Anda di halaman 1dari 48

Jefri 412010016 Setyo Budi p 412010013

PENDAHULUAN
N : penyusun asam amino, asam nukleat dll N kombinasi dg C = nitrogen organik Senyawa nitrogen makhluk hidup dpt berasal : 1. NO3- dari tanah digunakan oleh tanaman 2. N2 dari udara diikat oleh bakteri Rhizobium manusia, hewan, tumbuhan N2 dari udara. N2 memasuki kehidupan lewat bakteri yg hidup pada akar leguminosa
bakteri

N2
tumbuhan hijau

NO3-

NO3-

NH3

Siklus Nitrogen
Bakteri nitrogen fixing

N2
Bakteri denitrifying

NH3

Semua organisme

Asam amino Nukleotida Glikoamino Koenzim Porpirin

Semua organisme

Protein DNA, RNA Polisakarida Fosfolipid

Nitrosomon as Energi

Tanaman & bakteri

NO2Nitrobacte r Energi Tanaman & bakteri

NO3-

Penggunaan amonia: biogenesis nitrogen organik (Aminasi)

Sumber N berbeda tetapi selalu menjadi NH3 untuk dirubah menjadi N organik
NH3

CO2, ATP
4 Karbamoil fosfat

Aspartat a-Ketoglutarat
3 Asparagin 1 Glutamat

Glutamat 2
Glutamin

transaminasi Arginin Pirimidin Urea Asam amino lain Nukleotida Purin Gula amino Triptofan Histidin

Reduksi HNO3 oleh tanaman menggunakan energi matahari sinar matahari HNO3 + H2O NH3 + O2 Amoniak (NH3) : beracun bagi sel hidup Hrs segera diubah menjadi asam glutamat Senyawa penerima : asam ketoglutarat (dr siklus Krebs)
enzim

NH3 + asam ketoglutarat + NADH2 glutamat + NAD + H2O

asam

Reduksi aminasi asam ketoglutarat menjadi asam glutamat adalah satu2nya cara utk mengubah amoniak (nitrogen anorganik) menjadi nitrogen organik. Semua senyawa N (protein, asam amino, asam nukleat dll) dari tanaman dan hewan hrs berasal dari jalur tersebut.

a. Sebagian besar asam amino yg lain dibentuk melalui transaminasi asam glutamat dg asam keto
Dari mana asam keto yg lain berasal ????
1. Dari Glikolisis : asam glutamat + asam piruvat 2. Siklus Krebs : asam glutamat + asam oksaloasetat asam aspartat alanin

b. Sebagian asam amino dibentuk langsung dr asam amino lain tanpa perantara asam keto 1.Asam glutamat dg bantuan enzim mjd prolin 2. Serin diubah menjadi glisin

EKSKRESI NITROGEN
Ketika protein dan senyawa N dipecah oleh sel hewan : 1.C dieksresikan sbg CO2 (oleh paru-paru) 2. H dieksresikan sbg H2O ( paru-paru, keringat, urin) 3. N dieksresikan sbg apa ???? NH3 atau urea atau asam urat ?? NH3 beracun bagi jaringan bila konsentrasinya agak tinggi Hewan laut mengeksresikan NH3 krn dpt diencerkan oleh air laut Hewan darat mengubah NH3 menjadi senyawa yg lebih aman yaitu urea dan asam urat

Manusia mensekresikan urea (senyawa N organik yg sederhana) Urea = CN2 H4 O Urea dibentuk dari NH3 dan CO2 CO2 + NH3 CN2H4O + H2O

Proses ini membutuhkan energi dan merupakan suatu siklus yg disebut siklus urea

CO2 dari respirasi NH3 dari pemecahan protein ATP

Siklus Urea

Metabolisme asam amino

Asam amino non-esensial


Alanine, Asparagine, Aspartate, Cysteine, Glutamate, Glutamine, Glycine, Proline, Serine, Tyrosine

Asam amino esensial


Arginine*, Histidine, Isoleucine, Leucine, Lysine, Methionine*, Phenylalanine*, Threonine, Tyrptophan, Valine

Katabolisme asam amino

Asam-asam amino tidak dapat disimpan oleh tubuh. Jika jumlah asam amino berlebihan atau terjadi kekurangan sumber energi lain (karbohidrat dan lipid), tubuh akan menggunakan asam amino sebagai sumber energi. Tidak seperti karbohidrat dan lipid, asam amino memerlukan pelepasan gugus amin. Gugus amin ini kemudian dibuang karena bersifat toksik bagi tubuh.

Ada 2 tahap pelepasan gugus amin dari asam amino, yaitu:


Enzim aminotransferase memindahkan amin kepada ketoglutarat menghasilkan glutamat atau kepada oksaloasetat menghasilkan aspartat

Transaminasi

Deaminasi oksidatif

Pelepasan amin dari glutamat menghasilkan ion amonium

Contoh Reaksi Transaminasi

Contoh reaksi deaminasi oksidatif

Ringkasan skematik mengenai reaksi transaminasi dan deaminasi oksidatif

Berdasarkan aspek kepentingannya dalam tubuh Asam amino esensial Asam amino nonesensial
Berdasarkan aspek jalur metabolisme yang ditempuh Asam amino ketogenik Asam amino glikogenik

Biosintesis sistein

Glutamat

+ piruvat -ketoglutarat +

alanin
Biosentesis Sisten

Siklus Urea
Pada vertebrata darat
:

urea disintesis pada daur urea

Salah satu atom nitrogen urea yang disintesis pada jalur ini, berasal dari asam amino aspartat

Nitrogen yang lain berasal dari NH4+

atom karbon berasal dari CO2

Urea langsung dibentuk dari arginin, yang dihidrolisis menjadi urea dan ornitin (Ornitin adalah asam amino yang bukan merupakan pembangun protein) oleh enzim arginase

Stoikiometri sintesis urea


CO2 + NH4+ + 3 ATP + Aspartat 2H2O

Urea + 2 ADP + 2Pi + AMP + Ppi + Fumarat


Sintesis fumarat pada daur urea merupakan reaksi penting sebab reaksi ini mengkaitkan daur urea dengan daur asam sitrat

Proses yang terjadi di dalam siklus urea digambarkan terdiri atas beberapa tahap yaitu:

Dengan peran enzim karbamoil fosfat sintase I, ion amonium bereaksi dengan CO2 menghasilkan karbamoil fosfat. Dalam raksi ini diperlukan energi dari ATP
Dengan peran enzim argininosuksinat sintase, L-sitrulin bereaksi membutuhkan energi dari ATP

Dengan peran enzim ornitin transkarbamoilase, karbamoil fosfat dengan L-aspartat menghasilkan Largininosuksinat. Reaksi ini bereaksi dengan L-ornitin menghasilkan Lsitrulin dan gugus fosfat dilepaskan

Apa itu HEME????

Adalah kompleks senyawa protoporfirin IX dengan logam besi yang merupakan gugus prostetik berbagai protein seperti hemoglobin, mioglobin, katalase, peroksidase, sitokrom c, dan triptophan pirolase.

Struktur Heme

CH3 CH3 HC S CH2 protein

N H3C N

CH3 Fe N CH3 N CH S CH2 protein

OOC

CH2

CH2

CH2 CH2 COO

CH3

Heme c

heme terbentuk melalui beberapa langkah : 1. kondensasi suksinil KoA dari siklus krebs dengan glisin dan dihasilkan asam amino ketoadipat. Lalu dikatalisis oleh amino levulenat sintase. Asam di atas mengalami dekarboksilasi membentuk amino levulonat (ALA).

OOC

CH2

CH2

S-CoA + H+

OOC

CH2

NH3+

succinyl-CoA -Aminolevulinic Acid Synthase

glycine
CO2 O C CH2 NH3+

CoA-SH

OOC

-aminolevulinate (ALA)

CH2

CH2

2. 2 molekul ALA berkondensasi dan mengalami dehidrasi membentuk porfobilinogen (PBG) yang dikatalisis oleh ALA dehidratase. Kemudian 4 molekul PBG berkondensasi membentuk Hidroksi metil bilana oleh enzim PBG deaminase (uroporfirinogen I sintase). Kemudian enzim ini akan membentuk uroporfirinogen III.

COO CH2 CH2 C CH2 NH3


+

COO CH2 + CH2 C CH2 NH3


+

PBG Synthase
COO

COO CH2 CH2 C CH N H

2 H 2O
O H2C

CH2 C C

NH3+

2 -aminolevulinate (ALA)

porphobilinogen (PBG)

3. Rangka porfirin sudah terbentuk. Uroporfirinogen I atau III mengalami dekarboksilasi membentuk koproporfirinogen I atau III dengan melepas 4 molekul CO hingga rantai samping asetat pada uroporfinogen menjadi metil,reaksi ini dikatalisis oleh uroporfirinogen dekarboksilase. Setelah itu, koproporfirinogen III membentuk protoporforinogen III oleh koproporfirinogen oksidase.

hydroxymethylbilane

COO CH2 CH2 COO CH2

COO CH2 CH2 COO CH2

uroporphyrinogen III -

OOC CH2 NH HO C NH C CH2 CH2 CH2 COO -COO CH2 CH2 COO HN HN

CH2 CH2 COO -

OOC CH2 NH HN

CH2 CH2 COO -

C CH2 COO -

NH C

HN CH2 COO -

OOC CH2

CH2

CH2 CH2 COO -

Uroporphyrinogen III Synthase

CH2 COO -

4. Protoporfirinogen III dioksidaso menjadi protoporfirin III oleh Protoporfirinogen oksidase. Protoporfirin III merupakan isomer dari porfirin seri IX / protoporfirin IX. Penggabungan besi (Fe2+) ke protoporfirin IX yang dikaltalisis oleh heme sintase kemudian membentuk heme.

CH2 CH

protoporphyrin IX
CH3

CH2 CH

heme
CH3

H3C NH N

CH CH2

H3C

CH CH2 N N

Fe
CH3

++

2H

Fe
N H3C N CH3

N H3C

HN

CH2 CH2 COO-

CH2 CH2 COO-

Ferrochelatase

CH2 CH2 COO-

CH2 CH2 COO-

Pemecahan Heme
Bila sel darah merah sudah tua, maka sel darah merah akan pecah . Pemecahan sel darah merah ini diikuti juga dengan pemecahan gugus heme . Langkah awal pemecahan gugus heme ialah pemutusan jembatan metena membentuk biliverdin. Reaksi ini memerlukan oksigen dan NADPH.

Chlorophyll

(Klorofil) adalah pigmen warna hijau atau zat hijau pada daun (tumbuhan) yang menyimpan energi dari matahari saat terjadinya proses fotosintesis. Chlorophyll mempunyai kemampuan merubah energi yang didapat dari sinar matahari menjadi berbagai fungsi penunjang hidup.

1.Cleansing, Detoksifikasi / membuang racun seperti sisa-sisa metabolisme, bahan pengawet, penyedap, pestisida, formalin, asam urat, kolesterol, logam berat, nikotin, dll dari dalam tubuh. 2.Balancing, Menyeimbangkan kadar asam dan basa di dalam tubuh, sistem hormonal, tekanan darah dan kadar gula darah. Activating, Membantu mempercepat regenerasi sel darah merah, menambah energi, memberi nutrisi, meningkatkan kadar oksigen dalam darah dan menghambat proses oksidasi (sebagai antioksidan).