Anda di halaman 1dari 1

Hal 4-5 Angka kejadian yang bervariasi dalam proses uncinate ditemukan sebanyak 30% lebih tinggi dari

yang dilaporkan oleh Bolger7 yakni sebanyak 2,5% dan 2% oleh Asruddin14 dan kurang dari 9,8% jika dibandingkan dengan yang dilaporkan oleh Maru et al13 Sayangnya, keakuratan dari kasus rhinosinusitis yang dilaporkan sulit untuk dipastikan. Penegakan diagnosis berdasarkan gejala adalah hal yang sudah biasa dan hal ini menjadikan sulit untuk dipercaya. Pemeriksaan Endoskopi merupakan pemeriksaan yang wajib dilakukan ke semua pasien rinosinusitis dan poliposis sinonasal. Pemeriksaan ini membantu untuk mengetahui dimana letak polip dan luasnya penyakit. CT scan sinus paranasal sangat diperlukan dalam mengidentifikasi penyakit yang mungkin tidak ditemukan dalam pemeriksaan klinis dan pemeriksaan endoskopik. Selain itu, pemeriksaan sinus paranasal akan memberikan gambaran anatomi dari sinus paranasal dan dapat mengidentifikasi keberadaan kelainan anatomi secara signifikan, juga lokasi dan keparahan penyakit. Scan koronal lebih disukai karena anatomi dan patologinya dapat diperiksa dan lebih jelas oleh ahli bedah endoskopi. Kompleks osteomeatal merupakan daerah yang memegang peranan penting dalam perkembangan sinusitis.16 Ini adalah daerah dimana sinus maksilaris, ethmoid anterior, dan sinus frontalis mengalir ke rongga hidung. Anatomi dari sinus ethmoid inilah yang sering mengalami drainase blok dari tiga sinus dan menyebabkan stagnasi sekresi, menciptakan sebuah medium kultur untuk berkembangnya suatu infeksi. Penanganan rinosinusitis yang sukses oleh medis atau perawatan bedah dicapai dalam sebagian besar pasien. Pembedahan biasanya diperlukan pada pasien yang memiliki beberapa kelainan anatomi sehingga menghalangi drainase sinus atau pasien yang tidak respon terhadap manajemen medis sebelumnya. Dalam beberapa kasus gejala menghilang secara spontan. Pengobatan kronis rinosinusitis dimaksudkan untuk mengurangi gejala dan tanda-tanda, meningkatkan kualitas hidup dan mencegah perkembangan penyakit atau kekambuhan. Kesimpulan Variasi anatomi dari sinus ethmoid merupakan factor etiologi yang penting dalam pathogenesis kelainan pada hidung. Concha bulosa, variasi dalam proses uncinate dan turbinasi paradox tengah inilah yang berkontribusi terhadap penyempitan kompleks osteomeatal yang berhubungan dengan penyakit mukosa.