Anda di halaman 1dari 9

Tumbuh kembang anak PENDAHULUAN

Setiap anak mengalami tumbuh kembang, dimulai dari masa pralahir sampai masa akhir remajanya. Tumbuh yang peristiwanya disebut pertumbuhan dan kembang yang peristiwanya disebut perkembangan saling berkaitan dan sulit dipisahkan karena seorang anak tidak dapat tumbuh kembang secara sempurna hanya dengan mengalami pertumbuhan saja tanpa mengalami perkembangan atau sebaliknya.1

Pertumbuhan memiliki pengertian yaitu proses yang berhubungan dengan bertambah besarnya ukuran fisik dan struktur tubuh yang dapat dinyatakan dalam nilai-nilai ukuran tubuh seperti berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, lingkar lengan atas dan sebagainya. Bersifat kuantitatif sehingga dapat diukur dan diamati dengan menggunakan satuan panjang dan berat.1,2 Sedangkan perkembangan adalah bertambahnya kemampuan struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa serta sosialisasi dan kemandirian. Perkembangan bersifat kualitatif sehingga pengukurannya lebih sulit.1,2

Pertumbuhan dan perkembangan seorang anak dipengaruhi oleh faktor-faktor. Secara umum faktor-faktor tersebut dibagi menjadi dua golongan yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi perbedaan ras/ etnik, keluarga, umur, dan lain-lain. Sedangkan faktor eksternal tebagi lagi menajdi 3 golongan yaitu faktor prenatal atau saat kehamilan misalnya gizi saat hamil, zat kimia/toksin, infeksi, radiasi dan lain-lain, faktor persalinan seperti trauma kepala pada bayi yang terjadi karena komplikasi persalinan, dan faktor pasca natal atau setelah melahirkan misalnya gizi, penyakit kronis, psikologis, lingkungan pengasuhan dan lain-lain.2

Masa akhir kanak-kanak disebut juga periode sekolah karena anak mulai memasuki lingkungan sekolah dasar. Biasanya periode sekolah itu berlangsung dari usia enam tahun yaitu saat ia memasuki kelas satu di sekolah dasar sampai ia berusia 12 tahun.2 Pada usia ini juga kerap timbul masalah mengenai tumbuh kembang anak. Untuk itu, orang tua harus mengetahui tumbuh kembang seorang anak pada usia ini.

PERTUMBUHAN FISIK

Pada anak usia sekolah terjadi perubahan proporsi tubuh dengan kenaikan tinggi badan per tahun adalah 2-3 inchi atau kurang lebih 5 cm. Sedangkan kenaikan berat badan seorang anak lebih bervariasi yaitu sekitar 3-5 pon per tahun atau 2-3 kg per tahun. Pada usia ini badan akan memanjang dan akan terlihat lebih langsing, leher menjadi lebih panjang, dada melebar, perut tidak buncit, lengan dan tungkai memanjang serta lingkar pinggang akan tampak mengecil karena pertambahan tinggi. Selain itu, jaringan lemak pada anak usia sekolah lebih

cepat berkembang dibandingkan dengan jaringan otot. Untuk pertumbuhan gigi, seorang anak pada rentang usia sekolah sudah mempunyai dua puluh gigi tetap.Pada masa ini juga, anak cenderung tidak peduli dengan penampilannya dan berpakaian seperti teman-temannya.3

PERKEMBANGAN KETERAMPILAN MOTORIK

Pada awal masa usia sekolah, anak mempunyai sejumlah besar keterampilan yang mereka pelajari selama tahun-tahun prasekolah. Pada masa ini, anak perempuan umumnya lebih unggul dari anak lelaki dalam hal kegiatan yang melibatkan otot-otot halus seperti melukis, menjahit, dan menganyam sedangkan anak laki-laki lebih pintar dalam kegiatan yang melibatkan otot-otot kasar seperti melempar bola basket, menendang bola dan melakukan lompat jauh. 3

Keterampilan masa usia sekolah dibagi menjadi 4 kategori keterampilan yaitu:3,4 Keterampilan menolong diri sendiri (self help) yaitu keterampilan yang memungkinkan mereka mampu melakukan sesuatu bagi diri sendiri, meliputi keterampilan berpakaian, makan, mandi dan berdandan sendiri. Keterampilan menolong orang lain (social-help), yaitu keterampilan yang berkaitan dengan membantu orang lain agar dapat diterima dilingkungan keluarga, tetangga ataupun sekolah. Keterampilan itu meliputi membersihkan tempat tidur, mengerjakan pekerjaan rumah atau pekerjaan sekolah, dan lain-lain. Keterampilan sekolah, meliputi keterampilan menulis, membaca , melukis, menari dan lainlain. Keterampilan bermain, untuk dapat menikmati kegiatan bersama-sama teman sebayanya seorang anak belajar berbagai keterampilan seperti keterampilan bermain bola, menendang dan menangkap bola, dan lain-lain.

PERKEMBANGAN EMOSI

Ungkapan emosional pada usia ini merupakan ungkapan yang menyenangkan. Anak-anak tertawa, berguling-guling dan ungkapan emosional lain yang dianggap oleh orang dewasa sebagai ungakapan emosional yang kurang matang. Tetapi ungkapan emosional seperti ini menunjukkan kebahagiaan dan penyesuaian diri yang baik. Selain emosi yang menyenangkan, ada juga ungkapan emosi lain yang terjadi karena ledakan kemarahan atau perasaan kecewa. Pada anak perempuan, ungakapan emosi ini ditunjukkan menangis atau dengan ungakapan lain seperti pada prilaku prasekolah, sedangkan pada anak laki-laki lebih mengungkapkannya dengan cemberut atau merajuk.3

Umumnya, masa usia sekolah merupakan periode yang relatif tenang karena pada masa ini peranan anak sudah terumus dan anak sudah tahu bagaimana melaksanakannya. Tetapi, ada kalanya emosi seorang anak dapat meninggi. Hal itu dapat disebabkan karena keadaan fisik dan lingkungan seperti anak yang sakit atau lelah cenderung mudah marah, rewel dan sulit dihadapi.3

PERKEMBANGAN SOSIAL

Pada usia ini, anak tidak merasa cukup dengan dua atau tiga teman saja. Sejak anak masuk sekolah sampai masa puber, ada keinginan untuk diterima dalam suatu kelompok dan tidak akan puas bila tidak bersama teman-temannya. Karena itu, usia ini disebut juga usia berkelompok atau usia gang.3,4

Adapun ciri khas geng pada masa ini yaitu,3,4 Geng anak-anak merupakan kelompok bermain. Aktivitas mereka meliptui semua bentuk permainan dan hiburan kelompok, membuat sesuatu dan lainnya. Anggota geng terdiri dari jenis kelamin yang sama. Geng memiliki tempat pertemuan rahasia yang jauh dari pengawasan orang tua. Geng anak-anak memiliki tanda keanggotaan atau tanda pengenal seperti topi dan pakaian yang sama untuk mengenali anggotanya. Pemimpin geng adalah orang yang lebih unggul dan menjadi wakil bagi kelompoknya. Untuk menjadi anggota geng harus diajak dan terkadang ada upacara perpeloncoan untuk menguji keterampilan dan ketahanan fisik calon anggota. Memiliki isyarat dan kode sendiri untuk menjaga kerahasiaan mereka.

PERKEMBANGAN BICARA

Pada periode ini anak mulai menyadari bahwa bentuk komunikasi seperti tangisan atau isyarat sudah tidak diterima lagi secara sosial. Untuk itu, ada dorongan dalam diri anak untuk memperbaiki kemampuan bicaranya. Kemampuan bicara berguna agar anak tersebut dapat mengetahui apa yang dikatakan orang lain, jika anak tidak dapat mengerti apa yang dikatakan orang lain, kemungkinan anak akan ditolak dari kelompok permainannya karena anak cenderung mengatakan hal-hal yang tidak berhubungan dengan pembicaraan temantemannya.3

Bantuan memperbaiki pembicaraan pada anank-anak usia sekolah dapat berasal dari empat sumber. Pertama, orang tua yang menganggap berbicara adalah hal yang penting akan memacu anaknya untu berbicara lebih baik, memperbaiki ucapan dan tata bahasa yang salah serta mengikutsertakan anak dalam pembicaraan yang bersifat umum. Kedua, radio dan televisi mendorong anak untuk mendengarkan secara seksama sehingga kemampuan anak untuk mengerti apa yang dibicarakan oleh orang lain akan meningkat. Ketiga, anak yang sudah dapat membaca akan mendapatkan tambahan kosakata dan terbiasa dengan bentuk kalimat yang benar. Dan keempat, setelah anak masuk sekolah, biasanya guru akan memperbaiki ucapan-ucapan yang salah.3

PERKEMBANGAN KREATIVITAS

Pada usia 5-6 tahun, kreativitas seorang anak dipengaruhi oleh keluarga dan lingkungan sekolahnya. Jika tata tertib yang diberikan kepada anak tersebut terlalu mengekang, maka kreativitas anak tersebut tidak akan berkembang. Pada usia 8-10 tahun, kreativitas anak bergantung kepada kelompok ia bermain. Karena keinginan untuk diterima sebagai anggota kelompok teman sebaya merupakan ciri dari periode ini. Untuk itu, jika ingin diterima sebagai bagian dari kelompok tersebut, sikap mereka haruslah sedekat mungkin dengan pola yang sudah terbentuk di kelompok tersebut.5

PERKEMBANGAN BERMAIN

Selama masa usia sekolah, anak laki-laki maupun perempuan sangat sadar dengan kesesuaian jenis permainan dengan jenis kelaminnya. Adapun beberapa jenis permainan yang umum selama masa usia sekolah yaitu.3,4 Bermain konstruktif

Bermain konstruktif merupakan bentuk permainan anak-anak menggunakan bahan untuk membuat sesuatu yang bukan untuk tujuan bermanfaat melainkan hanya untuk kegembiraan saja. Anak laki-laki lebih tertarik membuat sesuatu menggunakan kayu dan alat. Sedangkan anak perempuan menyukai konstruksi yang lebih halus seperti menjahit, menggambar, melukis, membentuk tanah liat dan membentuk perhiasan. Menjelajah

Pada masa ini lingkungan yang dijelajahi anak lebih jauh dari lingkungan rumah dan tetangga. Anak cenderung ingin menjelajah daerah-daerah baru seperti, rumah tua yang tidak terpakai atau rumah yang sedang dibangun. Mengumpulkan

Pada masa ini, anak akan lebih selektif mengumpulkan barang dan memusatkan kepada barang yang bagus atau berbeda dengan teman-teman sebayaya. Selain itu, anak juga menyimpan barang yang ia kumpulkan secara sistematis seperti menaruhnya di kotak yang telah diberikan nama sehingga lebih mudah ditunjukkan kepada teman-temannya. Permainan dan olahraga

Pada usia 8 sampai 10 tahun, anak lebih menginginkan permainan tim yang terorganisasi dan mempunyai peraturan seperti bola basket, sepak bola, baseball, dan hoki. Permainan yang anak lakukan ini lebih bersifat persaingan dengan pusat perhatian pada keterampilan dan keunggulan serta tidak semata-mata pada kegembiraan. Selain itu, ada juga jenis permainan dalam ruang, yaitu anak bermain di dalam rumah jika cuaca sedang buruk untuk dapat bermain di luar rumah, sakit ataupun merasa lelah. Contoh permainan ini antara lain main kartu, permainan tebakan dan teka teki. Hiburan

Hiburan merupakan bentuk permainan pasif karena dalam hiburan anak akan bermain sendiri. Adapun hiburan yang paling popular dalam usia ini yaitu : Membaca

Anak lebih menyukai buku atau majalah yang menekankan kisah petualangan dimana ia dapat membaca tentang tokoh pahlawan sebagai identifikasi dirinya serta menyukai buku atau majalah yang memiliki akhir cerita yang bahagia. Buku komik

Pada masa ini, anak menyukai komik pahlawan yang didentifikasikan dengan dirinya. Selain itu mereka juga menyukai petualangan, misteri dan ketegangan. Buku komik dapat menarik anak karena menyenangkan, menggairahkan, mudah dibaca dan merangsang imajinasi anak. Radio dan televisi

Televisi lebih popular dibandingkan dengan radio meskipun anak menyukai mendengarkan musik atau berita olahraga lain yang tidak disiarkan di televisi. Anak-anak menyukai kartun atau acara lain yang diperuntukkan bagi anak-anak seusianya. Dengan menonton televisi, anak tidak hanya mendapatkan hiburan tetapi juga menjadi sarana sosialisasi yang penting. Film

Menonton film biasanya dilakukan bersama teman kelompok walau tidak jarang ada anak yang pergi ke bioskop sendirian atau bersama anggota keluarga. Anak senang menonton film kartun, kisah petualangan atau film-film tentang binatang. Melamun atau berkhayal

Biasanya kegiatan ini dilakukan untuk anak yang kesepian dan mempunyai sedikit teman bermain sehingga menghibur diri sendiri dengan melamun. Anak sering membayangkan dirinya sebagai seorang pahlawan dalam dunia impiannya kemudian mengimbangi kurangnya teman yang ia peroleh dalam kehidupan sehari-hari.

PEMBAHASAN

Ada beberapa cara untuk menilai tumbuh kembang seorang anak. Penilaian ini dilakukan untuk mengetahui apakah tumbuh kembang seorang anak itu normal atau tidak. Penilaian ini terbagi dua yaitu penilaian pertumbuhan fisik dan penilaian perkembangan anak.

Penilaian pertumbuhan fisik dapat dilakukan dengan 4 cara yaitu : 6 Menggunakan parameter ukuran antropometrik

Yang diukur menggunakan ukuran ini yaitu berat badan, tinggi badan, lingkaran kepala, lingkaran lengan atas dan lipatan kulit.

Berat badan merupakan ukuran antropometrik yang paling penting karena digunakan pada seitap kesempatan memeriksa kesehatan anak pada semua kelompok umur. Berat badan dipakai sebagai indikator terbaik untuk mengetahui keadaan gizi dan tumbuh kembang seorang anak

Tinggi badan merupakan ukuran antropometrik terpenting kedua. Tinggi badan seseorang sejak ia bayi mengalami fluktuasi sampai ia berusia 18-20 tahun. Pada usia itu, pertumbuhan seseorang akan berhenti. Peningkatan nilai rata-rata tinggi badan orang dewasa menjadi indikator peningkatan kesejahteraan/kemakmuran (perbaikan gizi, perawatan kesehatan dan keadaan social ekonomi).

Lingkaran kepala dipakai untuk menaksir pertumbuhan otak. Manfaat pengukuran lingkar kepala terbatas pada 6 bulan pertama sampai umur 2 tahun karena pertumbuhan otak yang pesat.

Lingkaran lengan atas mencerminkan tumbuh kembang jaringan lemak dan otot yang tidak terpengaruh banyak oleh keadaan cairan tubuh dibandingkan dengan berat badan. Lingkar lengan atas dipakai untuk menilai keadaan gizi/tumbuh kembang anak pada usia prasekolah.

Tebal lipatan kulit dimanfaatkan untuk menilai terdapatnya keadaan gizi lebih, khususnya pada kasus obesitas. Gejala/tanda pada pemeriksaan fisik Dilihat dari keseluruhan fisik yaitu dilihat dari bentuk tubuh, perbandingan bagian kepala, tubuh dan anggota dan memperhatikan ada atau tidaknya edema. Jaringan otot yang diperiksa yaitu pada lengan atas, pantat dan paha dengan cara cubitan tebal. Jaringan lemak yang diperiksa yaitu dibawah triseps dan subskapular dengan cara cubitan tipis. Rambut yang diperiksa adalah pertumbuhannya, diameter (tebal atau tipis), sifat (keriting/lurus) dan akar rambut (muda dicabut/tidak). Gigi-geligi yaitu saat erupsi gigi susu, saat tanggal dan erupsi gigi permanen. Gejala/tanda pada pemeriksaan laboratorium

Terutama pemeriksaan darah, yaitu antara lain kadar Hb, serum protein (albumin dan globulin), hormone dan lain-lain. Gejala/tanda pada pemeriksaan radiologis

Dilakukan untuk menilai umur tulang, biasanya dilakukan kalau ada kecurigaan gangguan pertumbuhan.

Untuk menentukan pertumbuhan fisik anak, kita perlu melakukan seperti membuat diagnosis penyakit, yaitu :

Anamnesis untuk memperoleh informasi tentang tumbuh kembang anak selama dalam kandungan, keadaan waktu lahir, kecukupan makanan, penyakit/kelainan yang diderita, keadaan fisik kedua orang tuanya.

Pemeriksaan fisik untuk memperoleh kesan klinis tentang tumbuh kembang anak dengan informasi tentang gejala/tanda tumbuh kembang anak.

Pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan antropometri, pemeriksaan laboratorium, dan pemeriksaan radiologi sesuai dengan keperluannya.

Selain penilaian pertumbuhan fisik, ada juga penilaian perkembangan anak untuk mengetahui kelainan perkembangan anak dan berbagai masalah perkembangan yang memerlukan pengobatan atau konseling genetik. Tahap-tahap dalam penilaian perkembangan anak, yaitu:6 Anamnesis

Tahap pertama yang dilakukan dengan lengkap dan teliti sehingga salah satu penyebab kelainan dapat diketahui. Kelainan perkembangan dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Skrining gangguan perkembangan anak

Pada tahap ini dianjurkan menggunakan instrument untuk skrining misalnya Denver Developmental Screening Test (DDST), tes IQ, tes psikologik lain guna mengetahui kelainan perkembangan anak. Evaluasi lingkungan anak

Mendeteksi dini dengan melakukan evaluasi lingkungan anak menggunakan Home Screening Questionnaire (HSQ). Evaluasi penglihatan dan pendengaran anak

Tes penglihatan dilakukan dengan menggunakan metode-metode yang disesuaikan dengan umur anak. Sedangkan skrining pendengaran, melalui anamnesis atau menggunakan audiometer kalau ada alatnya serta melakukan pemeriksaan pada bentuk telinga, hidung, mulut dan tenggorokan untuk mengetahui adanya kelainan bawaan. Evaluasi bicara dan bahasa anak

Bertujuan untuk mengetahui kemampuan anak berbicara masih dalam batas yang normal atau tidak. Pemeriksaan fisik

Dilakukan agar dapat diketahui terdapat kelainan fisik yang mempengaruhi pertumbuhan anak misalnya, berbagai sindrom, penyakit jantung bawaan dan lain-lain.

Pemeriksaan neurologi

Dimulai dengan anamnesis masalah neurologi dan keadaan yang diduga dapat mengakibatkan gangguan neurologi seperti trauma lahir, persalinan yang lama dan lain-lain. Evaluasi penyakit-penyakit metabolik

Dari anamesis dapat dicurigai adanya penyakit metabolik, apabila ada anggota keluarga lainnya yang terkena penyakit yang sama. Integrasi dari hasil penemuan

Berdasarkan anamnesis dan semua pemeriksaan diatas, dibuat suatu kesimpulan diagnosis dari gangguan perkembangan tersebut. Kemudian ditetapkan penatalaksanaannya, konsultasi kemana dan prognosisnya.

DAFTAR PUSTAKA

Rachdian RA. Pertumbuhan dan perkembangan anak. 2008. <http://www.aqilaputri.rachdian.com/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=23> (diakses pada tanggal 2 Desember 2011) Narendra MB, Sularyo TS, Soetjiningsih, Suyitno H, Ranuh IGNG, Wiradisuria S. Tumbuh kembang anak dan remaja. 1st ed. Jakarta: CV. Sagung Seto, 2008: 1,8-11, 51, 56. Hurlock EB. Psikologi perkembangan suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Alih Bahasa. Istiwidayanti, Soedjarwo. Jakarta: Erlangga, 1980: 149-162. Hurlock EB. Perkembangan anak. Alih Bahasa. Tjandrasa M, Zarkasih M. Jakarta: Erlangga, 1978: 264-265, 330-335. Hawadi RA. Psikologi perkembangan anak Mengenal sifat, bakat dan kemampuan anak. Jakarta: PT Grasindo, 2002: 27. Soetjiningsih. Tumbuh kembang anak. Jakarta: Buku Kedokteran EGC, 2010: 37-43, 64-65.