P. 1
Permukiman Tradisional Dusun Ende Kabupaten Lombok Tengah

Permukiman Tradisional Dusun Ende Kabupaten Lombok Tengah

|Views: 40|Likes:
Dipublikasikan oleh Qudri Saufi

More info:

Published by: Qudri Saufi on Apr 24, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/11/2013

pdf

text

original

PELESTARIAN PERMUKIMAN TRADISIONAL DUSUN ENDE KEC. PUJUT KAB.

LOMBOK TENGAH

JURUSAN TEKNIK PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA (PLANOLOGI)

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Latar Belakang
Kurangnya perhatian dan optimaliasi terhadap potensi yang dimiliki oleh Dusun Ende. belum adanya arahan khusus yang mengatur tentang bentuk pelestarian kawasan Desa budaya di Dusun Ende tersebut.

mengidentifikasi karakteristik permukiman dan kelayakan desa sebagai permukiman tradsional terkait dengan upaya pelestarian permukiman di permukiman teradisional Dusun Ende.

Sejarah Adanya Dusun Ende

Meletusnya Gunung Rinjani

Pecahan Dari Kerajaankerajaan tertua di pulau Lombok
Arti dari Dusun Ende

Identifikasi Kawasan

Identifikasi Karakteristik Fisik

Karakteristik Fisik
Struktur Ruang Permukiman Permukiman di Desa Adat Ende terbentuk karena adanya keterikatan secara keturunan. Sama seperti di wilayah lainnya di Pulau Lombok, masyarakatnya hidup secara mengelompok. Masyarakat di Desa Adat Ende tinggal bersama atau berkelompok mengikuti garis keturunan ayah (patrilineal). Keturunan laki-laki yang baru menikah biasanya akan membangun rumah baru di lahan yang sama dengan orang tuanya.

Karakteristik Fisik
Konsep Arah Matarahari 1. Arah hadap bangunan menghadap matahari yang artinya ketika pemilik rumah pergi kerja langsung menghadap matahari sebagai tanda syukur dan keridha’an terhadap Allah SWT. 2. Semua permukiman adat di Dusun Ende menghadap ke arah timur (sinar matahari) menunjukkan pembentukan karakter masyarakat Sasak bahwa yang muda juga harus melindungi yang tua, dan jika ada musuh menyerang maka kaum yang mudalah yang terlebih dahulu harus menyerang.

Karakteristik Fisik
Konsep Sejajar dan Undakan Konsep Sejajar ini mencerminkan penduduk yang terdiri dari satu kelompok dan dapat dikatakan secara keseluruhan merupakan satu warga besar yang terdiri atas anak, cucu, kemenakan, merupakan satu kesatuan dari keluarga majemuk. Dan Konsep Undakan

Dari baris horizontal semakin ke tengah undak-undakannya semakin rendah, dan dari baris vertikal semakin ke arah belakang maka undak-undakannya semakin tinggi selain memiliki fungsi dari segi keamanan agar menghindari bencana alam jika suatu saat terjadi, serta terhindar dari malapetaka yang dapat menimpa Dusun Ende, juga menjaga agar rumah generasi tua yang terletak di baris belakang, akan tetap mendapatkan sinar matahari yang cukup mengingat tempatnya yang lebih tinggi dari baris didepannya.

Karakteristik Fisik
Struktur Ruang Bangunan Bale adat sasak Ende yang menghadap ketimur sebagian memilki elemen berupa kandang di depan bale. Struktur dari beberapa bangunan di Dusun Ende sebagai berikut: Balek Sasak ini memiliki denah berbentuk segi empat, yang terbagi Kandang ternak sapi dan menjadi dua ruang ruang kuda yang yaitu terletak di sengko depan (ruang bawah) yang berfungsi sebagai masing-masing 5 rumah. ruang tamu (sesangkok), dan dalem bale (ruang atas) yang terdiri dari kamar tidur, dan dapur, antara ruang sengko dan dalam bale dibatasi oleh undak-undak (anak tangga).

Karakteristik Budaya
Upacara Adat Antar Manusia Dengan Tuhan
Rowah Wulan dan Sampet Jum’at dilaksanakan untuk menyambut tibanya bulan puasa. Rowah Wulan dilaksanakan pada hari pertama bulan Saban, sedangkan Sampet Jum’at dilaksanakan pada hari Jum’at terakhir di bulan Saban. Maleman Pitrah dan Lebaran Tinggi dilaksanakan sehari sebelum perayaan Lebaran Tinggi. Upacara adat Lebaran Tinggi dilaksanakan untuk memperingati Hari Raya Idul Fitri. Lebaran Pendek dilaksanakan untuk merayakan Hari Raya Idul Adha. Mulud dilaksanakan untuk memperingati hari kelahiran Nabi kita Muhammad SAW. Upacara adat ini dirayakan pada Hari Raya Maulid Nabi Muhammad SAW.

Karakteristik Budaya
Upacara Adat Antar Manusia Dengan Manusia
Merari’Au Buang merupakan dilaksanakan tradisi untuk yang membuang mengawali abu upacara hasil adat pembakaran Mentikah . Merari arang ’ atau yangkawin diletakkan lari didi lakukan bawahsebagai tempat ganti tidur si bayi. Upacara acara lamaranadat yangBuang di lakukan Au dilaksanakan oleh calon pengantin sebagai symbol laki-laki pengislaman pada seorang bayi yang baru lahir.

Ngurisan dan Molang-malik merupakan upacara potong Rowah Bale bertujuan agar rumah/ bale yang baru dibangun rambut yang dilaksanakan setelah adat Buang Au. dan keluarga yang menempati bisaupacara hidup dengan tentram Upacara adat ini diadakan pada anak yang sudah berusia dan sejahtera. antara 1– 7 tahun. Gawe pati merupakan prosesi untuk jika salah satu Ngitangan merupakan rangkaian upacara adat khitanan yang diadakan anggota keluarga ada yang meninggal. untuk anak laki-laki berusia 3 – 10 tahun.
Merosok merupakan upacara adat meratakan gigi/potong gigi, untuk menandai peralihan dari masa kanak-kanak menjadi dewasa.

Kelayakan Desa Adat
Kriteria Kelayakan Bangunan variabel Nilai Historis Sub variabel Tangga komponen Makna dari 3 anak tangga gambar Deskripsi Bentuk 3 anak tangga yang dimana artinya ada Ayah, Ibu dan anak. Arahan Preservasi

Kejamakan

Ornamen

Fasade Atap Ornamen

 Gaya dan bentuk ornamen  Ukuran Bentuk dan Material Dimensi atap  Gaya dan bentuk ornamen  Ukuran

Bangunan lumbung adalah salah satu bangunan yang dimiliki oleh setiap permukiman tradisional lainnya. Koperasi adalah salah satu bangunan yang tidak terdapat pada permukiman tradisional lainnya. Material kayu,bambu dan bahan dari alam yang digunakan menambah kekuatan bangunan lebih permanen namun tetap perlu perawatan Bentuk fasade yang menampilkan ciri khas balek sasak +Bali dgn tetap menggunakan material yang natural yang menambah nilai estetika bangunan tersebut.

Preservasi dan Konservasi.

Kelangkaan

Preservasi.

Keistimewaan

Konstruksi

   

Kekuatan Material Bentuk Dimensi

Preservasi

Estetika

Fasade

 Bale sasak

Konservasi

Arahan Pelestarian
Arahan Pelestarian Fisik
Arahan pelestarian fisik pada pola permukiman tradisional di Desa Adat Ende adalah dengan mempertahankan pola-pola yang sudah ada berdasarkan awig-awig adat Ende. PRESERVASI

upaya mengembalikan kondisi Pengembalian Menjaga elemen kondisi permukiman bangunan dan membangun kembali yang tradisional telah rusak dari kerusakan atau menurun bangunan dan elemen yang berupa sepertiatap,lantai, elemen Rumah, dinding, telah hilang semirip mungkin sehingga Barugak,dapat Lumbung, berfungsi jalan di dengan penampilan seperti kembali dalam permukiman seperti sediaadat; kala; aslinya.

KONSERVASI (Rehabilitasi) KONSERVASI (Rekonstruksi)

Arahan Pelestarian
Arahan Pelestarian Non Fisik
Untuk arahan pelestarian non-fisiknya maka dapat di jabarkan sebagai berikut :

Aspek sosial, dengan mempersiapkan SDM, pemberian penghargaan, dan membina kehidupan sosial dan budaya kepada masyarakat yang ada di Dusun ende tsb.

Aspek sosial

TERIMAKASIH
Banyak-banyak

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->