karsinogenik, sehingga biodiesel oleh aktiviatas enzim yang

merupakan bahan bakar yang lebih bersih dan lebih mudah ditangani dibandingkan dengan petroleum diesel. Penggunaan biodiesel juga dapat mengurangi emisi karbon monoksida, hidrokarbon total, partikel, dan sulfur dioksida. Emisi nitrous oxide juga dapat dikurangi dengan penambahan konverter katalitik. Kelebihan lain dari segi lingkungan adalah tingkat toksisitasnya yang 10 kali lebih rendah dibandingkan dengan garam dapur dan tingkat biodegradabilitinya sama dengan glukosa, sehingga sangat cocok digunakan di perairan untuk bahan bakar kapal/motor. Biodiesel tidak menambah efek rumah kaca seperti halnya petroleum diesel karena karbon yang dihasilkan masih dalam siklus karbon. c. Bio kerosin Biokerosin adalah kerosin (minyak tanah) yang dibuat dari sumber daya hayati (antara lain minyak biji jarak) yang dapat menggantikan fungsi minyak tanah. Saat ini, teknologi pengolahan minyak jarak sudah dikembangkan dan sudah dapat diaplikasikan.Biokerosin diperoleh dari berbagai biji-bijian sebagai contohnya biji karet. d. Bio oil Bio-oil merupakan minyak nabati murni atau dapat disebut minyak murni, tanpa adany perubahan kimia, dan dapat disebut juga pure plant oil atau straight plant oil, baik yang belum maupun sudah dimurnikan atau disaring. Bio-oil dapat disebut juga minyak murni.

TUGAS SISTEM UTILITAS

Disusun oleh:

DWI YUNI ERNAWATI 1007113611

JURUSAN TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS RIAU PEKANBARU 2012