Anda di halaman 1dari 5

Pembahasan Pada percobaan Dosis Respon Obat dan Indeks Terapi bertujuan untuk memperoleh gambaran merancang eksperimen

DL50 danED5 serta untuk memahami konsep indeks terapi dan impilasi-implikasinya.Indeks terapi yaitu perbandingan antara DL50 dengan ED50 , DL50 adalah dosis yang menimbulkan kematian pada 50% terhadap hewan percobaan sedangkan ED50 adalah dosis yang memberikan efek terhadap 50% hewan percobaan.Implikasi adalah reaksi yang terjadi pada hewan percobaan ketika diberikan dosis tertentu seperti keamanan penggunaan obat sesuai dengan data dosis terhadap respon yaitu jika kurva dosis respon terjal maka dosis tersebut berbahaya karena dengan pemakaian dosis sedikit efektifitas meningkat tajam dan jika kurva dosis respon datar maka dosis obat tersebut aman.Obat yang digunakan dalam percobaan kali ini adalah fenobarbital. Fenobarbital merupakan derivat barbiturat yang memiliki masa kerja yang panjang (6 jam atau lebih).Fenobarbital biasa digunakan sebagai obat antiepilepsi atau antikonvulsi yang efektif. Toksisitasnya relatif rendah, murah, efektif, dan banyak dipakai. Dosis antikonvulsinya berada di bawah dosis untuk hipnotis. Ia merupakan antikonvulsan yang non-selektive.Kerjanya membatasi penjalaran aktivitas kebangkitan dan menaikkan ambang rangsang.Efek sedative dalam hal ini dianggap sebagai efek samping,dapat diatasi dengan pemberian stimulan sentral tanpa menganggu efek antikonvulsinya. Fenobarbital meningkatkan penghambatan efektifitas GABA dalam menghasilkan rangsangan dengan meningkatkan permeabilitas membran terhadap ion klorida. Perubahan ini mengakibatkan ion klorida berada dalam bentuk terhiperpolarisasi (bentuk kurang aktif / kurang memberikan rangsangan) dan stabil sehingga memaksimalkan ion Cl- utk mengalir.Mekanisme kerja fenobarbital bekerja memperkuat inhibisi neuron yg diperantarai oleh asam gama aminobutirat (GABA) pd sistem saraf GABA-ergik Fenobarbital dengan reseptor yg ada dlm kompleks reseptor GABAsaluran ion Cl, dan mempengaruhi

pembukaan sal ion Cl (frekuensi pembukaan meningkat) yg dikontrol oleh GABA, shg Cl- yg masuk ke dalam neuron bertambah dan terjadi hiperpolarisasi memperkuat kerja inhibisi GABA.sehingga menimbulkan efek sedasi(ngantuk) dan hipnotik(tidur).

Percobaan dilakukan dengan menggunakan mencit karena mencit memiliki struktur dan fungsi anatomi yang hampir mirip dengan manusia sehingga diharapkan efek obat yang diberikan kepada mencit akan sama dengan efek yang terjadi pada manusia dan karena mencit harganya lebih ekonomis serta lebih tenang dibandingkan dengan tikus,kelinci dan anjing. Mencit dibagi menjadi empat kelompok dan masing-masing terdiri dari satu ekor,lalu dilihat kondisi fisik mencit yang bertujuan untuk mematikan kondisi dari hewan percobaan dalam keadaan baik. Kemudian mencit diberi tanda pada setiap kelompok dengan menggunakan spidol supaya mudah dikenali mencit yang akan diuji sehinnga tidak akan terjadi kesalahan atau kekeliruan dalam pemberiaan suntikan.Pemberian tanda pada mencit dilakukan pada ekornya supaya memudahkan penandaan dan pembacaan mencit ketika telah diberikan obat. Lalu mencit ditimbang menggunakan neraca tiga lengan yang mempunyai ketelitian 0,05 gram.Menggunakan neraca tiga lengan walaupun ketelitiannya tidak terlalu akurat dibanding neraca analitik dimaksudkan supaya tempat mencit

cukup karena tempat dudukan bebannya cukup luas sehingga mencit masih bisa bergerak bebas tidak berontak.Dari data penimbangan mencit didapatkan berat mencit 1= 23,1 gram,mencit ke 2=29,6 gram,mencit ke 3= 20 gram dan mencit ke 4= 30,5 gram. Data berat masingmasing mencit selanjutnya digunakan untuk

menghitung dosis yang akan digunakan pada masing masing kelompok mencit.Cara menghitung penggunaan dosis pada hewan dilakukan dengan cara Berat mencit uji Berat mencit pada umumnya Perhitungan penggunaan dosis bertujuan untuk memperoleh efek farmakologis yang sama dari suatu obat pada setiap hewan percobaan dengan menggunakan perbandingan berat badan hewan uji atau luas permukaan tubuh. Data perhitungan penggunaan dosis masing masing kelompok selanjutnya akan digunakan untuk penentuan volume yang diambil untuk setiap dosis obat.Masing masing kelompok mencit akan diberi dosis yang berbeda. Kelompok mencit dosis I akan diberikan NaCl fisiologis sebanyak 0,231 mL.Kelompok mencit dosis II akan diberikan fenobarbital dosis 150 mg/kg BB sebanyak 0,296 mL.Kelompok mencit dosis III akan diberikan fenobarbital dosis 300 mg/kg BB.Sedangkan kelompok mencit IV akan diberikan fenobarbital dosis 75 mg/kg BB. Pada percobaan kali ini rute obat yang digunakan adalah intraperitonial. Keuntungan rute pemberian obat secara peritoneal adalah keberadaan mesentrium di dalam rongga perut dalam jumlah banyak yang mengandung pembuluh darah mnyebabkan obat dapat diabsorpsi secara cepat.Dengan demikian absorbsinya lebih cepat dibandingkan per oral dan intramuskular. Obat yang diberikan secara intra peritoneal akan diabsorpsi pada sirkulasi portal sehingga akan dimetabolisme di dalam hati sebelum mencapai sirkulasi sistemik.Pemberian obat secara intraperitonial dilakukan dengan cara memegang mencit dan diposisikan X Dosis pada mencit

telentang, pada penyuntikan posisi kepala lebih rendah dari abdomen.Kemudian jarum disuntikkan di abdomen yang sebelumnya telah dibersihkan dengan alcohol 70 % yang merupakan antiseptik yang dapat mencegah masuknya

mikroorganisme yang ada di permukaan kulit agar tidak masuk ke dalam jaringan dan menimbulkan iritasi di daerah penyuntikan.Jarum disuntikkan dengan sudut 100 C dari abdomen agak ke pinggir,untuk mencegah agar jarum suntik tidak terkena kandung kemih dan tidak terlalu tinggi supaya tidak mengenai hati.Yang harus diingat bahwa posisi jarum suntik yang lebih runcing harus berada di atas untuk merobek kulit mencit agar pemberian obat secara intraperitoneal dapat dilakukan. Masing masing mencit yang telah diinjeksi fenobarbital secara intraperitonial didiamkan sekitar 5 sampai 15 menit kemudian diamati perubahan perilakunya.Kelompok mencit I yang diberikan NaCl fisologi tidak mengalami perubahan perilaku yang signifikan karena NaCl digunakan sebagai "kontrol negatif". Artinya ialah kontrol yang pasti memberi hasil negatif pada reaksi sehingga dapat digunakan untuk mengetahui apakah sampel obat fenobarbital memberi efek atau tidak.Kelompok mencit IV yang diberikan fenobarbital dosis 75 mg/kg BB terlihat sempoyongan,hal ini menunjukkan bahwa fenobarbital memberikan efek sedasi pada mencit