Anda di halaman 1dari 5

136

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI


Dalam bab ini menjelaskan kesimpulan dari studi mengenai Identifikasi Citra klota baru CitraRaya Berdasarkan Persepsi Masyarakat. Selain itu juga membahas beberapa usulan untuk rekomendasi kegiatan penelitian selanjutnya. 5.1 Kesimpulan Dari penelitian yang telah dilakukan, terdapat beberapa kesimpulan yang berkaitan dengan citra kota baru CitraRaya. Adapun kesimpulan-kesimpulan yang didapat adalah antara lain:. 1. Dari masing-masing elemen pembentuk citra kota teridentifikasi beberapa pilihan untuk masing-masing elemen pembentuk citra kota. Dari pilihan tersebut dapat teridentifikasi elemen mana yang paling kuat dalam membentuk citra kota, Masing-masing elemen tersebut adalah: Elemen Landmark Elemen Path Elemen District Elemen Nodes Elemen Edges : Gerbang Utama : Jalur CitraRaya Boulevard : CitraRaya Square : Bundaran 1 : Gerbang Utama

Kelima elemen fisik pembentuk citra kota yang kuat dan dipilih oleh masyarakat cenderung adalah elemen yang berlokasi di wilayah Utara mulai dari Gerbang utama, jalur CitraRaya Boulevard, kawasan CitraRaya Square, simpul bundaran pertama dan juga batas gerbang utama. Hal ini dikarenakan sampai dengan saat ini pihak pengembang lebih memfokuskan pembangunannya pada lokasi utara yang memang dialokasikan untuk pembangunan bangunan-bangunan yang bersifat komersial selain itu juga hampir sebagian besar masyarakat baik itu penghuni dan pengunjung selalu rutin melewati bangunan-bangunan tersebut dan juga memang sudah terbiasa datang untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari.

137

2.

Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi masyarakat dibedakan ke dalam dua faktor yanitu internal dan eksternal. Lokasi tinggal, lama tinggal dan pengalaman berkunjung merupakan faktor internal yang paling dominan dalam memberikan pengaruh terhadap pemilihan elemen pembentuk citra kota selain faktor internal yang bersifat biologis yaitu untuk memenuhi kebutuhan. Sebagian besar faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam pemilihan elemen pembentuk citra kota adalah dipengaruhi oleh perbedaan karakteristik yang termasuk kedalam faktor internal seperti perbedaan dalam hal posisi pengamatan (lokasi tinggal), waktu pengamatan (lama tinggal) dan pengalaman berkunjung. Akan tetapi faktor internal yang bersifat biologis seperti berkaitan dengan kebutuhan hidup dan faktor yang bersifat sosiopsikologis yaitu faktor yang dipengaruhi kebiasaan, sikap dan kemauan seperti rutin melewati elemen-elemen pembentuk citra kota tersebut dan juga memang selalu merupakan elemen yang selalu dipilih ketika akan melakukan aktivitas.

3. Terdapat perbedaan persepsi yang cukup signifikan antara kelompok penghuni yang sudah lama tinggal dengan yang baru tinggal terhadap identitas kota baru CitraRaya. Begitu juga dengan pengunjung yang sudah sering datang berkunjung dengan yang jarang berkunjung Identitas kota yang paling menonjol adalah sebagai perdagangan. Perdagangan yang ada di CitraRaya adalah jenis perdagangan kecil dengan skala untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kota baru CitraRaya. Penghuni yang sudah tinggal lebih dari 5 tahun cenderung mengidentikan kota baru CitraRaya sebagai perdagangan dikarenakan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari, CitraRaya dianggap sudah dapat menyediakan apa yang mereka butuhkan begitu pula dengan pengunjung yang sudah berkunjung lebih dari 10 kali

138

mengidentikan sebagai perdagangan dikarenakan tujuan mereka datang ke CitraRaya adalah untuk berbelanja di Plaza Sabar-Subur dan CitraRaya Square. Identitas kota sebagai Kota Nuansa Seni justru ditemukan pada kelompok penghuni yang baru tinggal selama 2,5 tahun sampai 3 tahun juga oleh pengunjung yang baru berkunjung 6-9 kali dalam setahun. Hal ini dikarenakan mereka melihat banyaknya patungpatung yang tersebar di sepanjang Jalan Boulevard CitraRaya Dengan demikian, kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa citra kota nuansa seni yang direncanakan oleh pihak pengembang untuk kota baru CitraRaya sampai saat ini belum terbentuk di masyarakat atau kurang ditangkap dengan baik oleh masyarakatnya. Saat ini masyarakat lebih mengenal CitraRaya sebagai tempat untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari dengan berbagai fasilitas yang lengkap seperti fasilitas pendidikan, kesehatan, rekreasi dan perkantoran. Hal inilah yang menyebabkan citra yang terbentuk di masyarakat adalah sebagai perdagangan. Perdagangan yang ada di CitraRaya saat ini adalah masih skala kecil hanya untuk memenuhi kebutuhan meraka sehari-hari. Perdagangan yang ada adalah seperti rukoruko yang menyediakan pakaian, makan, elektronik dan lain sebagainya yang ada di sepanjang Jalur CitraRaya Boulevard. Citra kota nuansa seni dapat juga ditangkap masyarakat apabila sudah banyak masyarakat yang memiliki keterkaitan dengan kegiatan seni dan adanya fasilitas kesenian seperti museum, panggung-panggung pertunjukan dan lain sebagainya. Akan tetapi tentunya memerlukan waktu dan dana yang lebih besar, walaupun demikian, hasil dari penelitian ini dapat memperlihatkan bahwa pembentukan citra kota baru CitraRaya sebenarnya sudah mengarah pada pembentukan citra kota sebagai Kota Nuansa Seni hanya saja masih kurang dalam pembangunan elemen-elemen fisik yang dibangun oleh pihak pengembang. 5.2 Rekomendasi Berdasarkan kesimpulan penelitian yang telah diuraikan tersebut, rekomendasi yang dapat diberikan bagi pihak pengembang adalah Mengarahkan pembentukkan citra kota nuansa seni dengan memperkuat atau memperjelas elemen-elemen fisik

139

pembentuk citra kota yang telah ada dan belum dibangun oleh pihak pengembang. Sehingga nantinya penempatan elemen-elemen yang jelas dan nyata akan lebih memudahkan masyarakat untuk mengingat CitraRaya. Elemen-elemen tersebut nantinya akan menjadi identitas atau ciri khas visual kota melalui penataan elemenelemen pembentuk citra kota yang baik dapat memunculkan identitas kota ataupun memperkuat identitas kota yang sudah ada. Oleh sebab itu citra kota dapat membantu kota baru untuk memunculkan identitas secara fisik dan membantunya dalam hal pemasaran kota. Pembangunan elemen-elemen pembentuk citra kota sebagai Kota Nuansa Seni sebenarnya masihlah sangat mungkin mengingat masih tersedianya lahan-lahan kosong yang dapat dialokasikan sebagai suatu kawasasn yang didalamnya menyediakan berbagai fasilitas atau kegiatan kesenian seperti panggung pertunjukan, tempat pameran dan lain sebagainya. 5.4. Saran Lanjutan Studi Studi yang dilakukan saat ini membutuhkan studi lanjutan antara lain berupa: Studi untuk mengidentifikasi citra kota baru CitraRaya berdasarkan persepsi kelompok masyarakat seni untuk dapat melengkapi hasil dari studi identifikasi citra kota baru CitraRaya berdasarkan persepsi kelompok penghuni dan pengunjung kota baru CitraRaya Studi mengenai seberapa besar pengaruh elemen non fisik terhadap pembentukan citra kota baru CitraRaya. Hal ini dikarenakan pada hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa hanya elemen-elemen fisik saja yang muncul sedangkan elemen-elemen non fisik yang ada belum dikaji secara mendalam. Studi mengenai perancangan elemen fisik pembentuk citra kota baru CitraRaya, hal ini disebabkan oleh masih adanya atau masih kurangnya elemen-elemen fisik pembentuk citra kota yang dibangun oleh pihak pengembang.

140