Anda di halaman 1dari 39

FARMAKODINAMIK

Lucky Resa Santoso 121 0211 036

Farmakodinamik Cara kerja obat, efek obat terhadap fungsi berbagai organ, dan pengaruh obat terhadap reaksi biokimia dan struktur organ
Obat + reseptor kompleks O R efek

Kebanyakan obat berikatan pd reseptor di dalam atau pada sel membentuk ikatan kuat dengan ligan

dapat sebagai agonis (salbutamol), atau antagonis(propranolol)


Reseptor mempunyai pola transduksi sinyal

DRUG - Agonis - Antagonis

Agonis
Agonis: menghasilkan efek yg mirip dg efek yg ditimbulkan secara alami oleh substansi endogen (hormon, neurotransmitter, dll)

Antagonis (penghambat/blocker)
Kompetitif : dapat diatasi dengan peningkatan dosis Non kompetitif : tidak dapat diatasi dengan peningkatan dosis

Agonis/antagonis parsial (nalorfin)

HaMBa - 2008

Agonist vs antagonist
K+1
Ag + R K-1 Ag

Response

K+1 Ant + R K-1 Ant

TEORI RESEPTOR
Perubahan: aktivitas biokimia biofisika makromolekul

1. menentukan efek farmakologis 2. selektivitas efek obat 3. membantu peran antagonis farmakologi obat

Kerja obat yang tidak diperantarai reseptor


Efek non spesifik dan gangguan pada membran
Perubahan sifat: Diuretik osmotik (urea, manitol) meningkatkan osmolaritas filtrat glomerulus sehingga mengurangi reabsorpsi air di tubuli ginjal Katartik (MgSO4) Gliserol yang mengurangi udem serebral

Perubahan sifat asam/basa


Antasida dalam menetralkan as.lambung NH4Cl, mengasamkan un Na bikarbonat, membasakan urin

Kerja obat yang tidak diperantarai reseptor


Kerusakan nonspesifik. Zat perusak nonspesifik digunakan sebagai antiseptik dan desinfektan
Detergen

Gangguan fungsi membran


Anestesi umum yang mudah menguap mis; eter, halotane melarut dalam lemak membran sel di SSP sehingga eksitabilitasnya menurun

Reseptor: I. Enzim:

Tirosin kinase (insulin, EGF, PDGF, limfokin) Serine/threonin kinase,TGF Guanilat cyclase Tyrosin fosfatase

II. Ligan- gated ion channels:


Nicotinic Ach receptor GABAA, receptor Glutamat, aspartat, glycine

III. G-protein- coupled receptors


Biogenic amine Eicosanoid Hormon peptide

IV. Faktor transkripsi:


Reseptor sitosolik: tiroid, steroid, retinoid, vit.D

Mekanisme Sinyal Transduksi


Mekanisme penghantaran/ transmisi sinyal biologis yg menyebabkan suatu substansi ekstraseluler menimbulkan suatu respon seluler fisiologis yg spesifik Proses ini terjadi segera setelah substansi ekstrasel tersebut menduduki reseptor
Reseptor membran (>>>) katekolamin, Reseptor sitoplasma steroid,tiroksin, vit D Reseptor nukleus estrogen

Transmembrane Actions
Obat yg bekerja pd reseptor di membran sel akan meneruskan sinyal ke sel target dengan cara melakukan :
Perubahan potensial membran / kadar ion intrasel (Ligandgated ion channels). Mis R/ nikotinik, R/GABA Produksi second messengers intraseluler melalui aktivasi G protein.mis R/muskarinik, R/ , R/ Fosforilasi protein enzim secara cascade (Transmembrane enzymes). Mis R/ insulin

Nuclear Action
Obat berikatan dengan reseptor di sitoplasma, kemudian masuk dan bekerja di nukleus untuk menimbulkan efek dg cara :
mengatur transkripsi gen-gen tertentu (Intracelluler Receptor).

Mis. R/steroid

Ligand-gated Ion Channels

Mis. Reseptor GABA (A-type), Nikotik ACh, 5-HT3 serotonin, glutamat, dan glisin. Ligand (obat) berinteraksi dg reseptor signal konformasi reseptor kanal ion terbuka ion masuk depolarisasi / hiperpolarisasi
Pd R/ GABA-A, interaksi dg R-Benzodiazepin kanal Clterbuka hiperpolarisasi inhibisi fungsi SSP (sedasi)

Pd R/ Nikotinik, interaksi R-ACh kanal Na+ terbuka perubahan membran potensial kanal Ca tebuka aksi potensial depolarisasi ( kontraksi otot bergaris )

GABAA Receptor: chloride channel

G-Protein Coupled Receptors

G-proteins dalam keadaan inaktif ketika terikat dlm bentuk GDP dan aktif ketika terikat dlm bentuk GTP.
G-proteins terdiri dari subunit , , dan g . Subunit berinteraksi dg reseptor, dg GDP/GTP, dan dg enzim effector (atau kanal ion).

Types of G proteins: Gs, Gi, Go, Gq

1.

G protein-linked receptors

Transmisi Sinyal melewati membran sel terjadi dlm 4 tahap :.

Ikatan ligand (obat) dg reseptor. Reseptor mengaktifkan G-protein.

G-protein yg aktif akan mengaktifkan enzim tertentu atau mempengaruhi kanal ion tertentu. Aktivasi enzim menyebabkan perubahan konsentrasi second messenger.

Receptor activation of a G-protein

Change in the cons.of second messenger

Inactivation mechanism

G-prot regulation of an enzyme or ion channel

Effector

2nd messenger

adenylyl cyclase
phospholipase C

cyclic AMP (cAMP)


calcium, DAG, and
phosphoinositide (IP3)

Adenylat Cyclase (AC) / cAMP System

Receptor

Ligand-regulated Transmembrane Enzymes (tyr Kinases)


Obat atau hormon mengikat extracellular domain. Allosteric effect autofosforilasi pada intracellular domain. intracellular domain yg telah mengalami fosforilasi selanjutnya akan memfosforilasi protein substrat. Agonists: insulin, EGF, other growth factors

Linked directly to tyrosine kinase

Receptor acts as an enzyme

receptors

Intracellular Actions: Regulation of Gene Transcription

Cytosolic receptors. Steroid hormon menembus


membran sel dan mengikat reseptor di sitoplasma. Kompleks ligand-reseptor ditranspor masuk ke nukleus dan berikatan dg rantai DNA untuk meregulasi transkripsi gen.

Nuclear receptors.

Thyroid hormon masuk ke dalam sel dan secara pasif masuk ke nukleus untuk berikatan dengan reseptornya.

Intracellular Mechanism: Steroid

Nucleus
XXXXXXXXXXXXX

Effects RNA Protein

mRNA

drug

Plasma

Nuclear receptors that regulate gene transcription

receptors

Speed of responses

VARIABEL FARMAKODINAMIKA
Contoh slope kurva dosis-respon

KADAR OBAT DALAM PLASMA DAN HUBUNGANNYA DNG EFEK OBAT

HUBUNGAN DOSIS OBAT PERSEN RESPONSIF

Indeks Terapi = LD50/ED50 Menentukan tingkat keamanan obat Obat Ideal = LD1/ED99
1