Anda di halaman 1dari 3

PENGKAJIAN FETAL

a. Gerakan janin (fetal Movement Counting / FMC) Merupakan teknik pengkajian janin yang paling praktis dan dapat dilakukan oleh kebanyakan ibu hamil. Total gerakan dalam 24 jam yang dilakukan janin bervariasi. Namun, pergerakan yang menurun dari pola rutin, dianggap sebagai tanda bahaya (gawat janin)

Pada kehamilan yang dipersulit dengan insufisiensi uretroplasenta, terdapat penurunan yang khas pada hitung gerak janin harian ( daily fetal movement count [DFMC]), dan faktor presipitasi yang terjadi pada periode yang secara cepat mendahului kematian janin. Keuntungan perhitungan gerak janin adalah dapat diperolehnya secara kontinyu kesejahteraan janin, jauh dari area klinis, dan relatif lebih mudah untuk dilakukan pasien, meskipun keakuratan dan reliabilitasnya bervariasi. Banyak hal yang mempengaruhi gerakan janin, antara lain usia gestasi, stimulasi suara, ibu yang merokok, dll. Perhitungan gerakan janin juga dapat keliru pada kasus polihidramnion atau oligohidramnion. Parameter perhitungan gerakan janin harian normal atau hitung tendangan janin (kick count), sedikit bervariasi dalam prakteknya dari 3-10 gerakan dalam 30 menit. Prosedur bervariasi sesuai dengan waktu saat itu, berkenaan dengan waktu makan (tepat setelah makan ), posisi ibu ( miring ) , hidrasi (air putih atau jus ). Pasien diinstruksikan untuk bersikap tenagn terhadap diri sendiri, tetap rileks tetapi dalam keadaan sadar, mengosongkan kandung kemih dan meletakkan tangan pada abdomen dan berfokus pada gerakan bayi. Ketika pasien diinstruksikan untuk melakukan perhitungan tendangan, penggunaan palpasi dan memastikan pasien merasakan gerakan jani. Pasien secara kontinyu harus tetap waspada terhadap gerakan janin adn melaporkan hasil observasi setiap jam apabila pasien mendapatkan gerakan janin menurun. Pola gerakan janin adalah tanda reliabel tentang kesejahteraan janin. Data sedikitnya 10 gerakan dalam 10 jam lazim. Ibu harus segera menghubingi nakes bila kriteria tersebut tidak terpenuhi. Tanyakan kepada wanita untuk menentukan satu waktu dalam sehari ketika janin biasaya aktif dan ketika ibu tersebut mempunyai waktu fokus pada gerakan janin. Setiap hari pada gerakan yang sama, tentukan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengidentifikasi 10 gerakan janin. Jika untuk mencapai 10 gerakan janin memerlukan

waktu yang lebih lama dari biasanya atau tidak terjadi gerakan maka wanita harus segera menemui petugas kesehatan. Metodologi perhitungan tendangan janin Instruksi pasien : Enam langkah bagaimana menggunakan daftar perhitungan anda.

1. Hitung gerak setiap waktu antara pukul 07.00 malam dam 11.00malam

2. Setelah anda makan berbaringlah kekiri / kekanan

3. Tandai tanggal dan waktu mulai pada catatan anda

4. Letakkan kedua tangan anda diatas abdomen dan berikan perhatian penuh pada gerakan bayi anda.

5. Setiap kali bayi and bergerak atau menendang, tandai satu kotak

6. Ketika bayi anda telah bergerak atau telah menendang sebanyak 10 kali isilah waktu

brhenti pada daftar anda Jika bayi tidak bergerak sebanyak 10 kali dalam 2 jam, segera lapor ke tenaga kesehatan.

TANGGAL TANGGAL Waktu mulai Malam Waktu mulai Malam Waktu berhenti Malam Waktu berhenti Malam
TANGGAL
TANGGAL
Waktu mulai
Malam
Waktu mulai
Malam
Waktu berhenti
Malam
Waktu berhenti
Malam

b. DJJ (denyut jantung janin) Tujuan pemantauan Denyut jantung janin adalah mendeteksi anda – tanda yang menunjukkan kejadian potensial yang merugikan sehingga dapat dilakukan intervensi tepat waktu. Mendengarkan denyut jantung janin adalah bagian penting pada pemeriksaan kehamilan untuk menilai kesejahteraan janin. Bidan harus menghitung denyutan per menit, yang harus mendapatkan nilai antara 110-160 kali per menit. Instrumen pemantauan DJJ:

Fetoskopantara 110-160 kali per menit. Instrumen pemantauan DJJ: Ultrasonografi Doppler menghantarkan gelombang suara ultra

Ultrasonografi Doppler menghantarkan gelombang suara ultra yang tinggi frekuensi kebagian katup jantung janin yang bergerak, mendefleksikan kembali ke peralatan, dan mengubahnya dalam bentuk sinyal elektronik yang dihitung.denyutan per menit, yang harus mendapatkan nilai antara 110-160 kali per menit. Instrumen pemantauan DJJ: Fetoskop

Prosedur mendengar DJJ

 

Rasional

1. Lakukan manuver leopold dengan cara palpasi abdomen ibu

1. Untuk mengidentifikasi presentasi dan posisi janin

2. Pasang alat mendengar diatas daerah intensitas maksimum, yang berada di sepanjang punggung janin, dan bunyi jantung janin terdengar jelas

2. Untuk mendapatkan bunyi antung yang paling keras dan jelas, agar perhitungan lebih mudah.

3. Hitung denyut nadi radialis ibu

 

3. untuk membedakan antara denyut nadi ibu dengan denyut jantung janin

4. Palpasi abdomen terhadap hilangnya aktivitas uterus

4. untuk dapat menghitung DJJ diantara kontraksi

5. Hitung

DJJ

selama

1

menit

penuh

5. untuk mengidentifikasi nilai dasar DJJ, yang hanya dapat dikaji selama hilangnya aktivitas uterus

diantara kontraksi

 

6. Auskultasi DJJ selama kontraksi apabila memungkinkan dan selama 30 detik setelah akhir kontaksi

6. Untuk mengidentifikasi DJJ selama kontraksi dan sebagai suatu respon terhadap kontraksi

7. Ketika ada ketidaksesuaian DJJ yang jauh selama atau diantara periode mendengar, lakukan auskultasi lebih lama, setelah dan diantara kontraksi

7. Untuk mengidentifikasi perubahan dari nilai dasar yang menandakan kebutuhan untuk pemantauan DJJ jenis lain.